Senin, 26 November 2012

Tugas Ke-4 (Point-1) Mata Kuliah Teaching AID ICT/Media Pembelajaran ICT Prdi PGSD 3-4 dan PBI Semester III

Saudara diminta memberikan kontribusi kepada dunia pendidikan, saudara diminta memberikan pendapat tentang kesalahan-kesalahan yang sering dilakukan oleh seorang guru dalam "Mengelola Kelas".
Pendapat Saudara bisa dari pengalaman (bagi mahasiswa-mahasiswi yang sudah mengajar), dan bisa pula dari referensi-referensi yang Saudara baca.
Hindari plagiarism. Jangan copy-paste.

Kumpulkan di sini sebagai "comment"

Paling lambat dikumpulkan pada tanggal 15 Desember 2012 (pukul 23.59).

Do the best.
Rori Idrus

100 komentar:

  1. Kesalahan yang dilakukan Ketika Guru Mengelola Kelas
    1.Berpikir Egosentris
    Kesalahan ini akan berdampak pada timbulnya kesalahan-kesalahan lain.
    Contohnya: guru mengatakan, Hasil UTS kemarin nilainya mengecewakan, meskipun hanya ada 2 orang yang mendapatkan nilai yang terbaik tetapi nilai yang lainnya kurang memuaskan.
    Contoh keluhan tersebut menunjukkan bahwa guru yang bersangkutan berpikir egosentris, hanya menurut dirinya sendiri.
    2.Tidak Peka Terhadap Perubahan Suasana Kelas.
    Dalam proses pembelajaran, seorang guru harus bisa mengendalikan kelas sepenuhnya. Hal ini penting agar proses pembelajaran berjalan lancar. Kita tahu bahwa kelas terdiri atas berbagai karakter. Oleh karena itu harus diupayakan agar karakter yang beragam itu dapat disatukan agar terwujudnya simponi pembelajaran yang enak dinikmati. Artinya bahwa seluruh potensi kelas (siswa) harus diberdayakan untuk saling membantu sehingga terwujud keberhasilan bagi setiap individunya.
    Contoh:
    Ketidak pekaan guru ketika mengajar, misalnya membiarkan siswa yang berbicara dengan teman sebayanya saat proses pembelajaran berlangsung akan mengganggu konsentrasi siswa lain yang sedang belajar. Hal ini tampaknya persoalan kecil, tetapi kalau tidak segera dibenahi bisa berakibat kegagalan seluruh kelas. Maka dalam hal ini seorang pendidik perlu melengkapi diri dengan pemahaman karakteristik masing- masing murid serta pemahaman dalam nilai- nilai pengelolaan manajemen kelompok belajar. Dan hal terpenting adalah bagaimana seorang pendidik mampu menempatkan ketegasan pada peserta didik, tanpa harus dibumbui dengan perilaku anarkis dan destruktif yang justru membuat peserta didik enggan untuk kembali pada suasana pembelajaran
    3.Mengajar Tanpa Persiapan
    Tidak akan ada pembelajaran yang berhasil tanpa persiapan yang benar. Kebanyakan guru enggan membuat persiapan secara benar. Akibatnya, pembelajaran di kelas berlangsung seolah tanpa arah. Padahal, guru itu seorang profesional.
    Salah satu ciri keprofesional seorang guru adalah menyusun perencanaan pembelajaran secara benar. Selain itu diperlukan kesiapan referensi yang setidaknya berkaitan dengan apa yang hendak kita diskusikan keesokkan harinya, adalah suatu yang naif apabila seorang guru tidak kenal informasi dan kenal teknologi, sehingga guru kalah penguasaan materi dan referensi dengan pemahaman yang dimiliki oleh peserta didik saat pembelajaran berlangsung.

    Nama : Untari Puji Astuti
    NIm : 40311023
    Prodi: P. Mat semester 3

    BalasHapus
  2. Nim : 40211093
    Nama : FUTEHATUL AMALIA
    Kelas : PGSD3/3
    Ada pepatah yang mengatakan, guru kening berdiri murid kencing berlari’’.Pepatah yang terakhir mengembangkan bahwa murid melakukan peniruan tangkah laku dari seorang guru yang kurang sopan dalam kacamata etika. Murid menirunya dan bertingkah laku yang lebih tidak sopan. Misalnya, gurunya hanya kencing berdiri, namun muridnya semakin mengembangkan menjadi kencing berlari . Oleh karena itu, tingkah laku kuang sopan sangat tidak pantas di lakukan seorang guru karena sangat berbahaya jika di tiru dan di kembangkan oleh muridnya.
    Tidak ada persoalan jika murid meniru dan mengembangkan keilmuan yang di miliki oleh gurunya. Bahkan, merupakan sebuah keharusan, seperti penemuan atau pemikiran di bidang fisika, kemudian di kembangakan oleh murid melebihi penemuan dan pemikiran gurunya. Demikian juga, berkenennya dengan etika yang baik, murid harus menirunya.
    Faktor ketidak berhasilan guru dapat di sebabkan oleh berbagai hal. Diantaranya ialah sarana dan prasarana pendidikan yang kurang memadai, mensejahterakan guru kurang di perhatikan, dan tidak adanya hubungan antara wali murid atau orang tua murid dengan gurusehingga tidak ada kesinambungan proses belajar mengajar di sekolah dan di rumah.
    Ada beberapa kesalahan-kesalahan yang sering dilakukan oleh seorang guru dalam "Mengelola Kelas".
    1.Duduk di Atas Meja Ketika Mengajar
    Salah atu aturan bagi murid yang lazim di terapkan di sekolah adalah di larang murid duduk di atas meja. Lebih dari itu, guru akan meberi nasehat bahwa duduk di atas meja tidak beretika. Oleh karena itu, sekolah menerapkan aturan, murid di larang duduk di atas eja.
    Dengan demikian, seorang guru yang duduk di atas meja ketika mengajar ketika mengajar telah melanggar etika dan dapat di katakan tidak menghargai muridnya. Jika guru ingin di hargai oleh muridnya, dia juga harus menghargai murinya. Bahkan, di ajurkan untuk menghargai muridnya terlebih dahulu. Kemudian, dia boleh minta di hargai.
    2. Menganggap Diri Paling Pandai
    Suasana belajar mengajar teras kaku. Murid tidak banyak memberi komentar, mengukapan ide, pemikiran, ataupun kritikan terhadap sang guru. Hal ini terjadi karena setiap kali murid mengukapan ide dan pemikiran yang berbeda selalu di salahkan oleh sang guru. Dan, lebih menyedihkan lagi, murid akan di anggap bodoh jika tidak menerima pemikiran sang guru. Murid benar-benar di bawah kendali sang guru sehingga murid tak lebih dari sebelah robot yang kontrolnya berada di tangan sang guru.
    3.Mengajar Secara Monoton
    Pada hakikatnya guru yang mengajar secara monoton tidak mengetahiu atau tidak memiliki berbagai variasi metode,teknik,pendekatan ,dan konsep dalam kegiatan belajar-mengajar sehingga semua yang digunakan selalu sama atau tidak pernah berubah.Maka,tak heran jika guru mengajar secara monoton sangat membosannya bagi muridnya.
    4.Tidak Disiplin
    Displine sangat berkaitan dengan adanya tauran atau tatatertib.Jadi,guru yang disipline dapat diartikan sebagai guru yang menaati aturan yang dibuatoleh sekolah.Sebaliknya,guru yang tidak disiplin adalah guru yang sering kli melanggar aturan yang dibuat oleh sekoalh.

    Maka dari itu,kita sebagai guru dan calon guru agar tidak membuat kesalahan dalam kegiatan belajar mengajar sehingga mereka bisa menjadi guru profesional. Patut untuk diakui,tidak ada manusia yang tidak pernah membuat kesalahan dalam menjalankan profesi apa pun,termasuk profesi sebagai guru. Namun,dengan mengenali dan memahami berbagai kesalahan paling fatal yang dilakukan oleh guru,diharpka seseorang guru dapat berusaha menghindari atau paling tidak meminimalisr kesalahan-kesalahan yang bisa muncul selama kegiatan belajar-mengajar sehingga status guru profesional yang dicita-citakan dapat diraih oleh guru,serta menghindari kesuksesan bagi guru dan muridnya.
    Daftar pustaka:
    1.Rahman, Masykur Arif. 2011. Kesalahan-Kesalahan Fatal Paling Sering Dilakukan Guru Dalam Kegiatan Belajar-Meangajar. Jogjakarta: DIVA press

    BalasHapus
  3. NAMA: GIGIH PRIYONO
    NIM:40211094
    KELAS :PGSD 3/3


    Menurut saya dan referensi referensi yang sudah saya baca tentang ‘Kesalahan Kesalahan Yang Sering Dilakukan Seorang Guru dalam Mengelola Kelas ada 3 point utama yaitu:

    1. PENGHUKUMAN ATAU PENGANCAMAN.
    Tindakan penghukuman atau pengancaman adalah tindakan berupa pemberian hukuman atau ancaman baik fisik ataupun nonfisik yang digunakan saat membuat masalah ataupun untuk mencegah siswa membuat masalah.Tindakan ini mungkin dapat menghentikan tingkah laku buruk siswa, tetapi sifatnya sesaat dan hanya menyinggung aspek-aspek yang bersifat permukaan belaka.Sayangnya lagi tindakan itu biasanya diikuti oleh tingkah laku negatif pada diri siswa termasuk di dalamya tindakan kekerasan. Adapun contoh tindakan penghukuman atau pengancaman di antaranya :

    a. Menghukum dengan kekerasan, larangan dan pengusiran.
    b. Menerapkan ancaman atau memaksakan berlakunya larangan-larangan.
    c. Menghardik, mengasari dengan kata, mencemooh, menertawakan.
    d. Menghukum seorang di antara siswa sebagai contoh bagi siswa-siswa lainnya.
    e. Memaksa siswa untuk minta maaf atau memaksakan tututan-tuntutan lainnya.

    2. PENGALIHAN ATAU PEMASA BODOHAN.

    Pemasa bodohan adalah suatu tindakan berupa ketidakpedulian guru terhadap masalah yang terjadi selama proses pembelajaran dengan menganggap masalah selesai dengan sendirinya sedangkan Pengalihan adalah memberikan kegiatan atau melakukan cara-cara tertentu utuk mengalihkan tingkah laku buruk siswa. Tindakan ini dapat menimbulkan semangat yang rendah pada siswa, ketidak tenangan, kecendrungan mencari kambing hitam, agresi dan tindakan kekerasan lainnya. Adapun contohnya, antara lain :

    a. Meremehkan suatu kejadian atau tidak melakukan apa-apa sama sekali.
    b. Menukar susunan kelompok dengan mengganti atau mengeluarkan anggota tertentu.
    c. Mengalihkan tanggung jawab kelompok kepada tanggung jawab seseorang anggota
    d. Menukar kegiatan untuk menghindari tingkah laku tertentu dari siswa.
    e. Mengalihkan tingkah laku siswa dengan cara-cara lain.

    3. TINDAKAN PENGUASAAN ATAU PENEKANAN.

    Tindakan penguasaan atau penekanan adalah tindakan menunjukan kekuasaan atau menunjukkan orang yang berkuasa untuk memberikan tekanan terhadap siswa. Tindakan ini akan menghasilkan sikap pura-pura contohnya, yaitu:patuh, diam-diam dan bahkan mungkin tindakan kekerasan. Contoh dari tindakan penguasaan dan penekanan adalah :

    a. Memerintah, memarahi, mengomel
    b. Memakai pengaruh orang-orang yang berkuasa
    c. Menyatakan ketidaksetujuan dengan mempergunakan kata- kata, tindakan, atau pandangan.
    d. Melakukan tindakan kekerasan sebagai pelaksanaan dari ancaman-ancaman yang pernah dijanjikan.
    e. Mempergunakan hadiah sebagai perbandingan terhadap hukuman bagi para pelanggar.
    f. Mendelegasikan wewenang kepada siswa untuk memaksakan penguasaan kelas.

    DALAM MENERAPKAN PENDEKATAN INISEBAIKNYA MEMPERTIMBANGKAN BEBERAPA HAL, DI ANTARANYA:

    1. Jangan menegur siswa di hadapan kawan-kawannya
    2. Dalam memberikan peringatan kepada siswa jangan mempergunakan nada suara yang tinggi.
    3. Bersikaplah tegas dan adil terhadap semua siswa.
    4. Jangan pilih kasih.
    5. Sebelum menghukum siswa, buktikanlah bahwa siswa itu bersalah.
    6. Patuhlah pada aturan-aturan yang sudah anda tetapkan.



    BalasHapus
  4. Nama = NAFIATUL KHAERIYAH
    Nim = 40211102
    Prodi = PGSD 3

    Menurut pengalaman saya ketika melakukan observasi pada kegiatan KPPM, kesalahan seorang guru dalam “ Mengelola Kelas” adalah sebagai berikut:
    1. Kurang memperhatikan siswanya pada saat mengajar, dalam artian membiarkan siswanya ribut sendiri, bermain dengan temannya pada saat pelajaran di mulai.
    2. Kurangnya menggunakan media/alat peraga dalam mengajar.
    3. Dalam mengajar kurang lebih interaksi dengan muridnya.
    4. Guru lebih senang menggunakan system CTL (Catat Tinggal Lunga).
    5. Tidak mengusai materi
    6. sereing memberi tugas untuk menulis materi yang ada pada buku cetak, tapi guru tersebut tidak memberikan kesimpulan.
    7. tidak memanfaatkan papan tulis dengan baik.

    BalasHapus
  5. NIM : 40211109
    NAMA : SHINTA FITRIANI
    KELAS : PGSD 3 SEMESTER 3

    Menurut saya, kesalahan-kesalahan guru dalam mengelola kelas antara lain sebagai berikut :
    1. Pada saat membuka pelajaran guru tidak menyampaikan SK/KD, Indikator, serta Tujuan Pembelajaran, sehingga siswa tidak terlalu memahami arah tujuan pembelajarannya.
    2. Guru kurang kreatif dalam menyampaikan materi pelajaran sehingga menjadikan siswa bosan dan selalu ribut di kelas.
    3. Guru kurang dalam pemberian motivasi sehingga siswa tidak semangat untuk belajar.
    4. Guru lebih banyak mengajar dengan cara monoton sehingga membuat siswa tidak fokus dengan materi yang telah disampaikan.
    5. Kurangnya kreatifitas guru karena tidak membuat alat peraga dan media pembelajaran.
    6. Kurangnya pendekatan guru kepada masing-masing individu sehingga guru tidak mengetahui karakter siswa secara individual.
    7. Ketika ada siswa yang sedikit aktif dan kritis dalam kegiatan belajar mengajar, guru enggan untuk memberikan respon karena guru tersebut menganggap bahwa guru mengetahui segala hal.
    8. Kebanyakan pada mata pelajaran yang sekirannya mempunyai unsur cerita, guru hanya menceritakan atau menggunakan metode ceramah saja tanpa adanya penggunaan metode pembelajaran yang lain.
    9. Ada sebagian guru yang masih merokok dan tidur di ruang kelas ketika siswa sedang mengerjakan tugas.
    10. Guru mengajar dari tahun ke tahun hanya dengan 1 sumber buku sehingga guru tidak mengetahui adanya perkembangan materi berdasarkan kurikulum.

    BalasHapus
  6. NAMA : DWI ANISTI
    NIM : 40211088
    PRODI : PGSD 3/3
    1. Kurangnya kesadaran akan sebuah kewajiban. Kebanyakan guru hanya menjalankan tugas mengajarnya di sekolah dan kurang memberi didikan kepada siswanya. Padahal mengajar dan mendidik itu satu paket yang tidak bisa di pilih dan wajib dilaksanakan oleh setiap guru.
    2. Guru kurang mendengarkan apa yang di katakan siswa, sehingga siswa menganggap dirinya tidak dihargai, jika di lihat dari pandangan psikologis masalah ini akan berakibat fatal karena itu akan membuat siswa susah untuk berkembang.
    3. Kurangnya kreatifitas guru dalam membuat media pembelajaran yang menarik bagi siswanya.
    4. Kekurang siapan guru dalam melaksanakan proses belajar mengajar sehingga apa yang di sampaikan tidak terarah
    5. Virus malas yang membuat seorang guru selalu ada dalam posisinya sehingga enggan melakukan suatu perubahan kearah yang lebih baik
    6. Mengajar yang tidak dilakukan dengan hati. Meskipun semua pengetahuan telah tersampaikan, output nya kurang diterima masyarakaat
    7. Kompetensi guru yang masih kurang, sehingga tidak bisa menjawab tantangan dunia global
    8. Kurang memahami perasaan siswanya, jarang memberi motivasi untuk membangun pribadi yang kuat
    9. Masih banyak guru yang menyalahkan siswanya dengan kata-kata yang kurang enak untuk di dengar, apalagi memarahi siswa di depan kelas, ini akan membuat siswa selalu merasa takut salah.
    10. Guru lebih banyak melihat hasil akhir dalam kegiatan pembelajaran yang di tuangkan dalam sebuah nilai tanpa melihat prosesnya, padahal tidak semua mata pelajaran tingkat keberhasilannya di indikatorkan hanya pada nilai tetapi juga pengaplikasiannya.
    11. Hukuman yang tidak mendidik. Ketika ada siswa yang melakukan kesalahan alangkah baiknya seorang guru itu tidak langsung memarahi dan memberikan hukuman, tetapi tanyakan dulu alasan siswa melakukan kesalahan tersebut. Sehingga ada sebuah alasan bagi kita untuk meluruskan kesalahan siswanya.
    12. Kurang akrab dengan siswa. Akrab disini bukan berarti kita harus selalu menjadi teman main mereka. Tetapi ciptakanlah sebuah keakraban agar siswa mudah untuk berinteraksi/ tidak canggung dalam menanyakan sesuatu yang mereka tidak tahu tanpa harus meninggalkan kewibawaan kita sebagai seorang guru yang harus dihormati dan di hargai.
    13. Guru kurang memberi kesan. Pribadi setiap orang berbeda-beda namun perlu di ingat bahwa kesan akan menyimpan sesuatu pesan yang mendalam. Jadi kepribadian seorang guru hendaknya kempunyai karismatik tersendiri yang lebih menonjol setingkat dari yang lain karena ini merupakan aset yang sangat berharga dan tidak semua orang bisa melakukannya.
    14. Masih banyak guru yang kurang memahami kebutuhan masyarakat dan tidak bisa mengikuti perkembangan zaman. Seperti penguasaan IPTEK dan bahasa Inggris, meskipun bagi guru SD bahasa Inggris tidak menjadi suatu pelajaran yang harus dikuasai tetapi hal ini penting untuk mengantisipasi kata-kata asing yang ada dalam sebuah materi pembelajaran.
    15. Masih banyak guru yang mengajar pilih kasih. Hanya yang pandai dalam pelajaran lah yang dianggap. Mereka tahu tetapi kurang menyadari bahwa pada hakekatnya semua orang punya bakat yang berbeda-beda. Dan di sinilah peran seorang guru yang harus mengembangkan bakat-bakat siswanya.

    Itulah beberapa kesalahan yang biasa dilakukan seorang guru dalam mengelola kelas. Semoga apa yang saya tulis bisa menjadi intropeksi bagi guru-guru kita untuk memperbaiki sistem pembelajarannya, dan semoga ini bisa menjadi bahan persiapan bagi calon guru untuk dapat memberikan pembelajaran yang benar di kelas.

    BalasHapus
  7. Nim : 40211111
    Nama : Sudiani
    Kelas : PGSD 3/3

    Jawab :

    “Kegagalan guru dalam mengelola kelas”
    Kegagalan seorang guru mencapai tujuan pembelajaran berbanding lurus dengan ketidak mampuan guru mengelola kelas. Indikator dari kegagalan itu seperti prestasi belajar murid rendah, tidak sesuai dengan standar atau batas ukuran yang ditentukan. Karena itu, pengelolaan kelas merupakan kompetensi guru yang sangat penting. Usman dalam salah satu bukunya mengemukakan bahwa suatu kondisi belajar yang optimal dapat tercapai jika guru mampu mengatur murid dan sarana pembelajaran serta mengendalikannya dalam suasana yang menyenangkan untuk mencapai tujuan pengajaran.

    Di sini jelas sekali betapa pengelolaan kelas yang efektif merupakan prasyarat mutlak bagi terciptanya proses belajar-mengajar yang efektif pula.Berdasarkan pendapat di atas, jelas betapa pentingnya pengelolaan kelas guna menciptakan suasana kelas yang kondusif demi meningkatkan kualitas pembelajaran. Pengelolaan kelas menjadi tugas dan tanggung jawab guru dengan memberdayakan segala potensi yang ada dalam kelas demi kelangsungan proses pembelajaran. Hal ini berarti setiap guru dituntut secara profesional mengelola kelas sehingga terciptanyaa suasana kelas yang kondusif guna menunjang proses pembelajaran yang optimal menuntut kemampuan guru untuk mengetahui, memahami, memilih, dan menerapkan pendekatan yang dinilai efektif menciptakan suasana kelas yang kondusif. Setidaknya ada tujuh pendekatan yang bisa dilakukan oleh guru untuk pengelolaan kelas.

    BalasHapus
  8. Menurut pengalaman saya ketika melaksanakan KPPM, kesalahan yang sering dilakukan dalam mengelola kelas, yaitu sebagai berikut:
    1. Kurang menguasai materi pelajaran
    2. Sering menyuruh siswa untuk mencatat materi pelajaran
    3. Kurang berinteraksi dengan siswa
    4. Kurang memberikan perhatian pada individu siswa

    NIM : 40211149
    NAMA : RETNO SUNDAWATI
    KELAS : PGSD 4/3

    BalasHapus
  9. Nama : Yossi Pratiwi
    NIM : 40211117
    PGSD 3/3

    1. Mengambil jalan pintas dalam pembelajaran
    Berbagai kasus menunjukkan bahwa di antara para guru banyak yang merasa dirinya sudah dapat mengajar dengan baik, meskipun tidak dapat menunjukkan alasan yang mendasari asumsi itu. Dalam kaitannya dengan perencanaan, guru dituntut untuk membuat persiapan mengajar yang efektif dan efisien. Namun dalam kenyataannya, dengan berbagai alasan, banyak guru yang mengambil jalan pintas denagn tidak membuat persiapan ketika mau melakukan pembelajaran, sehingga guru mengajar tanpa persiapan. Mengajar tanpa persiapan, disamping juga merugikan guru sebagai tenaga professional juga sangat mengganggu perkembangan peserta didik.
    2. Menunggu peserta didik berperilaku negatif
    Dalam pembelajaran di kelas, guru berhadapan dengan jumlah peserta didik yang semuanya ingin diperhatikan. Biasanya guru baru memerikan perhatian kepada peserta didik ketika rebut, tidak memperhatikan, atau mengantuk di kelas, sehingga menunggu peserta didik berperilaku buruk. Kondisi tersebut sering kali mendapat tanggapan yang salah dari peserta didik, mereka beranggapan bahwa jika ingin mendapat perhatian atau diperhatikan guru, maka harus berbuat salah, berbuat gaduh, mengganggu, dan melakukan tindakan indisiplin lainnya.
    3. Merokok depan kelas
    4. Guru terkadang menyebutkan kata-kata kotor ketika berbicara didepan siswa
    5. Guru sering masuk berangkat kesiangan, jam 8.00 WIB baru sampai di sekolah, sehingga guru secara tidak langsung telah korupsi waktu belajar siswa
    6. Guru terlalu mengandalkan LKS, guru sering berkata kepada siswa “kerjakan LKS halaman…. Rumawai 1 sampai 3 dikerjakan”
    7. Guru masih banyak yang tidak memanfaatkan alat peraga dalam menyampaikan materi.
    8. Guru pelit memberikan reward kepada siswa yang berhasil menyelesaikan tugasnya, seperti minimal dengan tepuk tangan atau acungan jempol
    9. Kurang bijak dalam menentukan hukuman bagi siswa
    Sering kali guru memberikan hukuman kepada peserta didik tanpa melihat latar belakang kesalahan yang dilakukannya, tidak jarang guru yang memberikan hukuman melampaui batas kewajaran pendidikan, dan banyak guru yang memberikan kepada peserta didik tidak sesuai dengan jenis kesalahan. Yang sering dialami peserta didik adalah bahwa guru sering memberikan tugas, tetapi tidak pernah memberikan umpan balik terhadap tugas-tugas yang dikerjakan.
    10. Mengabaikan perbedaan peserta didik
    Kesalahan berikutnya yang sering dilakukan guru dalam pembelajaran adalah mengabaikan perbedaan pesera didik. Kita tahu bahwa peserta didik memiliki perbedaan individual sangat mendasar yang perlu diperhatikan dalam pembelajaran. Peserta didik memiliki emosi yang sangat bervariasi, dan sering memperlihatkan sejumlah perilaku yang tampak aneh. Pada umunya perilaku-perilaku tersebut relatif normal, dan cukup biasa ditangani dengan menciptakan iklim pembelajran yang kondusif.
    11. Merasa paling pandai
    Kesalahan lain yang sering dilakukan guru dalam pembelajran adalah merasa paling pandai di kelasnya. Kesalahan ini berangkat dari kondisi bahwa pada umunya para peserta didik di sekolah usianya relative lebih muda dari gurunya, sehingga guru merasa bahwa peserta didik tersebut lebih bodoh dibandingkan dirinya, peserta didik di pandang sebagai gelas yang perlu diisi air ke dalamnya.
    12. Tidak adil
    Pembelajaran yang baik dan efektif adalah yang mampu memberikan kemudahan belajar kepada peserta didik secara adil dan merata (tidak diskriminatif), sehingga mereka dapat mengembangkan potensinya secara optimal. Keadilan dalam pembelajaran merupakan kewajiban guru dalam pembelajaran, dan hak peserta didik untuk memperolehnya. Dalam prakteknya banyak guru yang tidak adil, sehingga merugikan perkembangan peserta didik, dan ini merupakan kesalahan yang sering dilakukan guru, terutama dalam penilaian. Penilaian merupakan upaya untuk memberikan penghargaan kepada peserta didik sesuai dengan usaha yang dilakukannya selama proses pembelajaran.

