Senin, 26 November 2012

Tugas Ke-4 (Point-2) Mata Kuliah Teaching AID ICT/Media Pembelajaran ICT Prdi PGSD 3-4 dan PBI Semester III


Saudara diminta memberikan kontribusi kepada dunia pendidikan, saudara diminta memberikan pendapat tentang Bagaimana Menjadi 
"Guru yang Kreatif dan Inovatif dalam Mengelola Kelas"
Pendapat Saudara bisa dari pengalaman (bagi mahasiswa-mahasiswi yang sudah mengajar), dan bisa pula dari referensi-referensi yang Saudara baca.
Hindari plagiarism. Jangan copy-paste.

Kumpulkan di sini sebagai "comment"

Paling lambat dikumpulkan pada tanggal 15 Desember 2012 (pukul 23.59).

Do the best.

Rori Idrus

106 komentar:

  1. Nama : Untari Puji Astuti
    NIM : 40311023
    Prodi : P.Mat semester 3

    Assalamu'alaikum.Wr.Wb.
    menurut pendapat saya tentang bagaimana menjadi guru yang kreatif dan inovatif dalam mengelola kelas adalah sebagai berikut :
    1. seorang guru wajib dan harus menguasai suatu materi sebelum mengajar, seorang guru harus menyiapkan materi dengan pertimbangan karakteristik dan kemampuan berfikir setiap murid didiknya, harus mampu mengolahnya sehingga ateri yang diajarkan dapat mudah di terima.
    2. pemilihan metode atau pendekatan pembelajaran (penggunaan iptek), memilih metode atau pendekatan pembelajaran harus sesuai dengan topik bahasan dan harus menarik agar murid didiknya tidak merasa bosan.
    3. pembuatan dan penggunaan sarana pembelajaran,rancangan pengalaman belajar dapat diimprovisasi dengan memnafaatkan potensi daerah sebagai sarana atau media pembelajaran, misalnya dengan menggunakan barang-barang bekas seperti botol aqua,stereofoam menjadi roket air yang menunjukkan kreativitas dan inovasi.
    4.pengelolaan kelas, menata kelas sesuai metode/pendekatan yang dipilih dapat mengubah suasana belajar. posisi meja atau kursi berbentuk huruf U atau V sangatcocok untuk metode demonstrasi dan diskusi. Posisi duduk murid didik yang berhadap-hadapan tanpa mengubah posisi kursi efektif untuk kerja kelompok. posisi duduk dapat disesuaikan dengan metode yang sedang diterapkan.
    itulah menurut pendapat saya mengenai beberapa hal untuk menjadi guru yang kreatif dan inovatif mengelola kelas dan juga dalam pembelajarannya.
    Wassalamu'alaikum.Wr.Wr.

    BalasHapus
  2. Nim : 40211093
    Nama : FUTEHATUL AMALIA
    Kelas : PGSD 3/3
    Jawaban :
    fungsi da tujuan guru.
    1.Guru sebagai Educator
    Tugas pertama guru adalah mendidik murid-murid sesuai dengan materi pelajaran yang diberikan kepadanya.
    2.Leader
    Guru juga seorang pemimpin kelas.Karena itu, ia harus menguasai,mengendalikan,dan mengarahkan kelas menuju tercapainya tujuan pembelajaran yang berkualitas
    3.Fasilitator
    Sebagai fasilitator, guru bertugas memfasilitasi murid untuk menemukan dan mnegembangkan bakat secara pesat.
    4.Motivator
    Sebagai seorang motifator,seseorang guru harus mampu membangkitka semangat dan mengubur elemahan anak didik bagaimanapun latar belakang hidup keluargaya,bagaimana kelam masa lalunya, dan bagaimanapun berat tantangannya.tidak ada kata menyerah sampai titik darah penghabisan.
    5.Administator
    Sebagai seorang guru,tugas administrasi sudah melekat dalam dirinya, dari mulai melamar mejadi guru, kemudian diterima dengan bukti suat keputusan yayasan, surat intruksi kepala sekolah, dan lain-lain.
    6.Evaluator
    Sebaik apapun kualitas pembelajaran, pasti ada kelemahan yang perlu dibenahi dan disempurnakan.

    POIN-POIN PENTING AGAR MENJADI GURU INSPIRATIF, KREATIF, DAN INOVATIF
    • KETELADANAN
    Karena tugas seorang guru adalah mengajar sekaligus mendidik, maka keteladanan dari seorang guru menjadi harga mati yang tidak bisa ditawar-tawar.Keteladanan merupakan senjata kematian yang sulit untuk dilawan.Keteladanan bagaikan anak panah lang ;angsung menegnai sasaran.keteladanan menjadi senjata ampuh yang tidak bisa dilawan dengan kebohongan,rekayasa, dan tipu daya.
    Jika tidak ada keteladanan maka akan timbul dampak negtif, di antaranya, tidak ada hubungan emosional antara guru dengan murid, guru cenderung diacuhkan murid, tidak ada efek perubahan, dan guru akan dikeluarkan dari sekolah.
    • KEDISIPLINAN GURU TERHADAP AKTIFITAS BELAJAR
    Kedisiplinan masih jadi barang mewah di negri ini,termasuk pada guru. Padahal, disiplin adalah salah satu syrat mutlak menggapai kesuksesan dalam menggapai cita-cita besar dalam dunia pendidikan.Tanpa kedisiplinan yang tinggi, kwalitas lembaga pendidikan akan kalaih dari bangsa-bangsa lain yang merepkan disiplin tinggi,seperti Malaysia, Austraia, Cina, Jepang
    • MEMPERHATIKAN HAL-HAL YANG DIBENCI MURID
    Guru ideal tidak lepas dari penilaian murid.Untuk itu,seorang guru ideal harus mendengarkan aspirasi murid agar prilakunya disenangi murid. Harmonisasi hubungan guru-murid sagat penting untuk efektifitas pembelajan yang dinamis dan progresif
    contohnya: -berpakaian kurang rapih
    -jarang masuk
    -pilih kasih(tidak adil)
    -suka memberi PR tampa mengoreksi
    -berkata kasar
    -dll
    • MENJADI GURU IDEAL DAN INOVATIF
    Menjadi guru ideal dan inovatif adalah sebuah tuntutan yang tidak bisa dielakkan.Masa depan bangsa ini ditentukan oleh kader-kader muda bangsa, sedangkan penanggung jawab utama masa depan kader-kader muda tersebut berada di puncak gunung, karena guru lah yang langsung berinteraksi dengan mereka dalam membentuk kepribadian, memeberikan pemahaman, menerbangkan imajinasi dan cita-cita, membangkitkan semangat, dan menggerakkan kekuatan meraka. Hal-Hal yang bisa menjadi renungan bersama :
    -Dialogis
    - Menggabungkan teori dan praktis
    - Memepunyai variasi pendekatan
    - tidak memalingkan materi pelajran
    - Tidak terlalu menekan dan memaksa

    Daftar Pustaka :
    1.Asmani, Jamal Ma’mur. 2009. Tips Menjadi Guru Inspiratif,Kreatif, dan Inovatif. Ciputat; DIVA Press

    BalasHapus
  3. NAMA:GIGIH PRIYONO
    NIM:40211094
    KELAS:PGSD 3/3

    Menurut pendapat saya dan referensi referensi yang sudah saya baca tentang ‘Bagaimana menjadi guru yang kreatif dan inovatif dalam mengelola kelas’ adalah guru harus memiliki 7 kemampuan kemampuan sebagai berikut:

    KEMAMPUAN MENGGUNAKAN TIK

    Seorang guru harus menguasai TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi)agar tidak tertinggal dengan kecanggihan teknologi yang sekarang sudah semakin maju,dan digunakan dalam segala bidang baik bidang industri,perhubungan,ataupun pendidikan.dilihat dari bidang pendidikan seorang guru harus tanggap terhadap perkembangan teknologi.yang nantinya dapat diaplikasikan kedalam metode pengajaran disekolah,diharapkan dengan menggunakan TIK materi pembelajaran dapat tersampaikan kepada peserta didik,dapat menambah pengetahuan,dapat memunculkan motifasi,selain itu juga dapat menarik perhatian peserta didik agar tidak cepat bosan dalam kegiatan belajar.

    KEMAMPUAN MENGUASAI BAHAN AJAR.

    Seorang guru harus menguasai bahan bidang studi dan kurikulum sekolah,dan menguasai bahan pendalaman/aplikasi bidang studi.Dalam penguasaan bahan studi dan kurikulum, seorang guru harus mengkaji bahan kurikulum bidang studi, mengkaji isi buku-buku teks bidang studi yang bersangkutan, dan melaksanakan kegiatan-kegiatan yang disarankan dalam kurikulum bidang studi yang bersangkutan.Sementara, dalam penguasaan bahan pendalaman, guru harus mempelajari ilmu yang relevan, mempelajari aplikasi bidang ilmu kedalam bidang ilmulain, dan mempelajari cara menilai kurikulum bidang studi.

    KEMAMPUAN MENGELOLAPROGRAM KBM.

    Meliputi beberapa hal, yaitu merumuskan tujuan instruksional, mengenal dan menggunakan metode mengajar, memilih dan menyusun prosedur instruksional yang tepat, melaksanakan program belajar mengajar, mengenal kemampuan anak didik, dan merencanakan serta melaksanakan pengajaran remedial.

    KEMAMPUAN MENGELOLA KELAS DENGAN PENGALAMAN BELAJAR.

    Meliputi; mengatur tata ruang kelas untuk pengajaran dan menciptakan iklim belajar-mengajar yang serasi. Dalam mengatur tata ruang kelas guru harus mempelajari macam-macam pengaturan tempat duduk dan setting ruangan kelas sesuai dengan tujuan-tujuan instruksional yang ingin dicapai, dan mempelajari criteria penggunaan macam-macam pengaturan tempat duduk.Sedangkan dalam menciptakan iklim belajar guru harus mempelajari faktor-faktor yang mengganggu iklim belajar mengajar yang serasi, mempelajari strategi dan prosedur pengelolaan kelas yang bersifat preventif, berlatih menggunakan strategi dan prosedur pengelolaan kelas yang bersifat kuratif, dan berlatih menggunakan prosedur pengelolaan kelas yang bersifat kuratif.

    KEMAMPUAN PENGGUNAAN MEDIA/SUMBER DENGAN PENGALAMAN BELAJAR.

    Meliputi; mengenal, memilih, danmenggunakan media, membuat alat-alat bantu pelajaran sederhana, menggunakan dan mengelolala boratorium dalam rangka proses belajar mengajar, mengembangkan laboratorium, menggunakan laboratorium dalam proses belajar-mengajar, dan menggunakan micro teaching unit dalam program pengalaman lapangan.

    KEMAMPUAN MENGELOLA INTERAKSI BELAJAR-MENGAJAR DENGAN PENGALAMAN BELAJAR.

    Meliputi; mempelajari dan berlatih cara-cara memotivasi siswa untuk belajar, mempelajari dan berlatih macam-macam bentuk pertanyaan secara tepat, mempelajari beberapa mekanisme psikologis belajar-mengajar di sekolah, mengkaji faktor-faktor positif dan negative dalam proses belajar, mempelajari dan berlatihc ara-cara berkomunikasi antar pribadi.

    KEMAMPUAN MENILAI PRESTASI SISWA DENGAN PENGALAMAN BELAJAR

    Meliputi; mempelajari fungsi penilaian, mempelajari dan berlatih macam-macam teknik dan prosedur penilaian, mempelajari dan berlatih criteria pemilihan teknik dan prosedur penilaian, berlatih mengolah dan menginterpretasi hasil penilaian, dan berlatih menggunakan hasil-hasil penilaian untuk perbaikan proses belajar mengajar, serta berlatih menilai efektivitas program pengajaran.

    BalasHapus
  4. nama : yossi pratiwi
    nim : 4021117
    kelas : pgsd3/3
    jawaban

    Belajar mengajar adalah suatu kegiatan yang bernilai edukatif. Nilai edukatif mewarnai interaksi yang terjadi antara guru dengan anak didik. Interaksi yang bernilai edukatif dikarenakan kegiatan belajar menagajar yang dilakukan, diarahkan untuk mencapai tujuan tertentu yang telah dirumuskan sebelum pengajaran dilakukan. Guru dengan sadar merencanakan kegiatan pengajrannya secara sistematis dengan memanfaatkan segala sesuatunya guna kepentingan pengajaran.
    Tiga aspek yang ada dalam setiap peserta didik yaitu intelektual, psikologis dan biologis diakui sebagai akar permasalahan yang melahirkan bervariasinya sikap dan tingkah laku peserta didik di sekolah sehingga berat bagi guru dalam mengelola kelas dengan baik. Pengelolaan kelas yang baik akan melahirkan interaksi belajar mengajar yang baik pula. Guru dapat menciptakan pengelolaan kelas yang kreatif dan inovatif dengan berbagai strategi dan metode pembelajaran sesuai dengan kebutuhan peserta didik pada saat itu. Serta guru dapat menggunakan media sumber belajar yang berfungsi sebagai alat bantu dalam kegiatan belajar mengajar. Alat bantu yang dapat mewakili sesuatu yang tidak dapat disampaikan guru via kata-kata atau kalimat. Keefektifan daya serap anak didik terhadap bahan pelajaran yang sulit dan rumit dapat diatasi dengan bantuan alat bantu. Bahkan alat bantu diakui dapat melahirkan umpan balik yang baik dari peserta didik. Dengan memanfaatkan taktik alat bantu yang akseptabel, guru dapat menggairahkan belajar peserta didik. Sehingga peserta didik dapat senantiasa mempunyai motivasi dan semangat belajar yang tinggi.
    Guru dapat mengelola kelas dalam proses belajar mengajar yang kondusif. Guru dapat menerapkan konsep PAKEM dal proses belajar mengajar. Pembelajaran diarahkan pada proses melibatkan anak didik dalam belajar. Dalam hal ini, berarti proses belajar mengajar dapat membangkitkan dan membuat anak didik senang dalam belajar. PAKEM bertujuan untuk menciptakan suatu lingkungan belajar yang lebih melengkapi pserta didik dengan keterampilan-keterampilan, pengetahuan, dan sikap bagi kehidupan kelak. PAKEM menggambarkan kondisi-kondisi berikut :
    • Peserta didik terlibat dalam berbagai kegiatan yang mengembangkan keterampilan, kemampuan, dan pemahamannya dengan menekankan pada belajar dengan berbuat.
    • Guru menggunakan berbagai stimulus/motivasi dan alat peraga, termasuk lingkungan sebagi sumber belajar agar pengajaran lebih menarik, menyenangkan, dan relevan bagi peserta didik.
    • Guru mengatur kelas untuk memajang buku-buku dan materi-materi yang menarik dan membuat “pokok bacaan”
    • Guru menggunakan cara belajar yang lebih kooperatif dan interaktif, termasuk belajar kelompok
    • Guru mendorong peserta didik untuk menemukan caranya sendiri dalam menyelesaikan masalah, mengungkapkan gagasan, dan melibatkan peserta didik dalm menciptakan lingkungan sekolahnya sendiri.

    BalasHapus
  5. Nim:40211111
    Nama:Sudiani
    Kelas:PGSD3/3

    Menurut saya cara yang tepat menjadi “ guru yang kreatif dan inovatif dalam mengelola kelas “ yaitu dengan cara :

    1.Memahami sifat yang dimiliki siswa

    Pada dasarnya anak memiliki imajinasi dan sifat ingin tahu. Semua anak terlahir dengan membawa dua potensi ini. Keduanya merupakan modal dasar bagi berkembangnya sikap/pikiran kritis dan kreatif. Oleh karenanya, kegiatan pembelajaran perlu dijadikan lahan yang kita olah agar menjadi tempat yang subur bagi perkembangan kedua potensi anugerah Tuhan itu. Suasana pembelajaran yang diiringi dengan pujian guru terhadap hasil karya siswa, yang disertai pertanyaan guru yang menantang dan dorongan agar siswa melakukan percobaan, misalnya, merupakan pembelajaran yang baik untuk mengembangkan potensi siswa.

    2.Memahami perkembangan kecerdasan

    Dalam perkembangan kognitif tahap Formal-operational seorang remaja telah memiliki kemampuan mengkoordinasikan baik secara serentak maupun berurutan dua ragam kemampuan kognitif, yaitu :

    1.kapasitas menggunakan hipotesis,
    2.kapasitas menggunakan prinsip-prinsip abstrak.
    Dengan kapasitas menggunakan hipotesis (anggapan dasar), seorang remaja akan mampu berpikir hipotetis, yakni berpikir mengenai sesuatu khususnya dalam hal pemecahan masalah dengan menggunakan anggapan dasar yang relevan dengan lingkungan yang ia respons. Selanjutnya, dengan kapasitas menggunakan prinsip-prinsip abstrak, remaja tersebut akan mampu mempelajari materi-materi pelajaran yang abstrak, misalnya ilmu tauhid, ilmu matematika dan ilmu-ilmu abstrak lainnya dengan luas dan mendalam.
    Sebagai bukti bahwa seorang remaja pelajar telah memiliki kedewasaan berpikir, dapat dicontohkan ketika ia menggunakan pikiran hipotesisnya sewaktu mendengar pernyataan seorang kawannya, seperti: “Kemarin seorang penggali peninggalan purbakala menemukan kerangka manusia berkepala domba dan berkaki empat yang telah berusia sejuta tahun”.
    3.Mengenal siswa secara perorangan

    Para siswa berasal dari lingkungan keluarga yang bervariasi dan memiliki kemampuan yang berbeda. Dalam Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif Dan Efektif perbedaan individual perlu diperhatikan dan harus tecermin dalam kegiatan pembelajaran. Semua siswa dalam kelas tidak selalu mengerjakan kegiatan yang sama, melainkan berbeda sesuai dengan kecepatan belajarnya. Siswa yang memiliki kemampuan lebih dapat dimanfaatkan untuk membantu temannya yang lemah dengan cara ”tutor sebaya”.

    4.Memanfaatkan perilaku siswa dalam pengorganisasian belajar

    Sebagai makhluk sosial, anak sejak kecil secara alami bermain berpasangan atau berkelompok dalam bermain. Perilaku ini dapat dimanfaatkan dalam pengorganisasian belajar. Dalam melakukan tugas atau membahas sesuatu, siswa dapat bekerja berpasangan atau dalam kelompok. Berdasarkan pengalaman, siswa akan menyelesaikan tugas dengan baik apabila mereka duduk berkelompok.

    5.Mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan kemampuan memecahkan masalah

    Pada dasarnya belajar yang baik adalah memecahkan masalah karena dalam belajar sesungguhnya kita menghadapkan siswa pada masalah. Hal ini memerlukan kemampuan berpikir kritis dan kreatif. Kritis untuk menganalisis masalah dan kreatif untuk melahirkan alternatif pemecahan masalah. Berpikir kritis dan kreatif berasal dari rasa ingin tahu dan imajinasi yang keduanya ada pada diri anak sejak lahir. Oleh karena itu, tugas guru adalah mengembangkannya, antara lain dengan sering memberikan tugas atau mengajukan pertanyaan terbuka dan memungkinkan siswa berpikir mencari alasan dan membuat analisis yang kritis. Dengan mengembangkan Pertanyaan dengan berdasarkan 5W+1H yaitu apa, siapa, mengapa, kapan, dimana, bagaimana. Dengan cara itu siwa dapat Mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan kemampuan memecahkan masalah.

    BalasHapus
  6. Nama : Ika Setia Rahmawati
    NIM : 40211096
    Kelas : PGSD3/3
    Jawaban :
    Siapakah guru ?
    Guru adalah pendidik profesional, tugas utamanya mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan dan juga melatih, menilai serta mengevaluasi peserta yang di didik pada pendidikan formal dijenjang anak usia dini, pendidikan dasar dan menengah. Dalam kegiatan pembelajaran seorang guru dituntut untuk dapat menguasai kelas agar materi yang ia sampaikan dapat dipahami dan dimengerti oleh siswa, tentunya seorang guru harus bisa menarik perhatian siswa sehingga pembelajarn yang sedang berlangsung berjalan dengan efektif. Dengan demikin berarti seorang guru harus memilki keterampilan untuk dapat menarik perhatian siswa, guru harus terampil kreatif & inovatif.
    Apakah kreatif & inovatif itu?
    Kreatif merupakan suatu kondisi dimana seseorang memiliki kemampuan daya cipta. Seseorang yang memiliki daya kreasi tinggi sering pula orang tersebut kreativitasnya tinggi.
    Inovasi merupakan sebuah temuan baru baik dalam bentuk ide, barang atau jasa yang berbeda dari sebelumnya dalam lingkun gan tertentu, dalam arti kreasi, dimensi dan penampilannya.
    Mengapa harus kreatif & inovatif ?
    Jawaban saya adalah sifat kreatif & inovatif dibutuhkan agar membawa kondisi pembelajaran yang kondusif secara keseluruhan.
    Untuk menjadi guru yang kreatif & inovatif menurut saya, ada beberapa tips yaitu :
    1. Menguasai materi pelajaran
    menguasai materi pelajaran adalah syarat pertama yang harus dimiliki seorang guru. Apabila seorang guru telah menguasai materi pelajaran yang akan diajarkannya, maka tak ada lagi rasa was-was akan segala pertanyaan dari muridnya. Sehingga timbul kepercayaan diri. Dan juga ia akan dapat mengetahui materi mana yang esensial dan yang kurang begitu esensial. Sehingga mengetahui materi apa yang harus diberikan dan ditekankan terlebih dahulu.

    2. Memiliki Wawasan Luas
    Seorang murid akan merasa senang dan bangga apabila memiliki guru yang punya pengetahuan yang luas. Ditanyai apa saja tahu. Namun disarankan pengetahuan tersebut masih terkait dengan mata pelajaran tersebut. Sehingga, dari guru tersebut akan selalu muncul hal-hal yang baru yang menyebabkan muridnya tidak mudah bosan. Dan hal tersebut akan menimbulkan kesan tersendiri pada murid-muridnya.
    3. Komunikatif
    Maksudnya, guru tidak pasif atau hanya diam saja. Karena seorang murid akan senang apabila disapa gurunya. Baik itu di dalam kelas ataupun di luar kelas. Hal ini akan menimbulkan kedekatan emosi. Oleh karena itu, seorang guru juga harus memperhatikan murid-muridnya. Mungkin bisa dengan menanyakan keadaan mereka sebelum memulai pembelajaran. Sehingga mereka akan merasa diperhatikan.
    4. Dialogis
    Maksudnya, dalam kegiatan belajar mengajar, mseorang guru tidak hanya berceramah saja. Tapi juga harus memberi kesempatan kepada muridnya untuk bertanya, sehingga segala sesuatu yang belum dimengerti oleh murid dapat terjawab. Untuk membentuk suasana yang hidup, pertanyaan jangan langsung dijawab oleh guru, tapi dilemparkan kepada murid lainnya. Sehingga, murid mendapat kesempatan untuk mengembangkan potensinya.
    5. Tidak hanya teori, tapi juga praktek
    Dalam beberapa mata pelajaran, praktik sangat dibutuhkan untuk membuat pemahaman yang lebih mantap. Dan dengan praktik, pelajaran yang diajarkan lebih jelas dan mudah diingat. Seperti halnya Haji atau Berenang, jika hanya berteori tanpa praktik, sangatlah sulit untuk dipahami. Selain itu, praktik akan membuat para murid senang dan tidak gampang bosan.


    Referensi;
    Jamal Ma'mur Asmani. 2009. Tips Menjadi Guru Inspiratif, Kreatif, dan Inovatif. Jogjakarta: Diva Press.


    BalasHapus
  7. NIM : 40211125
    Nama : Cahyaningtyas Tri Wijiutami
    Kelas : Pgsd 4/3
    Jawaban :
    Menjadi Guru Ideal yang Kreatif dan Inovatif dalam Mengelola Kelas
    Ada 6 langkah menjadi Guru ideal yang Kreatif dan Inovatif
    1. Menguasai Materi Pelajaran secara Mendalam
    Menguasai materi pelajaran adalah syarat utama menjadi guru yang ideal. Dengan menguasai materi, kepercayaan diri terbangun dengan baik, tidak ada rasa was-was, dan bimbang terhadap pertanyaan murid. Ketenangan bisa diraih dan kepuasan siswa bisa didapatkan.
    2. Mempunyai Wawasan luas
    Guru harus mengikuti informasi sehingga cakrawala pemikirannya menjadi luas, mendunia, dan up to date. Siswa akan bangga mempunyai guru yang memiliki pengetahuan dan pengalaman luas, cakrawala pemikiran yang mendalam, dan hal-hal baru yang segar.
    3. Komunikatif
    Guru yang suka menyapa dan memperhatikan kondisi muridnya lebih diterima anak didiknya daripada guru yang egois. Komunikasi sangat penting sebagai pendekatan psikologis kepada anak didik.
    4. Bertahap
    Belajar ilmu adalah setahap demi setahap, dari satu, dua, dan seterusnya. Sebab, jika diberikan sekaligus akan mudah hilang.
    5. Humoris, tapi Serius
    Salah satu ciri guru ideal adalah berwatak dinamis, kompetitif, tapi juga humoris. Dengan selera humor yang tinggi, seorang guru bisa memecah suasana yang menjenuhkan, menghilangkan kepenatan, dan menyegarkan pikiran anak didik.
    6. Mengajar dengan menggunakan Konsep Mind Mapping
    Konsep ini didasarkan pada cara kerja otak untuk menyimpan informasi. Konsep mind mapping yang digunakan oleh guru akan menghasilkan proses belajar mengajar yang semakin mudah.