    BalasHapus
  10. Nama : Ika Setia Rahmawati
    NIM : 40211096
    Kelas : PGSD3/3
    Jawaban :
    Guru adalah penguasa kelas, apa yang diperintahkan guru kepada peserta didik pasti dilaksanakan dengan sebaik – baiknya. Namun, terkadang seorang guru tidak mencerminkan etika seorang guru, artinya banyak guru – guru pada saat kegitan pembelajaran sambil membaca koran, sambil sms-an lah. Nah perilaku seperti itu perlu dipertanyakan, apakah pantas seorang guru berperilaku seperti itu? Sebaiknya perilaku- perilaku seperti itu dihindari karena disamping siwa, guru pun memiliki etika tersendiri yang harus dijaga. Selain itu juga kadang guru sering mengatakan kata – kata yang kasar ketika kegitan pembelajaran sedang berlangsung seperti ” Dasar Anak Bodoh!!! ” mungkin kata – kata seperti itu harus dihindari karena akan mematikan potensi siswa. Disamping itu kesalahan – kesalahan yang lain yaitu :
    Pada saat kegiatan belajar mengajar berlangsung, biasanya guru selalu fokus pada materi yang di ajarkannya, tanpa memikirkan kondisi sistwa tersebut. Mungkin di antara banyaknya siswa tersbut, ada yang sudah pusing dengan materi yang di ajarkan gurunya tersebut Seharusnya guru melakukan suatu usaha agar kejadian yang demikian tidak terjadi, usahanya bisa bercerita ataupun permainan yang mampu merefreshingkan siswa didiknya.
    Seorang guru kebanyakan enggan membuat persiapan yang benar, akibatnya kegiatan pembelajaran dikelas berlangsung tanpa arah, seorang siswa dituntut untuk mampu menerima materi yang diajarkan sedangkan guru dalam penyampaian mata pelajaran tidak membuat persiapan terlebih dahulu, apakah penyampaian materi bisa maksimal? Tentu tidak, justru dengan tidak adanya persiapan siswa akan mengalami kesulitan dalam menyerap materi yang disampaikan.
    Dalam pembelajaran di kelas, guru berhadapan dengan sejumlah peserta didik yang semuanya ingin diperhatikan. Peserta didik akan berkembang secara optimal melalui perhatian guru yang positif, sebaliknya perhatian yang negatif akan menghambat perkembangan peserta didik. Mereka senang jika mendapat pujian dari guru dan merasa kecewa jika kurang diperhatikan. Namun sayang kebanyakan guru terperangkap dengan pemahaman yang keliru tentang mengajar, mereka menganggap mengajar adalah menyampaikan materi kepada peserta didik, mereka juga menganggap mengajar adalah memberikan pengetahuan kepada peserta didik. Tidak sedikit guru yang sering mengabaikan perkembangan kepribadian peserta didik, serta lupa memberikan pujian kepada mereka yang berbuat baik, dan tidak membuat masalah. Guru perlu belajar untuk menangkap perilaku positif yang ditunjukan oleh para peserta didik, lalu segera memberi hadiah atas prilaku tersebut dengan pujian dan perhatian, disisi lain, guru harus memperhatikan perilaku-perilaku peserta didik yang negatif, dan mengeliminasi perilaku-perilaku tersebut agar agar tidak terulang kembali. Guru bisa mencontohkan berbagai perilaku peserta negatif, misalnya melalui cerita dan ilustrasi, dan memberikan pujian kepada mereka karena tidak melakukan perilaku negatif tersebut.
    Sumber :
    •Buku Menjadi Guru Profesional, karangan Dr.E. Mulyasa, M.Pd.

    BalasHapus
  11. nama : M.sefudin
    nim : 40211101
    prodi :PGSD 3/3

    menurut saya kesalahan guru dalam mengelola kelas diantarannya :
    1. Kurangnya persiapan guru, sehingga dalam pengajarannya kehabisan materi/ pengajarannya kurang menarik siswa
    2. Tanggung jawab guru yang rendah, rendahnya tanggung jawab guru menjadikan guru dalam penyampaiannya asal-asalan
    3. Kurangnya penggunaan media dalam pembelajarannya, sehingga penjelasan guru sulit/kurang dapat difahami, apabila disertai dengan media yang sesuai dengan materi maka akan memberikan pemahaman yang lebih.
    4. kompetensi guru yang rendah
    5. tidak adannya interaksi antara guru dan murid
    6. guru menganggap dirinya paling tahu sehingga dalam mengajar semaunya sendiri / otoriter...
    demikian komentar dari saya semoga dapat memberikan masukan untuk kita semua...
    terimakasih

    BalasHapus
  12. nama : muhajirin
    prodi : pgsd 3 smstr III
    NO :40211099

    Menurut saya kesalahan guru dalam mengolah kelas yaitu :
    1.pelitnya guru memberi senyuman kepada peserta didik saat pembukaan pembelajaran padahal secara sikologis anak akan lebih akrab dengan pendidik bila pembelajaran diawali dengan senyuman.
    2.pelitnya guru memberikan penguatan terhadap siswa
    3.banyak guru yang mengucapkan kata "emm' "yan toh" "yakan"
    4.kurangnya persiapan dalam membawakan materi sehingga guru kehabisan materi saat menjelaskan.
    5.guru yang sudah senior menganggap membuat rpp itu tidak penting padahal suksenya pembelajaran salah satunya tergantung dari pembutan rpp yang dibuat oleh guru tersebut.
    6.guru indonesia apabila ada tunjangan finansial oleh pemerintah guru tersebut bunya membeli buku untuk menanbah refrensinya tetapi selalu mementingkan materi terutamamenggunakan uang tersebut untuk kepuasan pribadinya saja seperti membeli motor,mobil,rumah dll

    BalasHapus
  13. NIM : 40211125
    Nama : Cahyaningtyas Tri Wijiutami
    Kelas : Pgsd 4/3
    Jawaban :
    Kesalahan Guru dalam Mengelola Kelas
    1. Tidak Bisa Mengoperasikan Media Pembelajaran
    Apabila guru tidak bisa mengoperasikan media pembelajaran yang ada, maka bisa terjadi proses belajar mengajar yang cepat membosankan.
    2. Mengajar di Luar Bidang
    Guru mempunyai tugas mengajar. Guru yang mengajar tidak sesuai dengan bidangnya akan berpengaruh terhadap hasil belajar murid.
    3. Tidak Mengikuti Perkembangan Zaman
    Guru yang tidak pernah belajar dapat dikatakan sebagai guru yang tidak mengikuti perkembangan zaman. Akibatnya, paradigma terhadap kegiatan belajar mengajar tidak mengalami perubahan.
    4. Tidak Memperhatikan Perbedaan Individual
    Guru akan sulit mencari metode dan pendekatan pembelajaran yang efektif sekaligus menarik bagi seluruh murid apabila tidak memperhatikan perbedaan individual..
    5. Tidur Saat Mengajar
    Suasana kelas jadi tak menentu, padahal mata pelajaran baru saja dimulai dan belum melewati seperempat jam. Ternyata, guru sudah tertidur pulas di bangkunya.
    6. Mengajar secara Monoton
    Guru yang tidak pernah mengembangkan pengetahuan, keahlian, dan eksplorasi mengenai hal-hal baru dapat dipastikan akan mengajar secara monoton.
    7. Komunikasi tidak Efektif
    Komunikasi dalam kegiatan belajar mengajar diharapkan berlangsung seefektif mungkin. Sebab, komunikasi dapat meningkatkan prestasi belajar mengajar.
    Daftar pustaka:
    1.Rahman, Masykur Arif. 2011. Kesalahan-Kesalahan Fatal Paling Sering Dilakukan Guru Dalam Kegiatan Belajar-Meangajar. Jogjakarta: DIVA press

    BalasHapus
  14. Nama : Rizka Khasanah
    Prodi : PGSD 3/3
    NIM : 40211107
    Dalam pembelajaran yang dilakukan oleh guru dikelas, biasanya guru tidak lepas dari kesalahan yang dilakukan, dibawah ini beberapa kesalahan-kesalahan yang dilakukan oleh guru didalam kelas, antara lain :
    • Mengambil jalan pintas dalam pembelajaran
    • Menunggu peserta didik berperilaku negatif
    • Menggunakan destructive discipline
    • Mengabaikan perbedaan peserta didik
    • Merasa paling pandai dikelas
    • Bersikap tidak adil terhadap siswanya
    • Memaksa hak para peserta didiknya

    Sumber : Mulyasa. 2001. Menjadi Guru Profesional. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

    BalasHapus
  15. Nama : Faiz Haryadi
    NIM : 40211091
    Kelas : PGSD 3/3

    Menurut saya kesalahan-kesalahan yang sering dilakukan oleh seorang guru dalam mengelola kelas antara lain sebagai berikut :
    1. Proses belajar mengajar monoton, guru tidak mampu memberi gaya belajar yang lebih menarik. Jika terjadi demikian minat siswa untuk belajar sangat rendah sehingga akan berdampak pada hasil yang dicapai siswa.
    2. Guru merasa dirinya menjadi satu-satunya sumber belajar tanpa melibatkan siswa untuk aktif dalam proses belajar mengajarnya. Hal ini sangat berpengaruh pada wawasan siswa.
    3. Tidak menggunakan media pembelajaran ataupun alat peraga. Hal demikian akan menciutkan minat siswa untuk belajar.
    4. Tidak adanya Kehangatan dalam proses belajar mengajar. Maksudnya guru tidak mampu menempatkan diri dihati muridnya, tidak ramah, otoriter, dan bersikap tidak adil kepada semua muridnya.
    5. Berbicara tidak sopan. Guru adalah teladan bagi murid-muridnya dalam hal apapun, perkataan, sikap, sifat, penampilan dsb akan ditiru oleh muridnya. Jika guru sengaja berbicara tidak sopan didepan muridnya maka akan murid tersebut akan meniru dan ini tidak pantas dilakukan oleh guru dizaman seperti sekarang
    6. Tidak kompeten, tidak mampu menguasai teknologi yang berkembang. Hal ini akan berdampak pada lulusan-lulusan yang gaptek.

    Mungkin itu saja yang dapat saya sampaikan, semoga bermanfaat....

    BalasHapus
  16. Guru adalah sosok yang menjadi panutan bagi siswa-siswinya. Oleh karenanya menjaga sikap dan perilaku adalah hal yang harus dilakukan.Dalam kegiatan pembelajaran, sering kali ditemukan kesalahan dan kekeliruan yang dilakukan oleh seorang guru, terlebih hal tersebut banyak tidak disadari oleh para guru.
    Menurut pengalaman dan pengamatan saya selama menjadi murid atau sekarang sudah berkecimpung didunia pendidikan, ada hal-hal yang keliru, yaitu sebagai berikut :
    1. Suka memberi hukuman dengan cara kekerasan, hal ini sangat berdampak buruk bagi perkembangan siswa
    2. Mengajar asal-asalan
    Banyak sekali guru yang mengajar dengan istilah yang penting datang ke kelas, kemudian menyuruh anak didik untuk mencatat atau mengerjakan tugas saja.
    3. Mengajar dengan metode yang monoton
    Hal ini sangat mengakibatkan semangat belajar siswa menurun, karena merasa bosan dengan situasi di kelas.
    4. Kurangnya perhatian terhadap siswa dan merendahkan martabat siswa dengan membentak atau bicara dengan kata-kata yang melecehkan.

    Sebenarnya ada hal yang lain, tetapi secara garis besar dapat digambarkan dengan ha-hal tersebut.

    Nama : M.Faris Arromal
    NIM : 40111018
    Prodi: PBI 3

    BalasHapus
  17. NAMA : YUNI CHAERUNNISA
    NIM : 40211118
    KELAS : PGSD 3 SEMESTER 3
    KESALAHAN – KESALAHAN YANG DILAKUKAN OLEH GURU DALAM PEMBELAJARAN
    1. Mengambil Jalan Pintas dalam Pembelajaran
    Sebenarnya para guru manyadari bahwa persiapan memiliki peran penting dalam pembelajaran, namun masih banyak guru sering tidak membuat persiapan mengajar, khususnya persiapan tertulis. Adakalanya guru membuat persiapan mengajar tertulis hanya untuk memenuhi tuntutan administrative, atau di suruh oleh kepala sekolah karena mau ada pengawasan kesekolahnya. Mungkin anda pernah mendengar ucapan kepala sekolah yang menyerukan agar guru – guru membuat persiapan mengajar karena mau ada pengawas, atau ada penilaian di sekolahnya. Sungguh suatu kekeliruan besar, Karena persiapan mengajar adalah suatu persiapan yang harus dibuat guru untuk melakukan pembelajaran, bukan untuk disuguhkan kepada pengawas.
    2. Menunggu Peserta Didik Berperilaku Negatif
    Dalam pembelajaran dikelas, guru berhadapan dengan sejumlah peserta didik yang semuanya ingin diperhatikan. Peserta didik akan berkembangan secara optimal melalui perhatian guru yang positif, sebaliknya perhatian yang negative akan menghambat perkembangan pserta didik. Mereka senang jika mendapat pujian dari guru, dan merasa kecewa jika kurang diperhatikan atau diabaikan. Namun sayang kebanyakan guru, terperangkap dengan pemahaman yang keliru tentang mengajar, mereka menganggap mengajar adalah menyampaikan matrei kepada peserta didik, mereka juga menganggap mengajar adalah memberikan sejumlah pengetahuan kepada peserta didik.
    3. Merasa Paling Pandai
    Kesalahan lain yang sering dilakukan oleh guru adalah merasa paling pandai di kelasnya. Kesalahan ini berangkat dari kondisi bahwa pada umumnya para peserta didik di sekolah usianya relative lebih muda dari gurunya, sehingga guru merasa bahwa peserta didik tersebut lebih bodoh dibanding dirinya, peserta didik dipandang sebagai gelas yang perlu diisi air didalamnya. Dengan demikian, dalam hal tertentu mungkin saja peserta didik yang belajar lebih pandai dari gurunya. Jika ini benar terjadi, maka guru harus demokratis untuk bersedia belajar kembali, bahkan belajar dari peserta didik sekalipun, atau saling membelajarkan.

    4. Tidak Adil ( Diskriminatif )
    Pembelajaran yang baik dan efektif adalah yang mampu memberikan kemudahan belajar kepada peserta didik secara adil dan merata ( tidak diskriminatif ), sehingga mereka dapat mengembangkan potensinya secara optimal. Keadilan dalam pembelajaran merupakan kewajiban guru dalam pembelajaran, dan hak peserta didik untuk memperolehnya. Dalam prakteknya banyak guru yang tidak adil, sehingga merugikan perkembangan peserta didik, dan ini merupakan kesalahan yang sering dilakukan guru, terutama dalam penilaian. Penilaian merupakan upaya untuk memberikan penghargaan kepada peserta didik sesuai dengan yang dilakukannyaselama proses pembelajaran. Oleh karena itu, dalam memberikan penilaian harus dilakukan secara adil , dan benar – benra merupakan cermin dari perilaku peserta didik. Namun demikian, dalam pelaksanaanya tidak sedikit guru yang menyalahkan penilian, misalnya sebagai ajang untuk membalas dendam,sebagai ajang untuk menyalurkan kasih sayang di luar tanggung jawabnya sebagai guru.
    ( sumber : Dr.E.Mulyasa,M.Pd.Menjadi Guru Profesional.2008.Bandung:PT.Remaja RosdaKarya )

    BalasHapus
  18. Nama : Dedi santosa
    Kelas : Pgsd 4 / 3
    Nim : 40211129
    Kesalahan-kesalahan guru dalam mengelola kelas
    Menurut arti guru adalah di gugu karo di tiru ,artinya semua apa yang di lakukan oleh seorang guru baik sikap, prilaku seorang guru pasti akan di tiru oleh muridnya ,makanya kita sebagai calon seorang guru sepatutnya mengerti dan memahami apa saja yang harus kita lakukan sebagai seorang guru .sikap kita yang akan kita ajarkan kepada murid
    A.Kesalahan –kesalahan guru dalam mengelola
    1. guru tidak mempersiapkan dulu materi yang akan di sampaikan.
    Artinya seorang guru hanya memberikan apa yang seharusnya di sampaikan tetapi tidak bisa memberikan pemahaman yang mendalam kepada para siswa,sehingga siswa masih merasa kebingungan dalam menerima apa yang di sampaikan .
    2. guru merokok di depan kelas
    Sikap itu sangat buruk apa yang di lakukan seorang guru ,sikap yang tidak sepantasnya di lakukan seorang guru di depan para siswa ,karena sikap itu mungkin saja di tiru oleh para muri ,hendaknya apabila kita sedang berada di lingkungan sekolahan tidak merokok .
    3 . menampar siswa
    Memang kadang sikap murid sangat menjengkelkan yang membuat kita sebagai seorang guru marah , tapi kita sering menjumpai seorang guru member hukuman dengan cara menampar para siswa , sebenarnya sikap itu tidak baik dan tidak memberikan efek jera kepada siswa ,cara itu sama sekali tidak mendidik dan memberikan pelajaran kepada siswa ,malah siswa terkadang menjadi brutal dan tidak terkontrol
    Asy,ari ;kh.m .hasyim.2003.yogyakarta:qirtas

    BalasHapus
  19. TUSRIYANI
    40211113
    PGSD 3/3

    Kesalahan – kesalahan yang sering dilakukan seorang guru dalam mengelola kelas.

    Menurut pengalaman saya kesalahan yang sering dilakukan guru yaitu:
    1. Mengajar Tanpa Persiapan
    Seorang guru yang professional seharusnya bisa menyusun perencanaan pembelajaran secara benar dan memerlukan kesiapan referensi yang mendukung pembelajaran,tetapi kebanyakan guru yang sudah tua enggan untuk membuat persiapan dengan benar.
    2. Kurang memperhatikan siswanya pada saat mengajar, seperti membiarkan siswanya ribut sendiri, bermain dengan temannya pada saat memulai suatu pembelajaran dikelas.
    3. Guru Kurang dalam menggunakan media/alat peraga dalam mengajar peserta didiknya.
    4. Guru lebih senang dan sering menggunakan system CTL (Catat Tinggal Lunga) sehingga anak Cuma bisa mendefinisikan dan menjelaskan tanpa adanya penjelasan guru.
    5. Guru masih ada yang kurang memahami perasaan siswanya,dan jarang memberi motivasi untuk membangun pribadi yang kuat dalam diri peserta didik.

    Menurut E. Mulyasa (2011:19) dari berbagai hasil kajian menunjukan bahwa sedikitnya terdapat tujuh kesalahan yang sering dilakukan guru dalam permbelajaran, yaitu:
    1. Mengambil jalan pintas dalam pembelajaran
    Sekarang banyak guru yang suka mengambil jalan pintas dalam pembelajaran, baik dalam perencanaan, pelaksanaan, maupun evaluasi.Agar tidak tergiur untuk mengambil jalan pintas dalam pembelajaran, guru hendaknya memandang pembelajaran sebagai suatu system, yang jika salah satu komponennya terganggu, maka akan menggangu seluruh systemnya. Yang dapat merugikan perkembangan peserta didik, dan mengancam kenyamanan guru.
    2. Menunggu peserta didik berperilaku negative
    Peserta didik akan berkembang secara optimal melalui perhatian guru yang positif , sebaliknya perhatian yang negative akan menghambat perkembangan peserta didik. Kebanyakan mereka menganggap mengajar adalah menyampaikan materi kepada peserta didik dan memberikan pengetahuan kepada peserta didik
    3. Menggunakan Destructive Disclipline
    Seringkali guru memberikan hukuman kepada peserta didik tanpa melihat latar belakang kesalahan yang diperbuat, tidak jarang guru memberikan hukuman diluar batas kewajaran pendidikan, dan banyak guru yang memberikan hukuman kepada peserta didik tidak sesuai dengan jenis kesalahan.guru sering memberikan tugas , tetapi tidak pernah memberi umpan balik terhadap tugas-tugas yang dikerjakan.
    4. Mengabaikan Perbedaan Peserta Didik
    Peserta didik memiliki emosi yang sangat bervariasi, dan sering memperlihatkan sejumlah perilaku yang tampak aneh.. Akan tetapi karena guru disekolah dihadapkan pada sejumlah peserta didik, guru seringkali sulit untuk membedakan mana perilaku yang wajar atau normal dan mana perilaku yang indisiplin dan perlu penanganan khusus.
    5. Merasa Paling Pandai
    guru merasa bahwa peserta didik tersebut lebih bodoh disbanding dirinya, peserta didik dipandang sebagai gelas yang perlu di isi air ke dalamnya. Perasaan ini sangat menyesatkan , karena dalam kondisi seperti sekarang ini peserta didik dapat belajar melalui internet dan berbagai media massa, yang mungkin guru belum menikmatinya.
    6. Diskriminatif
    Pembelajaran yang baik dan efektif adalah yang mampu memberi kemudahan belajar secara adil dan merata (tidak diskriminatif), sehingga peserta didik dapat mengembangkan potensinya secara optimal. Dalam prakteknya banyak guru yang tidak adil, sehingga merugikan perkembangan peserta didik
    7. Memaksa hak peserta didik
    Memaksa hak peserta didik merupakan kesalahan yang sering dilakukan guru, sebagai akibat dari kebiasaan guru berbisnis dalam pembelajaran, sehingga menghalalkan segala cara untuk mendapatkan keuntungan
    Daftar pustaka:
    Mulyasa, E. 2011.Menjadi Guru Profesional. Bandung : Remaja Rosdakarya

    BalasHapus
  20. muhammad fradiev10 Desember 2012 00.20

    M Fradiv M F
    40111020
    PBI 3


    "Kesalahan Guru yang sering dilakukan pada saat mengelola kelas"

    Guru salah dalam mengelola kelas itu sering terjadi,akan tetapi tidak sering pada satu guru. bahkan hampir semua Guru pasti pernah merasakan kesalahan dalam mengelola kelas, menurut saya ( sedikit mengambil referensi dari book ), setelah saya merasakan beberapa pengalaman dalam mengikuti pembelajaran disekolah.
    sebagai berikut :

    1.Guru telat, telatnya guru itu adalah salah satu hal yang dapat menyababkan kesalahan dalam mengelola kelas.
    2.Kurang semangat pada saat berada dikelas,( mungkin karena punya problem dirumah lalu di bawa ke sekolah ).
    3.Pilih kasih, lebih ke siswa yang memiliki iq tinggi saja yang suka diberi semangat atau dorongan.
    4.Guru malas, aneh jika guru malas tapi ada dan saya pernah diajar oleh guru malas. yang sering menggunakan metode belajar CTL (Catat Tinggal Lunga) pada th 2008an.

    sebenernya masih banyak menurut saya dan hasil dari teman-teman yang mengatakan kesalahan guru dalam mengelola kelas. Ma'lum guru itu manusia, dimana memiliki kesalahan yang ada. seandainya guru semuanya seperti Rasullullah, kemungkinan besar lebih banyak siswa siswi yang meneladani sosok beliau, meskipun tidak semua.
    maaf jika ada salah kata. wassallam.

    BalasHapus
  21. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  22. Winda Narullita
    PBI / 3
    40111035


    Kesalah-kesalah guru dalam mengolah kelas adalah sbb :
    1. Adanya sekretaris kelas
    Adanya sekretaris kelas hanya akan menciptakan CTP bagi guru (Catat Tinggal Pergi ) maksudnya terkadang jika guru bersangkutan berhalangan hadir beliau memerintah sekretaris kelas untuk mencatat materi di papan tulis.Sebaiknya jika guru benar-benar berhalangan hadir beliau tidak usah memerintah sekretaris untuk menulis materi di papan tulis.Disadari atau tidak hal itu dapat menghilangkan karakter guru.Bukankah pemerintah sudah memberikan bantuan berupa buku-buku paket pada masing-masing sekolah dan kelas,maximalkan fungsi buku paket untuk membaca,menulis/menyalin materi,dan mengerjakan latihan-latihan soal di dalamnya.Dan jika guru tersebut berhalangan hadir karena ada kegiatan yang sudah diketahui sebelumnya (tidak dadakan ) ada baiknya guru tersebut menyiapkan latihan-latihan soal (review materi )dan kemudian membagikan soal latihan-latihan tersebut kepada semua siswa.Jadi pada saat kelas tidak di dampingi guru siswa akan mengerjakan soal yang di berikannya tadi.


    2.Amnesia
    Maksudnya banyak guru ilmu eksak yang lupa menyisipkan ajaran moral budi pekerti di setiap pertemuan,mereka hanya fokus dengan bidang studi yang di pegangnya,bahkan mungkin ada sebagian dari mereka yang berpikir bahwa "kalau ajaran moral budi pekerti adalah tugas guru PPKN dan AGAMA " sehingga mereka tidak terlalu peduli akan hal itu .Akibatnya di dunia bahkan di Indonesia khususnya banyak orang-orang pintar (IQ) tetapi moral budi pekerinya ZERO , "Menyedihkan"


    Jika ada kata-kata yang kurang berkenan saya mohon maaf,karena hal tersebut juga menjadi PR saya sebagai calon guru.Terimakasih..
    Wassalamualaikum wr.wb

    BalasHapus
  23. nama : daryanti
    nim : 40211128
    kelas : pgsd4/3
    jawaban :
    Menurut pengamatan saya pada saat kppm kesalahan-kesalahan yang sering dilakukan oleh seorang guru dalam "Mengelola Kelas", adalah sebagai berikut
    1. Membelakangi siswa saat mengajar
    Sering kita melihat guru yang membelakangi siswanya saat mengajar, hal ini tentu kurang baik. Karna akan menghalangi pandangan siswa dan membuat siswa tidak fokus dengan pelajaran yang diajarkan.
    2. Mengaggap diri paling pandai
    Kadang ada guru yang tetap kekeh dengan jawabannya walaupun salah. Siswa dituntut untuk mengikuti dirinya.
    3. Menghapus tulisan di papan tulis menggunakan tangan.
    Karena akan mengajarkan hal tidak baik pada siswa, terus menghapus memakai tangan juga membuat kotor dan tidak sehat.
    4. Kurang menguasai materi yang akan diajarkan
    5. Pembunuhan karakter
    Apabila siswa salah masih ada guru yang menyalahakan siswa secara terang-terangan di depan teman-temannya. Hal itu akan menyebabkan siswa minder dan akan mengurangi semangat siswa.
    6. Proses belajar mengajar kurang komunikatif.
    7. Kurang bisa memanfaatkan waktu dengan baik, guru sering meninggalkan muridnya pada jam pelajaran berlangsung.

    BalasHapus
  24. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  25. Nama : TriAstuti
    Nim : 40111033
    prodi: Pendidikan Bahasa Inggris 3


    Kesalahan-kesalahan guru dalam mengelola kelas :
    1.membawa masalah rumah kedalam kelas
    Pengertian ini maksudnya adalah membawa masalah apapun kedalam ruangan yang berbeda konteks,
    misalnya : seorang guru memilki banyak masalah dan melampiaskan kemarahan dan kekecewaannya kepada anak didik.
    2.tidak fokus dalam mengajar
    Seorang guru terkadang asik dengan dunianya sendiri,tidak memperdulikan siswa,tidak berfikir apakah materi yang di berikan nyambung dengan kontes materi atau tidak.
    3.tidak ramah dan merasa lebih pintar
    Satu alasan mengapa murid susah untuk menerima mata pelajaran adalah melihat wajah guru yang bersangkutan dan perilaku guru tersebut.
    “jadilah guru yang ramah dan bijaksana”.
    4.kejam dalam memberi nilai
    Itu alasan pertama yang membuat anak didik sekarang berani menyontek dan menggampangkan sebuah pendidikan.
    Berikan pemahaman kepada anak didik untuk menghargai setiap kerja keras mereka,memberi motivasi untuk belajar tekun,tidak malas,dan yang terpenting adalah bagaimana untuk mendapatkan sedikit ilmu yang baik bukan mendapatkan nilai yang besar tapi sedikit akhlak.
    Ajarkan kepada siswa untuk selalu bisa memotivasi dirinya sendiri,menjadi anak yang kuat,berikan sugesti yang positif agar sugesti tersebut tertanam pada alam bawah sadar siswa.
    Misalnya : kalian pintar,kalian hebat,kalian mampu.. jangan pernah takut dengan nilai,nilai berapa pun terimalah karena itu kerja keras kalian,
    jika itu kurang memuaskan, segera perbaiki ..!! sambil menjadi motivator yang baik bagi diri sendiri dan anak didik.
    “ kasih yang tulus pasti di berikan balasan feedback yang baik dari siswa-siswi tercinta”

    BalasHapus
  26. NAMA : ANI ROHAYANIAH
    PRODI : PGSD3/3
    NIM : 40211083

    Guru merupakan faktor utama dalam pencapaian tingkat keberhasilan belajar siswanya. Selain melakukan pengajaran, guru juga mempunyai tugas lainnya yaitu tugas dalam pengelolaan kelas. pengelolaan kelas sebagai seperangkat kegiatan untuk mengembangkan tingkah laku siswa yang diinginkan, menghubungkan interpersonal dan iklim sosio emosional yang positif serta mengembangkan dan mempertahankan organisasi kelas yang efektif. Pengelolaan kelas yang efektif akan menciptakan pembelajaran yang efektif pula. Dengan adanya pengelolaan kelas akan mendukung tercapainya tujuan kurikulum. Tetapi tidak semua guru dapat melaksanakan pengelolaan kelas dengan lancar. Kerap kali terjadi masalah dalam pengelolaan kelas. Olah karena itu guru dituntut menjadi profesional agar dapat mengelola kelasnya. Pengelolaankelas merupakan penyediaan berbagai fasilitas yang dapat mendukung kegiatan pembelajaran sehingga memungkinkan tercapainya tujuan dari pembelajaran tersebut, sehingga terjadi perkembangan intelektual, emosional dan sifat operasional siswa. Kesalahan dalam pengelolaan kelas yang biasnya menimbulkan suatu maslah dalam pengelolaan kelas tersebut disebabkan karena :
    • Kurang pekanya seorang guru terhadap peserta didik.
    Terkadang kebanyakan guru tidak pernah memperhatikan kondisi fisik maupun psikis yang sedang terjadi pada peserta didiknya. Kebanyakan dari mereka berfikir bahwa guru hanya bertugas menyampaikan pelajaran dan evaluasi dari pelajaran yang telah sampaikan. Tanpa memikirkan bagaimana peserta didik tersebut memproses pengetahuan yang telah diterimanya. Sehingga jika terjadi seperti ini, output dari hasil pengolahan atau proses pengetahuan belum dapat mencapai tujuan pembelajaran. Tidaka hanya dalam hal psikis saja tetapi juga fisik yang sangat berpengaruh dalam penerimaan, pemrosesan dan hasil dari pengetahuan yang diterimanya. Guru terkadang menganggap remeh kondisi fisik para peserta didiknya.
    • Minimnya kesadaran tindakan guru untuk mengatasi masalah yang sedang dialami peserta didik.
    Permasalahan yang kerap terjadi pada peserta didik terdiri dari 2 permasalahan. Yaitu permaslahan dari diri sendiri (individu) dan permasalah dengan teman/ kelompok dalam kelasnya. Permasalhan tersebut dapat mengganggu pengelolaan kelas. Permaslahan dari diri sendiri(individu) bisa saja terjadi karena ada maslah dengan orang tuanya. Kemudian permaslahan dengan kelompok biasanya dikarenakan tidak diterimanya seorang individu dalam kelompok. Seperti sekarang ini dalam kelas pasti terdapat beberpa kelompok atau yang sering disebut orang nge-gang.hal tersebut dapat menimbulkan perselisihan dari masing” peserta didik yang dapat menimbulkan tidak kondusifnya kelas. Dalam hal ini guru kurang adanya tindakan dalam pemecahan masalah. Dan tidak adanya ketegasan terhadapa pencarian tersebut karena guru menganggap maslah” tersebut dapat terselesaikan dengan sendirinya. Tanpa adanya bimbingan dan pengarahan yang nantinya dapat membantu peserta didik dapat menciptakan kelasnya yang kondusif.

    BalasHapus
  27. Nama : Muhammad Adzilla Mazwa Umar
    Prodi : PGSD 3
    Semester : 3 ( Tiga )
    Nim : 40211100

    Kesalahan seorang guru dalam pembelajaran. Sadar atau tidak sadar, hal ini wajib dihindari oleh para guru agar tidak "mencederai" proses belajar dan tentunya tidak memberikan pengaruh buruk bagi siswa. Berikut 13 hal tersebut :
    1. Duduk di atas meja sewaktu proses pembelajaran.
    2. Sambil merokok saat mengajar.
    3. Makan saat mengajar.
    4. Bermain Hp atau Online saat mengajar.
    5. Tertidur. Meski jarang terjadi, tapi ternyata hal ini pernah dialami juga. Biasanya jika sang Guru hanya menyuruh siswanya membaca buku pelajaran saat pelajaran berlangsung (monoton).
    6. Menganggap diri paling pintar. Banyak yang bilang jika Doktor atau professor itu karena saking pintarnya sehingga membuat banyak mahasiswa tidak mengerti apa yang disampaikan kepada mereka. Seorang Guru tidak bisa menjadi seperti itu, Guru memiliki kewajiban untuk tidak hanya memintarkan diri sendiri tapi juga siswa-siswanya, sehingga kerendahan hati dan mampu menghargai kecerdasan dan potensi murid-muridnya adalah kunci seorang guru yang hebat.
    7. Monoton dalam menyampaikan materi. Indikasinya jika ada siswa yang tertidur saat jam pelajaran berlangsung.
    8. Tidak disiplin. Tepat waktu mungkin menjadi hal yang berat bagi orang Indonesia, ya hal ini semakin parah jika sikap tidak disiplin ini dicontohkan oleh para Guru.
    9. Bolos.
    10. Komunikasi tidak efektif.
    11. Berpakaian tidak rapi. Kini guru tidak lagi identik dengan sepeda butut, baju lusuh. Tampil rapi apalagi bagi guru yang mempunyai keadaan ekonomi yang baik adalah hal wajib.
    12. Tidak melakukan evaluasi. Hal yang unik pernah terjadi, saat seorang guru ternyata memeberikan nilai kepada siswa yang sudah meninggal dunia, mengindikasikan jika guru tersebut tidak melakukan evaluasi saat pemberian nilai, tapi dari hasil abrakadabra.....
    13. Membiarkan menyontek.

    BalasHapus
  28. Nama : Agung Eko Prasetyo
    NIM : 40211082
    Prodi : PGSD 3
    Semester : 3 ( Tiga )
    Menurut saya Kesalahan-kesalahan yang sering dilakukan oleh seorang guru dalam mengelola kelas yaitu guru sering bertindak tidak adil terhadap semua siswanya ( pilih kasih terhadap siswa-siswa tertentu). Hal ini sangat rawan terjadi dan tindakan guru ini akan membuat siswanya menjadi malas untuk belajar dan akhirnya siswa tersebut semakin pandai sedangkan yang sering diduakannya akan semakin bodoh akibat sifat yang dilakukan oleh guru tersebut. Selain itu guru sering memaksa hak peserta didik. Disatu sisi jika anak tidak dipaksa untuk melakukannya maka anak tersebut tidak melakukannya, tetapi jika anak terlalu sering dipaksa untuk belajar, mengerjakan tugas bahkan jika dipaksa untuk maju mengerjakan soal maka anak akan merasa takut. Rasa takut ini bukan berarti takut kepada gurunya tetapi rasa takut akan salah. Jika hal ini selalu terjadi maka lama kelamaan akan timbul rasa bosan kepada metode yang dilakukan oleh gurunya. Tetapi kebanyakan guru hanya menggunakan satu metode saja karena guru jaman sekarang sangat malas untuk belajar dan mengetahui semua kekurangannya. Seharusnya seorang guru itu harus bersifat obyektif kepada seluruh anak didiknya, tidak memandang anak itu pandai, saudara,canti, ganteng dll. Tidak hanya itu seorang guru juga harus rajin, rajin belajar, rajin membaca, rajin mencari tahu akan guru itu dapat menyampaikan materi pelajaran dengan kreatif agar siswanya tidak mudah bosan.

    BalasHapus
  29. Nama : Puji Siswati
    NIM : 40211106
    Prodi : PGSD 3
    Semester : 3

    Kesalahan-kesalahan yangsering dilakukan oleh seorang guru di dalam kelas adalah Guru yang merasa paling pandai di dalam kelas. Guru ini tidak mau menerimi kritik maupun saran dari anak didiknya. Guru yang seperti ini cenderung hanya menyampaikan materi pelajaran kepada siswa bahkan tidak memberikan sedikit waktu untuk anak bertanya, akibatnya siswa menjadi pasif ( diam ). Padahal kurikulum sekarang menuntuk murid untuk aktif bukan guru yang aktif. Selain itu banyak guru yang tidak memperdulikan perbedaan yang ada pada siswa-siswinya. Perbedaan yang saya maksud adalah perbedaan kognitifnya. Guru menyampaikan pelajaran secara sama tanpa mempertimbangkan kemampuan kognitif anak-anaknya itu berbeda. Hal ini akan mengakibatkan ketidak efektifan dalam proses pembelajaran. Ketidakmampuan seorang guru dalam menguasai materi yang akan di sampaikan juga akan membuat proses pembelajaran terganggu. Seorang guru hendaknya dalam penyampaian materi itu harus secara runtut dari awal sampai akhir dan harus disampaikan secara keseluruhan tidak hanya menyampaikan inti dari permasalahnnya. Semua itu adalah kesalahan-kesalahan guru yang sering dilakukan didalam kelas menurut saya.

    BalasHapus
  30. Nama : Faisal Bahtiar
    Nim : 4021190
    Prodi : PGSD 3/3

    Kesalahan guru dalam mengelola kelas?
    Masalah pengelolaan kelas ada 2,yaitu:
    1. Masalah perorangan
    Masalah perorangan ini merupakan anggapan dasar bahwa tingkah laku manusia itu mengarah pada pencapaian suatu tujuan. Adanya masalah-masalah perorangan seperti:
    - seorang siswa mencari perhatian kepada gurunya, dan gurunya merasa terganggu dengen tingkah laku siswa tersebut.
    - sorang siswa menuntut balasan kepada gurunya, dan gurunya merasa di sakiti oleh tingkah laku siswanya.
    2. Masalah kelompok
    • Kekurang kompakan
    • Kekurangmampuan mengikuti peraturan kelompok
    • Penerimaan kelas (kelompok) atau tingkah laku yang menyimpang
    • Ketiadaan semangat dalam kegiatan belajar di kelas.

    Dari masalah pengelolaan kelas yang diatas seorang guru harus mampu mengatur siswa dan sarana pengajaran serta mengendalikannya dalam suasana yang menyenangkan untuk mencapai tujuan pengajarannya. Dan agar seorang guru melaksanakan tugas, peran, dan tanggung jawab seorang guru dengan baik.

    BalasHapus
  31. Marsih
    40211145
    PGSD 4/3
    Menurut saya keberhasilan kegiatan belajar mengajar bukan hanya ditentukan oleh kemampuan dalam menguasai bahan pelajaran, tetapi juga dipengaruhi oleh kemampuannya mengelola kelas,
    Kesalahan guru dalam melaksanakan tugas utama dalam mengajar.
    - Salah satunya kurangnya kemahiran guru dalam mengelola kelas
    -rendahnya pemahaman tentang strategi pembelajaran,
    -rendahnya kemampuan melakukan
    -dan rendahnya memanfaatkan penelitian tindakan kelas,
    -rendahnya motivasi berprestasi, kurang disiplin, -
    --rendahnya komitmen profesi
    -rendahnya kemampuan manajemen waktu.
    Keterampilan mengelola kelas merupakan kemampuan guru dalam mewujudkan dan mempertahankan suasana belajar mengajar yang optimal. Kemampuan ini erat kaitannya dengan kemampuan guru untuk menciptakan kondisi yang menguntungkan, menyenangkan peserta didik dan penciptaan disiplin belajar secara sehat. Mengelola kelas meliputi mengatur tata ruang kelas untuk pebelajaran dan menciptakan iklim pembelajaran yang kondusif. Dalam kaitan ini sedikitnya terdapat tujuh hal yang harus diperhatikan yaitu ruang belajar, pengaturan sarana belajar, susunan tempat duduk, penerangan, suhu, pemanasan sebelum masuk ke materi yang akan dipelajari ( pembentukan dan pengembangan kompetensi ) dan bina suasana dalam pembelajaran

    BalasHapus
  32. Siti Anita Sari
    40211152
    PGSD 4/ 3
    Masala-masalah Guru dalam mengelola kelas
    1. Tipe Kepemimpinana Guru
    Kepemimpinan guru dalam mengelola proses pembelajaran dikelas biasanya masih ada yang otoriter dan kurang dalam menumbuhkan sikap pasif atau agresif dari siswa. Sehingga siswa ini akan menjadi sumber masalah dalam mengelola kelas.
    2. Format Pembelajaran yang monoton
    Format belajar yang seperti ini akan menimbulkan kebosanan bagi siswa. Pembelajaran yang tidak bergairah, membuat siswa menjadi frustasi atau kecewa bahkan ada yang acuh tak acuh terhadap materi yang diajarkan oleh seorang guru. Hal ini dapat menjadi sumber pelanggaran disiplin dikelas.
    3. Kepribadian guru
    Seorang Guru yang profesional dituntut untuk bersikap hangat, adil, objektif dan fleksibel sehingga terbina suasana emosional yang menyenangkan dalam proses pembelajaran. Sikap yang bertentangan dengan kepribadian tersebut akan menimbulkan masalah-masalah tersendiri dan bersifat individual dalam mengelola kelas.
    4. Pengetahuan Guru
    Terbatasnya pengetahuan Guru tentang berbagai masalah dan pendekatan dalam mengelola kelas, baik bersifat teoritis maupun pengalaman praktis merupakan salah satu sumber penyebab timbulnya masalah. Mendiskusikan masalah yang dihadapai dikelas dengan teman sejawat akan membantu mereka dalam meningkatkan ketrampilan mengelola kelas.
    5. Pemahaman Guru tentang siswa
    Terbatasnya siswa dan latar belakangnya dapat disebabkan karena kurangnya usaha guru untuk sengaja memahami siswa dan latar belakangnya. Kemungkinan guru tidak tau caranya ataupun karena beban mengajar guru yang berbeda diluar batas kemampuannya yang wajar, missalnya karena Guru mengejar diberbagai sekolah sehingga guru datag kesekolah semata-mata untuk mengajar.

    BalasHapus
  33. Ati Salis Sabrina
    40211124
    PGSD 4/ 3
    Kesalahan-kesalahan yang sering dilakukan guru
    Guru merupakan jabatan atau profesi yang memerlukan keahlian khusus, Orang yang pandai berbicara dalam bidang-bidang tertentu, belum dapat disebut sebagai guru.
    1. Mengambil Jalan Pintas Dalam Pembelajaran
    Tugas guru paling utama adalah mengajar, dalam pengertian menata lingkungan agar terjadi kegiatan belajar pada peserta didik. Berbagai kasus menunjukan bahwa diatara para guru banyak yang merasa dirinya sudah dapat mengajar dengan baik, meskipun tidak dapat menunjukan alasan yang mendasari asumsi itu keliru asumsi tersebut seringkali menyesatkan dan menurunkan kreatifitas, sehinga banyak guru yang suka mengambil jalan pintas dalam pembelajaran, baik dalam perencanaan, pelaksanaan, maupun evaluasi. Guru itu seorang profesional, tapi masih banyak guru enggan membuat persiapan secara benar. Akibatnya, pembelajaran di kelas berlangsung seadanya dan tanpa arah. Salah satu ciri keprofesionalan seorang guru adalah menyusun perencanaan pembelajaran secara benar. Dengan persiapan yang terencana baik, maka hasil pembelajaran siswa dapat menggembirakan semua komponen pembelajaran.“Ingin berhasil dalam mengajar, buat persiapan secara matang!” Persiapan mengajar itu ibarat skenario dalam film. Tidak akan ada film yang baik dan enak ditonton tanpa skenario yang baik. Begitu pula, tidak akan ada pembelajaran yang berhasil tanpa persiapan yang benar.
    Agar tidak tergiur untuk mengambil jalan pintas dalam pembelajaran, guru hendaknya memandang pembelajaran sebagai suatu system, yang jika salah satu komponennya terganggu, maka akan menggangu seluruh system tersebut. Sebagai contoh, guru harus selalu membuat dan melihat persiapan setiap mau melakukan kegiatan pembelajaran, serta merevisi sesuai dengan kebutuhan peserta didik, dan perkembangan zamannya. Harus selalu diingat mengajar tampa persiapan merupakan jalan pintas, dan tindakan yang berbahaya, yang dapat merugikan perkembangan peserta didik.


    2. Mengabaikan Perbedaan Peserta Didik

    Setiap peserta didik memiliki perbedaan yang unik, mereka memiliki kekuatan, kelemahan, minat, dan perhatian yang berbeda-beda. Latar belakang keluarga, latar belakang social ekonomi, dan lingkungan, membuat peserta didik berbeda dalam aktifitas, kreatifitas, intlegensi, dan kompetensinya.
    Guru seharusnya dapat mengidentifikasi perbedaan individual peserta didik, dan menetapkan karakteristik umum yang menjadi cirri kelasnya, dari ciri-ciri individual yang menjadi karakteristik umumlah seharusnya guru memulai pembelajaran. Dalam hal ini, guru juga harus memahami ciri-ciri peserta didik yang harus dikembangkan dan yang harus diarahkan kembali.

    3. Merasa Paling Pandai

    Kesalahan ini berangkat dari kondisi bahwa pada umumnya para peserta didik disekolahnya relative lebih muda dari gurunya, sehingga guru merasa bahwa peserta didik tersebut lebih bodoh dibanding dirinya, peserta didik dipandang sebagai gelas yang perlu di isi air ke dalamnya. Perasaan ini sangat menyesatkan , karena dalam kondisi seperti sekarang ini peserta didik dapat belajar melalui internet dan berbagai media massa, yang mungkin guru belum menikmatinya. Dalam hal ini guru harus menjadi pembelajar sepanjang hayat, yang senantiasa menyesuaikan ilmu pengetahuan yang dimilikinya dengan perkembangan yang terjadi dimasyarakat. Jika tidak, maka akan ketinggalan kereta, bahkan disebut guru ortodok.


    4. Memaksa hak peserta didik

    Memaksa hak peserta didik merupakan kesalahan yang sering dilakukan guru, sebagai akibat dari kebiasaan guru berbisnis dalam pembelajaran, sehingga menghalalkan segala cara untuk mendapatkan keuntungan. Guru boleh saja memiliki pekerjaan sampingan, memperoleh penghasilan tambahan, itu sudah menjadi haknya, tetapi tindakan memaksa bahkan mewajibkan peserta didik untuk membeli buku tertentu sangat fatal serta kurang bisa digugu dan ditiru. Sebatas menawarkan boleh saja, tetapi kalau memaksa kasihan bagi orang tua yang tidak mampu.



    BalasHapus
  34. RIMA TRI NURHAYATI
    40211150
    PGSD4/3
    Kesalahan guru dalam mengelola kelas
    1)Terjadi jika guru gagal secara tepat melengkapi suatu intruksi penjelasan atau petunjuk, komentar. Kemudian menghentikan penjelasan atau sajian tanpa alasanyang jelas dan membiarkan pikiran anak mengawang-awang
    2) Ketidak tepatan memulai dan mengahiri kegiatan
    Terjadi jika guru memulai suatu aktivitas tanpa mengakhiri aktivitas sebelumnya
    3 ) PenyimpanganTerjadi jika dalam kegiatan PBM guru terlalu asik dengan kegiatan tertentu seperti sibuk dengan tempat duduk yang tidak rapi atau cerita sesuatu yang tidak ada hubungan dengan materi terlalu jauh, sehingga kelancaran kegiatan di kelas terganggu.
    4) Bertele-tele
    Terjadi jika pembicaraan guru bersifat :
    1. Mengulang-ulangi hal-hal tertentu
    2. Memperpanjang pelajaran atau penjelasan
    3. Mengubah teguran menjadi ocehan yang panjang
    5) Kurang perhatian seorang guru terhadap peserta didik.
    Terkadang kebanyakan guru tidak pernah memperhatikan kondisi fisik maupun psikis yang sedang terjadi pada peserta didiknya. Kebanyakan dari mereka berfikir bahwa guru hanya bertugas menyampaikan pelajaran dan evaluasi dari pelajaran yang telah sampaikan

    BalasHapus
  35. cut novelia selliyan
    pgsd 4/3
    40211126

    Kesalahan-kesalahan guru
    1. mengambil jalan pintas
    gaya atau metode penjelasan materi yang terlalu singkat yang dilakukan oleh seorang guru berdampak siswa tidak dapat lebih luas memahami masalah pembahasan materi tersebut
    2. menunggu perserta didik berperilaku negative
    guru menunggu peserta didik berperilaku negative untuk membantu menemukan pendekatan tanpa melalui pendekatan awal
    3. guru merasa paling pandai
    guru yang merasa paling pandai membuat siswa tidak merasa percaya diri terhadap pendapat atau gagasan si siswa tersebut.