    Daftar Pustaka :
    1.Asmani, Jamal Ma’mur. 2009. Tips Menjadi Guru Inspiratif,Kreatif, dan Inovatif. Ciputat; DIVA Press

    BalasHapus
  8. Nama : Rizka Khasanah
    Prodi : PGSD 3/3
    NIM : 40211107

    Didalam melakukan suatu pengajaran, guru dituntut untuk membuat pembelajaran yang inovatif, kreatif, bahkan menyenangkan agar pembelajaran tersebut tidak cepat bosan bagi peserta didiknya. Fungsi yang lainnya juga agar para siswa dapat menyerap pelajaran dengan baik. Dan dapat mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari.
    Cara menjadi guru yang kreatif dan inovatif dalam mengelola kelas :
     Penciptaan pemeliharaan iklim pembelajaran yang optimal
    • Menunjukkan sikap tanggap dengan cara : memandang secara seksama, mendekati, memberikan pertanyaan dan memberi reaksi terhadap gangguan kelas.
    • Membagi perhatian secara verbal dan visual.
    • Memusatkan perhatian kelompok dengan cara menyiapkan peserta didik dalam pembelajaran.
    • Memberi petunjuk yang jelas.
    • Memberi teguran sevara bijaksana.
     Keterampilan yang berhubungan dengan pengendalian kondisi belajar yang optimal
    a) Modifikasi perilaku
    • Mengajarkan perilaku baru dengan contoh dan pembiasaan.
    • Meningkatkan perilaku yang baik melalui penguatan.
    • Mengurangi perilaku buruk dengan hukuman.
    b) Pengelolaan kelompok dengan cara: peningkatan kerjasama dan keterlibatan, menangani konflik dan memperkecil masalah yang timbul.
    c) Menemukan dan mengatasi perilaku yang menimbulkan masalah
    • Pengabaian yang direncanakan
    • Campur tangan dengan isyarat
    • Mengawasi secara ketat
    • Mengakui perasaan negatif peserta didik
    • Mendorong benda-benda yang dapat mengganggu konsentrasi
    • Menyusun kembali program belajar
    • Mengekang secara fisik

    Sumber : Mulyasa. 2001. Menjadi Guru Profesional. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

    BalasHapus
  9. Nama : Dwi Anisti
    NIM : 40211088
    Prodi : PGSD 3/3

    MENJADI GURU KREATIF, INSPIRATIF DAN INOVATIF
    Salah satu faktor untuk membentuk guru kreatif, inspiratif dan inovatif adalah selalu berusaha menjaga komitmen untuk terus memberi spirit kreatif, inspiratif dan inovatif itu kepada para siswa. Dengan spirit inilah guru dapat menciptakan manusia unggul yang penuh kreativitas san kemampuan kompetitif.
    Guru kreatif dapat diartikan sebagai guru yang tak pernah puas dengan apa yang disampaikannya kepada peserta didik. Ia berusaha menemukan cara-cara baru untuk menemukan potensi unik siswa. Baginya, setiap tahun harus ada kreativitas yang dikembangkan dalam dirinya. Sehingga materi yang disampaikan bukan merupakan materi hafalan dari tahun ke tahun.
    Guru inspiratif bukanlah seorang guru yang hanya sekedar mengejar kurikulum. Akan tetapi ia mampu mengajak siswanya untuk berpikir kreatif. Ia juga mengajak siswanya melihat sesuatu dari luar, untuk mengubahnya di dalam, lalu membawa kembali keluar , ke masyarakat luas. Guru inspiratif melahirkan pemimpin pembaharu yang berani menghancurkan aneka kebiasaan lama yang tidak sesuai dengan hakekatnya.
    Inovasi pembelajaran merupakan pembaharuan atau perbaikan suatu sistem pembelajaran agar pembelajaran menjadi lebih baik. Dalam inovasi pembelajaran, guru memiliki peran yang amat vital dalam menentukan keberhasilan proses pembelajaran di kelas. Guru yang bermutu memungkinkan siswanya untuk tidak hanya mencapai standar nilai akademik secara nasional, tetapi juga mendapatkan pengetahuan dan keahlian yang penting untuk belajar selama hidup mereka.
    Untuk menjadi seorang guru yang inovatif, ada beberapa kemampuan yang harus dikuasai diantaranya adalah:
    1. Kemampuan komunikasi (communication skill)
    2. Keterampilan dasar (basic skill) seperti matematika dan bahasa
    3. Keterampilan teknologi (technology skill)
    4. Keterampilan memecahkan masalah (problem solving skill)
    5. Literasi (kemampuan keterbacaan) terhadap keberagaman budaya dan bahasa (multicultural/ multilingual literacy)
    6. Keterampilan interpersonal (interpersonal skill)
    7. Keterampilan menemukan (incuiry/ reasoning skill)
    8. Keterbacaan terhadap informasi/ teknologi digital (information/ digital literacy)
    9. Dan kemampuan berpikir kritik dan kreatif (critical and creative thinking skill)
    Karakteristik guru yang inspiratif dan inovatif adalah sebagai berikut:
    1. Menetapkan standar yang tinggi, dengan mengajarkan cara mencapainya
    2. Hari pertama menjanjikan pada siswa, bahwa mereka akan belajar. Disusun bersama dengan siswa.
    3. Kesenangan terhadap proses pembelajaran yang luar biasa
    4. Suasana asuh, penuh kepercayaan dan tidak menghakimi
    5. Sangat ketat, disiplin dan penuh kasih sayang
    6. Berprinsip dengan tantangan dan asuhan
    7. Mengajari siswa untuk mencapai standar yang tinggi dengan kerja keras
    8. Mencintai pembelajaran bukan pengajaran
    9. Mengungkapkan sebenarnya kekurangan siswa dan memberi mereka cara untuk menutupi kekurangannya tersebut
    10. Mengajarkan kemandirian pada siswa
    11. Memberikan pengalaman bahwa sekolah adalah untuk kepentingan siswa
    12. Terus menerus belajar bersama siswa, dan membiarkan siswa untuk tahu terlebih dahulu tentang sesuatu
    13. Mempunyai prinsip semua orang bisa belajar
    14. Lebih cenderung memberikan motivasi dari pada mengkritik siswa
    15. Mengungkapkan berbagai strategi dan metode pembelajaran dalam pembelajarannya.

    Referensi
    Lusita Afrisanti. 2011. Buku Pintar Menjadi Guru Kreatif, Inspiratif dan Inovatif. Cetakan pertama. Yogyakarta: Araska


    BalasHapus
  10. NAMA : SHINTA FITRIANI
    NIM : 40211109
    PRODI : PGSD 3 SEMESTER 3

    BAGAIMANA MENJADI GURU YANG KREATIF DALAM MENGELOLA KELAS
    1.Guru Yang Mampu Mengajar dan Mengembangkan Potensi Siswa
    Gaya guru dalam mengajar di kelas, pada umumnya dipengaruhi oleh persepsi guru itu sendiri tentang mengajar. Jika seorang guru mempunyai persepsi bahwa mengajar adalah hanya menyampaikan ilmu pengetahuan, maka dalam mengajar guru tadi cenderung menempatkan siswa sebagai wadah yang harus diisi oleh guru. Praktiknya, guru menerangkan pelajaran dan siswa memperhatikan, selanjutnya siswa di uji tentang kemampuaannya menangkap materi yang telah diajarkan oleh guru. Jika siswa tidak mampu memberikan jawaban secara benar, maka kesalahan cenderung di timpakan kepada siswa.
    Ada juga guru dalam mengajar melibatkan siswa, memberikan porsi yang banyak kepada siswa untuk aktif sehingga guru mampu bertindak sebagai fasilitator. Praktiknya, di kelas guru mengembangkan berbagai model pembelajaran yang dapat mendorong siswa untuk aktif, berpartisipasi dalam proses belajar mengajar. Di akhir pembelajaran evaluasi dilakukan terhadap siswa juga guru itu sendiri.
    2.Merancang Pembelajaran Yang Menarik
    Pembelajaran menarik adalah pembelajaran yang di dalamnya ada cerita, ada nyanyian, ada tantangan dan ada pemenuhan rasa ingin tahu siswa. Guru bersikap santai dan humoris, namun memiliki kesungguhan menjembatani dan menolong siswa dalam menguasai materi pelajaran melalui cara-cara yang mudah, ceepat, dan menyenangkan. Guru harus mengerti dan memahami kondisi siswa, serta memberikan perhatian penuh kepada kelas. Selain itu, guru juga memberikan kesempatan kepada seluruh siswa untuk maju dan berkembang, tidak hanya pada siswa-siswa tertentu saja.
    Menurut pasal 19 ayat (1) PP No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, pembelajaran harus disajikan secara menarik. Wujud dari pembelajaran tersebut harus interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik.
    3.Membangun Pembelajaran Menarik
    Untuk mewujudkan pembelajaran yang menarik (sekaligus efektif dan efisien) dan memberikan tujuan dan arah yang jelas terhadap proses pembelajaran, William Watson Purkey dalam artikelnya bertajuk “Preparing Invitational Teachers for Nexy-Century School” (Slick, 1995: 1-3) menyarankan empat hal yang harus ada dan dipenuhi dalam setiap proses pembelajaran, yakni : 1) kepercayaan, 2) rasa hormat, 3) optimism, dan 4) kesenjangan. Ada beberapa kiat praktis dalam membangun pembelajaran yang menarik agar belajar menjadi pengalaman yang menyenangkan bagi siswa :
    a.Ciptakan lingkungan Tanpa Stres
    b.Manfaatkan Sarana Bermain untuk Belajar
    c.Gunakan Kelima Indra Anak sebagai jalur Belajar
    d.Pakailah Seluruh Isi Dunia sebagai “Ruang Kelas”
    e.Pentingkan Dorongan Positif
    f.Gunakan Rasa Cinta sebagai Resep Penting dalam Pendidikan Anak
    4.Membangun Motivasi Siswa
    Ada beberapa strategi yang bisa digunakan oleh guru untuk menumbuhkan motivasi belajar siswa, sebagai berikut :
    a.Menjelaskan tujuan belajar ke peserta didik secara jelas dan terukur.
    b.Memberikan hadiah
    c.Membuat saingan / kompetisi
    d.Memberi pujian
    e.Memberi hukuman
    f.Membangkitkan dorongan
    g.Membentuk kebiasaan belajar yang baik
    h.Membantu kesulitan siswa
    i.Menggunakan metode yang bervariasi
    j.Menggunakan media

    REFERENSI
    Suyanto dan Djihad Asep. 2012. Bagaimana Menjadi Calon Guru dan Guru Profesional. Yogyakarta: Multi Pressindo

    BalasHapus
  11. Nama : Faiz Haryadi
    NIM : 40211091
    Kelas : PGSD 3/3

    Menurut saya, guru yang kreatif dan inovatif mempunyai kriteria-kriteria, antara lain sebagai berikut :
    1. Melibatkan siswa secara aktif dalam artian proses belajar mengajar bukan hanya berpusat pada guru semata namun adanya pembelajaran interaktif yang melibatkan siswa juga sehingga proses belajar mengajar dapat terlaksana dengan baik
    2. Menerapkan model pembelajaran 5W+1H (What, Who, Why, When, Where, How) sehingga proses transformasi ilmu dapat berjalan dengan baik dan juga tujuan pembelajaran akan terlaksana secara optimal
    3. Memancing siswa untuk mengembangkan pengetahuan dan imajinasi dalam artian guru dalam proses belajar mengajar dapat memberi stimulus tertentu sehingga siswa menjadi kritis, kreatif, aktif
    4. Guru harus melek Teknologi informasi sesuai dengan perkembangan zaman dan mampu menerapkannya dalam proses belajar mengajar sehingga berdampak pada tamatan-tamatan yang kompeten dibidang teknologi dan juga tidak Gaptek (gagap teknologi)

    Mungkin itu saja yang dapat saya sampaikan, semoga bermanfaat....

    BalasHapus
  12. NAMA :Anjar Wicaksana
    NIM :40211163
    KELAS :PGSD 4/3

    Menurut pendapat saya tentang cara menjadi seorang guru yang kreatif dan inovatif dalam mengelola kelas ialah dengan cara :

    1.Sebagai seorang guru, sebelum masuk ke materi ajar hendaknya dapat menguasai kondisi kelas terlebih dahulu, agar tercipta Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) yang efektif.

    2.Menguasai materi ajar sangatlah penting dalam memberikan pelajaran terhadap siswanya.
    3.Menyajikan materi ajar harus sejalan dengan Kurikulum yang berlaku, dan adanya suatu RPP untuk setiap materi pelajaran. Menurut saya, suatu RPP untuk guru sangatlah penting dalam meningkatkan kualitas siswa dan guru itu sendiri.

    4.Memilih metode belajar yang sesuai dengan topik bahasan. Metode tersebut menuntut guru agar dapat bertindak kreatif dalam menyampaikan materi terhadap siswanya.

    5.Penggunaan alat peraga untuk penyampaian suatu mata pelajaran. Guru dituntut lebih kreatif dalam pembuatan dan menggunakan alat peraga untuk menjelaskan materi ajar kepada siswa, agar siswa mendapatkan pengertian yang riil, tidak hanya abstrak semata.

    6.Sebagai seorang guru tentunya sangatlah banyak menghadapi karakteristik para siswanya. Dalam menghadapi siswa, guru harus bertindak secara bijaksana.

    Dengan pendapat saya di atas, semoga dapat menjadikan manfaat bagi guru dan para calon guru.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama = NAFIATUL KHAERIYAH
      Nim = 40211102
      Prodi= PGSD 3/III

      Menurut saya cara untuk menjadi seorang guru yang kreatif dan inovatif dalam mengelola kelas adalah;
      1. Penggunaan buku pelajaran ;
      guru sebelum mengajar/bertatap muka dengan peserta didiknya, harus terlebih dahulu mempelajari secara mendetail tentang materi yang akan diajarkan /membuat ringkasan tersendiri.
      2. analisis bahan ajar
      guru sebaiknya menganalisi materinya terlebih dahulu, apakah materi tersebut sudah pas untuk di sampaikan atau tidak.
      3. pemilihan metode/pendekatan pembelajaran
      guru haruslah menentukan metode yang akan digunakan dalam proses pembelajaran, sehingga dalam proses pembelajaran lebih terarah.
      4. pembuatan dan penggunaan sarana pembelajaran
      guru harus memanfaatkan potensi daerah sebagai sarana/media pembelajaran. guru bisa memodifikasi alat pelajaran atau alat peraga praktik yang buatan pabrik
      dengan menggunakan bahan-bahan di sekitar kita, bahkan menggunakan barang-barang bekas (seperti stereofoam, botol/gelas air mineral, karet sendal jepit) jelas menunjukkan kreativitas dan inovasi. Mengubah sebuah kotak lampu senter untuk melatih keterampilan observasi tanpa penglihatan juga sudah menunjukkan kreativitas dan inovasi.
      4. pengelolaan kelas dan/atau laboratorium
      guru harus bisa mengelola kelasnya dan bisa memanfaatkan ruang laboratorum untuk kegiatan praktik dengan baik.
      5. guru harus bisa memiliki kemampuan dalam bidang teknologi (tidak gaptek).

      Hapus
  13. NAMA : YUNI CHAERUNNISA
    NIM : 40211118
    KELAS : PGSD 3 SEMESTER 3

    BAGAIMANA MENJADI GURU YANG AKTIF, KREATIF,EFEKTIF DAN MENYENANGKAN
    Guru harus menyadari bahwa pembelajaran memiliki sifat yang sangat kompleks. Artinya, pembelajaran tersebut harus menunjukkan kenyataan bahwa pembelajaran berlangsung dalam suatu lingkungan pendidikan dan guru pun harus mengerti bahwa siswa – siswa pada umumnya memiliki taraf perkembangan yang berbeda – beda. Cara memahami materi yang diajarkan berbeda – beda, ada yang bisa menguasai materi lebih cepat dengan keterampilan motorik ( kinestetik ), ada yang menguasau materi lebih cepat dengan mendengar ( auditif ), dan ada yang menguasai materi lebih cepat dengan melihat atau membaca ( visual ).
    Pembelajaran Partisipatif
    Pembelajaran partisipatif adalah pembelajaran yang melibatkan siswa dalam kegiatan pembelajaran secara optimal. Pembelajaran ini menitikberatkan pada keterlibatan siswa pada kegiatan pembelajaran ( child center / student center ) bukan pada dominasi guru dalam penyampaian materi pelajaran ( teacher center ). Jadi pembelajaran akan lebih bermakna bila siswa diberikan kesempatan untuk berpartisipasi dalam berbagai aktivitas kegiatan pembelajaran, sementara guru berperan sebagai fasilitator dan mediator sehingga siswa mampu berperan dan berpartisipasi aktif dalam mengaktualisasikan kemampuannya di dalam dan di luar kelas.

    Pembelajaran Aktif
    Pembelajaran aktif merupakan pendekatan pembelajaran yang lebih banyak melibatkan aktivitas siswa dalam mengakses berbagai informasi dan pengetahuan untuk dibahas dan dikaji dalam proses pembelajaran di kelas, sehingga mereka mendapatkan berbagai pengalaman yang dapat meningkatkan pemahaman dan kompetensinya. Dalam pembelajaran aktif, guru lebih banyak memosisikan dirinya sebagai fasilitator, yang bertugas memberikan kemudahan belajar ( to facilitate of learning ) kepada siswa. Siswa terlibat secara aktif dan berperan dalam proses pembelajaran, sedangkan guru lebih banyak memberikan arahan dan bimbingan, serta mengatur sirkulasi dan jalannya proses pembelajaran.

    Pembelajaran Kreatif
    Pembelajaran kreatif menuntut guru untuk merangsang kreatifitas siswa, baik dalam mengembangkan kecakapan berpikir maupun dalam melakukan suatu tindakan. Berpikir kreatif selalu dimulai dengan berpikir kritis, yakni menemukan dan melahirkan sesuatu yang sebelumnya tidak ada atau memperbaiki sesuatu.
    Berpikir kritis harus dikembangkan dalam proses pembelajaran agar siswa terbiasa mengembangkan kreatifitasnya. Pada umumnya, berpikir kreatif memiliki empat tahapan sebagai berikut ( Mulyasa,2006:192 ).

    Pembelajaran Efektif
    Pembelajaran efektif perlu didukung oleh suasana dan lingkungan belajar yang memadai / kondusif. Oleh karena itu, guru harus mampu mengelola siswa, mengelola kegiatan pembelajaran, mengelola isi / materi pembelajaran, dan mengelola sumber – sumber belajar. Menciptakan kelas yang efektif dengan peningkatan efektivitas proses pembelajaran tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan harus menyeluruh mulai dari perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Menurut Kenneth D. More, ada tujuh langkah dalam mengimplementasikan pembelajaran efektif, yaitu :
    Perencanaan
    Perumusan tujuan / kompetensi
    Pemaparan perencanaan pembelajaran kepada siswa
    Proses pembelajaran dengan menggunakan berbagai strategi ( multistrategi )
    Evaluasi
    Menutup proses pembelajaran dan
    Follow up / tindak lanjut
    Pembelajaran Menyenangkan
    Untuk mewujudkan proses pembelajaran yang menyenangkan, guru harus mampu merancang pembelajaran dengan baik, memilih materi yang tepat, serta memilih dan mengembangkan strategi yang dapat melibatkan siswa secara optimal.

    BalasHapus
  14. NAMA : Muhajirin
    NIM : 40211099
    KELAS : PGSD 3 SEMESTER 3

    MENJADI GURU YANG AKTIF, KREATIF,EFEKTIF DAN MENYENANGKAN
    Pembelajaran merupakan implementasi kurikulum di sekolah dari kurikulum yang sudah dirancang dan menuntut aktivitas dan kreatifitas guru dan siswa sesuai dengan rencana yang telah diprogramkan secara efektif dan menyanangkan. Ini sesuai dengan yang dinyatakan oleh Brooks bahwa “ pembaruan dalam pendidikan harus dimulai dari ‘bagaimana anak belajar’ dan ‘bagaimana guru mengajar’, bukan dari ketentuan- ketentuan hasil “.
    Guru harus dapat mengambil keputusan atas dasar penilaian yang tepat ketika siswa belum dapat membentuk kompetensi berdasarkan interaksi yang terjadi dalam kegiatan pembelajaran. Oleh karena itu, guru harus mampu menciptakan suasana pembelajaran partisipatif, aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan supaya kompetensi dasar dan standar kompetensi yang telah dirancang dapat tercapai.
    Pembelajaran kreatif merupakan proses pembelajaran yang mengharuskan guru untuk dapat memotivasi dan memunculkan kreatifitas siswa selama pembelajaran berlangsung, dengan menggunakan beberapa metode dan strategi yang bervariasi, misalnya kerja kelompok, bermain peran dan pemecahan masalah.
    Berikut tips-tips menjadi guru yang aktif keatif efektif dan menyenangkan :

    a. Tahap pertama : guru harus membuka pembelajaran dengan salam, sapaan dan senyuman.
    Karena secara psikologi anak apa bila bertemu pertama dengan pendidik akan merasa tegang terlebih dahulu, sifat itu sudah tertanam dan mengkristal dalam diri anak karena paradigma mereka menganggap bahwa guru adalah orang yang saklek.
    b. Tahap kedua : seorang guru harus membawakan materi dengan penuh kesabaran dan cinta kasih.
    c. Tahap ketiga : setiap beberapa menit sekali pembelajaran harus di selingi dengan intermeso atau candaan,tentunya candaan yang relevan sesuai dengan pembelajaran yang sedang berlangsung.
    d. Tahap keempat : seorang guru harus mengajar dengan hati bukan karena ingin menggugurkan kewajiban.
    e. Tahap kelima : saat berahirnya pembelajaran guru juga harus memberikan kesimpulan pembelajaran kemudian memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya jika ada sesuatu yang belum dipahami oleh peserta didik.
    f. Tahap terahir : tutup pembelajaran dengan doa dan salam disertai senyuman kepada peserta didik.

    BalasHapus
  15. Nama : Dedi santoso
    Kelas : PGSD 4/3
    Nim : 40211129
    Guru pada dasarnya adalah orang yang memfasilitasi ilmu pengetahuan dari sumber kepada para peserta didik .(khusnul chotimah) , 2008. Dari pengertian di atas ada beberapa kriteria guru ideal yang harus di miliki guru sa,at ini,pertama dapat membagi waktu dengan baik keluarga, lingkungan,dan lingkungan sekolahan . Kedua, rajin membaca , supaya dapat menyerap seluruh apa yang dia ketahui dari buku supaya dia dapat implementasikan dala pembelajaran ketiga banyak menulis dan meneliti setiap apa yang dia ketahui supaya jelas apa yang dia baca dan kenyata,an yang terjadi. Menjadi guru ideal dan inopatif adalah sebuah tuntuan yang tidak bisa di elakkan masa depan bangsa ini di tentukan oleh kader –kader muda yang pertanggung jawab masa depan suatu bangsa ada di pundak guru karena guru yang berinteraksi mereka dalam membentuk kepribadian , memberikan pemahaman dan menerbangkan imajinasi dan cita-cita mereka .
    Maka dalam hal ini di perlukan guru yang energik,interested, berwawasan luas ,humoris dan mampu menguasai kelas dengan baik. Ada 5 kriteria menjadi guru ideal dan inovatif :
    1. MAMPU MENGUASAI MATERI SECARA MENDALAM Adalah syarat utama menjadi guru yang ideal dengan menguasai materi dengan baik ,kepercaya,an diri terbangun dengan baik ,tidak ada rasa was-was ,dan bimbang terhadap peranya,an murid ketenangan siswa di raih kepuasan siswa di dapatkan
    2. MEMPUNYAI WAWASAN LUAS Perubahan yang terjadi di setiap sa,at akibat revolusi iptek berjalan dengan hitungan detik ,di berbagai negara bisa di akses secara langsung oleh media. Guru di haruskan mengikuti cakrawala ini supaya pemikiranya menjadi luas
    3.KOMUNIKATIF Guru yang suka menyapa dan memperhatikan kondisi murid lebih di terima anak didiknya dari pada guru egois ,kondisi semacam ini baik bagi kondisi psikologis anak didiknya ,sehingga kita dengan mudah dapat mengkondisikan anak didik kita , dan terus menyampaikan proses pembelajaran dengan mudah dan baik 4.DIALOGIS Disini kita tidakhanya mengajar tetapi juga harus bisa mencari bakat anak didik kita, potensi apa saja yang di miliki setiap para siswa dan kita wajib mengembangkan potensi-potensi apa saja yang ada pada anak didik kita 5.MENGGABUNGKAN TEORIDAN PRAKTIK Biasanya anak didik akan mudah jenuh dengan teori saja tanpa ada praktek ,sebagai media menurunkan ,mengedepankan dan melekatkan materi pada otak ,anak didik , maka dengan praktik ilmu dapat berkembang dengan pesat dan anakpun terlatih menerapkan ilmu yang di plajari .

    Amini Ibrahim .2006.anakmu-amanatnya

    BalasHapus
  16. Tusriyani
    40211113
    PGSD 3/3
    Bagaimana menjadi guru yang kreatif dan inovatif
    dalam mengelola kelas

    Sesuai dengan cakupan aspek yang mungkin diberdayakan, pembahasan pada bagian ini dilakukan secara berurutan yaitu:

    1. Penggunaan buku pelajaran
    2. Analisis bahan ajar
    3. Pemilihan metode/pendekatan pembelajaran
    4. Perencanaan pengalaman belajar
    5. Pembuatan dan penggunaan sarana pembelajaran
    6. Pengelolaan kelas dan/atau laboratorium
    7. Teknik dan keterampilan bertanya
    8. Pemberdayaan asesman yang bervariasi

    Menjadi guru yang kreatif dan inovatif tidaklah sulit. Setiap upaya untuk
    mencobakan gagasan baru yang mendorong siswa agar belajar bermakna dan
    produktif sudah menunjukkan kreativitas dan inovasi. Kreativitas dan inovasi
    bukanlah sesuatu yang muluk-muluk. Setiap orang memiliki kreativitas yang
    kadarnya berbeda dan dapat dikembangkan atau dilatihkan oleh dirinya sendiri
    atau dengan bantuan orang lain (siswa oleh guru), tetapi yang penting orang yang
    bersangkutan mau berusaha dan tidak menyerah pada keadaan. Jadilah kreatif
    dulu gurunya, karena kreativitas jarang (tidak akan) muncul pada siswa-siswa
    yang gurunya tidak kreatif.

    Daftar pustaka :
    Rustaman, N., & Rustaman, A. (1997). Pokok-pokok Pengajaran Biologi dan
    Kurikulum 1994. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan dan
    Kebudayaan.

    Tim Penyusun Kamus. (1989). Kamus Besar Bahasa Indonesia. Edisi kedua.
    Jakarta: Balai Pustaka

    BalasHapus
  17. Guru yang kreatif dan inovatif dalam mengelola kelas, adalah sebagai berikut:
    1. Guru sebagai seorang pemimpin
    Guru dapat menguasai, mengendalikan dan mengarahkan kelas agar mencapai tujuan pembelajaran secara efektif dan efisien.
    2. Guru harus menguasai materi pembelajaran
    Dengan menguasai materi, kepercayaan diri terbangun dengan baik, tidak ada rasa was-was, dan bimbang terhadap pertanyaan murid. Ketenangan bisa diraih dan kepuasan siswa bisa didapatkan.
    3. Guru sebagai motivasi siswa.
    Guru dapat menimbulkan rasa ingin tahu pada diri siswa, sehingga mampu membangkitkan semangat siswa.
    4. Guru mempunyai sikap humoris, gunanya untuk menyegarkan pikiran siswa sehingga siswa tidak merasa jenuh dan penat saat menerima materi pelajaran.
    5. Guru sebagai fasilitas, artinya guru dapat mengembangkan minat dan bakat yang ada pada diri siswa.

    Daftar Pustaka :
    Asmani, Jamal Ma’mur. 2009. Tips Menjadi Guru Inspiratif,Kreatif, dan Inovatif. Ciputat; DIVA Press

    BalasHapus
  18. NAMA : RETNO SUNDAWATI
    NIM : 40211149
    KELAS :PGSD 4/3


    Guru yang kreatif dan inovatif dalam mengelola kelas, adalah sebagai berikut:
    1. Guru sebagai seorang pemimpin
    Guru dapat menguasai, mengendalikan dan mengarahkan kelas agar mencapai tujuan pembelajaran secara efektif dan efisien.
    2. Guru harus menguasai materi pembelajaran
    Dengan menguasai materi, kepercayaan diri terbangun dengan baik, tidak ada rasa was-was, dan bimbang terhadap pertanyaan murid. Ketenangan bisa diraih dan kepuasan siswa bisa didapatkan.
    3. Guru sebagai motivasi siswa.
    Guru dapat menimbulkan rasa ingin tahu pada diri siswa, sehingga mampu membangkitkan semangat siswa.
    4. Guru mempunyai sikap humoris, gunanya untuk menyegarkan pikiran siswa sehingga siswa tidak merasa jenuh dan penat saat menerima materi pelajaran.
    5. Guru sebagai fasilitas, artinya guru dapat mengembangkan minat dan bakat yang ada pada diri siswa.