    BalasHapus
  36. NAMA = AZIS SETIAWAN
    NIM = 40211086
    PRODI= PGSD 3

    Menurut saya kesalahan yang sering dilakukan guru dalam mengelola kelas ada 7 yaitu;
    1. guru sering melakukan pembunuhan karakter pada siswanya.
    2. guru merasa dirinya paling pandai
    3. mengabaikan perbedaan peserta didik
    4. menggunakan destructive disclipline
    5. menunggu peserta didik berperilaku negatif
    6. dalam menyampaikan pelajaran tidak menggunakan apersepsi terlebih dahulu.
    7. ketika ada masalah dirumah/keluarga ia bawa ke kelas

    BalasHapus
  37. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  38. Nama : Hesty Tri Anggreni
    NIM : 40211095
    Prodi : PGSD 3 /3
    Mata kuliah : TECHING AID ICT

    Kesalahan –kesalahan yang di lakukan guru dalam mengelola kelas.
    Sebagaimana aktivitas mengajar yang membutuhkan ketrampilan khusus ,pengelolaan kelas juga merupakan satu jenis ketrampilan tersendiri yang harus dikuasi oleh para guru.Pengelolaan kelas lebih berkaitan dengan upaya – upaya untuk menciptakan dan mempertahankan kondisi yang optimal bagi berlangsungya belajar mengajar . Namun ada kesalahan yang di lakukan guru dalam mengelola kelas diantaranya :
    1. Cara mengajar yang monoton,tanpa penggunaan alat atau media ,tanpa gaya mengajar yang menyenangkan ,serta tanpa pola interaksi yang aktif,sehingga kelas tidak kelihatan hidup,hal itu justru akan menimbulkan hilanhnya minat belajar siswa dan secara otomatis menghambat cita - cita pendidikan .
    2. Dalam penempatan tempat duduk dan pengelompokan, guru tidak menyadari bahwa hal tersebut mempengaruhi efektif atau tidaknya suasana belajar, guru tidak mengatur tempat duduk tersebut karena pada awal tahun pelajaran terbiasa “siapa yang berangkat duluan dan menempati tempat duduk sesuai keinginan tidak ada perubahan sampai akhir tahun pelajaran “.
    3. Guru terlalu fokus pada hal – hal negatif ,dalam kelas pandangan dan sikap guru terhadap suatu hal dapat memberikan pangaruh besar pada siswa .Jika guru bersikap antipati pada siswa yang kelakuannya negatif , maka hal itu juga akan reaksi negatif pada siswa yang lain.
    4. Guru kurang mengontrol emosinya terutama pada siswa yang selalu membuat masalah dikelas ,sebuah kelas terkadang menjadi kurang kondusif karena terdapat beberapa siswa yang sering menjadikan masalah,mereka sulit diatur meski berkali – kali sudah diberi peringatandengan begitu guru dengan muah memberikan hukuman membut siswa malu didepan kelas.
    5. Guru kurang memanfaatkan benda – benda yang terdapat dalam kelas untuk dijadikan media pembelajaran bagi siswa.
    6. Tipe kepemimpinan guru , kepemimpinan guru dalam mengelola proses pembelajaran yang otoriter dan kurang demokratis yang menumbuhkan sikap pasif dan agresif dari siswa.
    7. Guru kurang profesional ,tidak bisa bersikap hangat ,adil dan fleksibel sehingga tidak terbina suasan emosional yang menyenangkan dalam proses pembelajaran .
    8. Karena terbatasnya pengetahuan guru tentang berbagai masalah dan pendekatan dalam pengelolaan kelas ,baik yang bersifat teoritis maupun pengalaman praktis merupakan salah satu sumber masalah di kelas .
    9. Campur tangan yang berlebihan ,sering kali ada guru yang tanpa sengaja menyela kegiatan yang sedang berlangsung denganmendadak komentar atau pertanyaan baru atau bahkan petunjuk sehingga suatu kegitan akan terganggu atau terputus. Hal ini akan menimbulkan kesan pada siswa bhwa guru tidak memperhatikan keterlibatab dan kebutuhan siswa , guru hanya ingin memusatkan kehendanya sendiri.
    10. Kesenyapan atau penghentian suatu pembicaraan atau kegiatan
    Hal ini terjadi akibat ketidaksiapan guru dalam memberikan suatu penjelasan .petunjuk ataupun komentar ,sehingga guru terpakasa menghentikan penjelasan atau sajian materi tanpa alasan yang jelas.Hal ini juga dapat terjadi dalam bentuk waktu diam yang terlalu lama akibat guru kehilangan akal atau ia lupa langkah – langkah yang harus dilakukannya dalam mengajar.

    BalasHapus
  39. Nama : WULAN SEKAR ASRI
    NIM : 40211161
    Kelas : PGSD 4/3

    Menurut saya Kesalahan-kasalahan guru adalah, sebagai berikut:
    1. Tidak adil
    Guru membeda-bedakan siswa,antara yang pandai dan kurang pandai tidak mendapatkan hak dalam pengetahuan.
    2. Bertele-tele
    Metode penjelasan guru dalam menyampaikan sub pokok penjelasan mudah dipahami tidak menggunakan bahasa ilmiah agar siswa mudah mengingat dan dapat mengembangkan bahasa luas tersebut.

    BalasHapus
  40. Dewi Rakhmawati
    PGSD 4
    40211132

    Beberapa kesalahan yang sering dilakukan oleh seorang guru dalam Mengelola Kelas:
    1.Duduk di Atas Meja Ketika Mengajar
    Salah atu aturan bagi murid yang lazim di terapkan di sekolah adalah di larang murid duduk di atas meja. Lebih dari itu, guru akan meberi nasehat bahwa duduk di atas meja tidak beretika. Oleh karena itu, sekolah menerapkan aturan, murid di larang duduk di atas meja.
    2. Menganggap Diri Paling Pandai
    Murid tidak banyak memberi komentar, mengukapan ide, pemikiran, ataupun kritikan terhadap sang guru. Hal ini terjadi karena setiap kali murid mengukapan ide dan pemikiran yang berbeda selalu di salahkan oleh sang guru. Dan, lebih miris lagi, murid akan di anggap bodoh jika tidak menerima pemikiran sang guru. Murid benar-benar di bawah kendali sang guru sehingga murid tak lebih dari sebelah robot yang kontrolnya berada di tangan sang guru.
    3.Mengajar Secara Monoton
    Pada hakikatnya guru yang mengajar secara monoton tidak mengetahiu atau tidak memiliki berbagai variasi metode,teknik,pendekatan ,dan konsep dalam kegiatan belajar-mengajar sehingga semua yang digunakan selalu sama atau tidak pernah berubah.Maka,tak heran jika guru mengajar secara monoton sangat membosannya bagi muridnya.
    4.Ketidak tepatan memulai dan mengahiri kegiatan
    Terjadi jika guru memulai suatu aktivitas tanpa mengakhiri aktivitas sebelumnya


    Oleh karena,sebagai guru dan calon guru kita agar tidak membuat kesalahan dalam kegiatan belajar mengajar sehingga mereka bisa menjadi guru professional

    BalasHapus
  41. NAMA = BRYAN LAKSONO
    NIM = 40211087
    PRODI = PGSD 3

    Menurut saya kesalahan guru dalam mengelola kelas adalah;
    1. terlalu egois, menganggap dirinya paling pintar
    2. tidak memberikan kesemapatan kepada siswanya untuk menentukan cara belajarnya sendiri.
    3. menganggap kalau sistem belajar sekarang sama dengan ketika ia belajar.
    4. guru tidak menguasai materi sepenuhnya
    5. tidak konsen mengajar ketika ada masalah di rumah.
    6. guru selalu membangga-banggakan siswa yang pintar.

    BalasHapus
  42. Nama : Tanti Purwanti
    Prodi/Semester : PGSD 3/3
    NIM : 40211112
    Kesalahan-kesalahan yang dilakukan oleh guru dikelas :
    1. Ketidaktetapan memulai dan mengakhiri kegiatan
    Hal ini dapat terjadi bila mana seorang guru memulai suatu kegiatan dan kemudian mengakhiri kegiatan tersebut sebelum reluruh aktivitas berakhir.bahkan sering kali terjadi tumpang tindih dimana kegiatan pertama belum selesai seluruhnya ,sudah dilanjutkan pada kegiatan kedua dan kemudian kembali pada kegiatan yang pertama,kondisi yang demikian dapat mengganggu kelancaran kegiatan belajar siswa, akibat guru tidak dapat mengendslikan sistuasi kelas.
    2. Penyimpangan yang berkaitan dengan disiplin diri
    Hal ini pada umumnya terjadi akibat seorang guru terlalu asyik pada suatu kegiatan atau isi pelajaran yang memang sangat ia sukai sehingga mengabaikan kegiatan lain yang seharusnya mendapatkan porsi waktu yang setara .
    3. Bertele – tele atau pengulangan penjelasan yang tidak diperlukan
    Adakalanya seorang guru mengulang – ulang penjelasan yang sebenaranya tidsk diperlukan misalnya ia mengulang – ulang sampai beberapa kali penjelasan tentang hal yang sama ,memperpanjang suatu penjelasan ataupun mengubah teguran yang sederhana menjadi ocehan atau kupasan yang panjang.
    4. Tidak dapat menguasai materi dengan baik dan tidak dapat menciptakan metode-metode pembelajaran dengan kreatif,dan tidak mampu menarik perhatian siswa sehingga siswa mudah bosan.

    REFERENSI

     Drs.Soegito Edi.Ds ,M.Sc. Ed.dkk,Kemampuan Dasar Mengajar ,Jakarta : Universitas Terbuka ,2003.



    BalasHapus
  43. Nama : Hesty Tri Anggreni
    NIM : 40211095
    Prodi : PGSD 3 /3
    Mata kuliah : TECHING AID ICT

    Kesalahan –kesalahan yang di lakukan guru dalam mengelola kelas.
    Sebagaimana aktivitas mengajar yang membutuhkan ketrampilan khusus ,pengelolaan kelas juga merupakan satu jenis ketrampilan tersendiri yang harus dikuasi oleh para guru.Pengelolaan kelas lebih berkaitan dengan upaya – upaya untuk menciptakan dan mempertahankan kondisi yang optimal bagi berlangsungya belajar mengajar . Namun ada kesalahan yang di lakukan guru dalam mengelola kelas diantaranya :
    1. Cara mengajar yang monoton,tanpa penggunaan alat atau media ,tanpa gaya mengajar yang menyenangkan ,serta tanpa pola interaksi yang aktif,sehingga kelas tidak kelihatan hidup,hal itu justru akan menimbulkan hilanhnya minat belajar siswa dan secara otomatis menghambat cita - cita pendidikan .
    2. Dalam penempatan tempat duduk dan pengelompokan, guru tidak menyadari bahwa hal tersebut mempengaruhi efektif atau tidaknya suasana belajar, guru tidak mengatur tempat duduk tersebut karena pada awal tahun pelajaran terbiasa “siapa yang berangkat duluan dan menempati tempat duduk sesuai keinginan tidak ada perubahan sampai akhir tahun pelajaran “.
    3. Guru terlalu fokus pada hal – hal negatif ,dalam kelas pandangan dan sikap guru terhadap suatu hal dapat memberikan pangaruh besar pada siswa .Jika guru bersikap antipati pada siswa yang kelakuannya negatif , maka hal itu juga akan reaksi negatif pada siswa yang lain.
    4. Guru kurang mengontrol emosinya terutama pada siswa yang selalu membuat masalah dikelas ,sebuah kelas terkadang menjadi kurang kondusif karena terdapat beberapa siswa yang sering menjadikan masalah,mereka sulit diatur meski berkali – kali sudah diberi peringatandengan begitu guru dengan muah memberikan hukuman membut siswa malu didepan kelas.
    5. Guru kurang memanfaatkan benda – benda yang terdapat dalam kelas untuk dijadikan media pembelajaran bagi siswa.
    6. Tipe kepemimpinan guru , kepemimpinan guru dalam mengelola proses pembelajaran yang otoriter dan kurang demokratis yang menumbuhkan sikap pasif dan agresif dari siswa.
    7. Guru kurang profesional ,tidak bisa bersikap hangat ,adil dan fleksibel sehingga tidak terbina suasan emosional yang menyenangkan dalam proses pembelajaran .
    8. Karena terbatasnya pengetahuan guru tentang berbagai masalah dan pendekatan dalam pengelolaan kelas ,baik yang bersifat teoritis maupun pengalaman praktis merupakan salah satu sumber masalah di kelas .
    9. Campur tangan yang berlebihan ,sering kali ada guru yang tanpa sengaja menyela kegiatan yang sedang berlangsung denganmendadak komentar atau pertanyaan baru atau bahkan petunjuk sehingga suatu kegitan akan terganggu atau terputus. Hal ini akan menimbulkan kesan pada siswa bhwa guru tidak memperhatikan keterlibatab dan kebutuhan siswa , guru hanya ingin memusatkan kehendanya sendiri.
    10. Kesenyapan atau penghentian suatu pembicaraan atau kegiatan
    Hal ini terjadi akibat ketidaksiapan guru dalam memberikan suatu penjelasan .petunjuk ataupun komentar ,sehingga guru terpakasa menghentikan penjelasan atau sajian materi tanpa alasan yang jelas.Hal ini juga dapat terjadi dalam bentuk waktu diam yang terlalu lama akibat guru kehilangan akal atau ia lupa langkah – langkah yang harus dilakukannya dalam mengajar.
    REFERENSI

     Drs.Soegito Edi.Ds ,M.Sc. Ed.dkk,Kemampuan Dasar Mengajar ,Jakarta : Universitas Terbuka ,2003.
     Rusyide Salman , Prinsip – Prinsip Manajemen Kelas , DIVA Pres , Jogjakarta ,Desember 2011


    BalasHapus
  44. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  45. Nama : Nada Fazia Rosalba
    prodi : PGSD4/3
    NIM : 40211146
    KESALAHAN-KESALAHAN YANG SERING DILAKUKAN GURU DALAM MENGELOLA KELAS
    1. Sering Meninggalkan Kelas
    Kelas adalah tempat kerja guru dan tempat belajar siswa. Di dalam kelas, guru melakukan tugasnya sebagai pengajar, pendidik, dan pelatih. Di dalam kelas pula siswa melakukan aktivitas belajar.
    Akan tetapi, pada kenyataannya kita masih menemukan beberapa guru yang sering meninggalkan kelas. Penyebabnya bermacam-macam ada yang sakit, ada keperluan, ditugasi oleh kepala sekolah untuk melakukan pekerjaan lain, atau kurang percaya diri.
    2. Tidak Menghargai Siswa
    Salah satu kebiasaan buruk guru yang dilakukan adalah tidak menghargai siswa karena merasa dirinya lebih pintar. Padahal, mereka mengetahui bahwa siswa adalah manusia yang memiliki harga diri dan kehormatan.
    Kita pernah menjumpai guru yang memarahi, memaki, dan menghardik siswa yang melakukan kesalahan di depan kelas. Kadang-kadang, ada pula guru yang mengekspresikan kemarahannya dengan mengeluarkan kata-kata kasar yang tidak layak diucapkan seorang guru. Mereka tidak menyadari bahwa akibat dari perlakuannya itu menimbulkan perasaan buruk siswa dan akan menghambat efektivitas pembelajaran.
    3. Kurang Persiapan dalam Pembelajaran
    Guru yang kurang persiapan dalam mengajar akan mengalami kesulitan dalam mengendalikan kelas. Ia tidak bisa mengontrol efektivitas pembelajaran. Bahkan, terjadi pengulangan pelajaran yang sudah dilalui sehingga siswa menjadi jenuh. Untuk guru yang tidak memiliki stabilitas emosi dan kurang sabar, ketidaksiapan mengajar bisa menjadi beban psikologis yang akhirnya merugikan dirinya dan para siswanya.
    4. Pilih Kasih terhadap Siswa
    Salah satu hal yang kerap dikeluhkan oleh siswa adalah perlakuan guru yang tidak adil (pilih kasih). Sikap dan tindakan pilih kasih dalam perhatian dan penilaian merupakan contoh tindakan yang buruk. Hal ini menyebabkan siswa yang diberlakukan tidak adil merasa kecewa. Akibatnya mereka menjadi pasif, kurang menghormati guru, dan tidak dapat berkonsentrasi belajar. Di dalam kelas siswa menjadi tidak nyaman karena merasa diabaikan atau dianaktirikan.
    5. Menyuruh Siswa Menulis di Papan Tulis
    Kebiasaan seperti ini adalah kebiasaan yang kurang baik. Dengan melakukan hal ini, guru telah membebani siswa yang disuruh menulis di papan tulis sehinga ia harus mencatat dua kali, yaitu mencatat di papan tulis untuk teman-temannya dan mencatat untuk dirinya.



    6. Tidak Disiplin
    Apabila ada guru yang bersikap demikian, siswa akan kesulitan meneladani sikap kedisiplinannya. Siswa tidak menyenangi guru seperti itu. Mereka labih senang kepada guru yang selalu bersikap disiplin, baik dalam menggunakan waktu, melaksanakan pembelajaran, cara berpakaian guru maupun hal-hal lainnya.
    7. Kurang Memerhatikan Siswa
    Guru mengajar dan menyampaikan materi pelajaran di depan kelas, sementara para siswa sibuk mengobrol dengan temannya atau sibuk dengan dirinya sendiri melakukan aktifitas lain. Mereka tidak peduli dengan suasana kelas. Guru semacam ini hanya memikirkan bahwa materi yang dismpaikan harus selesai.
    Sumber : Sukadi (Agustus 2006). Guru Powerful Guru Masa Depan. Bandung : Kolbu.

    BalasHapus
  46. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  47. NAMA : Wahyu Dwi Antoro
    PRODI : PGSD 3/3
    NIM : 40211115
    KESALAHAN DALAM PENGELOLAAN KELAS.
    Pengelolaan kelas merupakan salah satu faktor terpenting dalam tercapainya proses pembelajaran dan tujuan dari tujuan pembelajaran tersebut. Pengelolaan kelas merupakan penentu atau titik tumpu dalam keberhasilan kurikulum dalam suatu lembaga pendidikan. Sebagai tenaga profesional, seorang guru dituntut mampu mengelola kelas yaitu menciptakan dan mempertahankan kondisi belajar yang optimal bagi tercapainya tujuan pengajaran. pengelolaan kelas merupakan suatu usaha
    menyiapkan kondisi yang optimal agar proses atau kegiatan belajar mengajar dapat berlangsung secara lancar. Pengelolaan kelas merupakan masalah yang amat kompleks dan seorang guru menggunakannya untuk menciptakan dan mempertahankan kondisi kelas sedemikian rupa
    sehingga anak didik dapat mencapai tujuan pembelajaran yang ditetapkan secara efektif dan efisien tidak semua guru dapat melaksanakan pengelolaan kelas dengan baik. Terkadang muncul berbagai msalah yang timbul dalam pelaksanakan pengelolaan kelas. Kesalahan dalam pengelolaan kelas menurut saya yaitu:
    1. Terkadang guru tidak pernah memberikan pengarahan dan penjelasan yang jelas terhadap peserta didik sehingga mereka terkadang menjadi bingung. Banyak guru yang menjelaskan hanya untuk dirinya sendiri bukan untuk para peserta didiknya. Jika menjelaskannya juga kerap sekali mereka hanya terpaku pada text boox tidak ditambahkan dengan pengalaman dan pengetahuan yang sudah dimilikinya.
    2. Grur bersikapa tidak adil. Maslah yang sering muncul dalam diri peserta didik adalah karena gurunya bersikap tidak adil. Guru bersikap mengistimewakan beberpa peserta didik yang menurutnya mereka adalah anak-anak yang pandai. Sedangkan ana-anak yang kurang pandai gruru tidak meperhatikannya. Hal ini merupakan salah satu yang menyebabkan tidak ada komunikasi atau hubungan antara peserta didik dan gurunya. Yang akibatnya adalah peserta didik menjadi tidak suka dengan mata pelajarannya dan berpengaruh pada rendahnya nilai yang dicapai oleh peserta didik
    3. Kurang kompak. Pada zaman seperti sekarang ini dalam suatu kelas pastinya ada banyak kelompok atau geng. Adanya berbagai kelompokn yang ad dalam suatu kelas menimbulkan adanya ketidak kompakan bahkan menimbulkan permusuhan. Terkadangt muncul adnya perselisihan yang menimbul kan mereka saling bermusuhan padahal mereka adalah sebuah keluarga yaitu satu kelas. Hal ini dapat mengganggu pelaksanaan kelas.
    4. Kegiatan anggota atau kelompok yang menyimpang dari ketentuan yang telah ditetapkan, berhenti melakukan kegiatan atau hanya meniru-niru kegiatan orang (anggota) lainnya saja. Masalah kelompok anak timbul dari kelompok itu mudah terganggu dalam kelancaran kegiatannya. Dalam hal ini kelompok itu mereaksi secara berlebihan terhadap hal-hal yang sebenarnya tidak berarti atau bahkan memanfaatkan hal-hal kecil untuk mengganggu kelancaran kegiatan kelompok itu. Contoh yang sering terjadi ialah para siswa menolak untuk melakukan karena mereka beranggapan guru tidak adil. Jika hal ini terjadi, maka suasana diwarnai oleh ketidaktentuan dan kekhawatiran.

    BalasHapus
  48. Nama : Asta Putri A.
    Nim : 40211123
    Prodi : PGSD 4/3

    Kesalahan –kesalahan yang sering dilakukan guru dalam mengelola kelas antara lain:
    1. Guru tidak meperhatikan kemampuan awal peserta didik.
    kemampuan awal peserta didik adalah kemampuan yang telah dimiliki oleh peserta didik sebelum ia mengikuti pelajaran yang akan diberikan. Kemampuan awal menggambarkan kesiapan peserta didik dalam menerima pelajaran yang akan disampaikan. Kemampuan awal peserta didik penting untuk diketahui guru sebelum memulai pembelajaran, karena dengan demikian dapat diketahui apakah peserta didik telah mempunyai pengetahuan awal yang merupakan prasyarat untuk mengikuti pembelajaran, sejauhmana peserta didik mengetahui materi apa yang akan disajikan.
    2. Tidak melakukan evaluasi
    Evaluasi dilaksanakan untuk meneliti hasil dan proses belajar siswa, untuk mengetahui kesulitan-kesulitan yang melekat pada proses belajar itu.Evaluasi merupakan bagian mutlak dari pengajaran sebagai insur integral di dalam organisasi belajar yang wajar.Evaluasi dapat digunakan untuk menilai metode mengajar yang digunakan dan untuk mendapatkan gambaran komperhensif tentang siswa sebagai perseorangan,dan dapat juga membawa siswa pada taraf belajar yang lebih baik.
    3. Mengabaikan Perbedaan Peserta Didik
    4. Tidak Peka Terhadap Perubahan Suasana Kelas.
    5. Kurng trampil dalam menggunakan media pembelajaran selama proses pembelajaran berlangsung.
    6. Pilih kasih.

    BalasHapus
  49. Nama : Asti Yuniarti
    NIM : 40211085
    Kelas : PGSD 3/3
    Kesalahan Guru dalam Mengelola Kelas
    1. Guru tidak mempunyai keterampilan membuka pelajaran
    Keterampilan membuka pelajaran adalah kegiatan yang dilakukan oleh guru untuk mempersiapkan mental dan untuk menarik perhatian siswa. Kegiatan membuka dan pelajaran tidak hanya dilakukan guru pada awal pembelajaran, namum kegiatan membuka pelajaran harus dilakukan dalam setiap penggal kegiatan pembelajaran dari inti pelajaran yang diberikan selama jam pelajaran.
    2. Kurangnya persiapan guru
    Sekarang ini banyak sekali guru yang hanya mengajar untuk sekedar menunaikan kewajiban saja, artinya guru hanya mengajar karena memang pekerjaannya untuk mengajar, tanpa memikirkan siswanya dapat menerima atau tidak pelajaran yang disampaikan. Hal ini terbukti dari guru datang kesekolah tanpa persiapan. Karena tidak siap, maka guru itu mengajar hanya ala kadarnya saja
    3. Gaya guru mengajar
    Gaya guru mengajar yang setiap harinya hanya menggunakan metode ceramah,kan sangat membosankan bagi siswa. Guru harus mampu menguasai metode-metodedalam pembelajaran agar dapat diterapkan sesuai dengan keadaan siswa saat pembelajaran.
    4. Kurangnya perhataian pada siswa
    Guru cenderung mengabaikan hal-hal yang terjadi pada siswanya. Guru tidak berminat untuk memahami kesulitan-kesulitan yang dialami dalam belajar atau pun kondisi mental yang sedang dialami siswanya.
    5. Tidak adanya interaksi dalam kelas
    Siswa tidak diberi kesempatan berbicara oleh guru. Siswa hanya menerima apa yang diberikan oleh guru. Pembelajaran seperti ini akan sangat membosankan bagi siswa, dan kurang bermakna bagi siswa.
    6. Penggunaan alat bantu mengajar
    Yang perlu diingat adalah bahwa guru itu harus kreatif dan inovatif. Guru harus mampu menciptakan alat-alat bantu mengajar yang memang pada siswa sekolah dasar sangat diperlukan, karena pada dasarnya siswa sekolah dasar belum bisa berfikir secara abstrak. Alat bantu mengajar ini juga akan membantu guru dalam menggambarkan materi yang dijelaskan.

    7. Tidak berurutan dan berkesinambungan
    Guru harus menyampaikan materi dalam setiap pembelajaran harus berurutan dan berkesinambungan, artinya bahwa materi pelajaran merupakan satu rangkaian yang utuh.
    8. Guru tidak membuat kaitan dalam pembelajaran
    Ketika guru akan mejelaskan materi yang baru, guru perlu mengkaitkan atau menghubungkan dengan materi-materi yang sudah pernah diberikan kepada siswa atau harus berhubungan dengan pengalaman, minat, dan kebutuhan-kebutuhan siswa.
    9. Guru tidak mempunyai keterampilan dalam metutup kelas
    Keterampilan menutup kelas dilakukan agar siswa memperoleh gambaran yang utuh tentang pokok-pokok materi pelajaran yang telah dipelajari.

    BalasHapus
  50. Nama :Ade Heri Kurniawan
    kelas : PGSD3/3
    NIM :40211081
    1. Guru sering meninggalkan kelas
    Seorang guru hanya memberikan tulisan saja kepada muridnya,dan seenaknya meninggalkan kelas. Pada jam pelajaran selesai guru kembali kekelas hanya untuk mengambil bukunya.
    2. Mengambil Jalan Pintas Dalam Pembelajaran
    Berbagai kasus menunjukan bahwa diatara para guru banyak yang merasa dirinya sudah dapat mengajar dengan baik, meskipun tidak dapat menunjukan alasan yang mendasari asumsi itu.Asumsi keliru tersebut seringkali menyesatkan dan menurunkan kreatifitas, sehinga banyak guru yang suka mengambil jalan pintas dalam pembelajaran,baik dalam perencanaan,pelaksanaan,maupun evaluasi.
    3. Menunggu Peserta Didik Berperilaku Negative
    Dalam pembelajaran dikelas,guru berhadapan dengan sejumlah peserta didik yang semuanya ingin diperhatikan. Peserta didik akan berkembang secara optimal melalui perhatian guru yang positif,sebaliknya perhatian yang negative akan menghambat perkembangan peserta didik. Mereka senang jika mendapat pujian dari guru dan merasa kecewa jika kurang diperhatikan .
    4. Mengabaikan Perbedaan Peserta Didik
    Setiap peserta didik memiliki perbedaan yang unik,mereka memiliki kekuatan,kelemahan,minat,dan perhatian yang berbeda-beda. Latar belakang keluarga,latar belakang social dan ekonomi,dan lingkungan,membuat peserta didik berbeda dalam aktifitas,kreatifitas,intlegensi,dan kompetensinya.
    5. Merasa Paling Pandai
    Kesalahan ini berangkat dari kondisi bahwa pada umumnya para peserta didik disekolahnya relative lebih muda dari gurunya,sehingga guru merasa bahwa peserta didik tersebut lebih bodoh dibanding dirinya,peserta didik dipandang sebagai gelas yang perlu di isi air ke dalamnya. Perasaan ini sangat menyesatkan karena dalam kondisi seperti sekarang ini peserta didik dapat belajar melalui internet dan berbagai media massa yang mungkin guru belum menikmatinya.


    6. Cara mengulas materi kembali
    Sering sekali seorang guru mengulas materinya dengan cara menanyakan secara bersama-sama,bukan dengan cara inividu. Jika seorang guru menanyakan kepada siswanya dengan secara individu siswa tersebut akan berpikir dan teman-temannya pun akan berpikir,karena merasa mungkin akan ditunjuk.

    BalasHapus
  51. Nama : Ulfah Nurul Ummatin
    NIM : 40211158
    Prodi : PGSD 4/3

    Kesalahan-Kesalahan yang di Lakukan Guru dalam Mengelola Kelas
    1. Mengajar Secara Monoton
    Guru yang mengajar secara monoton tidak mengetahui atau tidak memiliki variasi metode, teknik, pendekatan, dan konsep dalam kegiatan belajar mengajar sehingga yang digunakan selalu sama atau tidak pernah berubah. Hal ini dapat menjadikan murid cepat bosan yang berefek terhadap berhentinya motivasi belajar dan menurunkan prestasi murid.

    2. Komunikasi Tidak Efektif
    Kegiatan belajar mengajar dilakukan dengan cara membangun komunikasi antara guru dan murid. Komunikasi dalam kegiatan belajar mengajar secara sederhana adalah sebuah proses pertukaran ide dan gagasan antara guru dan murid. Komunikasi yang tidak efektif dapat mempengaruhi proses belajar mengajar menjadi tidak signifikan.

    3. Tidak Memperhatikan Perbedaan Individu
    Setiap murid mempunyai perbedaan individual yang harus diperhatikan guru dalam kegiatan belajar mengajar. Sebab, dengan mengetahui perbedaan individual guru akan lebih mudah mencari metode dan pendekatan pembelajaran yang efektif sekaligus menarik bagi murid.namun, masih ada guru yang tidak memperhatikan perbedaan individual sehingga akan mengajar sekehendak hatinya.

    4. Tidak Bisa Mengoperasikan Media Pembelajaran
    Media pembelajaran merupakan salah satu komponen dalam pendidikan untuk menunjang efektivitas dan efisiensi kegiatan belajar mengajar. Karena dengan media pembelajaran guru akan lebih mudah dalam menyampaikan materi, kegiatan belajar mengajar akan lebih menarik, merangsang murid agar belajar sehingga dapat meningkatkan kualitas dan prestasi belajar. Namun masih banyak guru yang tidak menggunakan media pembelajaran dikarenakan tidak bisa mengoperasikan media pembelajaran sehingga mereka cenderung lebih suka menggunakan metode ceramah yang lebih praktis dan tidak repot.

    Sumber : Arif, Rahman Masykur. 2011. Kesalahan-Kesalahan Fatal Paling Sering Dilakukan Guru dalam Kegiatan Belajar Mengajar. Yogyakarta: Java Press

    BalasHapus
  52. Nama :Fitri Hijriyani
    Prodi :PGSD 4 Semester 3
    Nim :40211138
    Kesalahan Guru dalam Mengelola Kelas
    1. Mengajar sembari makan
    Apabila seorang guru yang mengajar sambil mengunyah makanan akan merepotkan muridnya dalam memahami sesuatu yang dikatakan oleh guru, boleh jadi muridnya akan meminta guru tersebut untuk mengulang kembali sesuatu yang sudah dikatakan olehnya.oleh karena itu, efektifitas belajar mengajar akan terganggu jika guru mengajar sambil makan.
    2. Menganggap diri paling pandai
    Suasana belajar akan terasa kaku. Murid tidak banyak memberi komentar, mengungkapkan ide pemikiran atau pun kritikan terhadap seorang guru.Hal ini terjadi karena setiap kali murid mengungkapkan ide atau pemikiran yang berbeda selalu disalahkan oleh guru dan apa yang telah disampaikan oleh seorang guru selalu benar dan tidak mau disalahkan.
    3. Mengajar Secara Monoton
    Seorang guru yang mengajar secara monoton tidak memiliki berbagai variasi metode, teknik , pendekatan, dan konsep dalam kegiatan belajar –mengajar sehingga apa yang digunakan selalu sama dan tak heran jika guru mengajar secara monoton sangat membosankan bagi muridnya.
    4 Tidak bisa mengoperasikan media pembelajaran
    Apabila seorang guru tidak bisa mengoperasikan media pembelajaran yang ada Proses belajar mengajar akan menimbulkan suasana membosankan dikelas. Daftar pustaka 1.Rahman, Masykur Arif. 2011. Kesalahan-Kesalahan Fatal Paling Sering Dilakukan Guru Dalam Kegiatan Belajar-Meangajar. Jogjakarta: DIVA press

    BalasHapus
  53. evi nurul mariza
    pgsd 4/3
    4021136

    kesalahan-kesalahan guru dalam mengelola kelas

    1. guru belum yakin menguasai bahan bidang studi dalam kurikulum sekolah.
    2. guru tidak bisa mengatur tata ruang kelas dalam rangka CBSA, dan menciptakan iklim belajarmengajar yang efektif.
    3. guru kurang menghargai setiap jenis pekerjaan dan presentasi setiap perserta didik,
    4. harus nya guru bisa menjadi konselor, perlu memiliki ketrampilan cara membantu anak- anak yang mengalami kesulitan tertentu.
    5. guru tidak bisa mengembangkan dan membina kepemimpinan yang demokratis dan bertanggung jawab dalam intraksi sosial dengan murid-murid.

    BalasHapus
  54. Siti Nur Afni
    PGSD 4/ 3
    40211154
    Kesalahan-kesalahan guru dalam mengelola kelas
    Berdasarkan pengalaman saya ketika saya melaksanakan KPPM baik KPPM yang pertama maupun KPPM yang kedua di 2 SD yang berbeda. Banyak ditemukan kesalahan guru dalam mengelola kelas, baik yang dilakukan oleh saya sendiri maupun rekan-rekan guru senior pada waktu pengamatan bersama guru pamong, seperti:
    1. Tidak menguasai kelas
    Kalau seorang guru tidak menguasai, otomatis keadaan atau suasana diruang kelas tidak kondusif untuk mendukung kegiatan belajar mengajar, sehingga tujuan pembelajaran dari materi yang disampaikan tidak akan mengena kepada siswa.
    2. Bermain handphone didalam kelas
    Ketika siswa sedang khusyuk dengan materi pelajaran yang disampaikan oleh guru, tiba-tiba handphone berdering, tentu saja hal ini mengganggu konsentrasi siswa karena nada dering handphone yang menarik perhatian.
    3. Pembunuhan karakter
    Disadari ataupun tidak guru sering melakukan pembunuhan karakter terhadap siswanya. Contoh kecil saja ketika si A ditunjuk untuk menjawab pertanyaan dari guru, namun jawaban yang diberikan ternyata salah kemudian guru memastikan jawabannya itu dengan siswa-siswa yang lain dan siswa yang lain itupun dengan serempak mengatakan SALAH. Hal ini tentu saja telah melukai perasaan si A karena telah dihakimi oleh teman-temnnya dengan kata salah yang dikomandoi oleh sang guru.
    4. Duduk diatas meja
    Dimata seorang siswa semua yang dilakukan guru adalah sesuatu yang baik. Namun terkadang ketika guru mengajar dikelas sambil duduk diatas meja. Hal ini berarti guru telah secara tidak langsung telah mengajarkan perilaku yang tidak sopan.
    5. Pembelajaran berbasis CTL
    Pembelajaran CTL disini bukanlah pembelajaran berbasis contextual learning, tetapi pembelajaran berbasis Catet Tinggal Lunga (catet tinggal pergi). Hal ini sering dilakukan oleh guru terhadapa siswanya dikelas padahal siswa tidak akan memahami materi pelajaran jika hanya dengan mencatat saja.

    BalasHapus
  55. Nama : Mambahijul Firdaus
    Kelas : PGSD 3 / 3
    NIM : 40211098
    Kesalahan yang sering dilakukan guru dalam mengelola kelas
    Pendapat ini saya ungkapkan berdasarkan pengalaman ketika saya KPPM pertama. Dari yang saya amati ada beberapa kesalahan yang sering dilakukan oleh guru dalam mengelola kelas. Antara lain :
    1. Tidak tepat waktu
    Dalam hal ini guru kurang disiplin terhadap waktu. Baik waktu untuk memulai maupun mengahiri pelajaran. Saat memulai terkadang guru telat dalam masuk kelas. Dan saat mengahiri guru menutup pelajaran sebelum bel berbunyi. Bahkan sering kali baru setengah jam pelajaran guru memberikan soal kemudian siswa ditinggal sampai waktu habis dan guru tidak kembali lagi.
    2. Kurang interaktif dengan siswa (diktator)
    Guru lebih cenderung hanya menjelaskan dan menyuruh siswanya untuk menulis tanpa ada iinteraksi antara guru dengan siswa. Siswa kurang diberi kesempatan untuk bertanya. Paling ada hanya saat diskusi itupun hanya antar siswa dengan siswa.
    3. Tidak adanya alat peraga dan media pembelajaran
    Tidak dipungkira sarana dan prasarana di SD pedesaan memang sangat kurang. Tetapi justru ini seharusnya menjaadi tantangan bagi guru di pedesaan untuk menjadi kreatif dengan membuat sendiri alat peraga atau media pembelajaran interaktif untuk mempermudah proses pembelajaran.
    4. Masih memakai buku lama
    Kurangnya sarana buku penunjang pelajaran membuat guru terpaksa menggunakan buku-buku lama yang sudah sangat berbeda kurikulumnya. Seharusnya sebagai guru yang professional guru harus bisa mensiasati hal in. misalnya paling tidak guru itu membeli sendiri buku baru yang kurikulumnya telah sesuai. Sehingga materi yang di berikan sesuai dengan perkembangan zaman.
    5. Masih suka menggunakan metode Catat Tinggal Lunga (CTL)
    Guru masih cenderung menggunakan metode ini. Dimana guru masuk ke kelas hanya menulis di papan atau bahkan hanya menyurus siswanya menyalin tulisan dari buku kemudian guru itu pergi meninggalkan kelas sampai jam pelajaran berahir.
    6. Tidak bissa memotivasi siswa
    Metode pembelajaran yang monoton membuat siswa tidak termotivasi untuk belajar. Seharusnya guru lebih kreatif dalam mengolah metode pembelajaran sehingga siswanya termotivasi untuk belajar sekalipun tdak ada gurunya dikelas.

    BalasHapus
  56. Ummi nurul Fatonah
    PGSD 4 / 3
    Kesalahan- kesalahan yang dilakukan guru dalam mengelola kelas
    1. Tidak Disiplin
    Guru yang tidak disiplindapat diartikan sebagai guru yang tidak menaati aturan yang dibuat oleh sekolah. Sekolah yag tidak mempunyai tata tertib akan membuat guru dan murid di sana tidak akan pernah memakai istilah disiplin. Istilah disiplin akan dipakai untuk melihat komitmen guru dan murid ketika sekolah mempunyai tata tertib yang disepakati bersama untuk diikuti demi mencapai sesuatu yang diharapkan.
    2. Komunikasi tidak Efektif
    Komunikasi yang tidak efektif akan mempengaruhiproses belajar-mengajar menjadi tidak signifikan. Dari sini dapat dikethui peran penting seorang guru untuk membangun komunikasi yang efktif dengan muridnya. Oleh karena itu, guru punya kewajiban untuk terus belajar mengenai cara berkomunikasi secara efektif dengan muridnya. Titik pangkal terjadi atau tidaknya komunikasi efektif antara guru dan murid sangat tergantung pada kecakapan seorang guru dalam membangun komunikasi saat kegiatan belajar-mengajar. Gurulah yang memiliki tugas paling utama untuk membangun komunikasi yang efektif dengan muridnya.
    Komunikasi yang tidak efektif dalam kegiatan belajar-mengajar antara lain:
    a. Pemborosan kata
    Guru berkomunikasi dengan murid menggunakan kata-kata yang berbelit-belit.
    b. Suara Tidak jelas
    Jika volume suara guru tidak keras, berarti telah terjadi komunikasi tidak efektif antara guru dengan muridnya. Oleh karena itu, suara guru dalam mempresentasikan sesuatu harus mampu menjangkau seluruh ruang kelas.
    c. Kata-kata yang membingungkan
    Kesalahan ini kadang tidak disadari oleh seorang guru, yaitu ketika menjelaskan pelajaran kepada muridnya menggunakan kata-kata yang membingungkan atau tidak dapat dimengerti oleh murid.
    d. Pengertian yang tidak Tepat
    e. Memberi Label Negatif
    f. Komunikasi satu arah
    3. Tidak Melakukan Evaluasi
    Evaluasi dilakukan untuk mengetahui sejauh mana keberhasilan proses belajar-mengajar, pada umumnya dalam setiap akhir periode pelajaran, bahkan setiap kali selesai melaksanakan kegiatan belajar-mengajar, guru harus mengadakan evaluasi.
    Evaluasi dalam kegiatan belajar-mengajar dapat dibagiemnjadi dua, yaitu evaluasi terhadap murid dan evaluasi terhadap guru.
    4. Diskriminatif
    Dalam kegiatan belajar-mengajar, guru dituntut untuk berlaku adil atau tidak diskriminatif terhadap seluruh murid. Dengan ungkapan lain, tidak ada murid yang paling diistimewakan. Perhatian dan sikap guru terhadap seluruh murid harus sama. Guru yang tidak adil dapat berpengaruh terhadap prestasi belajar murid. Sebab, murid yang merasa kurang mendapatkan perhatian dari guru cenderung akan akan belajar asal-asalan atau tidak akan semakin meningkatkan prestasi belajarnya.
    5. Tidak Memperhatikan Perbedaan Individual
    Guru yang tidak memperhatikan perbedaan individual murid akan mengajar sekehendak hatinya. Padahal, dalam proses belajar-mengajar, guru tidak hanya bertugas mentransfer ilmu pengetahuan, melainkan juga memahami daya tangkap dan daya serap, serta motivasi belajar muridnya.
    6. Mengajar diluar Bidang
    Keahlian guru dapat dicermati dari latar belakang pendidikannya. Jika guru mengajar mata pelajaran yang tidak sesuai denganlatar belakang pendidikannya maka dapat dipastikan guru tersebut bukan ahlinya. Ada beberapa dampak negative jika guru dipaksakan atau memaksakan diri untuk mengajar materi pelajaran tidak sesuai dengan bidangnya antara lain, Kurang puas, tidak termotivasi, keahlian guru menjadi tidak berkembang, kurang menarik, tingkat lulusan rendah.

    Sumber: Arif Rahman, Masykur.2011.Kesalahan-kesalahan Fatal Paling Sering Dilakukan guru dalam Kegiatan Belajar-Mengajar.Yogyakarta:DIVA Press.


    BalasHapus
  57. Nama : SEPTIANA TIFFANI A.D
    Prodi/Semester : PGSD 3/3
    NIM : 40211108

    Kesalahan yang biasanya dilakukan oleh guru didalam kelas sbb :
    1. Berpikir Egosentris. Ini kesalahan paling mendasar yang benar-benar kurang disadari oleh guru. Kesalahan ini juga akan berdampak pada timbulnya kesalahan-kesalahan lain.
    2. Tidak Peka Terhadap Perubahan Suasana Kelas. Dalam proses pembelajaran, wajib hukumnya seorang guru mengendalikan kelas. Sepenuhnya! Hal ini penting agar proses pembelajaran berjalan lancar. Kita tahu bahwa kelas terdiri atas berbagai karakter.
    3. Komunikasi Tidak Efektif. Contoh komunikasi tidak efektif (guru ingin mengingatkan agar siswa mengerjakan PR yang diberikan), “Anak-anak, awas jangan lupa lho dengan PR kamu. Kamu kerjakan semuanya. Kalau kamu tidak mengerjakan PR kamu, maka besok tidak akan mendapatkan nilai dari bu guru.” Kenapa tidak dikatakan saja seperti ini, “Anak-anak, ingat, kerjakan PR-mu.
    4. Mengajar Tanpa Persiapan. Berbicara mengenai persiapan mengajar, saya teringat seorang teman yang berkata begini, “Ingin berhasil dalam mengajar, buat persiapan secara matang!” Persiapan mengajar itu ibarat skenario dalam film. Tidak akan ada film yang baik dan enak ditonton tanpa skenario yang baik. Begitu pula, tidak akan ada pembelajaran yang berhasil tanpa persiapan yang benar. Kebanyakan guru (kabarnya) enggan membuat persiapan secara benar.
    5. Tidak Melakukan Evaluasi Menyeluruh. Evaluasi pembelajaran harus dilakukan secara menyeluruh. Kalau Anda pernah membuat skripsi tentang penelitian kuantitatif, Anda pasti ingat bahwa instrumen yang Anda gunakan harus diuji validitas dan reliabilitasnya. Instrumen evaluasi pembelajaran pun sebetulnya harus diuji validitas dan reliabilitasnya. Instrumen evaluasi harus valid dan reliable.

    BalasHapus
  58. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  59. Nama : Indrawati
    Nim : 40211143
    Prodi : PGSD 4/3
     Kesalahan – Keasalahan yang sering dilakukan oleh seorang guru dalam “mengelola kelas”
    1. Paul kleper “Masalah – masalah kelemahan dalam dunia pendidikan ini, Banyak dilihat orang dari kurikulum ,tanpa memperhatikan sungguh – sungguh kelemahan dari metode penyampaian bahan pelajaran .Akibatnya kurikulum sering mengalami perombakan ,dari pada perbaikan metode mengajar .Pada kesempatan ini kita ingin menonjolkan pebaikan dalam penampilan guru didepan kelas ,dengan memperbaiki metode mengajar ,sehingga guru dapat menjadi guru yang profesional .
    2. Guru mengajukan pertanyaan “sulit “,sehingga tidak ada murid yang dapat menjawab .karena sulitnya ,atau karna pertanyaan tidak jelas .
    3. berat untuk memuji ,seolah – olah pujian adalah sesuatu yang mahal.Sudah jelas murid memberikan jawaban yang bener tetapi berat sekali lidah guru untuk mengucapkan “bagus ‘’,apalagi mengangkat jempolnya .
    4. Gaya mengajar yang membosankan namun biasanya gurutidak peduli dengan kebosanan murid.
    5. Kesenyapan / penghentian suatu pembicaraan / kegiatan karena ketidak siapan guru .
    6. Pengulangan penjelasan yang tak perlu, Bertele –tele.
    7. Sering marah ,mahal senyum,sering mencela,Pilih kasih
    8. Tidak jelas dalam menerangkan ,tak membuat persiapan .
    9. Tinggi hati ,Tidak mengenal murid,Tidak adil menilai ,Tidak toleran ,kasar tidak karuan .
    10. Tidak menjaga perasaan anak ,membentak didepan teman – temanya.
    11. Tidak menaruh perhatian pada murid,Banyak pekerjaan rumah yang tidak pantas.
    12. Tidak dapat mengontrol kelas ,tidak menimbulkan rasa hormat untuk dirinya.
    Sumber : “ Guru yang Kreatif d(Daftar pustaka :Rahman, Masykur Arif. 2011. Kesalahan-Kesalahan Fatal Paling Sering Dilakukan Guru Dalam Kegiatan Belajar-Meangajar. Jogjakarta: DIVA press)

    BalasHapus
  60. Nama : suniti
    Nim : 40211157
    Prodi : Pgsd 4/3
    1. Menurut Paulo freire (dalam trianto 2003) Guru dalam pembelajaraan menggunakan gaya bank seperti: guru mengajar - murid belajar, guru tahu segalanya murid tidak tahu apa-apa , guru berpikir murid dipikirkan , guru bicara murid mendengarkan , guru mengatur – murid diatur , guru memilih dan memaksakan pilihanya – murid menuruti ,guru bertindak –murid membayangkan bagaimana bertindak sesuai dengan tindakan guru . Guru memilih apa yang akan diajarkan murid menyesuaikan diri, dalam pandangan Paulo freire pendidikan gaya bank murid menjadi obyek penindasan pendidikan dimana guru tidak memerdekakan peserta didik
    (Daftar pustaka : ahmadi, iif khoiru. 2011. Strategi pembelajaran sekolah dasar terpadu. Jakarta: PT prestasi pustakaraya)
    2. Menganggap diri paling pandai suasana belajar mengajar terasa kaku
    3. Mengajar secara monoton pada hakikatnya guru yang mengajar secara monoton tidak mengetahui atau tidak memiliki berbagai variasi metode,teknik,pendekatan dan konsep dalam kegitan belajar mengajar
    4. Tidak disiplin salah satu contoh guru yang tidak disiplin ia telah menlantarkan muridnya yang seharusnya mendapatkan bimbingan untuk belajar akibatnya kegiatan belajar mengajar dikelas tidak berjalan sebagaimana yang diharapkan .
    5. Komunikasi tidak efektif akan mempengaruhi proses belajar mengajar menjadi tidak signifikan contohnya pemborosan kata, suara tidak jelas, kata kata yang membingungkan, pengertian yang tidak tepat, member label negative, tidak menguasai bahasa ibu murid, tidak ada kecocokan antara komunikasi verbal dan nonverbal,komunikasi satu arah .
    6. Tidak melalukan evaluasi .
    7. Tidak peduli dengan persensi murid menurut prof.Dr. Arief Rachman menyampaikan bahwa salah satu tugas guru yang paling penting adalah mengetahui presensi murid .Dengan mengetahui itu guru juga akan mengetahui kerajinan dan ketekunan serta motivasi belajar murid
    8. Diskriminatif dengan ungkapan lain tidak ada murid yang paling diistimewakan perhatian dan sikap guru terhadap seluruh murid harus sama.
    9. Tidak memperhatikan perbedaan individual .Perbedaan individual murid amat penting diperhatikan oleh guru dalam kegiatan belajar mengajar sebab guru lebih mudah mencari metode dan pendekatan pembelajaraan yang efektif sekaligus menarik bagi seluruh murid.Guru yang tidak memperhatikan perbedaan individual murid akan mengajar sekehendak hatinya.
    10. Tidak bisa mengoperasikan media pembelajaraan yang bersifat teknologis mekanis tentu saja tidak akan menikmati urgensi media pembelajaraan dalam menunjang prestasi belajar- mengajar.Dengan media pembelajaraan,guru dapat membangun komunikasi lebih interaktif dengan murid sebab murid akan lebih memperhatikan sesuatu yang ditampilkan oleh guru lewat media pembelajraan
    11. Mengajar diluar bidang .Keahlian guru dapt dicermati dari latar belakang pendidikanya. Jika guru mengajar mata pelajaran yang tidak sesuai dengan latar belakang pendidikanya maka dapat dipastikan guru tersebut bukan ahlinya
    12. Tidak mengikuti perkembangan zaman . Akibatnya paradigma terhadap kegiatan belajar – mengajar tidak mengalami perubahan
    13. Duduk diatas meja ketika mengajar merupakan tingkah laku yang seharusnya tidak dilakukan oleh seorang guru lantaran tidak mengambarkan etika yang baik dan dengan demikian seorang guru yang duduk di atas meja ketika mengajar telah melanggar etika dan dapat dikatakan tidak menghargai muridnya
    14. akan terganggu dan merupakan tingkah laku yang tidak sopan santun
    15. Tidur saat mengajar
    16. Membiarkan murid saling menyontek
    17. mengambil jalan pintas dalam menngajar
    (Daftar pustaka :Rahman, Masykur Arif. 2011. Kesalahan-Kesalahan Fatal Paling Sering Dilakukan Guru Dalam Kegiatan Belajar-Meangajar. Jogjakarta: DIVA press)