    Daftar Pustaka :
    Asmani, Jamal Ma’mur. 2009. Tips Menjadi Guru Inspiratif,Kreatif, dan Inovatif. Ciputat; DIVA Press

    BalasHapus
  19. nama : daryanti
    nim : 40211128
    kelas : pgsd4/3\
    jawaban :
    Guru yang kreatif dan inovatif dalam mengelola kelas menurut saya
    a. Guru yang menguasai materi pembelajran, sehingga bisa menentukan strategi pembelajaran yang cocok dan membuat siswa mudah memahami materi yang diajarkan.
    b. Mampu mengoprasikan dan Menguasai tekhnologi.
    c. Bisa membuat alat peraga dan media pembelajaran yang dapat memudahkan siswa memahami materi yang di ajarkan.
    d. Selalu memberikan hal-hal baru dalam pembelajaran baik dari strategi, model, teknik maupun metode pembelajaran sehingga siswa tidak bosan dan menjadi terangsang untuk berfikir, serta siswa mempunyai kemauan untuk mandiri dalam pembelajaran.
    e. Perbanyak ilmu pengetahuan dan wawasan, karna dengan hal itu guru akan leluasa untuk memberikan pengajaran kepada siswa, tidak hanya terpacu pada buku ajar yang disediakan sekolah.

    BalasHapus
  20. muhammad fradiev10 Desember 2012 21.05

    M Fradiv Maru F
    40111020
    PBI 3


    "Guru yang Kreatif dan Inofativ dalam mengelola kelas"

    Menurut saya, dari hasil yang saya amati sejak saya duduk dibangku sekolah saya menilai mana guru yang kreatif dan inofatis. Tidak cuman dari pngalaman saya, saya juga mengambil referenci dari luar ( buku ).

    1.Guru yang pada hari itu melakukan hal yang lebih baik dari pada hari kemarin, dimana siswa dapat memahami lebih baik. perubahan siswa menjadi baik lebih cepat.
    2.Guru yang mampu membuat siswa siswinya merasa ingin tahu akan apa yang dilakukan, dalam hal ini guru membuat pengajaran yang menampilkan sesuatu benda atau lainnya. Supaya siswa penasaran akan apa yang dimaksud dengan benda tersebut, yang belum diketahui oleh mereka. Hal ini jelas akan jadi pertanyaan bagi para siswa.
    3.Guru yang mampu menggunakan waktu dan memperoleh hasil dari pembelajaran tersebut menjadikan siswa mampu menguasai pemahaman yang baik dan cepat diingat.
    4.Melakukan pengajaran yang bermakna, supaya siswa tidak putus rasa ingin tahunya dan mengakibatkan siswa selalu ingin belajar.
    5.Menjadikan suasana yang senang, karena siswa itu kadang akan lebih nyaman jika suasana kelas menyenangkan. meskipun tidak selalu dengan komedi. maksud dari suasana senang itu, jangan menjadikan siswa tegang dalam pembelajaran, karena siswa biasanya didominasi rasa malu yang tinggi, berbeda dengan mahasiswa.

    begitulah pendapat saya dari pengalaman dan dari informasi lainnya, tentang Guru kratif dan inofativ. sebelumnya saya minta maaf, saya hanya menyampaikan sedikit tentang guru kreatif dan inofativ. semoga bermanfaat bagi para guru.
    wassallam.

    BalasHapus
  21. Isna Fahimatul K
    40111014
    PBI 3

    "Menjadi guru yang kreatif dan inovatif"
    meskipun saya belum menjadi guru yang sebenarnya, tapi saya bisa belajar untuk menjadi guru yang kreatif dan inovatif dari pengalaman saya melakukan KPPM di sebuah SMP. Bahwa kriteria untuk menjadi guru yang kreatif dan inovatif antara lain :
    1. Menganggap seluruh siswa / murid sebagai teman. Menciptakan hubungan yang baik dan santai antara guru dan murid selayaknya teman sebaya agar kita sebagai guru bisa mengetahui apa yang sebenarnya diinginkan oleh siswa tersebut. Tapi meskipun begitu, guru tetap memiliki ketegasan tersendiri dalam menangani seluruh siswanya.
    2. Adanya reward dan punishment. Sebisanya kita memberikan hadiah kepada siswa yang bersungguh-sungguh dan memberikan hukuman bagi siswa yang tidak memperhatikan pelajaran. Hadiah yang kita berikan tidak harus berbentuk materi, tapi kita juga bisa memberikan hadiah berupa support emosional dan juga kepercayaan terhadap siswa, karena tanpa disadari kepercayaan yang kita berikan kepada siswa bisa memotivasi siswa untuk menjadi lebih baik lagi. Selebihnya, berikan hukuman yang logis terhadap siswa, misalnya merangkum sebuah materi dengan tanda tangan orang tua.
    3. Berikan senyuman yang paling manis saat memasuki ruang kelas. Apapun masalah yang kita hadapi, jadilah orang yang ceria dan tidak mempunyai masalah apapun saat berada didepan siswa. Tanpa kita sadari, senyuman yang kita berikan sejak awal pertemuan menjadikan siswa merasa tenang/tidak ada rasa was-was/tegang di hati para siswa. jika siswa merasa tenang maka fikiran menjadi terbuka sehingga mereka dapat mencerna pelajaran dengan baik.
    4. Mempersiapkan diri sebelum pembelajaran /planning. seorang guru membutuhkan perencanaan dalam melaksanakan tugasnya. Hendaknya guru mempersiapkan dan menguasai materi yang akan ia sampaikan sehingga nantinya ia bisa memberikan pernyataan yang tepat kepada siswa yang belum memahami benar tentang materi tersebut.
    5. Terapkan metode yang berebeda-beda dalam proses belajar mengajar. Seyogyanya guru menguasai beberapa metode dalam proses belajar mengajar agar metode yang kita gunakan tidak bersifat monoton dan siswa menjadi lebih bersemangat karena metode yang bervariassi.
    sekiranya itu saja yang dapat saya sampaikan mengenai guru yang kreatif dan inovatif. Dengan mengadaptasi dari buku "Menjadi Guru yang Dirindu" oleh Mahmud Khalifah dan Usamah Quthub.
    terima kasih.

    BalasHapus
  22. Nama : TriAstuti
    Nim : 40111033
    Prodi : PBI 3


    Bagaimana Menjadi
    "Guru yang Kreatif dan Inovatif dalam Mengelola Kelas"

    1.menjadi pribadi yang menyenangkan
    2.ramah
    3.pintar dan supel
    4.peduli
    5.memiliki lebih banyak kasih ketimbang guru biasa-biasa saja
    6.memberi games di sela-sela pembelajaran
    7.di setiap semester adakan "nonton film edukasi" bareng,anak didik di beri kertas untuk mengambil himah dari film tersebut
    8.menanyakan setiap kabar siswa, "apakah ada yang galau"? yang galau suruh duduk di depan. guru memberi motivasi dan buatlah dia tersenyum,nasehatilah dengan pengertian-pengertian kecil,
    9.buatlah suasana kelas lebih kondusif dan nyaman Dengan sedikit candaan.
    10.gunakan media seperti : powerpoint yang menarik sebagai media pembelajaran (jika ada)
    11.ajak anak didik belajar di out door sekali-kali dan ajak mereka belajar dengan alam.

    BalasHapus
  23. NAMA : ANI ROHAYANIAH
    NIM: 40211083
    PRODI :PGSD3/3

    Guru tidak hanya bertugas untuk melakukan pengajaran saja, selain pengajaran guru juga mempunyai tugas untuk melakukan kegiatan pengelolaan kleas. Pengelolaan kelas merupakan kegiatan untuk menciptakan suasana yang kondusif dalam kelas baik dilakukian oleh guru maupun peserta didiknya. Pengelolaan kelas berepran penting dalam terciptanya kondisi kelas yang akan mendukung tercapainya pembelajaran yang akan dicapai. Dengan demikian akan menghasilkan para peserta didik yang berintelektual dan mempubnyai responsibilitas yang besar dalam kegiatan pembelajaran. Guru harus kreatif dalam melaksanakan pengelolaan kelas. Secara realita sekarang jarang sekali yang berkreatifitas dalam pengelolaan kelas. Hanya gu tertentu saja yang dapat melakukan kreatifiitas tersebut. Biasanya guru yang dapat melakukan kreatifitas hanyalah guru yang sudah profesional. Pemikiran guru yangkreatif akan menunjang terciptnya peserta didik yang kreatif juga, selain itu juga menimbulkkan pola pikir aktif siswa dan termotivasi dalam pembelajaran. Kekreatifitasan guru dalam pengelolaan kelas menurut saya diantaranya terdiri dari pemikiran seperti :
    1. Penataan ruangan kelas yang bervariasi
    Biasnya dalam penataan ruang kelas merupakan faktor penting bagi seorang siswa. Mereka akan memilih posisi duduk yang sesuai dengan keinginannya yang nantinya akan mendukung proses belajarnya. Dalam penataan ruangan ( tempat duduk) guru tidak mengharuskan posisinya seperti apa, tetapi siswalah yang akan mengaturnya sendiri. Penataan ruang kelas yang bervariasi akan menimbulkan terciptanya pembelajaran yang kondusif dan penyampainnya dapat dilakukan secara efektif namun dapt terserap semuanya oleh siswa.
    2. Memajang hasil karya semua peserta didiknya.
    Hal ini digunakan agar siswa termotivasi agar lebih mengembangkan semua potensui yang dimilikinya. Mendorong siswa untuk berupaya menghasilkan hasil yang lebih memuaskan. Dengan memajang hasil karya speserta didik dapat digunakan sebagai bahan evaluasi baik oleh guru maupun peserta didiknya. Dengan begitu mereka akan memperbaiki dan mengembangkannya.
    3. Belajar sambil bermain
    Anak akan lebih mudah memahami materi pembelajaran yang sedang diajarkan apabila dilakukan sambil bermain. Karena dengan begitu mereka akan merasa seolah mengalaminya. Sehingga dengan seperti itulah mereka dapat menyimpan materinya dalam memori jangka panjang, yang nantinya bisa dikeluarkan kapan saja. Apabila dalam pebelajarannya tidak dilakukann sambil bermain siswa tersebut hanya dapat menerima berapa persen saja dan proses penyimpanannyapun hanya dalam memori jangka pendek. Mereka akan lebih mudah lupa tentang materi yang diajarkannya.
    4. Menggunakan alat peraga
    Siswa akan lebih tertarik dalam mempeljari materi apabila seorang guru menyuguhkan sebuah alat peraga yang digunakan untuk menguatkan dan meggambarkan materi yang sedang dibahas. Mereka akan muncul rasa keingintahuannya sehingga akan lebih tertarik dalam mempelajarinya.
    Guru yang inovativ adalah gururu dapat menciptakan sesuatu yang baru atau pembaharuan . misaknya guru yang inovativ akan menggunakan media pembelajaran dalam penyampaian materinya. Sehingga dengan behitu membantu pemeroleh pengetahuannya sudah mempunyai gambaran yang kuat, sehingga mempermudahkannya dalam penerimaan materi.

    BalasHapus
  24. Nama : Muhammad Adzilla Mazwa Umar
    Prodi : PGSD 3
    Semester : 3 ( Tiga )
    Nim : 40211100
    Untuk menjadi seorang guru yang cerdas, kreatif dan inovatif dalam pembelajaran seseorang harus melalui berbagai hal
    1.Pendidikan. Pendidikan guru punya pengaruh besar dalam membentuk kualitas di atas. Pendidikan formal telah ditetapkan bahwa kualifikasi pendidikan minimal S1, tetapi seorang guru jangan hanya membatasi diri pada pendidikan formal saja. Apabila seorang guru membatasi dirinya dan sudah puas dengan pendidikan formal saja, maka kualitas guru tersebut tidak berkembang, dan akan disangsikan dapatkah dia menjadi guru yang cerdas, kreatif dan inovatif. Karena itu sang guru harus punya perinsip no limits to study: tidak ada limit dalam menuntut ilmu. Prinsip inilah yang disebut dengan pendidikan sepanjang hayat. Untuk itu dia harus memperbanyak mengikuti pendidikan nonformal. Pendidikan nonformal itu akan diperoleh di masyarakat. Lewat seminar-seminar, penataran, ceramah ilmiah, membaca, penulisan dan berbagai kegiatan ilmiah lainnya. Kegiatan ilmiah itu hendaklanya lahir dari nurani dimotivasi untuk menambah ilmu, bukan karena untuk mendapat sertifikat. Kalau motifnya sekedar untuk mendapat sertifikat dikhawatirkan tidak akan bermanfaat banayak bagi guru. Sertifikat, yes, ilmu juga yes.
    2.Memiliki beberapa prinsip profesionalitas yang tertera pada pasal 7 UU RI tentang Guru dan Dosen seperti : a. memiliki bakat, minat, panggilan jiwa dan idealisme; b. memiliki komitmen untuk meningkatkan mutu pendidikan, keimanan, ketakwaan dan akhlak mulia; c.memiliki kualifikasi akademik dan latar belakang pendidikan sesuai dengan tugas; d.Memiliki kompetensi yang diperlukan sesuai dengan bidang tugas; e. memiliki tanggung jawab atas pelaksanaan tugas keprofesionalan. f.memperoleh penghasilan yang ditentukan sesuai dengan prestasi kerja; g.memiliki kesempatan untuk mengembangkan keprofesional serta secara berkelanjutan dengan belajar sepanjang hayat; h.memiliki jaminan perlindungan hukum dalam melaksanakan tugas tugas keprofesionalan, dan; i. memiliki organisasi professi yang mempunyai kewengan mengatur hal-hal yang berkaitan dengan tugas keprofesionalan guru.
    3.Mendidik dengan hati nurani. Seorang guru yang berkompeten tidak hanya memiliki kompetensi yang dicantumkan dalam UU tentang Guru dan Dosen. Tetapi ada hal yang terkadang sulit diungkapkan, yaitu soal hati nurani. Hati nurani tidak bisa diukur secara transparan seperti mengukur kecerdasan, kreatiatifitas dan inovatif. Hati nurani adalah modal dasar yang luar biasa dalam menggerakkan aktivitas sesorang. Permasalahan pendidikan kita juga agaknya jangan kita abaikan untuk melihat dari sudut ini, guru yang bekerja sungguh-sungguh bertolak dari hati nuraninya. Kiyai-kiyai tempo dulu di pesantren dengan pendidikan seadanya saja dapat melahirkan ulama, apa sebab demikian? Apakah karena beliau seorang profesionalisme sejati dan memiliki empat kompetensi dasar tersebut? Jawabannya belum tentu, sebab dipandang dari sudut pendidikan yang diterimanya masih terbatas, mungkin tidak seperti guru-guru sekarang yang telah memilki kualifikasi S1 dan tersertifikasi pula. Kalau begitu apa modal dasar mereka, tentu jawabnya hati nurani. Bekerja berdasarkan hati nurani akan melahirkan cinta.

    BalasHapus
  25. Nama : Agung Eko Prasetyo
    NIM : 40211082
    Prodi : PGSD 3
    Semester : 3 ( Tiga )
    Menurut saya untuk menjadi guru yang kreatif dan inofatif yaitu dengan rajin membaca dan menulis. Dengan membaca dan menulis maka akan bertambah pengetahuan kita. Guru yang rajin membaca otaknya dapat diibaratkan mesin pencari google di internet. Jika ada peserta didiknya yang bertanya, memori otaknya langsung bekerja mencari dan menjawab pertanyaan para anak didiknya dengan cepat dan benar. Hal tersebut akan membuat guru menjadi kreatif dan inovatif dalam menjalankan tugasnya. Guru Kreatif adalah guru yang selalu bertanya-tanya, apakah dirinya sudah menjadi guru yang baik atau belum. Dia sudah melakukan instropeksi dan selalu memperbaiki dirinya. Ciri-ciri guru yang kreatif dan inovatif yaitu :
    1.Mempunyai keingin tahuan yang tinggi, selalu mempelajari atau mencari tahu tentang segala sesuatu yang masih belum dipahaminya.
    2.Setiap hal dianalisis dulu kemudian disaring, dikualifikasi untuk ditelaah dan dimengerti lalu diendapkan dalam gudang pengetahuan.
    3.Memiliki instuisi yang tajam yaitu kemampuan bawah sadar yang menghubungkan gagasan-gagasan lama guna membentuk ide-ide baru.
    4.Memiliki kepribadian yang kuat, tidak mudah diberi instruksi tanpa pemikiran.

    BalasHapus
  26. Nama : Puji Siswati
    NIM : 40211106
    Prodi : PGSD 3
    Semester : 3

    Guru yang ideal adalah guru yang kreatif dan Inovatif. Guru Kreatif adalah guru yang selalu memandang bahwa keragaman siswa adalah suatu potensi besar yang harus dikembangkan disekolah. Ia akan selalu memperbaiki dirinya dengan berbagai tindakan penelitian kelas, akan selalu mencoba mencari metode-metode baru dalam pembelajarannya. Sedangkan Kreativitas adalah kesanggupan untuk menemukan sesuatu yang baru dengan jalan mempergunakan daya khayal, fantasi atau Imajinasi. Tugas seorang guru dalah untuk menciptakan situasi kelas yang penuh inspirasi, kreatif dan antusias untuk para siswanya. Guru harus mampu melakukan upaya-upaya untuk mendayagunakan potensi kognitif dan afektif siswanya secara optimal sehingga ide-ide baru dan cerdas lebih terakomodasi. Guru harus dapat menguasai materi yang akan disampaikannya.guru juga harus dapat menciptakan suasana kelas yang menyenangkan.

    BalasHapus
  27. Nama : Janatin
    NIM : 40111017
    Kelas : PBI Semester 3



    Guru haruslah menjadikan dirinya sebagai guru yang profesional dengan
    meningkatkan daya kreasi dan inovasinya.Menurut saya,berdasarkan pembelajaran saya dalam mengajar peserta didik di sekolah maupun diluar instansi sekolah,cara untuk menjadi guru kreatif dan inovatif dalam mengelola kelas adalah sebagai berikut :
    1. Menggunakan media pembelajaran sesuai dengan perkembangan zaman,tentunya
    2. Selalu menerapkan dan memperhatikan faktor yang menentukan keberhasilan dalam proses pembelajaran yang mana guru harus memperhatikan 3 faktor,yaitu : (1) isi pesan, (2) cara menjelaskan pesan, dan (3) karakteristik penerima pesan. Sehingga,guru dalam memilih dan menggunakan media yang ada untuk mengajar,hasilnya tersampaikan secara maksimal
    3. Menyalurkan kekretivitasan kita(guru) dengan menggunakan alat peraga pada saat pembahasan materi tertentu,sehingga secara langsung maupun tidak langsung,siswa akan terinspiratif dengan kekretivitasan kita(guru).
    Ini berdasarkan statement yang Saya dapat dari Guru senior Saya,bahwa “Jadilah kreatif dulu gurunya, karena kreativitas jarang (tidak akan) muncul pada siswa-siswa yang gurunya tidak kreatif”.
    4. Mempelajari,memahami,dan menerapkan model-model pembelajaran yang ada disesuaikan dengan materi dan keadaan peserta didik.Misalnya untuk pelajaran Bahasa Inggris,yaitu dengan menggunakan berbagai jenis model pembelajaran efektif,seperti model JIGSAW,EXAMPLES NON EXAMPLES,STAD,PICTURES AND PICTURES,COOPERATIVE SCRIPT,dan model pembelajaran yang lainnya,sehingga peserta didik bisa berkembang dan proses pembelajaran tidak terkesan membosankan
    5. Melakukan pendekatan terhadap peserta didik,mengelaborasi karakteristik siswa-siswi dan memberikan kasih sayang kepada mereka
    6. Selalu update dan menambah pengetahuan tentang kekreativitasan guru,dengan cara selalu mengikuti seminar atau workshop yang ada,atau dari berbagai sumber agar kita(guru)lebih canggih untuk menciptakan kreasi-kreasi baru dan inovasi kepada peserta didiknya
    7. Guru menunjukkan keunikan tersendiri dalam mengajar peserta didik,yang mungkin membuat mereka segan dengan kita(guru),sehingga pada saat proses pembelajaran,mereka merasa riang dan gembira ketika diajar kita
    8. Selalu tunjukkan senyuman manis kepada mereka,terutama pada awal pembelajaran(untuk masalah ketegasan terhadap peserta didik,semuanya bisa dikondisikan)dan bersikap fleksibel terhadap masalah yang ada di kelas atau di sekolah

    BalasHapus
  28. Nama : Asta Putri Anggreani
    Nim : 40211123
    Prodi : PGSD 4/3
    Assalamualaikum, , ,
    Menurut pendapat saya tentang cara menjadi guru yang kreatif dan inovatif dalam mengelola kelas yaitu :
    1. Guru yang dapat mengemas proses pengajaran yang menarik dan menghibur bagi siswa agar siswa tidak jenuh /bosan dalam proses belajar mengajar berlangsung.
    2. Seorang guru,sebelum melaksanakan kegiatan belajar mengajar tentunya sudah mempersiapkan RPP ,karena RPP sebagai pedoman untuk melaksanakan pembelajaran kepada peserta didik, agar pembelajaran tida menyimpang dari tujuanya.
    3. Guru yang dapat menguasai materi dan dapat menyampaikan materi pelajaranya dalam proses belajar mengajar dengan baik ,
    4. Guru yang dapat memanfaatkan alat peraga sesuai dengan materi yang sedang diajarkan dan memanfaatkan media pembelajaran yang ada. Untuk menarik perhatian siswa dan siswa terfokus dalam proses belajar.
    5. Guru yang dapat memahami kondisi emosi siswa agar dapat membuat pembelajaran lebih berarit dan permanaen.
    6. Guru mampu membanguan hubungan penuh rasa simpati dan saling perhatian dengan para siswa.Hal penting untuk di lakukan agar pendidik bias menbuka jalan masuk ke dunia baru para siswa dan mengetahui minat serta bakat mereka.
    Haya ini yang dapat saya sampaikan tentang pendapat menjadi guru yang kreatif dan inovatif dalam mengelola kelas, kurang lebihnya mohon maaf dan sekian terimakasih.
    Wasalamualaikum, , , , ,

    BalasHapus
  29. Nama : Faisal Bahtiar
    Nim : 4021190
    Prodi : PGSD 3/3


    Guru yang kreatif dan inovatif dalam mengelola kelas?
    1. Guru yang kretif mampu menciptakan sesuatu yang menarik dan belum diciptakan oleh orang lain sehingga siswa dalam KBM nya berjalan dengan baik serta menarik dan menyenangkan agar siswanya tidak jenuh dalam belajarnya.
    2. Guru yang inovatif mampu membuat penemuan baru yang berbeda dari yang sudah ada atau yang sudah dikenal sebelumnya, misalnya gagasan, metode atau alat. Sehingga siswa akan memperhatikannya serta sangat mengesankan dan akan mengingat terus dalam pembelajarannya.

    BalasHapus
  30. Rima Tri Nur Hayati
    40211150
    PGSD 4 / 3
    Untuk menjadi seorang guru yang cerdas, kreatif dan inovatif dalam pembelajaran seseorang harus melalui berbagai hal
    1.Menguasai Materi Pelajaran secara Mendalam adalah syarat utama menjadi guru ideal.Dengan menguasai materi,kepercayaan diri terbangun dengan baik,tidak ada rasa was-was, dan bimbang terhadap pertanyaan murid.
    2.Mempunyai Wawasan luas dengan adanya Perubahan-perubahan yang terjadi setiap saat akibat revolusi ilmu pengetahuan dan teknologi informasi berjalan dalam hitungan detik
    3.Komunikatif seorang guru harus suka menyapa dan memperhatikan kondisi muridnya lebih diterima anak didiknya .sebagai aspek pendekatan psikologi kepada anak didik. Aspek penerimaan seorang guru menjadi faktor penting bagi kelancaran kegiatan belajar mengajar didalam kelas
    4.Dialogis yitu tugas guru tidak hanya mengajar, tetapi juga menggali potensi terbesar anak didiknya. Oleh karena itu dalam metode ini guru tidak boleh merasa paling benar,paling pintar dan paling tahu segala masalah
    5.Menggabungkan Teori dan Praktif yaitu guru harus kreatif agar anak didik tidak mudah jenuh dengan cara praktek sangat diperlukan sebagai media , dan melekatkan pada pemahaman materi pada otak anak didik. Dan praktik bisa barupa turunan langsung kelapangan atau kelaboratorium.
    6.Bertahap, belajar adalah setahap demi setahap,darisatu,dua dan seterusnya dalam bertahap ini tidak harus urut ,tidak melancat-loncat
    7.Mempunyai Variasi Pendektan.dalam proses belajar dan mengajar, seorang guru harus memperbanyak pendekatan pengajaran.dengan menguasai pendekatan pengajaran yang banyak,proses belajar dan mengajar dapat berjalan secara variatif,tidak monoton dan selalu segar.
    8.Tidak Memalingkan Materi Pelajaran.seorang guru harus berkonsentrasi penuh pada satu arah,satu targrt,dansatu tujuan yang dirancangakan,sehingga hasilnya bisa maksimal.
    9.Tidak Terlalu Menekan dan Memaksa, seorang guru harus berusaha untuk mengajar secara alami,tidak terlalu menekan dan memaksa murid.
    10.Humoris, guru berwatak dinamis,kompetitif,tapi juga humoris. Ditengah kepenatan pikiran,keletihan fisik,dan kebosanan berpikir, humor sangat diperlukan.dengan selera humor yang tinggi,seorang guru bisa memecah suasana yang menjenuhkan, dan menghilangkan kepenatan.menyegarjan pikiran anak didik.

    BalasHapus
  31. Ati Salis Sabrina
    40211124
    PGSD 4/ 3
    GURU YANG KREATIF DAN INOVATIF DALAM MENGELOLA KELAS
    1. Pembelajaran Kreatif
    Kreatif (creative) berarti menggunakan hasil ciptaan / kreasi baru atau yang berbeda dengan sebelumnya. Pembelajaran yang kreatif mengandung makna tidak sekedar melaksanakan dan menerapkan kurikulum. Kurikulum memang merupakan dokumen dan rencana baku, namun tetap perlu dikritisi dan dikembangkan secara kreatif. Dengan demikian, ada kreativitas pengembangan kompetensi dan kreativitas dalam pelaksanaan pembelajaran di kelas termasuk pemanfaatan lingkungan sebagai sumber bahan dan sarana untuk belajar. Pembelajaran kreatif juga dimaksudkan agar guru menciptakan kegiatan belajar yang beragam sehingga memenuhi berbagai tingkat kemampuan siswa dan tipe serta gaya belajar siswa.