    BalasHapus
  61. Nama : Nur Listiowati
    NIM : 40211148
    Prodi : PGSD 4
    Kesalahan – kesalahan yang dilakukan guru dalam mengelola kelas diantaranya :
    • Menyuruh siswa menulis di papan tulis, sementara guru duduk di kursi atau pergi ke ruang guru. Sehingga siswa yang disuruh menulis di papan tulis harus mencatat 2 kali, untuk teman – temannya dan dirinya.
    • Suara guru yang rendah dan kurang jelas, hal ini berakibat pada pelajaran yang kurang diperhatikan dan membosankan.
    • Pilih kasih, kadang ada guru yang memperhatikan siswa yang aktif saja, pandai saja, cantik saja.
    • Sering meninggalkan kelas, sehingga kelas dalam keadaan kosong atau siswa disuruh membaca, menulis, serta mengerjakan soal.
    • Apabila ada siswa yang melakukan kesalahan dikelas, guru memarahinya di depan teman – temannya sehingga dia yang dimarahi merasa malu. Siswa yang melakukan kesalahan memang harus ditegur atau diluruskan, tetapi cara meluruskannya haruslah tetap memperhatikan perasaan mereka.
    • Sikap guru pada siswa yang melanggar peraturan sekolah cenderung membenci siswanya, bukan membenci tingkah laku buruk siswanya itu yang sebenarnya dapat diperbaiki.
    Referensi :
    Pengalaman pribadi
    Sukadi. 2006. Guru Powerful, Guru Masa Depan. Bandung : Kolbu

    BalasHapus
  62. NAMA : MUTHOHAROH
    NIM : 40111022
    PRODI : PBI/3

    KESALAHAN-KESALAHAN GURU DALAM MENGELOLA KELAS,
    Berdasarkan pengalaman saya, sejak saya terjun ke dunia pendidikan , saya banyak belajar bagaimana menjadi seorang guru yang benar-benar mengerti apa saja sih tugas seorang guru dan menguasai kompetensi Guru yang teorinya saya baca pada Buku Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Sertifikasi Guru Dalam Jabatan Tahun 2009 diantaranya kemampuan kognitif (kemampuan menguasai pengetahuan), kemampuan afektif (kemampuan yang meliputi perasaan dan emosi), serta kemampuan psikomotor (kemampuan berkaitan dengan ketrampilan atau kecakapan yang bersifat jasmaniah). Dari uraian diatas jelaslah seorang guru harus menguasai kemampuan-kemampuan itu sehingga ia mampu mengelola kelas dan melaksanakan pembelajaran secara efektif dan efisien. Namun terkadang masih ada saja guru yang belum memiliki semua itu, berdasarkan pengalaman yang saya lihat selama saya ada didunia pendidikan, saya sering melihat guru-guru yang masih melakukan kesalahan-kesalahan terutama dalam mengelola kelas. Diantaranya seorang guru yang tidak memperhatikan kehadiran siswa saat ia mengajar, terkadang ada anak yang pada diluar kelas, padahal dikelasnya ada guru sedang mengajar. Karena guru yang tidak memperhatikan kehadiran siswa dan siswa tersebut diluar hingga jam pelajaran selesai. Jelaslah ini adalah sebuah kesalahan. Selain itu guru yang seenaknya meninggalkan kelas, seenaknya bolos, tidak disiplin dalam mengatur waktu, tidak disiplin dalam mengoreksi pekerjaan siswa, sehingga siswa tidak mendapat masukan dari pekerjaan mereka. Dari sini jelaslah ketidakdisiplinan siswa membuat siswa ikut-ikutan bolos dan tidak tepat mengumpulkan pekerjaan rumah. Terkadang juga ada guru yang saat diceritakan salah seorang siswa karena berbuat kesalahan, tapi guru tersebut bertanya-tanya siapa atau seperti apa sih siswa yang diceritakan tersebut. Jelas sekali guru tersebut tidak mengenal siswa itu, Seorang guru seharusnya bisa membangun komunikasi yang baik dengan siswa, mampu memahami sifat, karakter, dan perkembangan peserta didiknya, sehingga guru mudah dalam memahami kesulitan dan kemudahan peserta didiknya dalam belajar dan mengembangkan diri. Ada lagi yang menurut saya itu adalah kesalahan, dan menurut guru sekaligus rekan kerja yaitu saat pembagian kelompok untuk mengerjakan tugas,keseringan guru dalam membagi kelompok itu adalah heterogen, justru itu sebuah kesalahan karena biasanya siswa hanya mengandalkan kepada anak-anak yang lebih mampu atau pintar untuk mengerjakan. Berbeda dengan pembagian kelompok yang homogen, tentunya siswa pintar dengan siswa pintar akan diberi soal yang berbeda atau pengayaan mereka akan merasa tertantang untuk menyelesaikannya. Dan yang kurang mampu dengan yang kurang mampu akan sama-sama berusaha untuk menyelesaikan tugas-tugas tersebut. Tapi berbeda ketika guru membagi kelompok seperti diatas tapi tujuannya yaitu siswa pintar untuk memberikan bimbingan kepada siswa yang kurang mampu. Dan masih banyak lagi kesalahan-kesalahan lainnya yang tidak bisa dijelaskan semua disini.
    Demikian penjelasan-penjelasan kesalahan-kesalahan dalam mengelola kelas berdasarkan pengalaman saya,terima kasih.Mudah-mudahan bermanfaat,, Aminnnn

    BalasHapus
  63. NAMA : SITI KHALIMAH
    PRODI : PGSD 3 / SEMESTER III
    NIM : 40211110

    “ KESALAHAN-KESALAHAN YANG SERING DILAKUKAN OLEH SEORANG GURU DALAM MENGELOLA KELAS “ adalah :

    1. Berpikir Egosentris

    Ini kesalahan paling mendasar yang benar-benar kurang disadari oleh guru. Kesalahan ini juga akan berdampak pada timbulnya kesalahan-kesalahan lain. Pernahkah anda mendengar keluhan seperti ini, “saya sudah bersungguh-sungguh mengajar kelas ini tetapi hasilnya sangat mengecewakan! contoh keluhan tersebut menunjukkan bahwa guru yang bersangkutan berpikir egosentris, hanya menurut dirinya sendiri. Menurut guru itu, dia sudah mengajar dengan sungguh-sungguh atau sudah menjelaskan berkali-kali. Dia tidak berpikir tentang masalah yang dihadapi oleh siswa ketika mengikuti pembelajaran sehingga tidak berhasil.

    2. Tidak Peka Terhadap Perubahan Suasana Kelas

    Dalam proses pembelajaran, wajib hukumnya seorang guru mengendalikan kelas. Sepenuhnya hal ini penting agar proses pembelajaran berjalan lancar. Kita tahu bahwa kelas terdiri atas berbagai karakter. Oleh karena itu harus diupayakan agar karakter yang beragam itu dapat diorkestrasikan menuju terwujudnya simponi pembelajaran yang enak dinikmati. Diorkestrasikan menuju simponi pembelajaran yang enak dinikmati, artinya bahwa seluruh potensi kelas (siswa) harus diberdayakan untuk saling membantu sehingga terwujud keberhasilan bagi setiap individu. Dengan demikian rata-rata prestasi kelas menjadi tinggi.

    3. Komunikasi Tidak Efektif

    Contoh komunikasi tidak efektif (guru ingin mengingatkan agar siswa mengerjakan pr yang diberikan), “anak-anak, awas jangan lupa lho dengan pr kamu. Kalau kamu tidak mengerjakan pr kamu, maka besok tidak akan mendapatkan nilai dari bu guru.” kenapa tidak dikatakan saja seperti ini, “anak-anak, ingat, kerjakan pr-mu. semuanya! besok ibu nilai.” Bukankah bahasa yang kedua lebih irit, dan karenanya lebih efektif. Jadi, ketika kita bermaksud meminta sesuatu, katakan saja secara tepat apa yang kita maksudkan.

    4. Mengajar Tanpa Persiapan

    Berbicara mengenai persiapan mengajar, saya teringat seorang teman yang berkata begini, “ingin berhasil dalam mengajar, buat persiapan secara matang!” persiapan mengajar itu ibarat skenario dalam film. Tidak akan ada film yang baik dan enak ditonton tanpa skenario yang baik. Begitu pula, tidak akan ada pembelajaran yang berhasil tanpa persiapan yang benar. Kebanyakan guru enggan membuat persiapan secara benar. akibatnya, pembelajaran di kelas berlangsung seolah tanpa arah. Padahal, guru itu seorang profesional. salah satu ciri keprofesionalan seorang guru adalah menyusun perencanaan pembelajaran secara benar.

    5. Tidak Melakukan Evaluasi Menyeluruh

    Evaluasi pembelajaran harus dilakukan secara menyeluruh. Kalau anda pernah membuat skripsi tentang penelitian kuantitatif, anda pasti ingat bahwa instrumen yang anda gunakan harus diuji validitas dan reliabilitasnya. Instrumen evaluasi pembelajaran pun sebetulnya harus diuji validitas dan reliabilitasnya.

    BalasHapus
  64. Nama :Siti Nurjanah
    prodi :PBI /3
    NIM :40111029

    KESALAHAN - KESALAHAN YANG SERING DILAKUKAN GURU SAAT PROSES PEMBELAJARAN
    1.Mengajar secara monoton

    Pada hakikatnya, guru yang mengajar siswa secara monoton tidak mengetahui / tidak memiliki berbagai variasi metode, teknik, pendekatan dan konsep dalam kegiatan belajar mengajar sehingga semuanya selau sama.Dan ini akan mengakibatkan siswa menjadi bosan dan berefek pada mandeknya motivasi belajarnya.

    2.Tidak Disiplin

    Disiplin sangat berkaitan dengan adanya tata tertib. Jadi, guru yang disiplin dapat diartikan sebagai guru yang menaati aturan yang di buat. Sebaliknya,guru yang tidak disiplin adalah guru yang sering kali melanggar aturan.Dan biasanya hal ini akan membuat siswa menjadi tidak suka dengan guru tersebut.

    3.Komunikasi tidak efektif

    Komunikasi dalam kegiatan pembelajaran diharapkan berlangsung secara efektif.Sebab hal tersebut dan meningkatkan prestasi belajar siswa.Dan jika hal tersebut tidak dilakukan akan membuat proses pembelajaran tidak signifikan.

    4.Membiarkan murid saling menyontek

    Saat ada ulanagan semester,seorang guru harus mengawasi muridnya dalam mengikuti proses tersebut.Guru tidak boleh membiarkan siswanya saling menyontek karena itu dapat menyebabkan murid tidak belajar.

    5.Diskriminatif

    Dalam proses pembelajaran,guru dituntut untuk bersikap adil atau tidak ada diskriminatif terhadap siswanya.Atau dengan kata lain tidak ada murid yang di istimewakan.Jika hal itu terjadi maka akan mengakibatkan kurangnya prestasi belajar siswa karena siswa merasa tidak diperhatikan oleh gurunya.

    Daftar Pustaka :

    # Rahman,Arif Masykur.2011.KESALAHAN - KESALAHAN FATAL YANG SERING DILAKUKAN GURU DALAM KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR.Jogjakarta:DIVA Press

    BalasHapus
  65. Nama : Elsa Susilarini
    NIM : 40111008
    Prodi : PBI

    Menurut buku yang saya baca, kesalahan-kesalahan yang sering dilakukan oleh seorng guru dalam mengajar yaitu :

    1. Duduk diatas meja ketika mengajar
    Tingkah laku seorang guru yang duduk diatas meja ketika mengajar merupakan tingkah laku yang tidak baik karena itu merupakan etika yang tidak baik an tidak menghargai muridnya. Jika guru ingin dihargai oleh muridnya maka dia juga harus menghargai muridnya agar proses belajar mengajar berjalan secara optiml.

    2. Mengajar Sambil Merokok
    Ketika seorang guru yang merokok dilingkungan sekolah ataupun saat mengajar, hal itu dapat mengganggu konsentrasi beljar dan kesehatan muridnya yang tidak suka merokok. seharusnya guru yang merokok pada saat mengajar itu mendapatkan teguran atau hukuman dari pihak sekolah.

    3. Menganggap Diri Paling pandai

    Guru yang merasa paling pandai menurut E. Mulyasa, berawal dari sebuah kondisi adanya perbedaan usia antara guru dan murid. Usia guru relatif lebih tua aripada muridnya sehingga guru merasa memiliki pengetahuan dan pengalaman yang melebihi muridnya.

    4. Mengajar Secara Monoton
    Pada hakikatnya guru yang mengajar secara monoton tidak mengetahui atau tidak memiliki berbagai variasi, metode, teknik, pendekatan, dan konsep dalam kegiatan belajar mengajar sehingga semua yang digunakan selalu sama atau tidak berubah.

    daftar pustaka : Rahman, Arif Masykur. 2011. Kesalahan-kesalahan Fatal Paling Sering Dilakukan Guru Dalam Kegiatan Belajar-Mengajar. Jogjakarta : DIVA press

    BalasHapus
  66. Siti Nurfadilah
    Pbi/3
    40111028

    Kesalahan-kesalahan yang sering dilakukan oleh guru ketika mengajar yaitu ;

    1. Mengajar Secara Monoton
    Pada hakikatnya guru yang mengajar secara monoton tidak mengetahui atau tidak memiliki berbagai variasi, metode, teknik, pendekatan, dan konsep dalam kegiatan belajar mengajar sehingga semua yang digunakan selalu sama atau tidak berubah.
    2. Diskriminatif
    Dalam proses pembelajaran,guru dituntut untuk bersikap adil atau tidak ada diskriminatif terhadap siswanya.Atau dengan kata lain tidak ada murid yang di istimewakan.Jika hal itu terjadi maka akan mengakibatkan kurangnya prestasi belajar siswa karena siswa merasa tidak diperhatikan oleh gurunya.

    3.Komunikasi Tidak Efektif
    Contoh komunikasi tidak efektif (guru ingin mengingatkan agar siswa mengerjakan pr yang diberikan), “anak-anak, awas jangan lupa lho dengan pr kamu. Kalau kamu tidak mengerjakan pr kamu, maka besok tidak akan mendapatkan nilai dari bu guru.” kenapa tidak dikatakan saja seperti ini, “anak-anak, ingat, kerjakan pr-mu. semuanya! besok ibu nilai.” Bukankah bahasa yang kedua lebih irit, dan karenanya lebih efektif. Jadi, ketika kita bermaksud meminta sesuatu, katakan saja secara tepat apa yang kita maksudkan.

    Daftar Pustaka
    Rahman,Arif Masykur.2011.KESALAHAN - KESALAHAN FATAL YANG SERING DILAKUKAN GURU DALAM KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR.Jogjakarta:DIVA Press



    BalasHapus
  67. Nama : Zanuar faisal umam
    NIM : 40211119
    PRODI : PGSD 3
    SEMESTER 3

    Menurut saya Kesalahan-kesalahan yang sering dilakukan oleh seorang guru di dalam kelas adalah sebagai berikut:
    1.Guru kurang memahami karakter masing-masing siswanya.
    2.Cara menyampaikan sebuah materi pembelajaran guru kurang bisa menerangkan dengan jelas.
    3.Guru kurang memahami materi pelajaran.
    4.Guru yang selalu memperhatikan murid yang disenanginya saja dan mengabaikan murid yang lainnya.
    5.Guru tidak pernah memberikan motivasi-motifasi kepada siswanya.

    BalasHapus
  68. Nama : Siti Himatul Auliya
    Prodi: PBI 3
    Assalamualaikum wr.wb

    Guru merupakan seoarang manajer di dalam mengatur kondisi suatu kelas, di tangan seorang guru lah kegiatan dikelas akan berjalan baik berjalan secara efektif atau malah sebaliknya. Pengelolaan kelas yang buruk akan berdampak pada rendahnya motivasi siswa dalam belajar, dan juga akan cepat merasa bosan jika berada di dalam kelas. Oleh karenya seorang guru diharapkan menjadi sosok menajer yang mampu untuk mengelola kelas dengan baik, sehingga tercipta iklim kelas yang kondusif dan menyenangkan. Tetapi, dalam kenyataan yang ada, seringkali ditemukan sosok guru yang tidak mampu mengelola kelas dengan baik, dan bahkan sering melakukan kesalahan-kesalahan, baik itu dalam pengaturan kelas maupun dari cara mengajar atau yang lainnya. Hal tersebut antara lain :
    - Menghukun dengan hukuman yang tidak mendidik
    Semua bentuk hukuman sebenarnya bertujuan untuk memberikan efek jera kepada si pelaku, tapi hukuman yang paling tepat diberikan kepada siswa adalah hukuman yang tidak membodohkan. Tetapi serring kali seorang guru memberikan hukuman yang justru mebuat pembodohan pada siswanya. Bentuk hukuman tersebut anatara lain : tidak mengizinkan siswanya untuk masuk kelas karena tidak membuat PR, ataupun karena terlambat masuk ke kelas.
    - Gaya Mengajar yang membodohkan siswa
    Sering kali siswa mengalami keterpaksaan dalam belajar karena tuntutan dari gaya mengajar seorang guru, padahal seharusnya guru lah yang harus mengikuti gaya belajar siswa-siswinya. Banyak guru yang beranggapan bahwa siswa adalah bagaikan gelas kosonng yang bisa diisi air sampai penuh, sehingga didalam kelas yang dilakukannya adalah berceramah terus menerus. Padahal gaya mengajar yang seperti ini sangat membuat siswa cepat merasa bosan.
    - Manipulasi Nilai
    Bukan menjadi rahasia umum tentang sebuah manipulasi nilai yang dilakukan oleh guru. Banyak alasan kenapa guru melakukan hal tersebut, yaitu atas dasar kasihan, kedekatan dengan siswa, bahklan karena mendapat sosokan dari orangtua siswa.
    Maish banyak kesalahan-keslahan lain yang sering dilakukan, tetapi secara garis besar, saya gambarkan dengan ketiga hal tersebut.

    BalasHapus
  69. idah nurholilah pbi/314 Desember 2012 13.18

    Idah nurholilah
    pbi/3.

    berdasarkan pada pengalaman saya ketika mengajar,saya melihat tidak sedikit para guru itu ketika akan mengajar,tanpa mempersiapkan diri sebelumnya. Mereka biasanya cukup dengan membuka buku yang tersedia di meja. Lalu dengan mengajar secara monoton dan kurang memperhatikan muridnya dalam proses belajar. para guru biasanya beranggapan bahwa guru lah yang lebih tahu dan mengerti di banding muridnya. para guru lebih mengacu kepada silabus pembelajaran dan sedikit memahami tingkat pemahaman muridnya dalam belajar. Apalagi dengan kondisi guru yang kebanyakan sudah berusia lanjut, para guru mengajar se enak nya sendiri.Kurang DISIPLIN,dan sering saya lihat para guru meninggalkan kelas. Hanya ini yang bisa saya sampaikan,dan saya selalu berdo'a semoga calon guru STIKIP tidak seperti itu. karena menjadi guru itu adalah sebuah panggilan hati dari ALLAH SWT teruntuk orang-orang yang AMANAH.amien.

    BalasHapus
  70. Idah nurholilah
    prodi : bahasa inggris/3
    NIM : 40111011

    berdasarkan pada pengalaman saya ketika mengajar,saya melihat tidak sedikit para guru itu ketika akan mengajar,tanpa mempersiapkan diri sebelumnya. Mereka biasanya cukup dengan membuka buku yang tersedia di meja. Lalu dengan mengajar secara monoton dan kurang memperhatikan muridnya dalam proses belajar. para guru biasanya beranggapan bahwa guru lah yang lebih tahu dan mengerti di banding muridnya. para guru lebih mengacu kepada silabus pembelajaran dan sedikit memahami tingkat pemahaman muridnya dalam belajar. Apalagi dengan kondisi guru yang kebanyakan sudah berusia lanjut, para guru mengajar se enak nya sendiri.Kurang DISIPLIN,dan sering saya lihat para guru meninggalkan kelas. Hanya ini yang bisa saya sampaikan,dan saya selalu berdo'a semoga calon guru STIKIP tidak seperti itu. karena menjadi guru itu adalah sebuah panggilan hati dari ALLAH SWT teruntuk orang-orang yang AMANAH.amien.

    BalasHapus
  71. Isna Fahimatul K
    PBI 3/ 40111014

    Berdasarkan buku yang saya baca, terdapat beberapa kesalahan-kesalahan yang dilakukan oleh guru saat proses belajar mengajar seperti berikut ini ;
    1. Suara tidak jelas
    dalam mempresentasikam materi, suara harus jelas. Jika volume rendah, murid yang duduk dibelakang tidak bisa mendengar penjelasannya, akibatnya murid tidak bisa menangkap pesan yang disampaikan dan murid akan mengalihkan perhatian pada hal-hal dilain pelajaran.
    2. Kata-kata yang membingungkan
    Dalam menyampaikan materi pelajaran terkadang guru menggunakan kata-kata/istilah yang asing/ baru terdengar bagi para siswa namun tidak dijelaskan maksud atau arti dari kata tersebut.Sehingga murid tidak bisa menangkap makna sesungguhnya yang disampaikan oleh guru tersebut.
    3.Komunikasi satu arah
    Kesalahan yang lain yang dilakukan oleh guru dalam mengajar adalah KOMUNIKASI SATU ARAH karena tidak ada umpan balik hanya guru yang aktif dalam proses pembelajran sedangkan murid hanya terdiam,pasif,/tidak ada interaksi (tanya jawab) serta siswa merasa bosan dalam hal ini.
    4. Tidur di kelas
    Suasana kelas yang tidak kondusif mengakibatkan pembelajaran kurang berhasil ada yang berhenti mengerjakan tugas dan bermain-main,terlepas dari itu mungkin beliau kurang tidur/ kelelahan namun itu sangat fatal.
    5. Berpakaian idak rapi
    Pakaian bisa berpengaruh terhadap citra dari diri seseorang, pakian rapi dan sopan,memancarkan cahaya keindahan,mencerminkan kepribadian dan jati diri yang baik sedangkan pakaian semrawut dapat menunjukan betapa buruknya dan semrawut kepribadian dan jati diri seseorang.
    Daftar Pustaka
    Rahman,Arif Masykur.2011.KESALAHAN - KESALAHAN FATAL YANG SERING DILAKUKAN GURU DALAM KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR.Jogjakarta:DIVA Press

    BalasHapus
  72. Nama :Heni Wahuningaih
    NIM :40211139
    Prodi:PGSD4/3


    Menurut saya kesalahan-kesalahan yang sering d lakukan guru dalam kelas yaitu:
    1. guru sering membelakangi muridnya ketika guru sedang menuliskan materi di papan tulis,sehingga anak anak tidak fokus dalam pembelajaran,seharusnya guru menyuruh muridnya melakukan sesuatu/mengerjakan soal agar muridnya dalam kelas tidak bermain sendiri.
    2.Tulisan guru yang terlalu kecil/kuran jelas di papan tulis,sehinnga anak-anak kurang memahami
    3.Cara menyampaikan materi yang terlalu cepat,di tambah dengan suara guru yang terlaluh kecil/kurang keras,ini membuat siswa malas untuk belajar dan tidak fokus dalam mendengarkan materi
    4.Lamanya waktu yang di tinggal kan guru saat proses belajar mengajar,sehingga siswa yang dalam kelas hanya bermain-main bahkan ada yang keluar dari kelas
    5.Seringnya guru memberikan tugas-tugas yang di berikan untuk muridnya di luar kelas(PR),dan dikumpulkan,namun jarang sekali guru mengoreksi tugas-tugas tersebut dan mengembalikan kemuridnya.pembelajaran seperti ini sangat merugikan muridnya
    6.biasanya guru hanya menyukai murid yang pintar/anak orang kaya,sehingga siwa yang lain berfikir bahwa guru tersebut pilih kasih
    7.Guru didak dapat menguasai materi yang di sampaikan dan tidak bisa menerangkan,sehingga guru masih terpacu untuk melihat buku
    8.guru tidak bisa menguasai keadaan dalam kelas
    9.Guru kurang memahami karakter siswanya
    10.Cara guru dalam berpakaian yang tidak rapi,masih banyak guru yang berpakain mini tidak berjilbab sehingga bisa mempengaruhi siswanya.