    2. Pembelajaran Inovatif
    McLeod (1989:520) mengartikan inovasi sebagai: “something newly introduced such as method or device”. Berdasarkan takrif ini, segala aspek (metode, bahan, perangkat dan sebagainya) dipandang baru atau bersifat inovatif apabila metode dan sebagainya itu berbeda atau belum dilaksanakan oleh seorang guru meskipun semua itu bukan barang baru bagi guru lain.
    Pembelajaran inovatif dapat menyeimbangkan fungsi otak kiri dan kanan apabila dilakukan dengan cara mengintegrasikan media/alat bantu terutama yang berbasis teknologi baru/maju ke dalam proses pembelajaran tersebut. Sehingga, terjadi proses renovasi mental, di antaranya membangun rasa pecaya diri siswa. Penggunaan bahan pelajaran, software multimedia, dan microsoft power point merupakan salah satu alternatif.
    Membangun pembelajaran inovatif bisa dilakukan dengan cara-cara yang di antaranya menampung setiap karakteristik siswa dan mengukur kemampuan/daya serap setiap siswa. Sebagian siswa ada yang berkemampuan dalam menyerap ilmu dan keterampilan dengan menggunakan daya visual (penglihatan) dan auditory (pendengaran), sedang sebagian lainnya menyerap ilmu dan keterampilan secara kinestetik (rangsangan atau gerakan otot dan raga). Dalam hal ini, penggunaan alat/perlengkapan (tools) dan metode yang relevan dan alat bantu langsung dalam proses pembelajaran merupakan kebutuhan dalam membangun proses pembelajaran inovatif.
    Selain itu, dalam menerapkan pembelajaran yang inovatif diperlukan adanya beraneka ragam strategi pembelajaran yang dapat diterapkan dalam berbagai bidang studi.


    BalasHapus
  32. cut novelia selliyan
    pgsd 4/3
    40211126


    guru yang kreatif dan inovatif
    1. Menguasai materi pelajaran secara mendalam
    Syarat utama menjadi guru yang ideal. Dengan menguasai mataeri, kepercayaan diri terbangun dengan baik,tidak ada rasa was-was,dan bimbang terhadap pertanyaan murid. Guru yang kreatif adalah guru yang mengajar materi pelajaran yang sesuai dengan bidangnya.
    2. Mempunyai wawasan luas
    Seorang guru harus mempunyai wawasan luas terhadap pengetahuan, untuk menyalurkan ilmu pengetahuan tersebut terhadap anak didiknya,supaya dapat mudah dipahami dan mudah diingat oleh para siswa.
    3. Motivator bagi siswa
    Guru dapat memotivasi siswanya dalam belajar,agar supaya pengetahuan yang telah di terima siswa dalam selalu berkembang dan dapat di aplikasikan oleh siswa dalam kehidupan sehari-hari terutama dalam segi positif.
    4. Guru dapat memberikan suasana baru dalam pembelajaran agar proses pembelajaran tidak berkesan monoton dan membosankan,dengan cara memberi contoh alat pembelajaran yang sedang di bahas,seprti alat peraga. Sebagai simulasi supaya pembangun ketertarikan siswa.

    BalasHapus
  33. NAMA = AZIS SETIAWAN
    NIM = 40211086
    PRODI= PGSD3

    Menurut saya cara agar menjadi guru yang kreatif dan inovatif dalam mengelola kelas yaitu;
    1. kuasai materi sebelum mengajar
    2. pemilihan metode pendekatan pembelajaran (penggunaan IPTEK)
    3. pembuatan dan penggunaan sarana pembelajaran
    4. pengelolaan kelas dan /atau laboratorium

    BalasHapus
  34. Siti anita sari
    40211152
    pGDS 4/3

    Guru yang kreatif dan Inovatif dalam Mengelola Kelas
    1. Menguasai Materi Pelajaran secara Mendalam
    Menguasai materi adalah syarat utama menjadi guru yang ideal. Dengan menguasai materi, kepercayaan diri terbangun dengan baik, tidak rasa was-was, dan bimbang terhadap pertanyaan murid. Guru yang ideal adalah guru yang mengajar materi pelajaran yang menjadi bidang, bakat, dan spesialisnya. Dalam kontek ini, seorang guru harus rajin mendalami materi yang diajarkan, tidak hanya mengandalkan modal awal yang dipunyai.
    2. Mempunyai wawasan yang luas
    Guru diharapkan mengikuti informasi ini, sehingga cakrawala pemikirannya menjadi luas, menduniadan up to date. Siswa akan bangga mempunyai guru yang memiliki pengetahuan luas, cakrawala pemikiran yang mendalam, dan hal-hal baru yang segar.
    3. Komunikatif
    Guru ynag suka menyapa dan memperhatikan kondisi muridnya lebih diterima anak didiknya dari pada guru yang egois, yang dating hanya untuk menerangkan pelajaran, setelah itu pulang. Ia tidak mau peduli persoalan anak didiknya. Yang penting ia dating, mengajar sampai batas waktu yang ditentukan, kemudian selesai. Disinilah pentingnya guru berkomunikasi dengan anak didiknya, menyapa anak didik, menanyakan bagaimana kondisinya, capek, lemes atau tetap semangat. Ketika guru bertanya kepada murid, murid akan merasa diperhatiakan, sehingga guru dianggap bagian darinya.
    4. Dialogis
    Ingat, tugas guru tidak hanya mengajar, tapi juga menggali potensi terbesar anak didiknya. Tugas ini sulit terlaksana kalau dalam mengajar, seorang guru hanya mengandalkan metode ceramah, sekedar memberikan materi, tanpa ada ruang dialog.
    5. Menggabungkan teori dan praktek
    Anak didik akan lebih mudah jenuh kalau hanya dijejeli dengan teori tanpa praktek. Praktek sangat diperlukan sebagai media menurunkan, mendapatkan, dan melekatkan pemahaman materi pada otak anak didik. Praktek bias berupa turun langsung ke lapangan atau sekedar ke laboratorium.
    6. Bertahap
    Belajar ilmu adalah setahap demi tahap, dari satu, dua, dan seterusnya. Bertahap ini meniscayakan pentingnya materi yang disampaikan harus urut, tidak meloncat-loncat. Dalam kontek ini, guru harus arif dan bijaksana.
    7. Tidak Memalingkan Materi Pelajaran
    Dalam mengajar, seorang guru harus berkonsentrasi penuh pada satu arah, satu target, dan satu tujuan yang direncanakan sehingga hasilnya bias maksimal.
    8. Tidak Terlalu Menekan dan Memaksa
    Seorang guru harus beruasaha untuk mengajar secara alami, tidak terlalu menekan dan memaksa murid. Kalau memaksa dan menekan murid, efeknya tidak positif bagi perkembangan psiklogisnya.
    9. Humoris, tapi serius
    Salah satu cirri guru ideal adalah berwatak dinamis, kompetetif, tapi juga humoris. Ditengah kepenakan pikiran, keletihan fisik, dan kebosanan berfikir, humor sangat diperlukan. Dengan dselera humor yang tinggi, seorang guru bias memecah suasana yang menjenuhkan, menghilangkan kepenakan dan menyegarkan pikiran anak didik. Dll.

    Daftar pustaka:
    Asmani, Jamal Ma’mur. 2009. Tips Menjadi Guru Inspiratif, Kreatif, dan Inovatif. Ciputat; DIVA Press

    BalasHapus
  35. Nama : WULAN SEKAR ASRI
    NIM : 40211161
    Kelas : PGSD 4/3

    guru yang kreatif dean inovatif
    1. Menurut Prof.Dr.H.Buchari Alma,M.pd.dkk ,bahwa pada saat sebelum mengajar guru harus membuat persiapan dan harus mengetahui bahan ajarannya. Tidak hanya mengandalkan modal awal yang di miliki.
    2. Komunikatif
    Guru yang suka menyapa dan memperhatikan kondisi muridnya lebih diterima anak didiknyadari pada guru yang egois.
    3. Mengabungkan teori dan praktik
    Anak didik akan mudah jenuh kalau hanya teori saja,praktik sangat diperlukan sebagai media meningkatkan pemahaman materi pada anak didik.

    BalasHapus
  36. Nama : Hesty Tri Anggraeni
    NIM : 40211095
    Kelas : PGSD 3 / 3
    Makul : TEACHING AID ICT
    Menjadi guru yang inovatif dan kreatif
    1. Mengajarkan anak kecakapan mengatur diri,waktu dan belajar
    Tanamkanlah ketertiban dan kesiapan pada murid – murid anda dalam belajar karena hal ini akan menghasilkan kepuasan belajar yang sesungguhnya .
    Sikap adalah segalanya ,sikap yang positif adalah alat kuat yang bisa meningkatkan antusiasme,meningkatkan harga diri dan menciptakan atmosfer yang kondusif untuk belajar.Guru dapat memupuk sikap belajar yang positif dengan memberikan harapan positif pada murid dan memuji pekerjaan yang telah mereka kerjakan dengan baik.
    Doronglah murid –murid untuk mengembangkan minat –minat mereka pada apa yang sedang mereka pelajari.guru menunjukan bagaimana cara mengatur diri .tunjukan pada mereka rencana pelajaran dan jadwal harian .
    2. Guru dapat mengajar anak menyelesaikan masalah
    Seorng siswa membutuhkan bantuan untuk mengenali perasaan diri mereka sendiri dan sudut pandang murid lainnya.Kadang – kadang saat menghadapi tantangan untuk melerai murid –murid yang berdebat atau berkelahi ,guru sering memisahkan mereka yang tidak sejalan ini dari kelas.Murid –murid harus didorong untuk mendiskusikan pemikiran dan perasaan mereka, guru menjelaskan bahwa konflik bisa terjadi antara orang – orang yang mempunyai pendapat yang berbeda.Guru memperkenalkan konsep konflik sebagai suatu potensi untuk membentuk kondisi yang bagus.
    3. Guru dapat membangun harga diri
    Sediakanlah lingkungan belajar yang mengakui dan menghargai setiap kontribusi murid pada kelas anda.Harga diri yang tinggi adalah salah satu aset yang paling berharga yang seseorang bisa miliki .Guru dapat memperkenalkan aktifitas – aktifitas untuk membentuk harga diri ,tetapi dalam jangka panjang ,kualitas hubungan guru – murid dan interaksi personal yang berlangsung di sekolah adalah faktor yang penting mempengaruhi bagaimana anak merasa dan memandang tentang dirinya.
    4. Mendorong kerjasam dan kerja kelompok
    Beri kelas kesempatan untuk bekerja berpasangan atau dalam kelompok kelompok kecil.Variasikan kelompok selama satu tahun pelajaran sehingga murid punya kesempatan bekerja dengan patner yang berbeda . Guru menciptakan suatu sistem pertemanan dengan kelas murid – murid yang lebih muda .
    5. Meningkatkan ketrampilan menulis
    Guru memberikan alat komunikasi yang kuat yaitu kata – kata mereka sendiri .
    Waktu belajar menulis ,sediakan murid – murid alokasi waktu reguler untuk berpikir, menulis, berunding , membaca, dan memggagas ide – ide . Bimbimglah murid dengan bersikap antusias , mempersiapakan dan mengatur diri dengan baik mengajar menulis.
    6. Membantu anak merasa unik dan spesial
    Melibatkan murid – murid dalam aktifitas yang berfokus pada kesendirian merupakan praktik yang sudah umum dilakukan oleh para guru.
    7. Biarkan murid – murid mengeksplorasi dan mengapresiasi perbedaan
    Ceritakan kekuatan kepribadian yang anda miliki, ceritakan pada kelas kualitas – kualitas diri anda yang membantu anda dalam mengajar . Lalu biarkan setiap murid mengungkapkan kekuatan dirinya dan mengungkapakan jenis pekerjaan yang dia suka jika besar nanti.
    8. Membuat peristiwa – peristiwa saat ini punya arti
    Mengajarkan peristiwa saat ini merupakan komponen penting dari kurikulum yang seimbang . Pengajaran ini mempunyai hubungan yang jelas dengan studi sosial , tetapi cakupannya jauh melampaui setiap area studi.
    9. Memperkenalkan murid dengan surat kabar
    Guru menyuruh murid – murid membaca sekilas surat kabar selama 15 menit ,suruh mereka melingkari kepala berita , artikel – artikel , gambar atau komik yang menarik perhatian mereka dengan krayon .
    10. Membimbing anak bertahan belajar disekolah
    Hiasi lingkungan pembelajaran anda , pastikan hiasan dekorasi bersifat aktif dan membangkitkan motivasi , dekorasi yang meningkatkan dan menghidupkan pembelajaran seperti dekorasi dengan tema sains .

    BalasHapus
  37. NAMA = BRYAN LAKSONO
    NIM = 40211087
    PRODI= PGSD 3

    Cara menjadi guru yang kreatif dan inovatif, yaitu;
    1. guru menciptakan suasana kelas yang aman dan nyaman secara emosional dan intelektual.
    2. Guru menciptakan budaya menjelaskan, bukan budaya asal menjawab dengan betul.
    3. Guru mengajarkan kesadaran siswa dalam memandang sebuah pengetahuan.
    4. lebih menghargai pendapat dari peserta didiknya
    5. tidak membeda-bedakan peserta didik yang pandai dengan yang kurang pandai.

    BalasHapus
  38. Dewi Rakhmawati
    pgsd 4
    40211132

    Untuk menjadi seorang guru yang inovatif, ada beberapa kemampuan yang harus dikuasai diantaranya adalah:
    1. Kemampuan komunikasi (communication skill)
    2. Keterampilan dasar (basic skill) seperti matematika dan bahasa
    3. Keterampilan teknologi (technology skill)
    4. Keterampilan memecahkan masalah (problem solving skill)
    5. Literasi (kemampuan keterbacaan) terhadap keberagaman budaya dan bahasa (multicultural/ multilingual literacy)
    6. Keterampilan interpersonal (interpersonal skill)
    7. Keterampilan menemukan (incuiry/ reasoning skill)
    8. Keterbacaan terhadap informasi/ teknologi digital (information/ digital literacy)
    9. Dan kemampuan berpikir kritik dan kreatif (critical and creative thinking skill)
    Karakteristik guru yang inspiratif dan inovatif adalah sebagai berikut:
    1. Menetapkan standar yang tinggi, dengan mengajarkan cara mencapainya
    2. Hari pertama menjanjikan pada siswa, bahwa mereka akan belajar. Disusun bersama dengan siswa.
    3. Kesenangan terhadap proses pembelajaran yang luar biasa
    4. Suasana asuh, penuh kepercayaan dan tidak menghakimi
    5. Sangat ketat, disiplin dan penuh kasih sayang
    6. Berprinsip dengan tantangan dan asuhan
    7. Mengajari siswa untuk mencapai standar yang tinggi dengan kerja keras
    8. Mencintai pembelajaran bukan pengajaran
    9. Mengungkapkan sebenarnya kekurangan siswa dan memberi mereka cara untuk menutupi kekurangannya tersebut
    10. Mengajarkan kemandirian pada siswa
    11. Memberikan pengalaman bahwa sekolah adalah untuk kepentingan siswa
    12. Terus menerus belajar bersama siswa, dan membiarkan siswa untuk tahu terlebih dahulu tentang sesuatu
    13. Mempunyai prinsip semua orang bisa belajar
    14. Lebih cenderung memberikan motivasi dari pada mengkritik siswa
    15. Mengungkapkan berbagai strategi dan metode pembelajaran dalam pembelajarannya.

    Referensi
    Lusita Afrisanti. 2011. Buku Pintar Menjadi Guru Kreatif, Inspiratif dan Inovatif. Cetakan pertama. Yogyakarta: Araska

    BalasHapus
  39. marsih
    40211145
    pgsd 4/3

    A. Kreativitas dan Inovasi guru dalam mengelola kelas
    Dalam proses belajar dan mengajar, kreativitas dalam pembelajaran merupakan bagian dari suatu sistem yang tak terpisahkan dengan peserta didik dan pendidik. Peranan kreativitas guru tidak sekedar membantu proses belajar mengajar dengan mencakup satu aspek dalam diri manusia saja, akan tetapi mencakup apek-aspek lainnya yaitu kognitif, psikomotorik dan afektif. Secara umum kreativitas guru memiliki fungsi utama yaitu membantu menyelesaikan pekerjaannya dengan cepat dan efisien. Namun fungsi tersebut dapat dispesifikkan menjadi beberapa macam antara lain :
    1. Kreativitas guru berguna bagi peningkatan minat siswa terhadap mata pelajaran.
    Produk kreativitas guru diharapkan akan memberikan situasi yang nyata pada proses pembelajaran. Selama ini siswa dituntut untuk memiliki kemampuan verbalisme yang tinggi pada hal-hal yang abstrak. Verbalisme adalah hal sangat sulit sekali dan membosankan bagi siswa jika terus menerus dipacu di sekolah. Penerapan produk kreativitas guru misalnya berupa instrumen yang mampu mengajak siswa belajar ke dunia nyata melalui visualisasi akan mampu menurunkan rasa bosan siswa dan meningkatkan minatnya pada mata pelajaran.
    2.Kreativitas guru berguna dalam transfer informasi lebih utuh.
    Hasil inovasi berupa instrumen bantu pendidikan akan memberikan data atau informasi yang utuh, hal ini terlihat pada aktifnya indera siswa, baik indera penglihatan, pendengaran dan penciuman, sehingga siswa seakan-akan menemui situasi yang seperti aslinya. Produk kreativitas guru akan melengkapi gambaran abstrak yang sebelumnya dipahami siswa dan membetulkan pemahaman yang salah mengenai informasi yang didapatkan dari teks. Pada kasus penerapan produk kreativitas guru pada laboratorium, dengan memanipulasi objek dan situasi penelitian sedemikian rupa, maka objek dan situsi tersebut seakan-akan sesuai dengan fenomena-fenomena yang dipelajari oleh siswa.

    3. Kreativitas guru berguna dalam merangsang siswa untuk lebih berpikir secara ilmiah dalam mengamati gejala masyarakat atau gejala alam yang menjadi objek kajian dalam belajar.
    Produk kreativitas guru sangat penting dalam pengembangan kerangka berpikir ilmiah berupa langkah rasional, sistematik, dan konsisten. Hasil-hasil kreativitas guru akan merangsang siswa untuk membantu siswa dalam mengidentifikasi masalah, observasi data, pengolahan data serta perumusan hipotesis. Kegiatan tersebut tidak hanya memperkuat ingatan terhadap informasi yang diserap, tetapi juga berfungsi sebagai pembentukan unsur kognitif yang menyangkut jenjang pemahaman.
    4. Produk kreativitas guru akan merangsang kreativitas siswa.
    Kreativitas guru dapat digunakan secara mandiri oleh siswa, dimana siswa dapat mengembangkan kreativitasnya serta imajinasi dan daya nalarnya dalam memahami materi yang diajarkan. Siswa akan memiliki kelancaran, keluwesan, orisinalitas dan keunikan dalam berpikir.
    B. Wadah Kreativitas dan Inovasi Guru dalam Pembelajaran
    Kreativitas dan inovasi guru dapat diarahkan pada dua komponen pembelajaran di kelas, yaitu produk kreativitas dan hasil inovasi yang mendukung manajemen kelas serta hasil kreativitas dan hasil inovasi dalam bentuk media pembelajaran.
    1. Kreativitas dalam Manajemen Kelas
    Manajemen kelas adalah aktifitas guru dalam mengelola dinamika kelas, mengorganisasikan sumber daya yang ada serta menyusun perencanaan aktifitas yang dilakukan di kelas untuk diarahkan dalam proses pembelajaran yang baik. Dalam hal manajemen kelas, kreativitas guru dalam manajemen kelas diarahkan untuk:
    • Membantu siswa di kelas dapat belajar secara kolaboratif dan kooperatif
    • Menciptakan lingkungan akademik yang kondusif dalam proses belajar

    BalasHapus
  40. Nama : Tanti Purwanti
    Prodi/Semester : PGSD 3/ 3
    NIM : 40211112
    Guru yang kreatif dan inovati dalam mengelola kelas:
    1. Seorang guru yang dapat menguasai materi dengan baik,dan dalam penyampaian materinya siswa mudah memahami atau menangkapnya.
    2. Seorang guru yang dapat menciptakan suasana kelas yang lebih menarik untuk menarik perhatian peserta didiknya
    3. Memberi tugas untuk murid – murid yang menyelesaikan pekerjaanya lebih awal
    4. Murid – murid bekerja dengan kecepatan berbeda ,setiap hari tulis di papan tulis daftar hal – hal yang murid – murid bisa kerjakan setelah mereka menyerahkan pekerjaan mereka .
    5. Melaksanakan studi lapangan yang sukses
    Studi lapangan menghubungkan pembelajaran di kelas dengan dunia luar lingkungan pembelajaran yang menarik.
    6. Mengajarkan kesadaran multi budaya
    Murid – murid yang berhubungan dengan orang – orang yang mempunyai bahasa, agama,kesukaan makanan, warna kulit dan bahan didikan yang berbeda dari diri mereka akan belajar memahami dan menghargai perbedaan budaya.


    BalasHapus
  41. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  42. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  43. menurut saya untuk menjadi guru yang kreatif dan inovatif dalam mengelola kelas cukup banyak spesifikasinya,,,saya akan menuliskan beberapa yang saya ketahui dari pengalaman di kelas,,,
    Guru yang kreatif haruslah mempunyai banyak pengetahuan dan wawasan sehingga pembelajarannya di kelas tidak monoton/lebih bervariasi, guru kreatif harus bisa menjadikan semua media sebagai media dalam belajar.
    guru kreatif harus bisa menarik perhatian siswa sehingga pembelajaran akan fokus ke pada materi, guru kreati harus mampu berdialog/berkonunikasi dengan siswanya.
    guru inovatif harus bisa memunculkan ide-ide segar untuk kemajuan siswanya,inovatif dalam mengajar,media pembelajran dan inovatif dalam bergaul dengan muridnya,,,sehingga murid dan guru akan lebih harmonis.
    mungkin itu saja terimakasih

    BalasHapus
  44. Nama : Ulfah Nurul Ummatin
    NIM : 40211158
    Prodi : PGSD 4/3

    Menjadi Guru Kreatif dan Inovatif
    Guru yang kreatif adalah guru yang selalu bertanya pada dirinya sendiri, apakah dia sudah menjadi guru yang baik? Apakah dia sudah mendidik dengan benar? Apakah anak didiknya mengerti pelajaran yang dia sampaikan? Dia selalu melakukan introspeksi dan memperbaiki diri. Dia selalu merasa kurang dalam proses pembelajarannya. Dia tidak pernah puas dengan apa yang dia lakukan. Selalu ada inovasi baru yang dia ciptakan dalam proses pembelajarannya. Dia selalu memperbaiki proses pembelajarannya melalui Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Dia selalu belajar sesuatu yang baru dan merasa tertarik untuk membenahi cara mengajarnya.
    Agar menjadi guru yang inovatif, maka guru harus :
    1. Menguasai Materi Pelajaran secara Mendalam
    Dengan menguasai materi, maka guru akan tenang dalam menerangkan materi pada siswa dan tidak grogi karena telah menguasai materi. Lebih baik lagi jika dalam mengajar tidak membawa buku agar siswa lebih yakin lagi kalau gurunya sudah menguasai materi secara mendalam.
    2. Mempunyai Wawasan Luas
    Ketika mengajar, materi disampaikan dengan sistematis dan efektif. Wawasan yang luas membuat para siswa semakin penasaran terhadap keterangan guru. Karena apa yang disampaikan guru akan menjadi daya tarik siswa sehingga dapat menggugah semangat belajar dan merekam materi dengan baik.
    3. Komunikatif
    Guru harus menyapa dan memperhatikan kondisi siswanya , karena komunikasi sebagai pendekatan psikologis kepada anak didik. Siswa akan merasa senang bila disapa dan diperhatikan guru sehingga siswa akan senang diajar oleh guru tersebut.
    4. Dialogis
    Guru tidak hanya mengajar, tapi juga menggali potensi yang ada pada anak didik agar dapat berkembang, oleh karena itu melalui dialog interaktif siswa dapat bertukar pikiran dengan temannya. Dalam hal ini guru diharapkan tidak menjawab pertanyaan siswa, tapi dilempar dulu kepada siswa lain.
    5. Menggabungkan Teori dan Praktek
    Anak didik akan merasa jenuh jika hanya diberikan teori, tapi harus diseimbangkan dengan praktek. Karena dengan praktek siswa akan lebih lama mengingat materi dibandingkan hanya teori saja. Selain itu, dengan praktek siswa akan terlatih untuk menerapkan ilmu yang dipelajari.
    6. Bertahap
    Materi yang disampaikan harus urut, tidak meloncat-loncat, setahap demi setahap sehingga siswa tidak merasa berat menerima pelajaran dan dapat memahami materi yang disampaikan guru.
    7. Mempunyai Variasi Pendekatan
    Dengan menguasai pendekatan pengajaran yang banyak, proses belajar dan mengajar dapat berjalan secara variatif, tidak monoton dan selalu segar. Jika seorang guru hanya menggunakan satu pendekatan saja maka siswa akan bosan dan efeknya terhadap konsentrasi belajar siswa yang menurun.
    8. Tidak Memalingkan Materi Pelajaran
    Dalam mengajar, seorang guru harus konsentrasi penuh pada satu arah, satu target, dan satu tujuan yang dicanangkan, sehingga hasilnya bisa maksimal. Oleh karena itu, guru harus membuat rencana pembelajaran, target pembelajaran dan evaluasi pembelajaran.
    9. Tidak Terlalu Menekan dan Memaksa
    Seorang guru harus berusaha untuk mengajar secara alami, tidak terlalu menekan dan memaksa siswa, karena efeknya tidak baik bagi perkembangan psikologis anak didik.
    10. Humoris tapi Serius
    Untuk menghilangkan kepenatan, kebosanan, keletihan fisik saat proses belajar mengajar, guru diharapkan mampu menyegarkan pikiran dengan memberikan humor-humor yang mendidik yang dapat menggugah semangat belajar, memberi motivasi dan inspirasi para siswa agar punya cita-cita yang tinggi.

    Sumber : Ma’mur, Asmani Jamal. 2009. Tips Menjadi Guru Inspiratif, Kreatif, dan Inovatif. Yogyakarta: Diva Press

    BalasHapus
  45. evi nurul mariza
    PGSD4/3
    40211136

    guru yang kretif dan inovatif
    1. Guru tersebut mampu mengembangkan tanggung jawab dengan sebaik-baiknya.
    2. Guru tersebut mampu bekerja dalam usaha mencapai tujuan pendidikan (tujuan intruksional)
    3. Guru tersebut mampu melaksanakan peranan-peranannya secara berhasil.
    4. Guru tersebut mampu melaksanakan peranannya dalam proses mengajara dan belajar dalam kelas.

    BalasHapus
  46. Nama :Fitri Hijriyani
    Prodi :PGSD 4/3
    Nim :40211138
    Menjadi Guru Ideal yang Kreatif dan Inovatif dalam Mengelola Kelas
    Ada 4 langkah menjadi Guru ideal yang Kreatif dan Inovatif
    1. Menguasai materi pelajaran secara mendalam
    Syarat utama menjadi guru yang ideal.dengan menguasai materi, kepercayaan diri terbangun dengan baik, dan tidak ada rasa bimbang dengan pertanyaan murid.dan apa yang guru harapkan sesuai materi.
    2. Mempunyai wawasan luas
    Siswa akan merasa bangga dan termotivasi mempunyai guru yang memiliki pengetahuan dan pengalaman luas, selalu ada hal yang baru yang disampaikan seorang guru akan menjadi salah satu daya tarik siswa yang bisa menggugah semangatnya .siswa akan lebih cepat merespon penjelasan guru dengan baik.dengan demikian, keterangan guru akan selalu membekas dihati siswa.
    3. Komunikatif
    Guru yang suka menyapa dan memperhatikan kondisi muridnya lebih diterima
    Anak didiknya dari pada guru yang egois,yang datang hanya untuk menerangkan pelajaran setelah itu pulang.ia tidak mau peduli persoalan anak didiknya.yang penting ia datang, mengajar sampai batas waktu yang ditentukan, kemudian selesai.
    4. Menggabungkan Teori praktek
    Anak didik akan terasa jenuh kalau hanya dijejali dengan teori tanpa ada praktek.praktek sangat diperlukan dimedia menurunkan,mengedapkan, dan melekatkan pemahaman materi pada otak anak didik.

    Daftar Pustaka :
    1.Asmani, Jamal Ma’mur. 2009. Tips Menjadi Guru Inspiratif,Kreatif, dan Inovatif. Ciputat; DIVA Press

    BalasHapus
  47. Nama : Mambahijul Firdaus
    Kelas : PGSD 3 / 3
    NIM : 40211098

    Menjadi guru kreatif dan inovatif.
    Untuk menjadi guru yang kreatif dan inivatif modal utamanya addalah kemauan dan semangat dari guru itu sendiri. Tanpa adanya semangat dan kemauan tidak akan mungkin tumbuh rasa kreatif dan inovatif. Untuk itu ada beberapa hal yang peru dilakukan,antara lain :
    1. Menemukan motivasi diri
    Dengan kita menemukan motivasi diri maka kita pasti akan memiliki semangat dalam melakukan suatu hal. Begitu juga untuk menjadi guru yang kreatif dan inovatif,kita harus menemukan motivasi kita sendiri agar kita memiliki semangat untuk menumbuhkan jiwa kreatif dan inovatif kita.
    2. Gunakan multi metode dalam mengajar
    Pengkombinasian yang tepat dari beberapa metode mengajar akan menghasilkan proses pembelajaran yang menyenangkan sehingga siswa tidak bosan dan tidak jenuh.
    3. Memanfaatkan lingkungan
    Guru harus bisa memanfaatkan lingkungan sebagai media pembelajaran. Sehingga siswa benar-benar mendapatkan pengalaman langsung walaupun masih dalam hal yang sederhana.
    4. Pahami perasaaan dan kondisi psikologis siswa
    Dengan kita paham tentang kondisi jiwa dan keinginan siswa kita maka kita akan bisa mencarikan solusi yang tepat untuk diterapkan dalam pembelajaran sehingga siswa merarsa senang dalam mengikuti pelajaran.
    5. Menempatkan diri sebagai siswa
    Dengan kita menempatkan diri sebagai siswa kita pasti akan tahu tentang kemauan dan kebutuhan siswa.
    6. Menciptakan media pembelajaran sendiri
    Dengan menciptakan media pembelajaran sendiri maka dapat dipastikan tidak akan ada yang menyamai. Dan pasti berbeda,sehingga iswa akan merasakan suasana dan pengalaman baru dalam pembelajaran.

    BalasHapus
  48. Nama : SEPTIANA TIFFANI A.D
    Prodi/Semester : PGSD 3/3
    NIM : 40211108
    Cara menjadi guru yang inovatif dan kreatif adalah sbb :
    1. Belajar dengan melakukan (learning by doing), Siswa tidak hanya dicekoki dengan sejumlah informasi, tetapi harus lebih banyak diberi kesempatan, tantangan untuk menerapkan, mempraktekan konsep atai teori yang diperolehnya dalam kehidupan sehari-hari.
    2. Mengembangkan kemampuan sosial, Pemahaman siswa dalam penguasaan kompetensi akan lebih meningkat , apabila diberi kesempatan dan peluang untuk mengemukakan berbagai gagasannya terhadap siswa lain atau guru dengan cara berdiskusi, saling bertanya, saling menjelaskan.
    3. Mengembangkan keingintahuan dan imajinasi, Rasa ingin tahu dan imajinasi merupakan modal dasar untuk bersikap peka, kritis, mandiri dan kreatif, oleh karena itu perlu dikembangkan dalam pembelajaran.
    4. Mengembangkan keterampilan pemecahan masalah, Kegiatan belajar mengajar perlu dirancang agar mampu mendorong dan melatih siswa untuk mampu mengidentifikasi dan memecahkan masalah yang dihadapinya.
    5. Mengembangkan kreativitas siswa, Kegiatan pembelajaran perlu dirancang agar memberikan kesempatan dan kebebasan kepada siswa untuk berkreasi secara berkesinambungan
    6. Mengembangkan kemampuan menggunakan ilmu dan teknologi, Kegiatan pembelajaran perlu dirancang agar siswa mampu mamnfaatkan ilmu dan teknologi yang terus berkembang secara dianamis.
    REFERENSI :
    Susilana, Rudi ; (2007), Media Pembelajaran, CV. Wacana Prima, Bandung

    BalasHapus
  49. Nama : Nur Listiowati
    NIM : 40211148
    Prodi : PGSD 4
    Cara menjadi guru yang kreatif dan inovatif dalam mengelola kelas diantaranya :
    • Menggunakan metode dan media pembelajaran yang bervariasi
    • Selalu melakukan persiapan sebelum dilakukannya pembelajaran, sehingga pembelajaran yang berlangsung tidak menjenuhkan dan ilmu yang ditransfer dapat maksimal.
    • Mampu menciptakan suasana belajar mengajar yang menyenangkan (humoris). Humor yang dimaksud adalah humor yang edukatif, segar, etis, dan terkendali, bukan humor yang melecehkan, merendahkan, dan menyinggung perasaan peserta didiknya.
    • Memberikan penghargaan atas setiap prestasi dan kebaikan yang dilakukan siswa, sekecil apapun.
    • Selalu belajar, mengasah ilmunya dan tidak menganggap bahwa dirinya sudah pintar sehingga tidak perlu belajar lagi.
    Referensi : Sukadi. 2006. Guru Powerful, Guru Masa Depan. Bandung : Kolbu

    BalasHapus
  50. Nama : Suniti
    NIM :40211157
    Prodi : PGSD 4/3
    1. Pengembangan latihan keterampilan dasar mengajar dimaksudkan sebagai bekal utama maka berarti keterampilan tersebut menjadi potensi dan perlu pegembangan secara intensif agar keterampilan tersebut dapat mencapai domain psikomotorik.(keterampilan menyampaikan bahan pelajaran, keterampilan tentang menyusun konsep/persiapan mengajar, keterampilan mengadakan komunikasi interpersonal, eterampilan explaning ( keterampilan menjelaskan)
    2. Menciptakan suasana belajar yang sanggup menumbuhkan perhatian anak didik terhadap bahan pembelajaraan
    3. Menguasai materi pelajaran secara mendalam ,dengan menguasai materi, kepercayaan diri terbangun dengan baik,tidak was-was dan bimbang terhadap pertanyaan murid
    4. Mempunyai wawasan yang luas selalu ada hal baru yang disampaikan seorang guru akan menjadi salah satu daya tarik murid yang menguggah semangatnya mengikuti pelajaran guru
    5. Komunikatif , guru yang suka menyapa dan memperhatikan kondisi muridnya lebih diterima anak didiknya daripada guru yang egois yang dating hanya untuk menerangkan pelajaran tidak mau peduli persoalan anak didiknya
    6. Menggabungkan teori dan praktik . Praktik sangat diperlukan sebagai media menurunkan mengedepankan dan meletakkan pemahaman materi pada otak anak didik .
    7. Mempunyai variasi pendekatan . Guru harus mempelajari banyak kegiatan
    8. Penguasan ilmu dan keahlian menerapkannya
    9. Bahan yang disajikan hendaknya dimulai dari yang paling sederhana konkret realitas,
    10. Bahan pelajaran hendaknya mempunyai hubungan yang logis yang satu dengan yang lainya supaya dapat dirasakan oleh anak didik nilai praktisnya
    11. Seorang guru harus memiliki banyak metode mengajar agar ia mengatasi segala permsalahan siswa dalam belajar
    12. Membuat rencana-rencana yang stategis untuk pendidikan siswanya
    13. Menunjukkan sikap tanggap
    14. Membagi perhatian baik secara visual maupun verbal
    15. Memberi petunjuk yang jelas
    16. Kehangatan dan keantusiasan dalam mengajar dapat menciptakan iklim yang menyenangkan contohnya riang gembira,humor,sikap bersahabat
    17. Dapat mengguanakan kata- kata atau tindakan yang dapat menantang siswa untukberpikir
    18. Guru dapat melakukan variasi
    19. Keluwesan guru dalam mengajar
    20. Guru mendesaian rencana pembelajaraan tujuan yang ingin dicapai keterampilan apa yang diharapkan akan muncul
    21. Dapat menjadi motivator ,innovator dan mempunyai pribadi yang menyenangkan
    22. Penguasaan bidang studi,mampu memahami karakteristik pendidik
    23. Guru sebagai fasilitator menyediakn kemudahan-kemudhan beajar bagi siswa
    24. Guru sebagai motivator memberikan dorongan belajar sehingga muncul hasrat yang tinggi untuk belajar secara instrinsik
    25. Memberi reinforcement (penguatan)
    Daftar Pustaka :
    1.Asmani, Jamal Ma’mur. 2009. Tips Menjadi Guru Inspiratif,Kreatif, dan Inovatif. Ciputat; DIVA Press




    BalasHapus
  51. Nama : Indrawati
    Nim : 40211143
    Prodi : PGSD 4/3
    Guru Inovatif dan kreatif
    1. Menguasai Materi pelajaran secara mendalam
    Dengan menguasai materi , keprcyaan diri terbangun dengan baik ,tidak ada rsa was – was ,dan bimbang terhadap pertanyaan murid.Ketenangan bias dirih dan kepuasan siswa dapat didapatkan .
    2. Mempunyai wawasan luas
    Guru diharuskan mengikuti informasi ini sehingga cakrawala pemikiranya menjadi luas ,Mendunia dan Up to date.Selalu ada hal baru yang disampaikan guru akan menjadi salah satu daya tarik murid yang bias menggugah semangatnya mengikuti pelajaran guru.
    3. Komunikatif
    Menyapa ,menanyakan bagai mana kondisinya ,capek lemas ,atau tetap semangat ,ketika guru bertanya pda murid ,murid akan merasa diperhatikan ,sehingga guru dianggap bagian dari dirinya.
    4. Dialogis
    Pentingnya metode dialog interaktif yang melibatkan dua atau tiga arah ,misalnya murid bertanya ,guru menanggapi,kemudian ditanggapi lagi oleh siswa yang lain ,Guru tidak boleh merasa paling benar ,paling pintar,dan paling tahu segala masalah .kalau guru mampu menerapkan aspek kesetaraan yang emas tetap emas walau dating dari murid.
    5. Menggabungkan teori dan praktek
    Praktek sangat diperlukan sebagai media menurunkan ,mengendapkan,dan melekatkan pemahamnan materi pada otak anak didik,praktek bias berupa turun langsung kelapangan atau sekadar kelaboratorium.
    Sumber
    1.Asmani, Jamal Ma’mur. 2009. Tips Menjadi Guru Inspiratif,Kreatif, dan Inovatif. Ciputat; DIVA Press





    BalasHapus
  52. Kegiatan belajar mengajar dikelas bukan saja kegiatan berceramah seorang guru untuk mentransformasikan pengetahuan kepada peserta didik, tetapi lebih dari itu kegiatan pembelajaran harus mampu menjadikan peserta didik menjadi insan yang kreatif. Oleh karenanya, sebagai seorang guru hendaknya berusaha untuk selalu melakukan hal-hal yang kreatif dan inovatif agar dapat mengikuti perkembangan peserta didiknya. Ada beberapa syarat untuk bisa dikatakan sebagai guru inovatif dan kreatif, antara lain :

    SELALU MENAMBAH WAWASAN DIRI TENTANG METODE PEMBELAJARAN
    Hal ini sangat penting agar kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan tidak berjalan monoton dan menggunakan metode itu-itu saja. Bukan cuma itu, guru hendaknya selalu memperbaharui tehnik, dan model pembelajarannya, agar siswa selalu bersemangat dan memiliki antusias yang tinggi dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar.

    MENGUASAI TIK
    Di era seperti sekarang ini, dimana arus informasi begitu cepat, sangat penting kiranya bagi seorang guru untuk menguasai TIK, agar dengan hal tersebut seorang guru mampu membuat media pembelajaran berbasis informasi. Hal ini bertujuan agar pembelajaran yang berlangsung lebih menarik.

    MAMPU MENGAITKAN MATERI AJAR DENGAN KONTEKS NYATA YANG AKTUAL
    Era informasi sekarang ini arus informasi begitu cepat, hendaknya seorang guru selalu update akan hal-hal yang baru yang terjadi atau ada dan dapat mengkaitkannya dengan kegiatan KBM dikelas. Hal ini penting agar siswa merasakan apa yang sedang dipelajari merupakan sesuatu yang konkret adanya.



    BalasHapus
  53. Nama : Wanti Arum Janari
    Prodi:PBI 3
    NIM:40111034
    menurut saya guru yang kreatif dan inofatif adalah guru yang mampu mengelola kelas dengan baik, "Made Prinata mengatakan": pengelolaan kelas adalah proses seleksi dengan penggunaan alat-alat yang tepat terhadap problem dan situasi kelas. ini berarti guru menciptakan dan memperbaiki dan memlihara system atau organisasi kelas. Menurut Sudirman N(1991;31)pengelolaan kelas merupakan upaya dalam mendayagunaakan potensi kelas. menurut saya guru yang kreatif daninofatif adalah sebagai berikut:
    1.penmbentukan kelompok diskusi dan pembentukan kelompok belajar dirumah
    dalam hali ini pembentukan pembelajaran sangat diperlukan saat pengajaran karena dlm pembentukaan anak belajar lebih mandiri untuk melatih mengeluarakan pendapatnyapada teman sekelpmpoknya dan menambah pengetahuan lebih luas didalam maupun diluar lingkungannya yang belum diketahui,sehingga yang tadinya sumpang siur bisa mengerucut dan menemukan jalan keluarnya. pembentukan belajar juga membantu siswa untuk belajar dirumah walaupun tidak pada saat jam belajar.
    2 pemilhan bahan /alat peragadengan materi
    bertujuan supaya anak lebih jelas tentangpermasalahan yang sednga dibicarakan.alat peraga juga harus sesuai dengan materi yang diajarkan penggunaan alat peraga ini bertujuan untuk siswa lebih melihat secara nyata apa yang sedang dipelajari, dan mengubah imajinasi siswa.
    3. pendekatan
    merupakan cara yang dilakukan guru dalam mengelola kelas. ada beberapa pendekatan yaitu:
    a. pendekatan kekuasaan peranan guru disini menciptakan dan mempertahan kan kondisi disiplin didalam kelas.kedisiplinan merupakan kekuatan untuk menuntut anak untuk menaaatinya.didalamnya adalah kekuasaan norma, melalui kekuasaan itulah guru mendekatinya.
    b. pendekatan ancaman
    pelaksanaan dilakukan dengan ancaman misalnya melarang, mengejek, menyindir dan memaksa
    c. pendekatan kebebasan
    proses untuk membantu anak didik untuk merasa bebasmengerjakan sesuatu apapun, kapanpun dan dimanapunperanan guru adalah mengusahakan kebebasan anak sebaik mungkn.
    d. pendekatan resep(cookbook)
    mendaftar apa yang harus dan tidak boleh dikerjakan guru dalam mereaksi semua masalah dan situasi yang terjadi dikelas.
    e. pendekatanpengajaran
    perencanaan dan pelaksanaan akan mencegah munculnyamasalah tingkah laku anak didik, dan pemecahan diperlukan bila tidak terselesaikan.
    f. pendekatan pengubahan tingkah laku
    suatu proses mengubah tingkah laku anak didik. perencanaan guru adalah mengubah tingkahlaku anak didik yang baik dan mencegah tingkah laku yang buruk/tidak baik.
    g. pendekatan sosioemosional
    menciptakan iklim sosioemosionalyang positif dalam kelas artinyaadanya hubungan positifantara guru dengan anak didik,anak didik dengan anak didik
    h. pendekatan proses kelompok
    mengusahakan dan mengembangkandan pelaksanaaan proses yang kreatif
    i. pendekatan pluralistik
    memakai berbagai pendekatan untuk menciptakan dan mempertahankan suatu kondisi yang memungkinkan suatu proses interaksi edukatif berjalan efektif dan efisien.

    BalasHapus
  54. NAMA : MUTHOHAROH
    NIM : 40111022
    PRODI : PBI/3

    GURU YANG KREATIV DAN INNOVATIVE DALAM MENGELOLA KELAS
    Creative dan innovative berarti berkreasi, memiliki daya cipta atau dapat menciptakan yang baru.
    Dari arti diatas jika dikaitkan dengan guru dalam mengelola kelas berarti seorang guru harus dapat menciptakan sesuatu yang baru atau menciptakan suasana kelas yang berbeda dan menyenangkan, pembelajaran yang efektif dan efisien sehingga siswa tidak cepat merasa jenuh. Jadi seorang guru harus mampu berkreasi dalam melaksanakan proses pembelajaran , terutama saat menyampaikan materi pelajaran. Bagaiman caranya menyampaikan pembelajaran yang selalu diingat oleh peserta didiknya, menarik dan interaktif. Untuk terlahirnya sebuah kreasi berarti seorang guru harus mau mengembangkan pengetahuan, sikap ingin terus maju dengan terus belajar, jika guru tidak ingin ketinggalan jaman. Guru juga dapat membantu peserta didiknya terus terbuka terhadap kemajuan pengetahuan. Apalagi di jaman kemajuan ilmu pengetahuan yang sangat cepat seperti sekarang ini, guru dituntut untuk terus belajar agar pengetahuannya tetap segar sehingga selalu menciptakan sesuatu yang baru(kreatif) terutama dalam menyampaikan pembelajaran.

    Demikian pendapat dari saya, terima kasih.
    Mudah-mudahan bermanfaat.. :) Aminnn…

    BalasHapus
  55. NAMA : SITI KHALIMAH
    PRODI : PGSD 3 / SEMESTER III
    NIM : 40211110

    “ GURU YANG KREATIF DAN INOVATIF DALAM MENGELOLA KELAS “ adalah:

    Berikut ini merupakan masalah yang dihadapi oleh guru sehubungan dengan perilaku murid saat menerima pelajaran :
     Murid cepat bosan dan tidak konsentrasi.
     Lambat dalam menerima pelajaran dan cepat lupa.
     Tidak konsentrasi terhadap pelajaran atau lingkungan.
     Tidak aktif di dalam kelas.
     Minimumnya motivasi.
     Melalaikan tugas sekolah.
     Jenuh dan tidak semangat.
     Hasil ujian kurang memuaskan dan sering tidak naik kelas.
    Cara mengatasi persoalan-persoalan di dalam kelas adalah :
    1) Langkah pertama yang harus dilakukan untuk mengatasi persoalan di dalam kelas adalah seorang guru hendaknya memiliki kecakapan di dalam kelas dengan menciptakan suasana yang kondusif, membangkitkan semangat anak-anak, memperlakukan mereka dengan baik, selalu waspada, dan mengenal murid-muridnya. Oleh karena itu, seorang guru harus terus mengembangkan kecakapannya dalam memenej kelas.
    2) Langkah yang kedua, yang harus dilakukan ketika permasalahan yang ada semakin kompleks. Hal yang harus dilakukan saat terjadi persoalan semacam itu adalah menetukan jenis persoalan, apakah persoalan tersebut termasuk persoalan administrasi, persoalan pendidikan, atau persoalan psikologis. Karena tiap-tiap persoalan membutuhkan metode penyelesaian tersendiri. Selain itu, ada beberapa poin yang bisa dilakukan untuk mengatasi permasalahan sehubungan dengan proses belajar-mengajar di dalam kelas, yaitu :
    a) Mengubah metode mengajar.
    b) Mengubah sarana pendidikan.
    c) Menggunakan motivasi yang bervariasi.
    d) Mengubah kegiatan pendidikan.
    e) Membuat suasana belajar menjadi lebih nyaman.
    f) Menggunakan kecakapan yang pernah dipraktikan dan cocok untuk materi baru.

    Referensi :

    Quthub, Usamah dan Mahmud Khalifah. 2009. Menjadi Guru Yang Dirindu. Surakarta : Ziyad Visi Media.


















    BalasHapus
  56. Nama : Siti Nurjanah
    Prodi : PBI/3
    NIM : 40111029

    Cara - cara bagaimana menjadi guru yang kreatif dan inovatif

    1.Guru yang memiliki kemampuan sebagai manajer

    Kemampuan yang dimaksud dalam hal ini yaitu bagaimana kemampuan dalam mengelola kelas.Keberhasilan suatu pendidikan khususnya kegiatan pembelajaran juga sangat ditentukan oleh kemampuan guru dalam mengelola kelas.

    2.Memiliki kemampuan sebagai hakim

    Guru harus memiliki kemampuan selayaknya seorang hakim yang tegas,independen dan adil dalam memberikan setiap keputusan.Oleh karena itu,harus mempunyai prinsip - prinsip dalam menyelesaikan masalah :
    a.memahami masalah dengan baik
    b.tidak pilih kasih
    c.tidak emosi
    d.tegas
    e.mengutamakan nilai - nilai edukatif
    f.tidak terlalu memvonis

    3.Guru yang bisa dijadikan seorang sahabat

    Guru harus berani dipandang dan diperlakukan sebagai seorang sahabat,seorang yang kedudukannya setara,tak peduli selisih usia diantara kedua belah pihak.Sebagai teman,sahabat guru bisa diajak sharing,ngobrol dan lain - lain.Dan harus fleksibel menghadapi siswanya.

    4.Guru kreatif

    Guru yang kreatif bisa menyelenggarakan proses pembelajaran tidak selalu di kelas.Sesekali di area atau lingkungan di luar kelas.
    Guru harus berusaha tampil di muka kelas dengan prima,menguasai pembelajaran dengan betul,dan selau ceria di kelas jangan memberikan persoalan yang tidak menyenangkan saat sedang mengajar.

    5.Memiliki kemampuan sebagai motivator

    Sebagai motivator guru harus melakukan :
    - mencari tahu cita- cita muridnya
    - menceritakan perjuangan diri sendiri/guru itu sendiri tapi tidak bermaksud membanggakan diri sendiri.
    - menceritakan keberhasilan orang lain
    - mengapresiasi siswa


    Daftar Pustaka :

    # Firdaus,Ahmad Zuhdi.2010.MENJADI GURU IDOLA.Jogjakarta : Gen-K publisher

    # Rusydie,Salman.2012.KEMBANGKAN DIRIMU JADI GURU MULTITALENTA.Jogjakarta : DIVA Press

    BalasHapus
  57. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  58. Winda Narullita
    PBI / 3
    40111035

    Menjadi guru kreatif dan inovatif adalah guru yang mendidik anak didiknya dengan ilmu dengan mengedepankan Tuhan ( beserta ajaran-ajaranya )dan mengaplikasikannya dengan teknologi masa kini ,serta guru yang memiliki semangat belajar mengajar yang semakin meningkat,memiliki kesabaran yang tidak terbatas (mengingat latar belakang dan kemampuan peserta didik berbeda-beda ).
    Berikut ini adalah langkah-langkahnya :
    1.Kegiatan kelas diawali dengan membaca doa dan tadarus kurang lebih 15 menit
    2.Guru memberikan rangsangan berupa penayangan video pembelajaran singkat sesuai dengan materi yang akan dibahas
    3.Guru memberikan pertanyaan sesuai dengan isi penayangan vidiob tersebut kepada seluruh peserta didik secara lisan satu per satu
    4.Guru menerangkan atau memberi penjelasan tentang isi video tersebut serta menggabungkan dengan materi inti
    5.Guru memberi kesempatan kepada peserta didik untuk bertanya tentang materi yang dianggap belum jelas
    6.Guru memberi penjelasan kembali tentang materi yang dianggap belum jelas untuk peserta didik
    7.Guru memberikan umpan balik dengan memberikan latihan-latihan soal kepada seluruh peserta didik dalam bentuk soal tertulis / essay
    8.Guru bersama sama peserta didik membahas latihan-latihan soal tersebut.
    9.Guru memberikan pekerjaan rumah (PR) kepada peserta didik dalam bentuk kelompok diskusi di sertai alat peraga maupun tidak sesuai dengan kebutuhan di setiap materi
    10.Kegiatan belajar mengajar di tutup dengan membaca doa.

    BalasHapus
  59. Nama : Elsa Susilarini
    Prodi : PBI
    NIM : 40111008


    menurut buku yang saya baca, untuk menjadi guru yang kreatif dan inovatif dalam mengelolan kelas dapat dilakukan dengan cara :
    1. Membangun suasana menyenangkan
    seorang guru hendaknya pandai membawa suasana yang menyenangkan dalam proses belajar mengajar karena dengan suasana yang menyenangkan dapat memotivasi siswa untuk lebih antusias lagi dalam mengikuti pembelajaran didalam kelas.
    2. Menguasai materi dan memilih metode yang sesuai
    Guru harus menguasai materi pembelajaran dan menyiapkan materi pelajaran dengan mempertimbangkan karakteristik dan kemampuan siswanya. selain itu juga guru harus memilih metode dan pendekatan yang sesuai dengan topik bahasan. Metode yang diterapkan harus menarik.
    3. Pembebas bagi anak didiknya
    tugas utama seorang guru adalah membebaskan anak didiknya yakni membebaskan anak didik dari kebodohan, ketidak tahuan, keterbelakangan, kelemahan, ketakutan dan segala hal yang membuatnya tertinggal demi mewujudkan kejidupan yang lebih baik.

    daftar pustaka : Azzet, Muhaimin Akhmad. 2011. Menjadi Guru Favorit. Jogjakarta : AR-RUZZ MEDIA

    BalasHapus
  60. Nama : Zanuar faisal umam
    NIM : 40211119
    PRODI : PGSD 3
    SEMESTER 3
    Menurut saya guru yang kreatif dan inofatif adalah Guru kreatif adalah guru yang selalu memandang bahwa keragaman siswa adalah sebuah potensi besar yang harus dikembangkan di sekolah sedangkan guru yang kurang kreatif adalah guru yang selalu mengedepankan keseragaman siswa. Tak boleh ada yang berbeda. Semua harus sama, dan kalau perlu membuat Rencana Program Pembelajaran (RPP) pun ‘copy and paste’(copas) seperti apa yang terjadi sekarang ini.
    Guru kreatif selalu resah dan gelisah dengan strategi pembelajarannya, dan selalu memperbaiki dirinya dengan berbagai penelitian tindakan kelas. Mencoba mencari metode-metode baru dalam pembelajaran sehingga hasilnya sangat bermanfaat untuk guru lainnya. Guru kreatif adalah guru dimana dirinya sadar akan kekurangan diri dan memotivasi dirinya sendiri untuk belajar sepanjang hayat. Tak peduli orang mau bilang apa, yang penting bagi dirinya adalah bersekutu dengan ilmu pengetahuan demi kemajuan dunia pendidikan.
    Guru kreatif seperti itu masih langka dalam dunia pendidikan kita. Lihatlah data dan realitas di lapangan begitu banyaknya guru di lingkungan depdiknas yang tak mampu naik pangkat karena tak sanggup membuat karya tulis ilmiah. Hal ini disebabkan karena guru terbiasa dengan keseragaman pemikiran sehingga untuk membuat sesuatu yang berbeda diperlukan sebuah perjuangan keras dimana para guru harus mampu melawan dirinya sendiri.
    Untuk menjadi guru yang kreatif dalam membuat karya tulis ilmah diperlukan sebuah perencanaan pembelajaran yang matang, tindakan pembelajaran yang menantang, proses pengamatan yang cemerlang, dan refleksi diri dengan teman sejawat bahwa pembelajaran telah membuahkan keberhasilan. Semua kegiatan itu dicatat prosesnya, dan terangkum dalam penelitian tindakan kelas (PTK) yang membuat guru akhirnya mampu membuat sebuah karya tulis ilmiah.