    BalasHapus
  73. Nama : Deka Liswiana
    Nim : 40211130
    Prodi : PGSD 4 / 3

    1. Mengajar Secara Monoton
    Pada hakikatnya,guru yang mengajar secara monoton tidak mengetahui atau tidak memiliki berbagai variasi berbagai metode,teknik,pendekatan,dan konsep dalam kegiatan belajar-mengajar sehingga semuanya yang digunakan selalu sama atau tidak pernah berubah.Maka,tak heran yang mengajar secara monoton sangat membosankan bagi muridnya.
    2. Tidak Disiplin
    Disiplin sangat berkaitan dengan adanya aturan atau tata tertib.Jadi,guru yang disiplin dapat diartikan sebagai guru yang mentaati aturan yang dibuat oleh sekolah.Sebaliknya,guru yang tidak disiplin adalah guru yang sering kali melanggar aturan yang dibuat oleh sekolah.Sekolah yang tidak mempunyai tata tertib akan membuat guru dan murid di sana tidak akan pernah memakai istilah disiplin.
    3. Sering Bolos
    Anak-anak bolos bukan karena malas belajar,melainkan guru mereka bolos mengajar.Menjadi sesuatu yang lazim ketika guru bolos mengajar,murid pun bolos belajar.Padahal guru sering memberi ancaman kepada murid yang sering bolos,seperti ancaman nilai raport rendah,tidak naik kelas,akan di hukum di depan teman-teman sekelasnya,dan lain-lain.Namun,ketika guru yang bolos,tidak ada sanksi sama sekali terhadap guru.Ini merupakan contoh ketidakadilan yang paling nyata dalam proses kaderisasi anak bangsa dalam pendidikan.
    4. Berpakaian Tidak Rapi
    Seorang guru, selain punya tugas mengajar dan mendidik,juga bertugas memberikan contoh berpakaian yang baik kepada seluruh muridnya.Contoh pakaian yang baik adalah pakaian yang rapi dan sopan,yang sesuai dengan kebiasaan dinegara kita.Penting untuk diingat,pakaian yang rapi dan sopan,selain memancarkan cahaya keindahan,juga mencerminkan keperibadian dan jati diri yang baik.Sebaliknya,pakaian yang semrawut dapat menunjukan betapa buruk dan semrawutnya kepribadian dan jati diri seseorang.

    5. Duduk di Atas Meja Ketika Mengajar
    Guru yang duduk diatas meja ketika mengajar telah melanggar etika dan dapat dikatakan tidak menghargai muridnya.Jika guru ingin dihargai oleh muridnya,ia juga harus menghargai muridnya.Bahkan di anjurkan untuk menghargai murid terlebih dahulu.Kemudian,boleh meminta dihargai.Alasanya,murid masih belum tahu tentang itu, dan gurulah yang harus memberikan contoh.

    6. Menganggap Diri Paling Pandai
    Suasana belajar mengajar terasa kaku.Murid tidak banyak memberi komentar,mengungkapkan ide,pemikiran,aataupun kritikan terhadap sang guru.Hal ini terjadi karena setiap kali murid mengungkapkan ide dan pemikiran yang berbeda selalu disalahkan oleh sang guru.Tidak pernah sekali pun sang guru mengapresiasi pemikiran muridnya.Segala sesuatu yang disampaikan oleh sang guru merupakan kebenaran mutlak yang tidak bisa di ganggu gugat.Sang guru selalu merasa paling benar atau tidak pernah merasa salah sedikit pun dalam aktivitas belajar mengajar.

    Referensi : Rahman Masykur Arif.2011.Kesalahan-Kesalahan Fatal Paling Sering di Lakukan Guru dalam Kegiatan Belajar Mengajar.Jogjakarta.DIVA Press.

    BalasHapus
  74. NAMA : Iza N M
    PRODY: PBI 3
    Guru ideal tidak lepas dari penilaian murid.Untuk itu, seorang guru ideal harus mendengarkan anspirasi murid agar perilakunya disenangi murid.Harmonisai hubungan guru-murid sangat penting untuk efektivitas pembelajaran yang dinamis dan progresif.
    Beberapa hal-hal yang dibenci murid dari gurunya :
    a. Pilih Kasih (Tidak Adil)
    Seorang guru tidak boleh bertindak pilih kasih dalam masalah apapun. Sikap seprti ini akan membuat kebijakan guru tidak dihormati murid-muridnya. Pandang semua murid sebagai anak yang harus dicintai dan diperlakukan samademi mempersiapkan masa depan mereka dengan baik. Tindakan pilih kasih adalah tindakan yang tidak adil dan mencerminkan sikap arogan dari guru yang bersangkutan.Sikap seprti inilah yang harus di hindari guru.

    b. Suka Memberi PR Tanpa Mengoreksi
    Dalam hal ini guru harus konsisten terhadap tugas yang diberikan kepada muridnya dengan meluangkan waktu untuk mengoreksi PR yang diberikan kepada mereka. PR (pekrjaan rumah) bias membuat murid rajin belajar dirumah. Mereka akan mengatur waktunya untuk mengerjakan PR yang diberikan guru. Namun, ketika kesungguhan mereka ternyata di sia-siakan oleh gurunya, mereka akan merasa tidak dihargai dan mengapresiasi keseriusan mereka dalam mengerjakan tugas, ini dapat membuat murid malas untuk mengerjakan PR.

    c. Berkata Kasar
    Guru yang berkata kasar dalam memberi nasehat, motifasi, dan dalam setiap bimbingan maka tidak akana ada efektifitas dalam pembelajaran yang dilakukan. Murid akan mencemooh dan mengolok-olok guru yang berkata kasar.
    Seharusnya, guru berkata halus, memikat, dan penuh perhatian.Walaupun murid bersikap menjengkelkan, tetapi guru sebagai orang tua harus bersikap dewasa dan sabar terhadap murid-muridnya.Itulah keteladanan guru dalam sikap yang sesuai dengan anjuran agama dan nilai-nilai luhur pancasila.

    d. Suka Menyuruh
    Hubungan guru dengan murid adalah hubungan fungsional akademik.Urusan mereka berkisar pada pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, skills, attitude, dan profesionalisme.Di luar itu, guru berfungsi sebagai pengasuh dan pendidik yang memberikan keteladanan yang baik bagi murid-muridnya.
    Sikap guru yang suka memerintah di kelas sangat tidak patut. Murid-muridnya akan menganggap gurunya sebagai penguasa otoriter yang bertindak egois.

    e. Menghukum Semena-mena
    Menghukum murid harus didasri dengan kasih saying, kebijaksanaan, dan kearifan.Jangan di dasari oelh kebencian, permusuhan, dan emosi yang tidak terkendali. Guru adalah pembimbing spiritual murid, sehingga sikap perilakunya harus konsisten dengan statusnya sebagai pembimbing moral dan spiritual.
    Jika guru menghukum muridnya dengan tindakan yang semena-mena, akan menimbulkan kemarahan murid kepada gurunya. Seharusnya, guru menghukum dengan di dasari kasih saying, guru akan menghindari cara-cara di luar batas kewajaran. Guru akan menghukum muridnya dengan hal-hal positif yang bias meningkatkan kemampuan dalam integritas moralnya.

    f. Cuek di Dalam dan Luar Kelas
    Guru yang senang menyapa murid-muridnya akan di cintai murid.Tersenyum dan menanyakan kabar adalah sikap yang sangat baik untuk merekatkan hubungan guru dan murid.Jika guru bersikap cuek dengan muridnya, baik di dalam maupun di luar kelas, maka murid agan segan dan malas jika harus mengunjungi ke rumah guru tersebut.Mereka merasa guru tidak memberikan perhatian psokologis.

    g. Susah Di Mintai Tolong
    Senang menolong murid-murid harus menjadi salah satu karakter seorang guru. Kalau guru susah di mintai tolong, dan menyuruhmuridnya untuk menyelesaikan masalah sendiri tanpa menyusahkan pihak lain, maka sikap guru semacam ini dapat menyakiti perasaan murid.

    BalasHapus
  75. Nama : Hery ana ary lestary
    Nim : 40211141
    Prodi: PGSD4

    Kesalahan Guru Dalam Mengajar :


    1.Ketika mengajar, guru tidak berusaha mencari informasi, apakah materi yang diajarkannya sudah dipahami oleh siswa atau belum.

    2.Dalam proses belajar mengajar guru tidak berusaha mengajak berpikir kepada siswa. Komunikasi bisa terjadi satu arah, yaitu dari guru ke siswa. Guru menganggap bahwa bagi siswa menguasai materi pelajaran lebih penting dibandingkan dengan mengembangkan kemampuan berpikir.

    3.Guru tidak berusaha mencari umpan balik mengapa siswa tidak mau mendengarkan penjelasannya.

    4.Guru menganggap bahwa ia adalah orang yang paling mampu dan menguasai pelajaran dibandingkan dengan siswa. Siswa dianggap sebagai ” tong kosong ” yang harus diisi dengan sesuatu yang dianggapnya sangat penting.
    Jadi, dengan demikian dalam era informasi sekarang ini, seharusnya telah terjadi peruahan peranan guru. Guru tidak lagi berperan sebagai satu-satunya sumber belajar ( learning resources ), akan tetapi lebih berperan sebagai pengelola pembelajaran ( manager of instruction ). Dalam posisi semacam ini bisa terjadi guru dan siswa saling membelajarkan. Salahkah kalau guru belajar dari siswa

    Adapun kesalahan lain seorang guru sebagai berikut :
    1. Berpikir Egosentris
    2. Peka Terhadap Perubahan Suasana Kelas
    3. Komunikasi tidak efektif
    4. Mengajar tanpa persiapan
    5. Tidak melakukan evaluasi menyeluruh

    BalasHapus
  76. Nama : Faiqohtul Faoziah Rahmawati
    NIM : 40111010
    Prodi : PBI 3/4


    Dalam dunia pendidikan, guru merupakan faktor yang paling utama dan penting, karena pada hakikatnya guru adalah orang yang ikut andil bertanggungjawab terhadap perkembangan jasmani dan rohani peserta didik, terutama di sekolah. hal ini bisa diartikan bahwa guru adalah orang tua kedua peserta didiknya. namun dalam prakteknya, guru seringkali kurang sadar akan kesalahan-kesalahannya dalam mengelola kelas, padahal, pengelolaan kelas adalah salah satu faktor suksesnya pembelajaran. Berikut ini adalah beberapa kesalahan-kesalahan guru dalam mengelola kelas menurut saya berdasarkan pengalaman saya dan rekan-rekan, antara lain:
    1. CTL
    CTL disini bukan berarti contekstual teaching and learning, namun CTL merupakan catat tinggal lunga. Saya masih bisa merasakan betul ketidak efektifan proses pembelajaran tersebut, ketika guru menggunakan metode tersebut, penjelasan pun seringkali tak ada sama sekali. Hal ini bisa menjadi salah satu gagalnya suatu proses pembelajaran, hingga tujuannya pun tak tercapai

    2. kurang komunikatif
    hal ini dimaksudkan, guru kurang memperdulikan suasana kelas, beliau lebih banyak berkutat dengan penjelasannya yang sangat tidak interaktif, seperti berbicara untuk dirinya sendiri, hingga akhirnya peserta didik pun acuh tak acuh, seperti mendengarkan tapi sebenarnya tidak.

    3. egois
    tak sedikit guru yang sadar atau tidak sadar membuat hati peserta didiknya menciut, salah satu contoh realnya adalah jika menyalurkan pendapat selalu saja disalahkan tanpa ada klarifikasi berdasarkan fakta atau penelitian para ahli, seakan-akan beliaulah yang paling benar.

    4. tidak mengintrospeksi diri
    sebaiknya ada kalanya guru mengintrospeksi diri, jangan menunggu nilai peserta didiknya hancur baru mengintrospeksi diri. Supaya kedepannya bisa lebih baik lagi.

    dengan penuh rasa hormat, maafkan saya jika ada kata-kata yang kurang berkenan. Namun saya menyadari, guru juga manusia, yang pasti ada lebih dan kurangnya.

    BalasHapus
  77. Nama: Yeni Ayu Rahmawati
    NIM : 40311025
    Prodi: P. Mat /3
    Assalamualaikum.
    Menurut saya kesalahan- kaselahan yang dilakukan Ketika Guru Mengelola Kelas ialah

    1. Seorang guru yang tidak menguasai dalam materi yang akan di sampaikan. Hal dapat menyusahkan tentunya dalam proses belajar. Dan kesalah ini dapat menghambat dalam pengolahan kelas

    2. Seorang guru yang menyampaikan materi dengan cara yang monoton. Hal ini akan mendapat perhatian hanya beberapa menit, setelah itu siswa dalam sibuk sendiri. Dan pengolahan kelas ini merupakan kesalahan guru dalam berkomunikasi dengan siswa.

    3. Kesalahan dalam merespon kepada peserta didik. Mengecilkan pendapat atau jawaban siswa di depan siswa yang lain membuat minat belajar siswa tersebut menurun bahkan bisa mematikan.

    4. Seorang guru yang tak mau kritik dan saran dari peserta didik. Hal ini berhubungan dengan anggapan bahwa guru tersebut lebih baik dari siswanya sehingga ia merasa paling pandai. Namun hal ini merupakan kesalahan guru dimana ia nantinya akan semena-mena dalam pengolahan kelas sesuai kehendaknya. Padahal kritik dan saran dapat membangun, memberbaiki cara kerja guru dalam mengolah kelas, tentunya kritik dan saran yang membangun pula.

    5. seorang guru harus peka terhadap situasi dalam kelas, kapan ia akan menyampaikan dengan cepat kapan ia akan menyampaikan dengan perlahan. Jika seorang guru tak peka terhadap situasi kelas, terhadap peserta didik, proses pembelajaran akan sulit tersampaikan. sehingga tidak ada timbal balik dari siswa sendiri. hal ini merupakan kesalahan dalm pengolahan kelas.

    6. seorang guru yang tidak melakukan evaluasi belajar. Hal ini dapat membuat guru tidak tahu perkembangan belajar sisiwa.

    7. Monoton dalam mengajar. misalkan hanya pemberian materi saja padahal harus didukung praktek juga. ini membuat jenuh siswa. atau sebaliknya.

    8. tidak memanfaatkan sarana prasarana yang ada. Jika ada sarana dan prasarana yang dapat menunjang proses belajar tapi tidak digunakan, tentu amat disayangkan hal ini menjadi kesalahan guru dalam mengolah kelas. misalkan pihak sekola menyediakan laptop dan LCD namun ia tidak dapat menggunakan sedangkan sarana itu sangat membantu dalam proses belajar.

    Demikian pendapat dari saya tentang kesalahan-kesalahan yang sering dilakukan oleh seorang guru dalam mengelola kelas. Terimakasih
    Wassalamualaikum.

    BalasHapus
  78. Nama: Nidya Gita Mutiara
    NIM: 40111023
    Prodi: PBI/3

    Menurut saya ada beberapa kesalahan umum yang dilakukan guru dalam mengelola kelas, antara lain:
    1. Tidak adanya pendekatan psikologis terhadap siswa. Banyak guru cenderung memandang siswa berdasarkan apa yang nampak, sehingga siswa yang tidak mengerjakan PR, yang sok cari perhatian, yang susah diatur dianggap siswa yang bandel dan tidak baik. Padahal kondisi seperti itu sangat mungkin dilatar bealakangi oleh permasalahan-permasalahan lain yang siswa alami di luar kelas, sehingga guru perlu melakukan pendekatan dari hati ke hati.
    2. Guru terlalu terpaku pada kurikulum yang sudah tersusun, sehingga ia tidak bisa melakukan inovasi dalam mengajar. Guru hanya menjalankan apa yang sudah ditetapkan pada kurikulum. Hal ini berdampak pada kejenuhan siswa, dan kurang maksimalnya materi yang diserap.
    3. Guru tidak kreatif dalam menghadapi situasi kelas. Guru yang tidak kreatif selalu mengajar dengan cara yang sama disegala situasi dan bersifat monoton. Padahal adakalanya situasi kelas tenang dan adakalanya gaduh. Kadang siswa semangat, dan kadang pula siswa tidak bergairah.

    Disinilah kreatifitas guru diperlukan untuk menciptakan cara-cara tertentu secara spontan agar permasalahan demikian dapat teratasi.

    BalasHapus
  79. Nama : Devris Indra Yanuar
    NIM : 40111005
    Prodi: Pendidikan Bahasa Inggris / 3

    Mungkin karena saya belum pernah mengajar, sehingga saya kurang tahu tentang bagaimana mengelola kelas yang baik, Oleh karena itu saya hanya mengacu pada referensi yang saya baca, yaitu pada buku yang Berjudul SUPER TEACHER ( Abdullah Munir : 2010 ) dan pendapat saya berdasarkan referensi yang telah saya baca, ada beberapa kesalahan-kesalahan yang sering dilakukan oleh seorang guru dalam "Mengelola Kelas", yaitu :
    a.Penjelasan guru kurang dipahami
    b.Guru dalam mengajar masih monoton
    c.Guru tidak melibatkan siswa aktif dalam proses pembelajaran
    d.Guru tidak menggunakan metode yang tepat
    e.Guru tidak menggunakan pendekatan yang sesuai dengan kreatifitas siswa.

    BalasHapus
  80. Nama : Ari Irawan
    Prodi : PGSD 3/3
    NIM : 40211084
    Kesalahan Guru dalam Pengelolaan Kelas
    Pembelajaran yang efektif terwujud dalam perubahan perilaku peserta didik baik sebagai dampak instruksional maupun dampak pengiring. Proses pembelajaran berlangsung dalam suatu adegan yang perlu ditata dan dikelola menjadi suatu lingkungan atau kondisi belajara yang kondusif.
    Lingkungan belajar dikembangkan dan dipelihara dengan memperhatikan faktor keragaman dan perkembangan peserta didik. Manajemen kelas dikembangkan dilakukan dengan berbagai tahap agar kegiatan pengelolaan kelas dapat berjalan dengan lancar. Terkadang timbul masalah-masalah yang dilakukan oleh Guru dalam pengelolaan kelas. Menurut Saya, kesalahan tersebut diantaranya yaiut :
    1. Guru yang memasang muka dan sikap ketus terhadap siswanya. Atau yang sering siswa katakan dengan sebutan “Jutek”. Kemudian juga cuek terhadap perkembangan dan kondisi yang sedang terjadi pada siswanya. Jadi guru tersebut hanya fokus dengan pekerjaanya sebagai guru, tidak memperhatikan kondisi yang sedang terjadi pada siswanya.
    2. Datang terlambat.
    Salah satu gruru mengatakan pada siswanya bahwa siswa itu tidak boleh terlambat. Jika terlambat nanti akan mendapatkan poin. Semua sekolah tentunya membuat peraturan tersebut. Yang apabila terlambat nanti siswa akan mendapatkan hukuman. Tapi kita lihat, secara realitanya ternyata yang sering datang terlambat adalah guru. Sehingga dengan terlambatnya Guru tersebut jam pelajaran akan menjadi berkurang akibatnya siswa tidak mendapatkan materi pelajaran sepenuhnya. Ini dapat mengganggu kegiatan pengelolaan kelas. Peraturan yang dibuat oleh para guru yang diterapkan untuk siswanya, malah dilanggar oleh mereka sendiri. Bagaimana tidak para siswa datang terlambat apabila gurunyapun datangnya terlambat. Bagaimana jadinya siswa tersebut apabila peraturan yang telah dibuat oleh guru malah dilanggar oloeh guru tersebut. Bukankah apabila akan menerpakan suatu peraturan hendaknya guru terlebih dahulu memberi panutan kepada siswanya agar tidak terlambat. Tetapi malah guru yang harus mencontoh pada para siswa.
    Itu namanya guru yang tidak profesional. Guru itu harusnya di gugu dan ditiru, bukan malah meniru.
    3. Marah-marah pada siswa tanpa sebab.
    Menurut saya untuk kesekian guru yang tidak profesional adalah guru marah-marah pada murid tanpa sebab. Guru selalu membawa masalah yang terjadi diluar dibawa dalam suatu lingkungan pembelajaran. Diamana dampaknya siswa menjadi bahan pelampiasan akan apa yang semuanya telah terjadi. Siswa paling tidak menyukai jika ada Guru yang seperti itu. Seharusanya guru dapat bersikap profesiona dan dapat menempatkan diri.

    BalasHapus
  81. Nama : Nuryatul Khikmah
    40111026
    PBI/3

    kesalahan-kesalahan guru dalam proses belajar mengajar :

    1. komunikasi tidak efektif
    komunikasi dalam kegiatan belajar mengajar diharapkan berlangsung seefektif mungkin sebab komunikasi yang berjalan secara efektif dapat meningkatkan prestasi belajar mengajar.

    2. berpakaian tidak rapi
    pakaian yang rapi dan sopan, selain memancarkan cahaya keindahan juga mencerminkan kepribadian dan jati diri yang baik. sebaliknya pakaian yang semrawut dapat menunjukan betapa buruk dan semrawutnya kepribadian dan jati diri seseorang.

    3. mengubah perolehan nilai murud
    guru berbuat curang dengan merendahkan nilai rapot murid karena guru membencinya, menunjukan bahwa guru menerapkan metode mengajar satu arah dalam artian murid hanya dianggap sebagai penerima transfer pengetahuan dari guru.

    referensi buku : Masykur Arif Rahman. judul buku : kesalahan-kesalahan fatal paling sering dilakukan guru dalam kegiatan belajar mengajar.

    BalasHapus
  82. Nama : Sri Mulyani Azizah
    NIM : 40111030
    Prodi : PBI/3

    Bismillahirohmanirrohim ......

    Guru sepatutnya menjadi sosok panutan bagi para muridnya. sehingga, patut ditiru tingkah lakunya ketimbang mengikuti kelakukan para artis yang kerap tampil di layar kaya. Guru dengan kesahajaannyamerupakan poin plus seorang pendidik, disamping penguasaannya terhadap berbagai ilmu pengetahuan tentunya.
    Tapi, alangkah tidak idealnya jika seorang guru memperlihatkan perilaku-perilaku yang tidak pantas di hadapan muridnya. bukan hanya satu dua hal saja, tapi lebih dari itu.

    Hal-hal yang tidak patut di perlihatkan oleh seorang guru kepada murinya, yaitu :

    1. Mengajar Seraya Bermain Handphone
    Guru yang memainkan HP saat mengajar merupakan contoh orang yang menggunakan teknologi berupa HP di tempat dan waktu yang tidak tepat, kecuali HP digunakan oleh guru berkaitan dengan kegiatan belajar mengajar.
    Ciri guru yang sering kali memainkan HP saat kegiatan belajar mengajar, yaitu :
    pertama, di tangan kiri atau kanan sang guru ada HP yang di pegang. Tujuan HP di pegang agar lebih memudahkan untuk melihat pesan atau telepon yang masuk.
    kedua, ekspresi guru yang memainkan HP saat mengajar tidak fokus pada kegiatan belajar mengajar.
    ketiga, nada HP tidak aktifkan.
    keempat, ekspresi seorang guru yang memainkan HP berubah-ubah.

    2. Tidak Disiplin
    Disiplin sangat berkaitan dengan adanya aturan atau tata tertib. jadi seorang guru yang disiplin dapat diartikan sebagai guru yang menaati aturan yang dibuat oleh sekolah. sebaliknya, seorang guru yang tidak disiplin adalah guru yang sering kali melanggar aturan yang dibuat oleh sekolah. sekolah yang tidak mempunyai tata tertib akan membuat guru dan murid tidak akan pernah memakai istilah disiplin. istilah disiplin akan dipakai untuk melihat komitmen guru dan murid ketika sekolah mempunyai tata tertib yang disepakati bersama untuk diikuti demi mencapai sesuatu yang di harapkan.
    3. Sering Bolos.
    Di Indonesia khususnya para PNS banyak sekali yang sering memboloskan diri dari jam belajar. mereka dengan seenaknya sendiri melakukan hal tersebut tanpa mempunyai rasa salah. mengingat seorang guru yang PNS itu masuk tidak masuk tetap di gaj. Sungguh sangat ironis dan itu merupakan salah satu kesalahn yang banyak di lakukan oleh guru.
    4. "Membocorkan" Rahasia Ujian.
    setiap tahun seorang guru berlomba-lomba untuk mendapatkan jawaban ujian untuk peserta didiknya khusunya ketika musim ujian tiba. banyak dari mereka bahkan kepala sekolahnya sendiri yang berani membuka soal padahal kita tahu bahwa soal itu bersifat RAHASIA. akan tetapi hal tersebut sangat lah lumrah.
    5. Diskriminatif
    Banyak sekali guru yang bersifat demikian. dan maksud Diskriminatif itu pilih kasih. dan kebanyakan guru hanya mendekati seorag murid yang cantik dan pintar. kenapa sifat itu harus ada ??????? apakah sifat itu merupaka hal yang lumrah ???

    BalasHapus
  83. devi ayu pratiwi
    40211131
    PGSD4 / 3
    Kesalahan guru dalam mengelola kelas
    Menurut pengalaman adalah
    1.Guru tersebut belum mempunyai ketrampilan mengelola kelas dengan baik
    2.Guru tersebut terlalu pendiam
    3.Guru tersebut belum pernah mengajar di sekolah yang bersangkutan (guru baru)

    BalasHapus
  84. Nurul Fauziah
    40111025
    PBI/3


    Menurut Referensi yang saya Baca ,ada beberapa kesalahan - Kesalahan Guru dalam mengelola kelas,antara lain :

    1. Mengajarkan permusuhan dan kebencian
    Sebenarnya Guru bermaksud baik ,dengan melarang Murid berteman dengan anak yang tidak sekolah.Tujuan ,agar Murid tidak terbujuk untuk tidak sekolah akan tetapi,juka ditelaah lebih dalam larangan ini berisi permusuhan dan kebencian terhadap orang lain
    2. Tidak peduli dengan presensi Murid
    Alasan apapun dari seorang Guru, yang mau membenarkan ketidak pedulianya terhadap resensi Murid,tidaklah bisa dibenarkan.sebab Tugas Guru bukan hanya mengajar,melainkan juga Menjaga dan bisa memotifasi Murid untuk selalu aktif mengikuti kegiatan belajar mengajar.
    3. Tidak memperhatikan perbedaan individu
    Guru yang tidak memperhatikan individual Murid akan mengajar sekehendak hatinya padahal,dalam proses belajar m engajar Guru tidak hanya bertugas mentransfer ilmu pengetahuan,melainkan juga memahami daya tangkap dan daya serap serta motivasi belajar Muridnya.
    4. Tidak Bisa Mengoperasikan Media pembelajaran
    Media pembelajaran dapat diartikan sebagai metode atau teknik yang menggunakan alat atau bahan guna memberikan pemahaman kepada murid dalam kegiatan Belajar Mengajar.
    Referensi Masykur Arif Rahman

    BalasHapus
  85. Nama : Janatin
    NIM : 40111017
    Prodi : PBI Semester 3


    Menurut Referensi yang saya baca dan juga pengalaman mengajar Home to Home,ada beberapa kesalahan - kesalahan Guru dalam mengelola kelas,yaitu :
    a) Tidak memahami tentang penyajian pelajaran dengan pembukaan yang lancar dan kecepatan yang tepat
    b) Kurang menyadari kebutuhan anak didik dan memiliki kemampuan dalam memberi petunjuk secara jelas kepada anak didik
    c) Campur tangan yang berlebihan. Jika guru terlalu mencampuri peserta didik, misalnya memberi interupsi, pertanyaan, tugas mendadak pada saat peserta didik sedang asyik mengerjakan tugas, akan menimbulkan kegiatan terganggu dan peserta didik merasa guru terlalu mencampuri.
    d) Kesenyapan. Saat guru menjelaskan atau memberikan intruksi lain kepada peserta didik, kemudian tiba-tiba guru menghentikannya dalam waktu yang lama karena kemungkinan guru lupa, tidak paham atau tidak menguasai materi sama sekali. Dapat menimbulkan pikiran peserta didik mengawang-ngawang dan hal ini harus dihindari
    e) Bertele-tele. Adalah sikap guru yang sering mengulang-ngulang suatu hal tertentu atau memperlebar masalah kecil dapat menyebabkan peserta didik bosan.
    f) Pengulangan penjelasan yang tidak perlu. Adakalanya guru tidak efisien dalam memberikan penjelasan, sering mengulang-ngulang suatu penjelasan atau satu penjelasan yang dapat diberikan kepada seluruh kelas malah disampaikan pada tiap-tiap peserta didik perorangan atau pada kelompok.
    g) Kurang adanya strategi remedial yang lebih komprehensif yang dapat digunakan dalam hubungannya dengan masalah tingkah laku anak didik yang muncul di dalam kelas.
    h) Kurang merespon secara efektif terhadap tingkah laku anak didik yang mengganggu.
    i) Penyimpangan.Guru malah asyik menceritakan pengalaman hidupnya yang tidak ada kaitannya dengan bahan yang akan disampaikan.
    j) Ketidaktepatan memulai dan mengakhiri kegiatan. Proses belajar mengajar yang tidak direncanakan secara matang dapat menimbulkan kekacauan struktur atau prosedur. Hal ini dapat membingungkan peserta didik.
    Referensi : Mulyani dan Johar, 1988 )



    BalasHapus
  86. Name: M. Arif Budiyanto
    NIM: 40111019
    Prodi: PBI 03
    kesalahan-kesalahan guru dalam pengelolaan kelas diantaranya sebagai berikut:
    1. mengabaikan kode etik seorang guru, Menurut westby Gibson, kode etik guru dikatakan sebagai suatu statement formal yang merupakan norma (aturan tata susila) dalam mengatur tingkah laku guru
    2. mengulangi pertanyaan sendiri, bila guru mengulangi beberapa kali pertanyaan yang sama karena siswa tidak menjawab, maka proses belajar akan menjadi berkurang.
    3. tidak bisa beradaptsi dengan lingkungan, maka pentranseferan ilmu dalam proses belajar mengajar akan sia-sia
    4. yang dipuji dan ditunjuk hanya satu orang saja maka akan menimbulkan kecemburuan sosial, lebih baik selingilah dengan yang lain agar kelas terasa hidup.
    5. guru selalu menuntut menghafal pelajaran secara kontekstual, maka siswa akan lebih banyak menghafal dari pada memahami, selain itu pada ujian siswa akan lebih banyak membuat "contekkan" dan sangat membatasi pengembangan potensi siswa

    BalasHapus
  87. KESALAHAN GURU DALAM MENGAJAR

    1. Guru tidak menggunakan RPP sebagai pedoman dalam pelaksanaan pembelajaran. RPP adalah skenario pembelajaran yang dibuat oleh guru sebelum pelaksanaan pembelajaran dimulai.

    2. Guru tidak mempersiapkan alat bantu mengajar. Alat bantu mengajar sangat diperlukan untuk membantu guru dalam menjelaskan materi pelajaran, sehingga siswa mengetahui secara nyata melalui benda-benda yang nyata.

    3. Guru kurang memperhatikan kemampuan awal siswa. Pengetahuan ten tang kemampuan awal siswa diperlukan oleh guru untuk menetapkan strategi mengajar, bahkan untuk mengajukan pertanyaanpun diperlukan pemahaman tentang kemampuan awal siswa.

    4. Penggunaan papan tulis yang kurang tepat. Pada umumnya guru langsung memulai pelajaran tanpa menuliskan Pokok persoalan yang akan dibahas dan tujuan pembelajarannya.

    5. Tidak melaksanakan evaluasi. Dengan alasan kekurangan waktu seringkali guru tidak melaksanakan evaluasi terhadap apa yang telah dilakukan.

    BalasHapus
  88. nama : sri setya ningsih
    nim : 4021155
    prodi : pgsd4/3

    Kesalah guru dalam mengajar
    1. Berpikir Egosentris.
    Ini kesalahan paling mendasar yang benar-benar kurang disadari oleh guru. Kesalahan ini juga akan berdampak pada timbulnya kesalahan-kesalahan lain. Pernahkah Anda mendengar keluhan seperti ini, ak acceptable bagi siswa?
    2. Tidak Peka Terhadap Perubahan Suasana Kelas.
    Dalam proses pembelajaran, wajib hukumnya seorang guru mengendalikan kelas. Sepenuhnya! Hal ini penting agar proses pembelajaran berjalan lancar. Kita tahu bahwa kelas terdiri atas berbagai karakter.
    3.Komunikasi Tidak Efektif.
    Contoh komunikasi tidak efektif (guru ingin mengingatkan agar siswa mengerjakan PR yang diberikan), “Anak-anak, awas jangan lupa lho dengan PR kamu. Kamu kerjakan semuanya. Kalau kamu tidak mengerjakan PR kamu, maka besok tidak akan mendapatkan nilai dari bu guru
    4.Mengajar Tanpa Persiapan.
    Berbicara mengenai persiapan mengajar, saya teringat seorang teman yang berkata begini, “Ingin berhasil dalam mengajar, buat persiapan secara matang!” Persiapan mengajar itu ibarat skenario dalam film. Tidak akan ada film yang baik dan enak ditonton tanpa skenario yang baik. Begitu pula, tidak akan ada pembelajaran yang berhasil tanpa persiapan yang benar. Kebanyakan guru (kabarnya) enggan membuat persiapan secara benar. Akibatnya, pembelajaran di kelas berlangsung seolah tanpa arah. Padahal, guru itu seorang profesional. Salah satu ciri keprofesionalan seorang guru adalah menyusun perencanaan pembelajaran secara benar.

    BalasHapus
  89. DWI ELISA
    PBI/3
    40111007

    Berdasarkan referensi yang saya baca berikut kesalahn-kesalahan geuru dalam mengelola kelas :

    1.Mengambil jalan pintas dalam pembelajaran
    Tugas utama seorang guru adalah mengajar,dalam pengertian menata lingkungan agar terjadi proses kegiatan belajar-mengajar peserta didik.Namun banyak sekali seorang guru yang salah mengartikan hal tersebut.

    2.Mengabaikan perbedaan peserta didik
    Sering kali guru mengabaikan perbedaan peserta didik-nya,padahal setiap individu jelaslah sangat berbeda(kemampuan,kecerdasan,bakat,emosi)

    3.Merasa paling pandai
    kesalahn ini biasa-nya di sebabkan karena guru menganggap peserta didik-nya lebih muda jadi ia beranggapan bahwa kepandaiaan ataupun pengalaman peserta didik lebih rendah di bandingkan guru tersebut.

    BalasHapus
  90. MAEMUN SOBIROH
    PBI/3
    40111021


    Dalam kegiatan pembelajaran guru merupakan faktor yang utama yang dapat mempengaruhi semangat belajar siswa. jika seorang guru salah dalam mengelola kelas,bisa mengakibatkan semangat belajar siswa menurun.
    menurut pengalaman saya dulu ketika saya belajar disekolah baik SMA,SMP,maupun SD,kesalahan - kesalahan guru dalam mengelola kelas antara lain sebagai berikut:
    1. guru membawa masalah pribadinya
    ketika seorang guru terlibat masalah dengan keluarganya kemudian guru tersebut dalam mengajar tidak konsen,dan sering kali memarahi siswa dengan masalah yang sepele.
    2. mengambil jalan pintas dalam melaksanakan kurikulum
    sikap guru disini tidak memerhatikan kondisi siswa,dan kondisi kurikulum yang ada disekolah tersebut. guru bertindak semaunya sendiri,karena dengan mengambil jalan pintas kegiatan belajar akan cepat selesai.
    3. bersikap acuh
    dalam hal ini seorang guru membiarkan siswanya melakukan hal- hal yang tidak sesuai dengan kegiatan belajar. contoh ketika sedang dilakukan kegiatan belajar dengan materi ipa bab bagian tubuh,siswa A kemudian mengeluarkan kalimat yang tidak sewajarnya. namun seorang guru itu tidak memperdulikannya sama sekali. jangankan menegur mendengarkannya pun tidak.
    4.tidak disiplin
    dalam hal ini guru selalu datang terlambat ketika kegiatan pembelajaran berlangsung. tidak menghukum siswanya yang terlambat.selalu mengungulur-ulur waktu.
    5.memakasakan kehendak kepada siswa
    dalam hal ini guru memaksakan kehenndaknya kepada siswa,misalnya guru tersebut mewajibkan membeli buku ini dengan harga terbilang mahal. niat guru tersebut memang baik namun tidak memperdulikan kondisi siswa yang tidak mampu. jadi siswa yang tidak mampu itu merasa terbebani dengan adanya ketentuan tersebut.



    BalasHapus
  91. Nama :Udin Afipudin
    Nim :4021114
    Prodi :pgsd3/3
    1. Komunikasi Tidak Efektif. Contoh komunikasi tidak efektif (guru ingin mengingatkan agar siswa mengerjakan PR yang diberikan), “Anak-anak, awas jangan lupa lho dengan PR kamu. Kamu kerjakan semuanya. Kalau kamu tidak mengerjakan PR kamu, maka besok tidak akan mendapatkan nilai dari bu guru.” Kenapa tidak dikatakan saja seperti ini, “Anak-anak, ingat, kerjakan PR-mu. Semuanya! Besok Ibu nilai.” Bukankah bahasa yang kedua lebih irit, dan karenanya lebih efektif.
    2. Mengajar Tanpa Persiapan. Berbicara mengenai persiapan mengajar, saya teringat seorang teman yang berkata begini, “Ingin berhasil dalam mengajar, buat persiapan secara matang!” Persiapan mengajar itu ibarat skenario dalam film. Tidak akan ada film yang baik dan enak ditonton tanpa skenario yang baik. Begitu pula, tidak akan ada pembelajaran yang berhasil tanpa persiapan yang benar.

    BalasHapus
  92. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  93. Nama : Eka Ratna Sari
    Nim : 40211089
    Prodi : PGSD 3/3

    Menurut pendapat saya, kesalahan-kesalahan guru dalam mengelola kelas yaitu :
    1. Hubungan yang kurang harmonis antara guru dengan peserta didik
    2. Guru cenderung memiliki sifat subjektif terhadap anak-anak tertentu yang di pandang mempunyai kelebihan yang sudah terlihat dengan jelas
    3. Guru masih terlalu monoton dalam menyampaikan pelajaran. Metode, strategi dan teknik pembelajaran yang di gunakan, cenderung meniru guru-guru terdahulu (senior)
    4. Banyak guru yang belum bisa menerima pendapat dari peserta didik, ketika pendapatnya salah, guru akan langsung memvonis bahwa pendapat tersebut salah, sehingga mengakibatnkan anak tidak berkembang dan membunuh karakter serta potensi yang di miliki oleh seorang anak
    5. Guru belum bisa menanggulangi kebiasaan buruk peserta didik, misalnya telat mengumpulkan tugas, mengantuk di dalam kelas, saling mengejek antar teman, dll.
    6. Guru sering menyepelekan kegiatan elaborasi sebelum memulai pembelajaran, sehingga pemikiran siswa belum dapat selaras dan terfokus terhadap materi pelajaran yang akan di sampaikan
    7. Masih banyak guru-guru yang belum dapat menyadari kewajibannya sebagai seorang pendidik, namun kebanyakan dari guru-guru sekarang, lebih mementingkan haknya. Sehingga proses pembelajaran dan pengelolaan kelas yang di laksanakan, hanya sebatas formalitas saja, bukan mementingkan output dari peserta didik yang di didiknya.

    BalasHapus
  94. nama : AMANAH ROSLINA
    NIM : 40111001
    prody:PBI 3

    tulisan ini diambil dari berbagai referensi dan pengalaman dari guru yang telah mengajar saya.

    diharapkan ini menjadi perspektif kita untuk menjadi guru yang bermutu dan profesional.amiiin,..

    kesalahan - kesalahan yang guru lakukan ???
    1. duduk diatas meja
    salah satu fungsi guru sebagai acuan. dimana setyap sikap nya menjadi acuan peserta didik. maka dari itu hindari hal tersebut dimanapun , ketahui tindakan tersebut sngt fatal.
    2. bermain hp saat siswa mengerjakan latihan ,
    dari situ lah siswa berangapan bahwa mereka kurang mendapatkan perhatian untuk memotivasi belajarnya . siswa mwnjadi malas mengerjakan latihan yang di beri oleh pendidil.
    3. menyindir siswa nya
    guru profesional adlaah guru yang dapat membedakan antara kehidupan pribadi dan dalamwaktu belajarnya. banyak guru yang menyindir setyap apa yang siswa lakukan , baik yang buruk maupun yang baik , itu menjadikan siswa lebih berhati2 dan tidak ingin menjadi teman baik guru nya .
    4 . ja'im(menjaga image ) dalam mengajar
    sebetulnya siswa lebih senang dengan guru yang banyak lelucon namun bijak.
    ja'im disini dimaksudkan bahwa guru sering menyembunyikan asli perilakunya .
    5. tidak inovatif
    inovatif merupakan hal pembaharuan dari sebelumnya.
    metode guru harus bervariasi , tidak hanya menggunakan metode ceramah sja , namun memberikan alat bantu lainnya .
    6.memberikan pertanyaan secara fokus
    pertanyaan yang di beri secara penyerahan ,memberi efek takut jika anak tidak bisa menjawab . dan kegagalan jawaban mereka membuat anak menjadi kurang semangat (down ).

    terimakasih , itulah coments saya semoga bermanfaat ,
    semoga kita menjadi guru yang handal dalam tindak tutur di proses pembelajaran dikelas agar anak senang dan semagat belajar sebagai generasi penerus . amiin

    BalasHapus
  95. Nama :Nok Nurhayati
    Nim :40211104
    Prodi :pgsd 3/3
    Menurut pendapat saya, kesalahan-kesalahan guru dalam mengelola kelas yaitu :
    1. Tidak Melakukan Evaluasi Menyeluruh. Evaluasi pembelajaran harus dilakukan secara menyeluruh.Arti menyeluruh di sini adalah bahwa penyusunan soal evaluasi pembelajaran minimal harus mencakup bentuk-bentuk seperti: pilihan ganda, isian, jawaban singkat. Tidak hanya pilihan ganda saja, atau isian saja. Materinya meliputi seluruh materi yang diajarkan (minimal satu kompetensi dasar).
    2. Salah Niat. Menjadi guru harus dimulai dengan niat, yaitu niat untuk mengabdikan diri dari, oleh dan untuk ilmu. Sekarang ini kita banyak menjumpai guru-guru yang salah niat, indikasinya kita bisa melihat mereka ini bekerja berdasar besaran gaji dan tugas mengajar yang mereka lakukan hanyalah sebatas mengejar nilai setoran beban jam mengajar untuk posisi sertifikasi atau tunjangan lainnya. Dengan niat yang benar sesuatu pekerjaan akan bernilai ibadah, begitupun sebaliknya niat yang salah akan merugikan diri kita kelak.
    3. Banyak guru yang belum bisa menerima pendapat dari peserta didik, ketika pendapatnya salah, guru akan langsung memvonis bahwa pendapat tersebut salah, sehingga mengakibatnkan anak tidak berkembang dan membunuh karakter serta potensi yang di miliki oleh seorang anak

    BalasHapus
  96. nama :Iis khoirunnisa
    nim :(40311013)
    prody:Pmat/3


    mnrt pndpat sya, kslahan2 guru dlm pmblajaran.. dikarenakan

    1.mmpunyai sdkit sumber/referensi untk djadikan pnguasaan materi yg akan diajarkan.
    guru sering salah memilih sumber ajar yang dijadikan sebagai sumber ajarnya
    misal : penyampaian materi yang bersumber dari buku lks.
    hal tersebut sangat kurang efisien karena lks bukanlah sumber belajar melainkan sebagai lembar latihan.

    2.menggunakan bhs yg sulit dimengerti siswa
    pemilihan bahasa yang digunakan sebaiknya menyesuaikan tingkatan bahasa siswa , aa baiknya penggunaan bahasa di jelaskan maksud nya agar siswa paham apa yang disampaikan guru.

    3.tdk tepat dlm mngunakan alt peraga
    penggunaan alat peraaga sangat efektif , namun hal tersebut tergantung dari penyampaian materi sesuaikah dengan materi nya atau tidak ? ketidaktepatan alat tersebut memberi keanehan jika alat peraga tdk sesuai

    4.terlalu bnyak mnulis ktimbang mnjelaskan

    5.terlalu bnyak mnulis ktimbang mnjelaskan.
    hal ini memberi efek ketidak aktifan siswa dalam belajar , usakan pembelajaran berpusat pada siswa agar aktif.

    6.kurangnya latihan soal baik individu maupun klmpok.
    pemanfaatan di kelas lebih baik menggunakan evaluasi diri dengan mengerjakan soal latihan.pendididk yang kurang memberi berbagai variasi soal akan memberi kemampuan siswa horizontal.

    terimakasihh...

    BalasHapus
  97. Name : TERRISTIYA ARMI MAULINDA
    NIM : 40111032
    Major: PBI / 3


    Menurut pengalaman saya kesalahan-kesalahan guru dalam mengelola kelas yaitu:

    1.) Apabila guru mengajar sambil duduk di atas meja itu sangat tidak sopan dan tidak mencerminkan sikap seorang guru yang nantinya setiap tingkah lakunnya akan ditiru oleh para muridnya dan mencerminkan guru yang tdk punya etika dalam mengajar.

    2.) guru yang mengangkat telfon saat proses pembelajaran tentu saja itu sangat mengganggu kelancaran dalam jalannya proses pembelajaran,sehingga membuat suasana kelas tidak kondusif dan efektif.

    3.) guru memukul meja saat siswa diberi pertanyaan tp jawaban siswa salah menurut guru maka itu akan membuat siswa merasa takut pada guru dan membuat suasana kelas yang menegangkan dan mencekam,fatal nya siswa akan trauma dan membolos sekolah setiap ada pelajaran guru galak tersebut,

    4.)guru memakai seragam guru yang didesain menjadi rok yg sangat mini dan ketat mengakibatkan siswi nya mengikuti gaya guru nya dan siswa nya malah berfikiran kotor.

    5.) guru menendang kaki siswa dan menampar pipi siswa dan siswi apabila mereka tidak memakai dasi atau tidak memakai sepatu hitam dan tidak bersabuk,sehingga membuat siswa merasakan ketakutan dan rasa trauma yang berkepanjangan sampai siwa n siswi takut berangkat ke sekolah dan menganggap guru nya adalah monster yang kejam dan sadis.

    BalasHapus
  98. M. Jamaludin Imron16 Desember 2012 16.02

    nama: M. Jamaludin Imron
    NIM: 40110017
    prodi: PBI/3
    kesalahan-kesalahan yang sering dilakukan oleh para guru:
    1. seorang guru mengajar terlalu banyak menggunakan metode ceramah, akibat dari itu siswa merasa jenuh dan bosan.
    2. guru yang terlalu galak akan membuat siswa menjadi malas belajar akan mata pelajaran yang diampunya
    3. guru menganggap bahwa dirinya adalah orang yang paling pintar di kelas sehingga dia tidak bisa menghargai pendapat siswanya.
    4. tidak bisa menyampaikan materi dengan baik karena kurangnya persiapan.
    5. kurangnya media yang kreativ dan inovativ sehingga siswa kurang tertarik dengan pembelajaran yang diberikan.

    BalasHapus
  99. Nama:Asmiyati
    NIM :40111003
    PBI/3

    Kesalahannya adalah :
    1.biasanya guru tidak menggunakan RPP dan silabus
    2.Guru menggunakan metode itu-itu saja.
    3.Tidak ada ketegasan dari pihak atasan yaitu kepala sekolah,jadi guru seenaknya berangkat,tidak tepat waktu
    4.menggunakan metode basi yaitu CTL alias catet tinggal lunga.
    5.kurang kreatif dan membosankan.
    6.penampilan nya kurang rapi
    7.kelas kotor,jadi siswa kurang semangat.
    8.cerewet,sering memarahi muridnya.

    BalasHapus
  100. Nama : Chandra Paramitha
    NIM : 40111004
    Prodi/semester : Pendidikan Bahasa Inggris/3

    Kesalahan-kesalahan yang sering dilakukan oleh seorang guru menurut buku yang saya baca, pengalaman praktek langsung maupun pengalaman dalam pembelajaran adalah sebagai berikut :
    1. kurangnya penggunaan metode-metode mengajar
    2. penggunaan program belajar yang kurang tepat
    3. tidak mampu menciptakan iklim belajar-mengajar yang kondusif
    4. tidak mampu menciptakan disiplin kelas
    5. tidak menggunakan media pembelajaran dan membuat alat-alat bantu pelajaran sederhana
    6. kurangnya ketrampilan dalam teknik mengajar
    7. kurang menguasai bahan materi yang diajarkan
    8. kurang mampu mengatur tata ruang kelas untuk pengajaran
    9. kurang memahami faktor-faktor yang menganggu iklim belajar yang kondusif
    10. kurangnya pendekatan-pendekatan yang dilakukan dalam mengelola kelas
    11. tidak mampu membagi perhatian kepada semua peserta didik
    12. ketidak tepatan dalam memulai dan mengakhiri kegiatan
    13. tidak mampu mendiagnosis kesulitan belajar peserta didik

    daftar pustaka : menjadi guru favorit, profesi keguruan, quantum teaching, dll.

    Terimakasih.

    BalasHapus