    BalasHapus
  61. Siti Nurfadilah
    Pbi/3
    40111028
    Menurut referensi yang saya baca dalam mengelola kelas adalah;

    Pengelolaan kelas berdasarkan pendekatannya menurut Weber diklasifikasikan kedalam tiga pengertian, yaitu berdasarkan pendekatan otoriter, pendekatan permisif dan pendekatan modifikasi tingkah laku. Berikut dijelaskan pengertian masing-masing pendekatan tersebut.
    Pertama, berdasarkan pendekatan otoriter. Pengelolaan kelas adalah kegiatan guru untuk mengontrol tingkah laku siswa, guru berperan menciptakan dan memeliharaaturan kelas melalui penerapan disiplin secara ketat.
    Kedua, pendekaatan permisif mengartikan pengelolaan kelas adalah upaya yang dilakukan oleh guru untuk memberi kebebasan kepada siswa untuk melakukan berbagai aktifitas sesuai dengan yang mereka inginkan. Dan fungsi guru adalah bagaimana menciptakan kondisi siswa merasa aman untuk melakukan aktifitas di dalam kelas.
    Ketiga, pendekatan modifikasi tingkah laku. Pendekatan ini didasarkan pada pengelolaan kelas merupakan upaya untuk mengembangkan dan memfasilitasi perubahan perilaku yang bersifat positif dari siswa dan berusaha semaksimal mungkin mencegah munculnya atau memperbaiki perilaku negatif yang dilakukan oleh siswa.
    Upaya-upaya dalam mengimplementasikan pengelolaan kelas, dengan berpedoman pada tiga pilar utama bagi guru dan dosen (pendidik) yang professionail dalam melaksanakan tugas pembelajaran dikelas adalah : (a) menguasai materi pembelajaran, (b) professional untuk menyampaikan materi pembelajan kepada siswa (peserta didik), dan (c) berkepribadian matang.

    sumber data; http://sdnsatuba.blogspot.com/2012/01/pengelolaan-kelas-berbasis-psikologi.html

    BalasHapus
  62. Nama :Heni Wahyuningsih
    NIM :40211139
    Prodi:PGDS4/3

    Menurut pendapat saya guru yang kreatif dan inovatif adalah:

    *Guru kreatif *
    adalah guru yang mempunyai kemampuan dalam melaksanakan tugas dimanapun dan kapanpun,mempunyai peran dalam keberhasilan pendidikan agar bia memperbaiki kehidupan yang layak dan sejahtera.
    Guru yang kreatif adalah
    -guru yang mampu mengatsi kesulitan sisa dalam belajar
    -mampu membuat mereka terlibat dalam segala aktivitas belajar
    -mampu menciptakan suasana pembelajaran yang baik yang termotivasi
    -mampu membuat media pembelajaran yang menarik bagi siswa
    -mampu melakukan perubahan-perubahan yang memajuka sekolah untuk bisa berprestasi

    *GURU INOVATIV *
    Guru yang mampu menjadi panutan bagi siswanya dan melaksanakan tugas tugasnya dengan baik
    memilik imaginasi yang tinggi dan pandangan yang jauh ke depan dalam mengelola kelas
    memunculkan ide ide,yang tidak mungkin menjadi mungkin menjaddikan sekolah yang go internasional

    BalasHapus
  63. Nama : Heti Priyatin
    NIM : 40211142
    Prodi: PGSD4/3

    A. Kesalahan dalam pengelolaan kelas yang dilakukan oleh seorang guru
    Masalah pengelolaan kelas tekait dengan hal-hal yang menjadi kendala bagi siswa dalam kegiatan pembelajarn. Masalah pengelolaan kelas dapat di kelompokkan menjadi dua kategori yaitu masalah individual dan masalah kelompok. Tindakan pengelolaan kelas seorang guru akan efektif apabila ia dapat mengidentifikasi dengan tepat masalah yang sedang dihadapi, dan dapat memilih strategi penanggulangannya dengan tepat pula.

    B. Pembiasaan guru kiranya dapat dijadikan bahan renungan untuk mengimprov kreativitas dan inovasi guru dalam mengelola pembelajaran di dalam kelas:
    1. Mengaplikasi pembelajaran yang inovatif dan menyenangkan, siswa bisa diajak ke luar kelas dengan tujuan memaksimalkan lingkungan sekolah sebagai alat, media dan sumber belajar yang sesuai.
    2. Mendisain pembelajaran oleh “guru kreator” yang dapat menumbuhsuburkan kreativitas dan inovasi pembelajaran dengan analisis dan evaluasi untuk penyempurnaan disain beikutnya.
    3. Mengimprovisasi daya kreatif dan inovsi dengan sedikit humor sehat dan seperlunya saja untuk mempertahankan dan mengembangkan semangat inovasinya. 7. Keluar dari dunia sempit menuju dunia luas dengan banyak baca buku bidang seni dan teknologi dapat menambah daya peka berfikir efektif dan efisien.

    BalasHapus
  64. idah nurholilah pbi/314 Desember 2012 19.07

    Idah nurholilah
    PBI/3
    40111011

    Menjadi guru yang kreatif dan inovatif???...why not?...mari kita TANAMKAN dari sekarang,berawal dari diri kita pribadi. Sebagai seorang guru itu di tuntut untuk senantiasa banyak berkarya dalam menyampaikan materi kepada murid nya, agar bisa lebih mudah difahami sehingga proses belajar mengajar akan berhasil untuk mencapai tujuan. Banyak cara untuk menarik perhatian murid di dalam kelas. Yang pasti jangan melakukan kegiatan yang monoton dalam mengajar, yang akhirnya membuat murid cepat merasa jenuh. Untuk menarik perhatian murid,biasanya sebelum mengajar saya mempersiapkan bahan materi yang akan dibahas. Dan tentunya saya sudah mempersiapkan salah satu metode untuk menunjang kegiatan belajar nya. Untuk lebih mempercantik kegiatan belajar saya biasanya menggunakan salah satu media pembelajaran. Yang akhirnya, setelah mempersiapkan dari awal, saya bisa lebih fokus untuk membimbing murid saya di kelas. Salah satu contoh, ketika saya mengajar bahasa indonesia dalam mengajarkan tentang cara berpuisi. Dan tips" itu saya peroleh dari guru saya yang banyak memberi inspirasi bagi saya ketika di SMP dulu.

    BalasHapus
  65. Nama : Nada Fazia Rosalba
    NIM : 40211146
    Prodi : PGSD 4/3

    Untuk menjadi guru yang kreatif dan inovatif menurut beberapa pengalaman guru adalah :
    1.guru harus mengusai materi yang akan diajarkan
    2.guru harus memiliki pengetahuan dan penguasaan dibidang teknologi
    3.guru harus bisa memanfaatkan media pembelajaran dan alat peraga yang ada untuk digunakan dalam proses belajar mengajar
    4. guru harus mampu mengelola pembelajaran dengan baik
    5. guru harus memiliki perencanaan yang matang
    6. guru harus mengetahui potensi anak didiknya

    BalasHapus
  66. Nama : Deka Liswiana
    Nim : 40211130
    Prodi : PGSD 4 / 3

    Bagaimana Menjadi Guru yang Kreatif,Inovatif dan Ideal dalam Mengelola Kelas?
    1. Menguasai Materi Secara Mendalam
    Menguasai Materi Pelajaran adalah syarat utama menjadi guru yang ideal dan inovatif.Dengan menguasai materi,kepercayaan diri terbangun dengan baik,tidak ada rasa was-was,dan bimbang terhadap pertanyaan murid.Ketenangan bisa di raih dan kepuasan siswa bisa di dapatkan.Dalam konteks ini ,sudah seharusnya guru mengajar materi sesuai dengan keahliannya sebagaimana pepatah “the right man on the right place”,manusia yang benar ada di tempat yang benar.Artinya guru yang mengajar materi pelajaran yang menjadi bidang,bakat,dan spesialisasinya.
    2. Mempunyai Wawasan Luas
    Perubahan-perubahan yang terjadi setiap saat akibat revolusi ilmu pengetahuan dan teknologi informasi berjalan dalam hitungan detik.Apa yang terjadi di Amerika Serikat,Inggris,Prancis,Australia,Mesir,Palestina,Israel,Afrika,Italia,Spanyol,Malaysia,Filipia dan belahan lainnya,bisa di akses langsung melalui berbagai media,televisi dan internet.Guru di haruskan mengikuti informasi ini,sehingga cakrawala pemikiran menjadi luas,mendunia,dan up to date.Siswa akan bangga memiliki guru yang memiliki pengetahuan dan pengalaman luas,cakrawala pemikiran yang mendalam , dan hal-hal baru yang segar.Cara mengemas materi dan menjelaskannya yang santai,dan penuh variasi membuatnya bebas mengirim umpan dan kail kepada anak didiknya supaya mereka bertanya dan beliau menjawab dengan sangat memuaskan atau melempar kepada murid yangg lain untuk menjawab.
    3. Komunikatif
    Guru yang suka menyapa dan memperhatikan kondisi muridnya lebih diterima anak didiknya daripada guru yang egois,yang datang hanya untuk menerangkan pelajaran,setelah itu pulang.Ia tidak mau peduli persoalan anak didiknya.Disinilah pentingnnya guru berkomunikasi dengan anak didiknya,menyapa anak didik,menanyakan bagaimana kondisinya,capek,lemas,atau tetap semangat.Ketika guru bertanya kepada murid ,murid akan merasa diperhatikan,sehingga guru di anggap bagian darinya.Murid akan merasa senang bila di sapa gurunya.ia juga kagum kepada guru yang semacam ini.Efek positifnya,murid-murid akan senang di ajar oleh guru tersebut.Ada keakraban,perasaan saling mengasihi dan menyayangi.Keterlibatan emosi ini sangat penting dalam proses belajar mengajar,sehingga aspek lahir batin siswa dapat diarahkan oleh guru.
    4. Dialogis
    Tugas guru tidak hanya mengajar,tapi juga menggali potensi terbesar anak didiknya.Tugas ini sulit terlaksana kalau dalam mengajar,seorang guru hanya mengandalkan metode ceramah sekedar memberi materi ,tanpa ada ruang dialog.Pikiran murid tidak berkembang,dan semangat mengembangkan materi menjadi lemah.Disinilah pentingnya metode interaktif yang melibatkan dua atau tiga arah,misalnya murid bertanya,guru menanggapi,kemudian di tanggapi oleh siswa yang lain.Oleh karena itu,dalam metode interaktif ini,guru tidak boleh merasa paling benar,paling pintar dan paling tahu segala masalah.Kalau guru mampu menerapkan aspek kesetaraan,yang emas tetap emas,walau datang dari murid.Dengan demikian,murid akan semakin simpatik terhadap guru tersebut.Kalau guru tidak bisa menjawab,kemudian menyatakan tidak bisa,lalu melempar kepada siswa yang lain,maka hal tersebut sama sekali tidak menurunkan derajat dan wibawa guru. Referensi :
    - Jamal Ma'mur Asmani. 2009. Tips Menjadi Guru Inspiratif, Kreatif, dan Inovatif. Jogjakarta: Diva Press.

    BalasHapus
  67. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  68. Nama : Siti Himmatul Auliya
    NIM : 40111027
    Prody: PBI 3
    MENJADI GURU IDEAL DAN INOFATIF
    Untuk menjadi guru ideal dan inovatif, hal-hal di bawah ini dapat menjadi renungan bersama :
    a. Menguasai Materi Pelajaran Secara Mendalam
    Ini adalah syarat utama menjadi guru ideal. Dengan penguasai materi, kepercayaan diri terbangun dengan baik, tidak ada rasa was-was, dan bimbang terhadap pertanyaan murid.

    b. Mempunyai Wawasan Luas
    Selalu ada hal baru yang di sampaikan oleh seorang guru akan menjadi salah satu daya tarik murid yang bias mengguagah semangatnya mengikuti pelajaran guru. Inilah salah satu manfaat mempunyai cakrawala pemikiran yang luas. Siswa akan bangga mempunyai guru yang memiliki pengetahuan dan pengalaman luas, cakrawal pemikiran yang mendaam, dan hal-hal baru yang segar. Cakrawala pemikiran yang luas tersebut sebaiknya memiliki hubungan dengan materi yang akan di ajakarkan.

    c. Komunikatif
    Komunikasi antara guru dengan muridnya sangat penting karena komunikasi sebagai pendekatan psikologi kepada anak didik.Aspek penerimaan (acceptability) seorang guru menjadi factor penting bagi kelancaran kegiatan belajar mengajar di dalam kelas. Murid merasa senang bila di ajar oleh guru yang perhatian terhadap muridnya, ini akan berpengaruh positif terhadap kegiatan belajar mengajar.

    d. Dialogis
    Tugas guru tidak hanya mengajar, tapi juga menggali potensi terbesar anak dididknya.Dalam hal ini pentingnya metode interaktif yang melibatkan dua atau tiga arah.Dalam metode interaktif ini, guru tidak boleh merasa paling benar, paling pintar, dan paling tahu segala masalah. Guru harus mampu menerapkan aspek kesetaraan, dengan demikian murid akan lebih simpatik terhadap guru tersebut.

    e. Menggabungkan Teori dan Praktik
    Jika selama proses belajar berlangsung, guru hanya menjejali muridnya dengan teori tanpa praktik, maka anak didik akan merasa jenuh. Praktik sangat di perlukan untuk sebagai media untuk menurunkan, mengendapkan, dan melekatkan pemahaman materi pada otak anak didik.Melalui praktek, ilmu dapat berkembang dengan pesat.Anak-anak pun terlatih untuk menerapkan ilmu yang dipelajari.

    f. Bertahap
    Belajar ilmu adalah setahap demi setahap, dari satu, dua, dan seterusnya.Bertahap ini meniscayakan pentingnya materi yang disampaikan harus urut, tidak boleh meloncat-loncat.Dalam konteks ini, guru harus bersikap arif dan bijaksana.jangan memberikan semua pengalaman dan ilmu kepada anak didik dalam satu kesempatan.

    g. Mempunyai Variasi Pendekatan
    Dalam proses belajar mengajar, seorang guru harus mempelajari banyak pendekatan pengajaran. Dengan menguasai pendekatan pengajaran yang banyak, proses belajar dan mengajar dapat berjalan secara variatif, tidak monoton dan selalu segar.

    h. Tidak Memalingkan Materi Pelajaran
    Dalam mengajar, guru harus berkonsentrasi penuh pada satu arah, satu target, dan satu tujuan yang direncanakan sehingga hasilnya bias maksimal.
    Seorang guru harus membuat rencana pembelajaran, target pembelajaran, dan evaluasi pembelajaran.

    i. Tidak Terlalu Menekan dan Memaksa
    Seorang guru harus berusaha untuk mengajar secara alami, tidak terlalu menekan dan memaksa murid.Jika memaksa dan menekan murid, efeknya tidak positif bagi perkembangan psikologi anak didik.Guru yang idealis harus di tunjang dengan kearifan, kebijaksanaan, dan kecerdasan dalam membangkitkan semangat belajar anak.

    j. Humoris, Tapi Serius
    Salah satu ciri guru ideal adalah berwatak dinamis, kompetitif, tapi juga humoris. Di tengah kepenatan pikiran, keletihan fisik, dan kebosanan berfikir, humor sangat di perlukan. Dengan selera humor yang tinggi, seorang guru mampu memecah suasan yang menjenuhkan, menghilangkan kepenatan, dan menyegarkan pikiran anak didik.
    dikutip dari buku dengan judul: TIPS MENJADI GURU INSPIRATIF KREATIF, DAN INOVATIF. PENGARANG: JAMALL MA'MUR ASMANI

    BalasHapus
  69. NAMA : IZA N M
    PRODY: PBI 3
    MENJADI GURU IDEAL DAN INOFATIF
    Untuk menjadi guru ideal dan inovatif, hal-hal di bawah ini dapat menjadi renungan bersama :
    a. Menguasai Materi Pelajaran Secara Mendalam
    Ini adalah syarat utama menjadi guru ideal. Dengan penguasai materi, kepercayaan diri terbangun dengan baik, tidak ada rasa was-was, dan bimbang terhadap pertanyaan murid.

    b. Mempunyai Wawasan Luas
    Selalu ada hal baru yang di sampaikan oleh seorang guru akan menjadi salah satu daya tarik murid yang bias mengguagah semangatnya mengikuti pelajaran guru. Inilah salah satu manfaat mempunyai cakrawala pemikiran yang luas.

    c. Komunikatif
    Komunikasi antara guru dengan muridnya sangat penting karena komunikasi sebagai pendekatan psikologi kepada anak didik.Aspek penerimaan (acceptability) seorang guru menjadi factor penting bagi kelancaran kegiatan belajar mengajar di dalam kelas. Murid merasa senang bila di ajar oleh guru yang perhatian terhadap muridnya, ini akan berpengaruh positif terhadap kegiatan belajar mengajar.

    d. Dialogis
    Tugas guru tidak hanya mengajar, tapi juga menggali potensi terbesar anak dididknya.Dalam hal ini pentingnya metode interaktif yang melibatkan dua atau tiga arah.Dalam metode interaktif ini, guru tidak boleh merasa paling benar, paling pintar, dan paling tahu segala masalah. Guru harus mampu menerapkan aspek kesetaraan, dengan demikian murid akan lebih simpatik terhadap guru tersebut.

    e. Menggabungkan Teori dan Praktik
    Jika selama proses belajar berlangsung, guru hanya menjejali muridnya dengan teori tanpa praktik, maka anak didik akan merasa jenuh. Praktik sangat di perlukan untuk sebagai media untuk menurunkan, mengendapkan, dan melekatkan pemahaman materi pada otak anak didik.Melalui praktek, ilmu dapat berkembang dengan pesat.Anak-anak pun terlatih untuk menerapkan ilmu yang dipelajari.

    f. Bertahap
    Belajar ilmu adalah setahap demi setahap, dari satu, dua, dan seterusnya.Bertahap ini meniscayakan pentingnya materi yang disampaikan harus urut, tidak boleh meloncat-loncat.Dalam konteks ini, guru harus bersikap arif dan bijaksana.jangan memberikan semua pengalaman dan ilmu kepada anak didik dalam satu kesempatan.

    g. Mempunyai Variasi Pendekatan
    Dalam proses belajar mengajar, seorang guru harus mempelajari banyak pendekatan pengajaran. Dengan menguasai pendekatan pengajaran yang banyak, proses belajar dan mengajar dapat berjalan secara variatif, tidak monoton dan selalu segar.

    h. Tidak Memalingkan Materi Pelajaran
    Dalam mengajar, guru harus berkonsentrasi penuh pada satu arah, satu target, dan satu tujuan yang direncanakan sehingga hasilnya bias maksimal.
    Seorang guru harus membuat rencana pembelajaran, target pembelajaran, dan evaluasi pembelajaran.
    i. Tidak Terlalu Menekan dan Memaksa
    Seorang guru harus berusaha untuk mengajar secara alami, tidak terlalu menekan dan memaksa murid.Jika memaksa dan menekan murid, efeknya tidak positif bagi perkembangan psikologi anak didik.Guru yang idealis harus di tunjang dengan kearifan, kebijaksanaan, dan kecerdasan dalam membangkitkan semangat belajar anak.

    j. Humoris, Tapi Serius
    Salah satu ciri guru ideal adalah berwatak dinamis, kompetitif, tapi juga humoris. Di tengah kepenatan pikiran, keletihan fisik, dan kebosanan berfikir, humor sangat di perlukan. Dengan selera humor yang tinggi, seorang guru mampu memecah suasan yang menjenuhkan, menghilangkan kepenatan, dan menyegarkan pikiran anak didik.

    BalasHapus
  70. 3) Belajar dengan melakukan (learning by doing), Siswa tidak hanya dicekoki dengan sejumlah informasi, tetapi harus lebih banyak diberi kesempatan, tantangan untuk menerapkan, mempraktekan konsep atai teori yang diperolehnya dalam kehidupan sehari-hari.
    4) Mengembangkan kemampuan sosial, Pemahaman siswa dalam penguasaan kompetensi akan lebih meningkat , apabila diberi kesempatan dan peluang untuk mengemukakan berbagai gagasannya terhadap siswa lain atau guru dengan cara berdiskusi, saling bertanya, saling menjelaskan.
    5) Mengembangkan keingintahuan dan imajinasi, Rasa ingin tahu dan imajinasi merupakan modal dasar untuk bersikap peka, kritis, mandiri dan kreatif, oleh karena itu perlu dikembangkan dalam pembelajaran.
    6) Mengembangkan keterampilan pemecahan masalah, Kegiatan belajar mengajar perlu dirancang agar mampu mendorong dan melatih siswa untuk mampu mengidentifikasi dan memecahkan masalah yang dihadapinya.
    7) Mengembangkan kreativitas siswa, Kegiatan pembelajaran perlu dirancang agar memberikan kesempatan dan kebebasan kepada siswa untuk berkreasi secara berkesinambungan
    8) Mengembangkan kemampuan menggunakan ilmu dan teknologi, Kegiatan pembelajaran perlu dirancang agar siswa mampu mamnfaatkan ilmu dan teknologi yang terus berkembang secara dianamis.
    9) Menumbuhkan kesadran siswa sebagai warga negara yang baik, Kegiatan pembelajaran perlu memberikan wawasan nilai moral dan sosial yang dapat membekali siswa menjadi warga negara yang bertanggung jawab, baik terhadap lingkungan sosialnya maupun lingkungan alamnya.
    10) Belajar Sepanjang Hayat, Kegiatan pembelajaran harus mampu membekali siswa dengan keterampilan yang meliputi rasa percaya diri, keingintahuan, kemampuan memahami orang lain, kemampuan berkomunikasi, kemampuan bekerjasama, sehingga mendorong siswa untuk terus belajar , baik formal maupun nonformal, baik di dalam kelas maupun di luar kelas.

    BalasHapus
  71. Nama : Hery ana ary lestary
    Nim : 40211141
    Prodi : PGSD4


    Dalam merancang kegiatan pembelajaran, guru harus memperhatikan beberapa prinsip-prinsip pembelajaran berikut ini :
    1) Berpusat pada siswa, Kegiatan belajar yang memusatkan perhatian pada siswa diindikasikan oleh tingginya perhatian terhadap keragaman yang dimiliki siswa, baik keragaman kemampuan, bakat, minat, sikap maupun latar belakang ekonomi, sosial dan keluarga.
    2) Melibatkan siswa secara aktif, Mengajar adalah membimbing kegiatan belajar siswa sehingga ia mau belajar. Oleh karena itu kegiatan belajar harus dirancang yang memungkinkan siswa untuk belajar secara aktif, aktif mendengar, aktif melihat, aktif bertanya, aktif menemukan informasi, aktif melakukan dan aktivitas lainnya yang memungkinkan terjadi perubahan pada diri siswa.
    3) Belajar dengan melakukan (learning by doing), Siswa tidak hanya dicekoki dengan sejumlah informasi, tetapi harus lebih banyak diberi kesempatan, tantangan untuk menerapkan, mempraktekan konsep atai teori yang diperolehnya dalam kehidupan sehari-hari.
    4) Mengembangkan kemampuan sosial, Pemahaman siswa dalam penguasaan kompetensi akan lebih meningkat , apabila diberi kesempatan dan peluang untuk mengemukakan berbagai gagasannya terhadap siswa lain atau guru dengan cara berdiskusi, saling bertanya, saling menjelaskan.
    5) Mengembangkan keingintahuan dan imajinasi, Rasa ingin tahu dan imajinasi merupakan modal dasar untuk bersikap peka, kritis, mandiri dan kreatif, oleh karena itu perlu dikembangkan dalam pembelajaran.
    6) Mengembangkan keterampilan pemecahan masalah, Kegiatan belajar mengajar perlu dirancang agar mampu mendorong dan melatih siswa untuk mampu mengidentifikasi dan memecahkan masalah yang dihadapinya.
    7) Mengembangkan kreativitas siswa, Kegiatan pembelajaran perlu dirancang agar memberikan kesempatan dan kebebasan kepada siswa untuk berkreasi secara berkesinambungan
    8) Mengembangkan kemampuan menggunakan ilmu dan teknologi, Kegiatan pembelajaran perlu dirancang agar siswa mampu mamnfaatkan ilmu dan teknologi yang terus berkembang secara dianamis.
    9) Menumbuhkan kesadran siswa sebagai warga negara yang baik, Kegiatan pembelajaran perlu memberikan wawasan nilai moral dan sosial yang dapat membekali siswa menjadi warga negara yang bertanggung jawab, baik terhadap lingkungan sosialnya maupun lingkungan alamnya.
    10) Belajar Sepanjang Hayat, Kegiatan pembelajaran harus mampu membekali siswa dengan keterampilan yang meliputi rasa percaya diri, keingintahuan, kemampuan memahami orang lain, kemampuan berkomunikasi, kemampuan bekerjasama, sehingga mendorong siswa untuk terus belajar , baik formal maupun nonformal, baik di dalam kelas maupun di luar kelas.

    BalasHapus
  72. Nama : Faiqohtul Faoziah Rahmawati
    NIM : 40111010
    Prodi : PBI 3/4


    Berikut ini adalah beberapa unsur kunci yang dibutuhkan untuk mengajar secara kreatif dan inovatif, antara lain :

    guru perlu untuk:
    - Menciptakan iklim fisik, mental dan emosional yang mendukung kreatifitas
    - Memberikan program yang seimbang yang dapat memenuhi kebutuhan kelompok dan individual
    - Menyediakan sarana pembelajaran dan bermain melalui tindakan dan interaksi
    - Merencanakan program-program kerja yang efektif pada semua bidang kurikulum
    - Memberikan dan mengelola sumber daya secara efektif
    - Mengembangkan skil-skil berfikir kreatif pada peserta didik
    - Mengembangkan sensitifitas
    - Menyadari perkembangan peserta didik
    - Terbuka dan reflektifdalam pendekatan
    - Mampu menghargai kontribusi peserta didik
    - Bersedia untuk melihat potensi dalam diri mereka sendiri dan pada diri setiap peserta didik sertaberusaha mencari cara untuk mengeluarkannya
    - Mendorong seni-seni kreatif dan semua bentuk ekspresi kreatif
    - Menikmati tantangan
    - Merespon pada pengajaran dengan cara personal, mempertahankan rasa penghargaan diri
    - Memanfaatkan sumber daya multikultural

    BalasHapus
  73. Nama : Faiqohtul Faoziah Rahmawati
    NIM : 40111010
    Prodi : PBI 3/4


    Berikut ini adalah beberapa unsur kunci yang dibutuhkan untuk mengajar secara kreatif dan inovatif, antara lain :

    guru perlu untuk:
    - Menciptakan iklim fisik, mental dan emosional yang mendukung kreatifitas
    - Memberikan program yang seimbang yang dapat memenuhi kebutuhan kelompok dan individual
    - Menyediakan sarana pembelajaran dan bermain melalui tindakan dan interaksi
    - Merencanakan program-program kerja yang efektif pada semua bidang kurikulum
    - Memberikan dan mengelola sumber daya secara efektif
    - Mengembangkan skil-skil berfikir kreatif pada peserta didik
    - Mengembangkan sensitifitas
    - Menyadari perkembangan peserta didik
    - Terbuka dan reflektifdalam pendekatan
    - Mampu menghargai kontribusi peserta didik
    - Bersedia untuk melihat potensi dalam diri mereka sendiri dan pada diri setiap peserta didik sertaberusaha mencari cara untuk mengeluarkannya
    - Mendorong seni-seni kreatif dan semua bentuk ekspresi kreatif
    - Menikmati tantangan
    - Merespon pada pengajaran dengan cara personal, mempertahankan rasa penghargaan diri
    - Memanfaatkan sumber daya multikultural

    (Beetlestone, Florence. 2011. Creative learning. Bandung: Nusamedia)

    BalasHapus
  74. UMMI NURUL FATHONAH
    PGSD 4/3
    40211159
    1. Guru harus mampu untuk mengamomodasikan gaya belajar setiapsiswa, karena masing-masing siswa mempunyai pribadi yang unik dan gaya belajar yang berbeda.
    2. Menciptakan Susana belajar yang menggairahkan. Dapat dilakukan dengan berbagai cara, diantaranya menggunakan presentasi pengajaran yang lebih hidup dan menarik bagi setiap siswa.
    3. Memiliki kemampuan menanamkan nilai dan ketrampilan hidup dengan kapasitas yang benar bagi siswa.
    4. Menguasai materi pelajaran secara mendalam, dengan menguasai materi, kepercayaan diri akan terbangun dengan baik, tidak ada rasa was-was,dan bimbang terhadap pertanyaan mired, ketenangan dapat diraih dan kepuasan siswa bisa didapatkan.
    5. Mempunyai wawasan luas
    Guru diharuskan mengikuti informasi, sehingga cakrawala pemikirannya menjadi luas, mendunia, dan up to date. Guru selalu ada hal baru yang disampaikan yang menjadi salah satu daya tarik murid yang bias menggugah semangatnya mengikuti pelajaran guru. Murid juga merekam penjelasangurunya dengan baik.
    6. Komunikatif
    Guru yang suka menyapa dan memperhatikan kondisi muridnya lebih diterima anak didiknya dari pada guru yang egois, yang datangnya hanya untuk menerangkan pelajaran,setelah itu pulang. Disinilah pentingnya guru berkomunikasi dengan anak didiknya, menyapa anak didik, menanyakan bagaimana kondisinya. Ketika guru bertanya pada murid, murid akan merasa diperhatikan, sehingga guru dianggap bagian darinya.
    7. Dialogis
    Tugas guru tidak hanya mengajar, tapi juga menggali potensi terbesar anak didiknya. Tugas ini sulit terlaksana jika dalm mengajar guru hanya mengandalkan metode ceramah, sekedar memberikan materi tanpa ada ruang dialog. Pikiran murid tidak berkembang, dan semangat mengembangkan maetri menjadi lemah.

    8. Menggabungkan teori dan praktik
    Praktik sangat diperlukan sebagai media menurunkan, mengendapkan materi pada otak anak didik. Dengan praktik ilmu dapat berkembang dengan pesat. Anak-anakpun terlatih untuk menerapkan ilmu yang dipelajarinya.
    9. Bertahap
    Belajar ilmu adalah setahap demi setahap. Seorang guru harus arif dan bijaksana, jangan memberikan semua pengalaman dan ilmu kepada anak didik dalam satu kesempatan, berilah sedikit demi sedikit supaya anak dapat menerimanya dengan baik.
    10. Mempunyai variasi pendekatan
    Dalam proses belajar mengajar guru harus menguasai banyak pendekatan pengajaran supaya proses belajar mengajar dapat berjalan variatif, tidak monoton dan selalu segar.
    11. Tidak memalingkan materi pelajaran
    Dalam mengajar, guru harus berkonsentrasi penuh pada satu arah, satu target, dan satu tujuan yang dicanangka, sehingga hasilnya bias maksimal
    12. Tidak terlalu menekan dan memaksa
    Guru harus berusaha untuk mengajar secara alami, tidak terlalu menekan dan memaksa murid.kalau memaksa dan menekan murid, efeknya tidak positif bagi perkembangan psikologi anak didik. Guru harus bias menyelami psikologi anak didik, kalau murid diberi target terlalu tinggi, kemudian melakukan penekanan bahkan pemaksaan diluar batas kemampunannya, maka kegiatan belajar mengajar tidak bias berjalan secara enjoy.
    13. Humoris tapi serius
    Dengan selera humor yang tinggi, seorang guru bias memecah suasana yang menjenuhkan, menghilangkan kepenatan, dan menyegarkan pikiran. Walaupun begitu guru dalam humor tidak boleh berlebih-lebihan, apalagi sampai mengganggu konsentrasi lingkungan belajar disekitarnya.
    Sumber : Ma’mur Asmani,Jamal.2011.Tips Menjadi Guru Inspiratif, Kreatif, dan Inovatif. Jogjakarta: Diva Press

    BalasHapus
  75. Siti Nur Afni
    PGSD 4/ 3
    40211154
    Guru yang kreatif
    Menurut pendapat saya, guru yang kreatif adalah sebagai berikut:
    1. Menguasai materi
    Menguasai materi adalah syarat utama menjadi guru yang inspiratif, karena dengan menguasai materi guru dapat menentukan strategi pembelajaran yang tepat agar siswa mampu mencapai kompetensi yang diharapkan dalam materi pelajaran.
    2. Disiplin
    Disiplin disini tidak harus dilakukan dengan mendidik siswa terlalu keras, tetapi seorang guru harus bisa menanamkan nilai-nilai kedisiplinan kepada siswa. Contohnya seperti masuk ke kelas tepat waktu dan juga mematuhi peraturan sekolah yang berlaku.
    3. Dinamis
    Seorang guru diharuskan mengikuti perkembangan informasi. Siswa akan senang jika gurunya selalu menyampaikan hal-hal baru yang menarik,sehingga bisa menggugah semangat para siswa untuk mengikuti pelajaran dengan baik, dan materi pelajaran yang telah disampaikan akan membekas dalam ingatan siswa.
    4. Humoris
    Dengan selera humor yang tinggi seorang guru dapat memecah suasana yang menjemukan, menghilangkan kepenatan, dan menyegarkan pikiran siswa. Homur tidak boleh berlebihan, karena dalam proses belajar dan mengajar humor bukanlah tujuan utama melainkan alat untuk menghilangkan kepenatan berpikir.
    5. Variasi Pendekatan Pengajaran
    Dalam kegiatan belajar dan mengajar seorang guru harus mempunyai banyak pendekatan pengajaran. Dengan menguasai pendekatan pengajaran yang banyak proses belajar dan mengajar dapat berjalan tidak monoton, variatif, dan selalu segar.



    6. Komunikatif
    Dalam menyampaikan materi pelajaran hendaknya guru menggunakan bahasa yang komunikatif. Komunikatif berarti menyampaikan materi dengan bahasa yang mudah dipahami oleh siswanya.
    Demikian pendapat saya tentang guru kreatif, semoga menjadi bahan renungan kita bersama.
    Sumber : Ma’mur Asmani,Jamal.2011.Tips Menjadi Guru Inspiratif, Kreatif, dan Inovatif. Jogjakarta: Diva Press

    BalasHapus
  76. Nama: Yeni Ayu Rahmawati
    NIM : 40311025
    Prodi: Pmat/3

    Assalamu'alaikum

    Menurut pendapat saya tentang bagaimana menjadi guru yang kreatif dan inovatif dalam mengelola kelas ialah

    1. Seorang guru wajib dan harus menguasai suatu materi yang akan di sampaikan. Dengan menguasai materi ia akan bisa memilah milah bagaimana menerangkan atau menyampaikan dengan bahasa sederhana walaupun materi ajar yang susah. Dengan demikian peserta didik dapat memahami dengan mudah.

    2. Seorang guru dapat mengatur suasana kelas, kapan ia akan cepat dalam penyampaian materi ajar kapan ia harus memperlambatnya. Hal ini penting karena tingkat pemahaman peserta didik tidak sama.

    3. Seorang guru dapat memilih metode pembelajaran. Memilih metode pembelajaran yang tepat dapat mendukung perkembangan belajar peserta didik tentunya seorang guru harus memahami metode tersebut apakah sesuai dengan peserta didik atau tidak.

    4. Seorang guru dapat menggunakan sarana pembelajaran yang dapat menunjang materi yang akan di sampaikan dengan hal ini peserta didik dapat membantu dengan mudah memahami materi yang disampaikan.
    Sarana pembelajaran ini misalkan akan membahas bangun ruang dalam matematika. Hal ini memerlukan imajinasi kemudian bangunan tersebut dengan ukuran tertentu yang telah di ketahui sebelumnya harus bisa terbangun dalam pikiran peserta didik, namun dengan sarana pembelajaran ini dapat membantu imajinasi tentang bangun ruang tersebut. Contoh sebuah tabung dengan alas sebuah lingkaran berserta penutupnya dan tinggi sekian, kita dapat mengambil sebuah kaleng susu yang berbentuk tabung sehingga peserta didik memahami dengan mudah.
    Selain itu masih banyak lagi sarana-sarana pembelajaran yang dapat di gunakan.

    5.Seorang guru harus bisa mengatur suasana kelas dengan cara penyampaiannya. Hal ini berhubungan dengan komunikasi yang digunakan. Semakin baik seorang guru dapat mengatur komunikasi dengan peserta didik semakin baik pula pengolahan suasana belajar kelas.
    Maksudnya, jika seorang guru berkomunikasi monoton datar tentunya berdampak pada minat peserta didik, sehingga merasa bosan atau ngantuk.
    Tak jarang dengan komunikasi yang dapat menyegarkan peserta didik dengan di selingi humor, namun jangan pula humor itu terlalu banyak sehingga terbengkalai materi yang akan diajar.

    6. Memberi award kepada peserta didik yang mau berpartisipasi dalam proses belajar. Misalkan ia maju memberi tepuk tangan atas keberaniannya maju tentulah sedikit banyaknya menambah rasa percaya diri. hal ini harus di lakukan pada peserta didik jika jawaban yang diberikan kurang tepat sebagai tanda terimakasih telah berpendapat atau memberi jawaban walau salah. Hal ini dapat memberi rasa dimana peserta didik tidak malu atas jawabannya, malah sebaliknya ia akan tidak sungkan-sungkan lagi menjawab karena rasa aman dan dihormati dalam belajar. Jika seorang guru malah menjelekkan di depan murid lain, maka dapat mematikan minat belajar siswa dan rasa kecewa bisa juga malu.
    Dengan demikian seorang guru harus bisa menghormati siswanya agar ia juga dihormati siswanya.

    Demikianlah menurut pendapat saya mengenai beberapa hal untuk menjadi guru yang kreatif dan inovatif mengelola kelas dan juga dalam pembelajarannya. Terimaksih
    Wassalamu'alaikum

    BalasHapus
  77. Guru Kreatif dan Inovatif
    Ada beberapa cara menjadi guru kreatif dan inovatif, di antarnya :
    1. Analisis Bahan Ajar
    Materi pelajaran perlu disiapkan oleh gur dengan pertimbangan karakteristik dan kemampuan siswa. Pada kenyataannya masih banyak diantara para guru yang langsung saja mengambil materi dari buku-buku pelajaran tanpa menganalisisnya terlebih dahulu. Dengan menganalisis bahan ajar, guru akan terlebih dahlu belajar sehingga dapat mengolah pelajaran atau materi agar mudah diterima oleh siswa.
    2. Memilih Metode atau Pendekatan Pembelajaran
    Guru yang baik tidak akan terus menerus menggunakan metode ataupun pendekatan yang sama setiap pembelajaran berlangsung. Guru harus mengerti keadaan siswa yang diajarnya.
    3. Membuat Alat Peraga atau Media Pembelajaran
    Alat peraga atau media pembelajaran dibuat oleh guru untuk mempermudah imajinasi atau gambaran tentang suatu objek yang dikaji dalam pembelajaran. Serta membantu guru menjelaskan gambaran yang abstrak menjadi kongkret. Pembelajaran menggunakan alat peraga akan lebih mudah diterima oleh siswa.
    4. Menciptakan komunikasi
    Terciptanya komunikasi antara guru dengan siswa, maupun siswa dengan siswa sangat penting. Guru wajib menciptakan suasana agar siswa dapat berinteraksi, sehingga akan tercipta pengetahuan-pengetahuan baru hasilinteraksi/komuikasi tersebut.
    5. Mempunyai wawasan luas
    Seorang guru harus mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi informasi yang terjadi di dunia, akan selalu ada hal baru yang disampaikan seorang guru yang menjadi salah satu daya tarik bagi siswa.
    6. Penggabungan teori dan praktek
    Pembelajaran yang hanya diajarkan teoriny saja, akan membuat siswa mudah bosan. Praktek sangat diperlukan sebagai media melekatkan pemahaman teori yang diberikan guru pada otak siswa.

    7. memberikan pujian
    dalam pembelajaran tidak ada salahnya guru memberi pujian kepada siswa. pujian ini menjadi motivasi tersendiri bagi siswa.

    BalasHapus
  78. Nama: Nidya Gta Mutiara
    NIM: 40111023
    Prodi: PBI/3
    Menjadi guru yang kreatif dan inovatif memang tidak mudah. namun hal ini sangat penting dan harus dilakukan semua guru demi tercapainya hasil belajar yang maksimal. Guru yang kreatif ebih merujuk pada bagaimana ia bisa berkreasi dalam segala situasi kelas. Sementara inovatif lebih merujuk pada bagaimana ia berinovasi atau menciptakan hal-hal yang baru yang belum pernah ada sebelumnya.

    Dalam hal ini, saya teringat akan pengalaman saya ketika melaksanakan KPPM disebuah Sekolah Dasar. Karena KPPM adalah praktek mengajar untuk pertama kalinya bagi saya, tentu saya merasa nervous. Disamping itu siswa-siswinya juga sangat hiperaktif, tentu saya sangat kewalahan untuk mengaturnya. Tak jarang suasana kelas terdengar sangat gaduh dan membuat kepala saya pusing. Dalam kondisi tersebut saya terus berfikir bagaimana caranya ketika saya mengajar walaupun kelas terdengar gaduh namun berisi, dalam arti gaduh karena belajar. Aaasssiiikkk bukaaannn?????

    Yeah...siswa-siswi sekolah dasar memang lebih suka belajar dengan suasana kelas ramai dan banyak bergerak. Diharuskan gurunya juga harus berekstra sabar untuk menghadapinya. Termasuk saya pada waktu itu. Karena saya mahasiswa jurusan Pendidikan Bahasa Inggris, maka pada waktu itu saya memang lebih menekankan materi bahasa Inggris pada semua kelas. Saya berinisiatif untuk membuat lagu berbahasa Inggris yang berisi nama-nama benda disekitar agar siswa mampu mencernanya kedalam otak dengan mudah tanpa harus menghafalnya. Kemudian siswa diminta untuk berdiri dan make a big circle dan menyanyikannya bersama-sama dan tentunya disertai dengan gerakan-gerakan sesuai dengan apa yang disebutkan.

    In the end, all of my students were very happy and they still remember the material which i tought up to now. Yeah...that's my unforgetable experience about kreative and inovative to guide the student so that they can study easily and of course happily. Thank You. ***BE THE BEST BUT DON'T FEEL THE BEST***

    BalasHapus
  79. Nama : Sri Mulyani Azizah
    Nim : 40111030
    Prodi : PBI/3

    Bismillahirohmanirrohim ..........

    Menurut Douglas Brown J. menanamkan guru yang kreatif dengan sebutan Teacher Scholar. mengajar, katanya jika di lakukan dengan baik, pada hakikatnya juga kreatif.
    Brown Scholar merumuskan ciri-ciri seorang teacher scholar sbb :

    1. Mempunyai keingintahuan yang tinggi (Curiosity) selalu mempelajari mencari tahu tentang segala sesuatu yang masih jelas di pahaminya.
    2. Setiap hal dianalisis dulu, kemudian di saring, dikualifikasi untuk ditelaah dan di mengerti, lalu di endapkan dalam "gudang pengetahuannya".
    3. Memiliki intuisi yang tajam, yaitu kemampuan bawah sadar yang menghubungkan gagasan-gagasan lama guna membentuk ide-ide baru.
    4. Self Disciple
    hal ini mengandung arti bahwa guru yang kreatif itu memiliki kemampuan untuk melakukan pertimbangan-pertimbangan sebelum mengambil suatu keputusan akhir.
    5. Tidak akan pernah membiarkan hasil sementara, dan ia tidak akan menerima begitu saja setiap hasil yang di dapat belum memuaskan.
    6. Suka melakukuan instropeksi. sifat ini mengandung kemampuan untuk menaruh kepercayaan terhadap gagasan-gagasan orang lain.
    7. Mempunyai kepribadian yang kuat, tidak mudah di beri instruksi tanpa pemikiran.

    referensi : Tips menjadi guru inspiratif, kreatif, dan inovatif. (Jamal Ma'mur Asmani)

    BalasHapus
  80. NAMA:NURYATUL KHIKMAH
    NIM :40111026
    PRODI:PBI/3


    Berdasarkan pengalaman saya,untuk menjadi guru yang kreatif dan inovatif,adalah sebagai berikut:

    1.Kuasai materi sebelum mengajar Materi pelajaran perlu disiapkan oleh para guru.

    2. Guru menciptakan susasana kelas yang aman dan nyaman secara emosional dan intelektual

    Terkadang siswa punya banyak pertanyaan dibenaknya, tetapi ada semacam perasaan malu dan takut, dikira bodoh jika melontarkan pertanyaan. Sebagai guru, kerja keras kita salah satunya adalam menciptakan kelas yang memberik keamanan secara emosional bagi siswa. Memang agar menjadi siswa yang percaya diri mereka perlu mengambil resiko, tetapi di lingkungan yang tidak mendukung kenyamanan secara emosional, siswa akan berpikir 1000 kali untuk mau bertanya dan berpendapat.
    3. Guru menciptakan budaya menjelaskan, bukan budaya asal menjawab dengan betul.

    Ciri-ciri sebuah pertanyaan yang baik adalah pertanyaannya hanya satu tetapi mempunyai jawaban yang banyak. Bandingkan dengan jenis pertanyaan yang hanya mempunyai satu jawaban. Hal yang terjadi siswa akan berlomba menjawab dengan benar dengan segala cara. Termasuk mencontek misalnya.

    BalasHapus
  81. Nama : Devris Indra Yanuar
    NIM : 40111005
    Prodi: Pendidikan Bahasa Inggris / 3

    Mungkin karena saya belum pernah mengajar, sehingga saya kurang tahu tentang bagaimana Menjadi “Guru yang Kreatif dan Inovatif dalam Mengelola Kelas”, Oleh karena itu saya hanya mengacu pada referensi yang saya baca, yaitu pada buku yang Berjudul SUPER TEACHER ( Abdullah Munir : 2010 ) pada Bab Guru Hebat Ketemu Sistem Hebat dan pendapat saya berdasarkan referensi yang telah saya baca, menjadi “Guru yang Kreatif dan Inovatif dalam Mengelola Kelas” ialah sebagai berikut :

    Guru yang hebat akan semakin potensial tergali potensi dan kreativitasnya jika ddidukung sistem yang bagus. Sebaliknya, sebagus apapun potensi guru, tidak akan membawa arti apa – apa jika sistem disekolahnya amburadul. Sehingga menjadi guru yang kreatif terutama dalam mengelola kelas tentulah sangat dipengaruhi oleh sistem yang ada disekolah tersebut. Beberapa hal yang menjadikan guru berpikir secara kreatif dan inovatif :
    1. Guru harus memiliki Goal atau Tujuan
    2. Training yang sesuai
    3. Forum aplikasi
    4. Rule and Procedure dan
    5. Sarana yang sesuai

    Mungkin dari sekian banyak cara untuk menjadi guru yang kreatif saya hanya bisa menyebutkan sebagian kecil dari berbagai cara tersebut dan itupun berdasarkan referensi yang saya baca. Dan pada intinya adalah guru yang berpikir kreatif ialah “Guru yang cerdas dan selalu bisa mengatasi persoalan terhadap suatu masalah”.

    BalasHapus
  82. INAYATI
    PBI/3
    4011013
    Dari penganlaman saya terjun menjadi seorang guru,kadang saya melihat sebagian guru yang tidak bisa memberikan materi atau berbagai macam tugas yang diberikannya terhadap siswanya itu melenceng dari pelajaran yang diajarkanya. kadang pula ada guru yang tidak mau tahu dengan kekurangan dan kelebihan siswanya, misalkan ada siswa yang belum paham dengan materi yang diberikannya ketika siswa itu bertanya guru tersebut tidak mau menjawabnya. ada beberapa kesalahan guru dalam mengajar dikelas:
    1. membawa masalah keluarga kedalam kelas
    ini bisa menyebabkan ketidak efektifan dalam kelas/dalam mengajar siswanya
    2. tidak mau memberikan motivasi terhadap siswanya untuk trerus belajar
    3. kadang guru hanya mengandalkan buku satu dan tidak mau menycari buku lain untuk menjadi perbadingan dalam mengajarnya.
    CARA UNTUK MENJADI GURU YANG KREATIF DAN INOVATIF
    MENJADI GURU YANG KREATIF
    1.Mengajarkan kepada anak kecakapan mengatur diri,waktu dan belajar
    alat yang kuat untuk bisa meningkatkan antusiasme,meningkatkan harga diri dan menciptakat atmosfer yang kondusif untuk belajar.
    2.MENGAJARKAN ANAK UNTUK MENYELESAIKAN MASALAH
    beritahukan murid anda bahwa mungkin ada lebih dari satu solusi(penyelesaian) masalah untuk setiap masalah atau konflik.
    3.MELAKUKAN STUDI LAPANGAN
    untuk mendidik murid melalui pengalaman langsung
    MENJADIGURU YANG INOVATIF
    guru adalah sosok yang rela mencurahkan sebagian besar waktunya untuk mengajar dan mendidik siswa,sementara penghargaan dari sisi materia,misalnya sangatjauh dari harapan.
    Mewujudkjan bentuk sikap seorang guru:
    a. guru hendaknya mempunyai seorang guru yang mempunyai wawasan yang luas.
    b. apa yang disampaikan oleh seorang guru harus merupakan sesuatu yang benar dan memberikan manfaat.
    c. dalam menghadapi setriap permasalahan seorang guru harus mengedepankan sikap yang objektif.
    d. seorang guru hendaknya mempunyai sikap dedikasi,motivasi, dan layolitas yang kuat.
    e. kualitas dan kepribadian moral harus menjadi asfek penting yang melekat dalam diri guru.
    f. gejala dehumanisasi menunjukan peningkatan secara signifikan dalam berbagai ranah kehidupan.
    g. perkembangan iptek yang kian pesat juga juga mengharuskan seorang guru untuk senantiasa mengikutinya dan memiliki inisiatif yang kreatif.

    REFERENSI
    NGAENUN NAIM MENJADI GURU INSPRITIF
    BARBARA ALLMAN, SARA FREEMAN, et. al

    Demikian menuryt pendapat dan pngalaman saya,mohon maaf jika banyak kesalahan dan semoga bermanfaat...amin
    wassalamu'alaikum wr.wb.


    BalasHapus
  83. Nama : Nurul Fauziah
    Prodi: PBI 3
    Nim : 40111025


    Menurut saya dan dari referensai yang saya temukan,ada beberapa cara menjadi Guru yang Kreatif dan Inovatif ,antara lain :

    1. Menguasai materi pelajaran secara mendalam

    Menguasai materi pelajaran adalah syarat utama menjadi guru ideal. Seorang guru harus mengajar materi sesuai dengan keahliannya. Guru yang ideal adalah guru yang mengajar materi pelajaran yang menjadi bidang, bakat, dan spesialisasinya. Bila guru tidak memiliki bidang sesuai keahliannya maka murid bisa menjadi korban. Saat ini tantangan dunia global semakin dinamis, kompetitif dan akseleratif menuntut guru menyesuaikan diri dengan pembaharuan-pembaharuan yang ada, meningkatkan pendalaman materi dan mampu membuat teori-teori baru yang progresif.

    2. Mempunyai wawasan luas

    Seorang guru harus mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi informasi yang terjadi di belahan dunia, sehingga cakrawala pemikirannya menjadi luas, mendunia dan up to date. Selalu ada hal baru yang disampaikan seorang guru akan menjadi salah satu daya tarik murid yang bisa menggugah semangatnya mengikuti pelajaran. Para siswa juga akan merekam penjelasan gurunya dengan baik. Namun pemikiran guru yang luas sebaiknya memiliki hubungan dengan materi yang diajarkan.

    3. Komunikatif

    Seorang guru penting berkomunikasi dengan anak didiknya, seperti menyapa mereka dan menanyakan bagaimana kondisinya. Guru yang suka menyapa dan memperhatikan kondisi muridnya lebih diterima anak didiknya. Ketika guru bertanya kepada anak didiknya, mereka merasa diperhatikan sehingga guru dianggap bagian darinya. Komunikasi guru tersebut sangat penting sebagai pendekatan psikologis kepada anak didiknya. Aspek penerimaan seorang guru menjadi faktor penting bagi kelancaran kegiatan belajar mengajar di dalam kelas.

    4. Dialogis

    Tugas seorang guru tidak hanya mengajar, tapi juga menggali potensi terbesar anak didiknya. Tugas ini sulit terlaksana kalau dalam mengajar seorang guru hanya mengandalkan metode ceramah, sekedar memberikan materi an sich, tanpa ada ruang dialog. Metode dialog interaktif melibatkan dua atau tiga arah, misalnya murid bertanya, guru menanggapi, lalu ditanggapi lagi oleh siswa lain. Dalam metode dialog interaktif guru tidak boleh merasa paling benar, pintar, dan paling tahu segala masalah.

    5. Menggabungkan teori dan praktik

    Bila dalam pembelajaran anak didik hanya dijejali dengan teori tanpa ada praktik, maka mereka akan mudah jenuh. Praktik sangat diperlukan sebagai media menurunkan, mengendapkan, dan melekatkan pemahaman materi pada otak anak didik. Praktik bisa berupa turun langsung ke lapangan atau ke laboratorium. Dengan praktik, ilmu dapat berkembang dengan pesat dan anak didik terlatih untuk menerapkan ilmu yang dipelajari. Praktik menjadi suatu keharusan pada semua materi, khususnya materi yang membutuhkan aplikasi sehari-hari. [Akhwani]

    Sumber: Jamal Ma’mur Asmani, Tips Menjadi Guru Inspiratif, Kreatif dan Inovatif, Jogjakarta: 2009

    BalasHapus
  84. Nama : Ari Irawan
    Prodi : PGSD 3/3
    NIM : 40211084
    Guru yang kreatif dan inovatif dalam kegiatan pengelolaan kelas.
    Kemampuan guru dalam pengelolaan kelas menggambarkan ketrampilan guru dalam merancang, menata dan mengatur sumber-sumber belajar, agar tercapai suasana pengajaran yang efektif dan efisien. Gurur yang kreatif dan inovativ dapat melaksankan kegiatan pengelolaan kelas dengan lancar dan menyenangkan sehingga dapat menghambat adanya masalah-maslah yang timbul dalam pelaksanaan pengelolaan kelas. Guru yang inovativ dan kreatif menurut saya adalah :
    1. Dapat mebuat alat-alat bantu pelajaran sederhana. Dengan demikian dapat membantu siswa dalam memahami materi pelajaran tertentu. Sehingga siswa memiliki ketertarikan untuk mempelajari pelajaran tersebut.
    2. Terampil memberikan bantuan dan bimbingan kepada peserta didik
    Karena bantuan dan bimbingan itu sangat diperlukan, agar peserta didik dapat mengembangkan kemampuannya melalui proses belajara mengajar di kelas. Siswa akan dapat melaksanakan kegiatan pembelajaran apabila tidaka ada sesuatu yang mengganggu pikirannya. Disini gruru berperan untuk membantu dan memecahkan masalah sehingga dapat meringankan beban yang ada pada dirinya.
    3. Mampu menggunakan waktu secara tepat.
    Makan tepat waktu di sini bukan sekedar masuk dan keluar kelas tepat pada waktunya, melainkan juga guru harus pandai membuat program kegiatan dengan durasi dan frekuensi yang tepat sehingga tidak membosankan.

    BalasHapus
  85. devi ayu pratiwi
    40211131
    PGSD4 / 3
    Guru yang kreatif dan inovatif dalam mengelola kelas
    1.Menunjukkan Sikap Tangkap
    Menggambarkan tingkah laku guryu yang tampak pada siswa, bahwa guru sadar dan tanggap terhadap perhatian keterlibatan, masalah dan ketidak acuan mereka. Dengan adanya sikap ini siswa merasa guru hadir ditengah mereka.
    2.Membagi Perhatian
    Pengelolaan kelas yang efektif terjadi apabila guru membagi perhatian kepada beberapa kegiatan yang berlangsung dalam waktu yang sama.
    3.Memusatkan Perhatian
    Keterlibatan siswa dalam KBM dapat dipertahnkan apabila dari waktu kewaktu guru mampu memusatkan kelompok terhadap tugas-tugas yang dilaksanakan.
    4.Memberikan Petunjuk Yang Jelas
    Petunjuk yang diberikan harus bersifat langsung, dengan bahasa yang jelas dan tidak membingungkan serta dengan tuntutan yang wajar dapat dipenuhi oleh siswa.
    5.Menegur
    Tidak semua tingkah laku yang mengganggukelompok, siswa dalam kelas dapat dicegah atau dihindari dengan baik, sehingga guru harus melakukan teguran secara verbal atau memperingatkan siswa.
    6.Memberi Penguatan
    Komponen ini digunakan untuk mengatasi siswa yang tidak mau terlibat dalam kegiatan pembelajaran atau menggangu temanya.

    BalasHapus
  86. Name: M Arif Budiyanto
    Prodi: PBI 3
    NIM: 40111019
    kreatif adalah penemuan sesuatu yang belum pernah ditemukan.
    Definisi Inovatif: adalah suatu ide, barang kejadian, metode yang dirasakan atau diamati sebagai suatu hal yang baru bagi seseorang ataupun sekelompok orang, atau dengan definisi yang lebih rincinya yaitu penemuan sesuatu yang sebenarnya benda atau hal yang ditemukan sudah ada.
    diantara tipe guru yang kreatif dan inofatif adalah mempunyai kemampuan dalam membuka dan menutup pelajaran, seperti sebagai berikut: meningkatkan perhatian, menimbulkan motivasi, memberi acuan melalui garis usaha, membuat kaitan antara materi-materi yang dipelajari dengan pengalaman, review atau meninjau kembali penguasaan inti pelajaran, dan mampu merangkum bahan ajar agar mudah dipahami oleh peserta didik.
    bisa beradaptasi dengan peserta didik karena jika kita tidak mampu beradaptasi atau tidak dapat memahami peserta didik maka usaha kita dalam mentrsfer ilmu akan sia-sia saja, akan tetapi jika kita dapat memahami siswanya maka akan berjalan efektif dan adanya interaksi yang edukatif.
    mampu mengatur posisi tempat duduk siswa
    mampu memahami masing-masing grade dari peserta didik
    sehingga dalam pembentukan kelompok diskusi dalam satu kelompok tersebut ada hierarkinya sehingga akan tercipta kelompok yang efektif dan edukatif, misalnya yang gradenya tinggi dikolaborasi dengan grade yang sedang, dan jangan sampai grade tinggi satu kelompok dengan grade yang tinggi,
    mempunyi cara penyampaian bahan ajar yang bervariatif, jangan sampai guru hanya monoton ceramah saja meskipun sudah memakai media powerpoint dengan LCD, akan tetapi selingilah dengan umpan balik sehingga peserta didik tidak monoton.
    selain itu guru juga harus inovatif dan kreatif dalam menerapkan interaksi Edukatif, diantara prinsip-prinsip edukatif adalah sebagai berikut:
    1. Prinsip motivasi'
    adapun prinsip motivsi ekstrinsik sangat diperlukan untuk peserta didik, bisa dalam bentuk pujian, hadiah dsb, akan tetapi jangan hanya satu anak karena akan terkesan sebagai anak emas, oleh karena itu harus berganti- ganti
    2. prinsip berangkat dari persepsi yang dimiliki.
    setiap anak memiliki latar belakang pengetahuan dan pengalaman yang berbeda, dalam hal ini guru harus koreksi diri, apakah guru mengabaikan bahan apersepsi(pengetahuan dan pengalaman) yang dipunyai peserta didik atau tidak. maka dari itu guru harus menghargai apersepsi dari peserta didik.
    3. prinsip mencari, menemukan dan mengembangkan diri sendiri
    anak didik sebagai individu pada hakikatnya mempunnyai potensi untuk mencari dan mengembangkan potensinya.
    4. prinsip belajar sebagai bekerja (learning by doing
    belajar sambil melakukan aktivitas lebih banyak mendatangkan hasil bagi peserta didik, sebab kesan yang didapatkan oleh peserta didik lebih tahan lama.
    5. prinsip perbedaan individual
    sudut pandang yang dilihat dai segi aspek perbedaan anak didik itu adalah dari segi aspek biologis, intelektual, dan psikologis.
    dari prinsip interakti edukatif yang dimiliki oleh guru, maka guru akan menjadi sosok yang kreatif dan inovati
    Referensi:Drs. Syaiful Bahri Djamarah, M.A.g, Guru dan anak didik
    Udin Syaefudin Sa'ud, Ph.d. Inovatif Pendidikan

    BalasHapus
  87. KREATIFITAS DAN INOVASI GURU DALAM PEMBELAJARAN

    a.Kreatifitas guru berguna bagi peningkatan minat siswa terhadap mata siswaan

    b.Kreatifitas guru berguna dalam transfer informasi lebih utuh

    c.Kreatifitas guru berguna dalam merangsang siswa untuk lebih berpikir secara ilmiah dalam mengamati gejala masyarakat atau gejala alam yang menjadi objek kajian dalam belajar.

    d.Produk kreatifitas guru akan merangsang kreatifitas siswa.

    BalasHapus
  88. Nama : Ade Heri Kurniawan
    Prodi : PGSD 3/III
    Guru yang kreatif dan inovatif dalam mengelola kelas.
    kelas adalah aktifitas guru dalam mengelola dinamika kelas,mengorganisasikan sumber daya yang ada serta menyusun perencanaan aktifitas yang dilakukan di kelas untuk diarahkan dalam proses pembelajaran yang baik. Dalam hal pengelolaan kelas,kreativitas guru dalam pengelolaan kelas diarahkan untuk:
    • Membantu siswa di kelas dapat belajar secara kolaboratif dan kooperatif
    • Menciptakan lingkungan akademik yang kondusif dalam proses belajar
    Keterampilan Guru Mengelola kelas terbagi menjadi 2 jenis keterampilan :
    1. Keterampilan yang berhubungan dengan penciptaan dan pemeliharaan kondisi belajar yang optimal.
    2. Keterampilan yang berhubungan dengan pengembalian kondisi belajar yang optimal.
    Terima kasih

    BalasHapus
  89. Nama : Ade Heri Kurniawan
    NIM : 40211081
    Prodi : PGSD 3/III
    kelas adalah aktifitas guru dalam mengelola dinamika kelas,mengorganisasikan sumber daya yang ada serta menyusun perencanaan aktifitas yang dilakukan di kelas untuk diarahkan dalam proses pembelajaran yang baik. Dalam hal pengelolaan kelas,kreativitas guru dalam pengelolaan kelas diarahkan untuk:
    • Membantu siswa di kelas dapat belajar secara kolaboratif dan kooperatif
    • Menciptakan lingkungan akademik yang kondusif dalam proses belajar
    Keterampilan Guru Mengelola kelas terbagi menjadi 2 jenis keterampilan :
    1. Keterampilan yang berhubungan dengan penciptaan dan pemeliharaan kondisi belajar yang optimal.
    2. Keterampilan yang berhubungan dengan pengembalian kondisi belajar yang optimal.
    menurut saya hanya itu sajah,dan terima kasih

    BalasHapus
  90. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  91. nama : sri setya ningsih
    prodi : pgsd4/3
    nim : 40211155

    • Guru kreatif & inovatif
    1. Mengaplikasi pembelajaran yang inovatif dan menyenangkan, siswa bisa diajak ke luar kelas dengan tujuan memaksimalkan lingkungan sekolah sebagai alat, media dan sumber belajar yang sesuai.
    2. Mengoptimalkan proses pembelajaran dengan memanfaatkan potensi sekolah yang ada, terutama sekolah yang siswanya banyak berasal dari lapisan masyarakat margin proses pembelajarannya disetting yang kreatif inovavatif mampu beradaptasi berbagai macam situasi.
    3. Mendisain pembelajaran oleh “guru kreator” yang dapat menumbuhsuburkan kreativitas dan inovasi pembelajaran dengan analisis dan evaluasi untuk penyempurnaan disain beikutnya.
    4. Hindari ketegangan semua pelaku proses pembelajaran. Baik guru maupun siswa diharapkan mampu memnghindari ketegangan sebaliknya nikmati situasi dan kondisi pembelajaran menuju tercapainya kompetensi siswa sesuai KTSP.
    5. Biasakan selalu mengamati lingkungan sekolah sehingga dapat menemukan area yang dapat dijadikan alat, media dan sumber belajar siswa.
    6. Mengimprovisasi daya kreatif dan inovsi dengan sedikit humor sehat dan seperlunya saja untuk mempertahankan dan mengembangkan semangat inovasinya. 7. Keluar dari dunia sempit menuju dunia luas dengan banyak baca buku bidang seni dan teknologi dapat menambah daya peka berfikir efektif dan efisien.

    BalasHapus
  92. DWI ELISA
    PBI/3
    40111007

    "MENJADI GURU YANG KREATIF DAN INOVATIF"
    biarpun saya belum menjadi seorang guru,namun berdasarkan pengalaman saya sewaktu KPPM dan membuka program bimbingan belajar di rumah..saya bisa mengambil nilai bagaimana kita seoarang guru/calonguru untuk menjadi guru yang kreatif dan inovatif sebagai berikut :

    1.Sebelum melakukann kegiatan belajar sebaiknya kita harus memberi kesan yang menyanangkan dahulu kepada murid,dengan tujuan agar murid nantinya merasa lebih senang dalam mengikuti kegiatan belajar.Contoh dari kegiatan ini bisa seperti guru memberikan games yang bersifat belajar/memberikan games yang menyangkut materi yang akan kita pelajari nantinya.

    2.Penampilan seorang guru juga sangat mempengaruhi motivasi seorang siswa sebelum mengikutu kegiatan belajar.Siswa cenderung mempunyai semangat belajar yang tinggi apa bila guru yang akan memberikan pelajaran berpenampilan menarik apa lagi jika guru tersebaut mengajar pada saat jam pertama.

    3.Guru harus menguasai semua materi yang akan di berikan kepada siswa-nya dengan tujuan agar pada saat siswa ingin menanyakan materi kita tidak bingung dakam menjawab.

    4.Guru harus bisa memanfaatkan/menjalankan media yang sudah di fasilitasi oleh sekolah.Sebagai contoh kita sebagai guru harus/di tuntut bisa mengoperasikan kinerja komputer/laptop agar kegiatan pembelajaran tidak berjalan monoton.

    5.Kita seorang guru juga harus bisa membuat alat peraga apa bila fasilitas sekolah kurang memadai agar materi yang nanti kita ajarkan lebih mengena kapada siswa.

    6.Hal lain yang sangat penting untuk menjadi seorang guru yang "kreatif dan inovatif" adalah kita sebagai guru harus bisa membawa atau mengontrol emosi kita sebelum mengajar meskipun kita sedang di hadapkan dalam suatu permasalahan yang sangat besar,karena emosi seorang guru sangat mempengaruhi bagaimana kegiatan belajar tersebut dapat dikatakan sukses atau tidak.

    Menurut saya hanya itu saja,terima kasih

    BalasHapus
  93. MAEMUN SOBIROH
    PBI/3
    40111021


    menurut pengalaman KPPM yang pernah saya ikuti,mengajar siswa bukanlah hal yang sangat mudah. begitu juga mengajak siswanya untuk lebih konsentrasi dan tertarik terhadap kegiatan belajar yang sedang berlangsung. maka dari itu supaya siswa lebih terpaku terhadap pembelajaran yang sedang berlangsung,kita semua harus mampu menjadi guru yang kreatif dan inovatif.
    berikut adalah contoh guru yang kreatif dan inovatif:
    1.guru harus mengetahui arti dari pembelajaran yang baik. karena pembelajaran yang baik adalah pembelajaran yang mampu membuka wawasan kreatifitas dan pola berpikir mandiri kepada peserta didik .
    2. guru jangan mengacu kepada konsep pembelajaran yang bersifat teoritis dan hafalan saja. karena hal ini akan menyebabkan siswa menjadi cepat bosan,dan siswa juga akan mudah lupa terhadap apa yang baru dihafalkan.
    3.guru harus memberikan gaya pembelajaran yang memadukan antara teoritis dengan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. dalam hal ini guru harus memberikan gambaran yang menarik tentang materi yang berkaitan.
    4.dalam kegiatan belajar guru harus mampu menciptakan strategi dan metode yang menarik, karena dengan metode yang menarik siswa akan lebih terpaku dalam belajar.
    5. guru jangan mendominasi siswanya untuk belajar didalam ruang kelas,sesekali seorang guru harus mengajar siswanya untuk langsung mengenal alam. karena dengan mengajak lansung siswa untuk mengenal alam,siswa akan lama mengingat materi yang dipelajarinya.

    demikan menurut pendapat saya tentang guru kretif dan inovatif.terima kasih

    BalasHapus
  94. Nama : Eka Ratna Sari
    Nim : 40211089
    Prodi : PGSD 3/3

    Menurut pendapat saya, menjadi seorang guru yang kreatif dan inovatif dalam pengelolaan kelas, tidak semudah seperti membalikan telapak tangan saja. Namun kita sebagai calon guru, akan dapat dengan mudah menjadi sosok guru yang kreatif dan inovatif, asalkan kita ada kemauan yang kuat, untuk mewujudkannya. Di samping itu, kita juga harus mempunyai tugas / langkah-langkah yang harus di kerjakan yang setidaknya bisa memberikan pengaruh yang besar agar keinginan menjadi guru yang kreatif dan inovatif dapat terwujud.
    Tugas / langkah-langkah yang harus di lakukan oleh seorang guru tersebut yaitu :
    a. Perlu adanya kesadaran tentang kewajiban seorang guru, dalam mendidik anak didiknya. Sehingga akan tumbuh rasa ikhlas dalam mengajar, yang kelak akan memunculkan keinginan seorang guru agar menciptakan suasana kelas yang kreatif dan inovatif.
    b. Guru harus mempunyai kompetensi dan wawasan yang luas, agar dapat berinovasi di dalam kelas.
    c. Penguasaan terhadap materi pelajaran yang akan di bahas.
    d. Mengetahui kebutuhan siswa.
    e. Guru harus dapat berkomunikasi dengan baik bersama peserta didiknya, sehingga guru dapat mengidentifikasikan kekurangan dan kelebihan yang di miliki peserta didik, serta minat, bakat, dan potensi yang di miliki oleh peserta didiknya. Yang kemudian dapat menjadi bekal seorang guru dalam mengajar.
    f. Guru harus selalu mengikuti perkembangan zaman ( globalisasi ), serta teknologi yang makin maju. Sehingga seorang guru tidak akan ketinggalan zaman.
    g. Menggunakan metode, strategi, taktik, dan teknik yang sesuai dengan perkembangan siswa, dan akan menarik perhatian siswa.
    h. Penyampaian pelajaran di lakukan dengan cara penyampaian secara teori dan praktiknya. Siswa melakukan sendiri dengan praktek, tentang meteri yang di sampaikan oleh guru, sehingga siswa tidak jenuh, dalam menerima pelajaran yang di sampaikan.

    BalasHapus
  95. Nama :Udin afipudin
    Nim :40211114
    Prodi :Pgsd 3/3
    Menurut pendapat saya tentang bagaimana menjadi guru yang kreatif dan inovatif dalam mengelola kelas adalah sebagai berikut :
    1. Selalu punya energi untuk siswanya.Seorang guru yang baik menaruh perhatian pada siswa di setiap percakapan atau diskusi dengan mereka. Guru yang baik juga punya kemampuam mendengar dengan seksama.
    2. Punya tujuan jelas untuk Pelajaran.Seorang guru yang baik menetapkan tujuan yang jelas untuk setiap pelajaran dan bekerja untuk memenuhi tujuan tertentu dalam setiap kelas.
    3. Punya keterampilan mendisiplinkan yang efektif.Seorang guru yang baik memiliki keterampilan disiplin yang efektif sehingga bisa mempromosikan perubahan perilaku positif di dalam kelas.
    4. Punya keterampilan manajemen kelas yang baik.Seorang guru yang baik memiliki keterampilan manajemen kelas yang baik dan dapat memastikan perilaku siswa yang baik, saat siswa belajar dan bekerja sama secara efektif, membiasakan menanamkan rasa hormat kepada seluruh komponen didalam kelas.
    5. Bisa berkomunikasi dengan Baik Orang Tua.Seorang guru yang baik menjaga komunikasi terbuka dengan orang tua dan membuat mereka selalu update informasi tentang apa yang sedang terjadi di dalam kelas dalam hal kurikulum, disiplin, dan isu lainnya.

    BalasHapus
  96. Nama :Nok Nurhayati
    Nim :40211104
    Prodi :Pgsd 3/3
    Menurut pendapat saya tentang bagaimana menjadi guru yang kreatif dan inovatif dalam mengelola kelas adalah sebagai berikut :
    1. Punya harapan yang tinggi pada siswa nya.Seorang guru yang baik memiliki harapan yang tinggi dari siswa dan mendorong semua siswa dikelasnya untuk selalu bekerja dan mengerahkan potensi terbaik mereka.
    2. Pengetahuan tentang Kurikulum.Seorang guru yang baik memiliki pengetahuan mendalam tentang kurikulum sekolah dan standar-standar lainnya. Mereka dengan sekuat tenaga memastikan pengajaran mereka memenuhi standar-standar itu.
    3. Pengetahuan tentang subyek yang diajarkan.Hal ini mungkin sudah jelas, tetapi kadang-kadang diabaikan. Seorang guru yang baik memiliki pengetahuan yang luar biasa dan antusiasme untuk subyek yang mereka ajarkan. Mereka siap untuk menjawab pertanyaan dan menyimpan bahan menarik bagi para siswa, bahkan bekerja sama dengan bidang studi lain demi pembelajaran yang kolaboratif.
    4. Selalu memberikan yang terbaik untuk Anak-anak dan proses PengajaranSeorang guru yang baik bergairah mengajar dan bekerja dengan anak-anak. Mereka gembira bisa mempengaruhi siswa dalam kehidupan mereka dan memahami dampak atau pengaruh yang mereka miliki dalam kehidupan siswanya, sekarang dan nanti ketika siswanya sudah beranjak dewasa

    BalasHapus
  97. NAMA : AMANAH ROSLINA
    NIM : 40111001
    PRODY: PBI 3

    Bagaimana menjadikan guru yang kraktif dan inovatif??

    Menurut Syah dan Kariadinata (2009: 32) Kreatif (creative) berarti menggunakan hasil ciptaan / kreasi baru atau yang berbeda dengan sebelumnya.

    Pembelajaran yang inovatif diharapkan mampu membuat siswa yang mempunyai kapasitas berpikir kritis dan terampil dalam memecahkan masalah.



    menurut persepsi saya ,dari pengertian tersebut disimpulan bahwa kita dituntut untuk membbuat kreasi dari hasil sendiri atau imitasi karya orang lain sebgai pembeda maupun penyempurnaan dari pembelajaran sebelumnya.
    kekreaktifan seseorang tidak semua memilikinya, bagaimana cara nya kreaktif itu tergantung seseorang nya.


    dari uraian diatas berikut adalah cara menjadi guru yang inovatif dan kreaktif :

    a. menguasai materi ajar
    dengan menguasai bahan ajar pendidik lebih mudah untuk memberi kekreaktifan bahan ajar , ex : mind mapping
    selain itu hal tersebut mengajarkan guru lebih inovatif agar materi ajar lebih di terimanya ,


    b. Pengelolaan kelas dan/atau laboratorium
    hal tersebut memberi daya cipta baru seorang guru agar dapat memberi efek baru siswa dalam kondisi kls, dalam hal ini guru dapat memberi hal baru misal mengubah tempat duduk memnjadi lingkaran maupun lainya agar telihat berbeda dari kondisi belajar sebelumnya.


    terimakasih.....

    BalasHapus
  98. NAMA : IIS KHOERUNNISA
    NIM :(40311013)
    PRODY:PENDIDIKAN MTK / 3

    Menurut saya..cara menjadi guru yang kreatif dan inovatif,,
    * pertama guru itu harus mempunyai bnyak wawasan dan pengetahuan,sehingga pengajarannya lebih bervariasi.

    * guru jga harus tahu perkembangan zaman,sehingga tahu hal2 baru yang
    sedang terjadi dalam pendidikan

    *guru harus bisa teknologi atau media,karena dengan teknologi atau media pmbelajran akan lebih menarik.

    terimakasih semoga bermanfaat

    BalasHapus
  99. Name : TERRISTIYA ARMI MAULINDA
    NIM : 40111032
    Major: PBI / 3


    Menurut pendapat saya dalam bagaimana menjadi seorang guru yang kreatif dan inovatif dalam mengelola kelas adalah:

    1. Mengembangkan ruang kelas menjadi suasana yang menarik hal ini akan membuat siswa merasa nyaman,semangat dan tidak bosan apabila mengikuti proses pembelajaran dalam kelas.

    2.Menguasai materi, agar siswa bertanya guru dapat segera menjawab dan menjelaskan smpai murid memahami jawaban yang disampaikan.

    3. guru tidak gaptek,karena dalam proses pembelajaran di jaman era globalisasi ini guru juga harus mengetahui dan dapat menggunakan teknologi untuk mendukung proses pembelajaran
    ex: - guru mengemas materi dalam bentuk power point etc.

    4. guru tidak kehabisan akal untuk memakai metode-metode,taktik baru yang menarik siswa untuk aktif dalam mengikuti proses pembelajaran.

    5. guru harus mempunyai wawasan yang luas dan dapat mengikuti perkembangan zaman.

    6. guru yang melakukan pendekatan pada siswa bukanya malah menjadi guru yang killer,menakutkan,kolot,ngantuki dan membosankan dan slalu kreatif dan inovatif dalam mengajar.

    BalasHapus
  100. Nama: M. Jamaludin Imron
    NIM: 40110017
    Prodi: PBI 3

    menurut saya menjadi guru yang kreativ dan inovativ itu sangat beragam yaitu sebagai berikut:
    1. seorang guru harus bisa mengendalikan suasana kelas agar tetap kondusif.
    2. seorang guru harus mastery (apa yang akan diajarkan hsrus dipersiapkan dengan matang)
    3. seorang guru harus bisa memberi inspirasi kepada siswa agar mereka merasa bisa untuk melakukan sesuatu.
    4. seorang guru harus bisa membuat siswanya tertarik akan mata pelajaran yang ia berikan misalnya menggunakan ICT
    5. seorang guru harus mengajar dengan hati sehingga murid-murid akan lebih memahami pula dengan hati.
    6. perhatian seorang guru harus seimbangan antara yang pintar dengan yang kurang memahami materi agar mereka (yang kurang bisa) tidak merasa terkucilkan.

    BalasHapus
  101. nama : asmiyati
    Nim : 40111003
    prodi: PBI/3

    Menurut saya guru yang kreatif dan inovatif adalah :
    1.Guru yang dapat menginspirasi anak didiknya.
    2.menciptakan pembelajaran yang menyenangkan,seperti:memberi contoh yang konkrit agar siswa memahami,dengan memakai LCD.
    3.Menjadi guru yang dapat dikenang,yaitu guru itu memberikan motivasi2 setiap pertemuan nya,dan jangan terlalu cerewet dan galak karena murid akan bosan mendengar gurunya yang sering memarahi nya.
    4. ada saat nya guru menjadi teman,karena akan semakin akrab dan pembelajaran pun akan lebih enak.
    5.tidak pilih kasih,semua siswa harus di perhatikan.
    6. mengunakan media yang menarik.
    7. berikan kesan yang mengenakan para siswa.
    8.sekali-kali murid di ajak keluar kelas biar belajar nya lebih semangat.

    BalasHapus
  102. nama : asmiyati
    Nim : 40111003
    prodi: PBI/3

    Menurut saya guru yang kreatif dan inovatif adalah :
    1.Guru yang dapat menginspirasi anak didiknya.
    2.menciptakan pembelajaran yang menyenangkan,seperti:memberi contoh yang konkrit agar siswa memahami,dengan memakai LCD.
    3.Menjadi guru yang dapat dikenang,yaitu guru itu memberikan motivasi2 setiap pertemuan nya,dan jangan terlalu cerewet dan galak karena murid akan bosan mendengar gurunya yang sering memarahi nya.
    4. ada saat nya guru menjadi teman,karena akan semakin akrab dan pembelajaran pun akan lebih enak.
    5.tidak pilih kasih,semua siswa harus di perhatikan.
    6. mengunakan media yang menarik.
    7. berikan kesan yang mengenakan para siswa.
    8.sekali-kali murid di ajak keluar kelas biar belajar nya lebih semangat.

    BalasHapus
  103. Nama : Chandra Paramitha
    NIM : 40111004
    Prodi/semester : Pendidikan Bahasa Inggris/3

    Menurut beberapa buku yang saya baca, ada berbagai cara bagaimana menjadi guru yang kreatif dan inovatif. Berikut beberapa cara yang telah saya rangkum berdasarkan buku yang saya baca :
    1. menciptakan media pembelajaran dan alat peraga
    2. mampu menguasai materi pelajaran secara mendalam
    3. mempunyai wawasan luas
    4. komunikatif
    5. dialogis
    6. mampu menggabungkan teori dan praktek
    7. menggunakan / menerapkan berbagai pendekatan
    8. mampu melibatkan peserta didik dalam berbagai kegiatan seoptimal mungkin
    9. harus update dalam hal mengenai pembelajaran
    10. mampu menggunakan lingkungan sebagai sumber belajar
    11. mampu sebagai motivator, fasilitator, dan model bagi peserta didiknya

    daftar pustaka: menjadi guru favorit, quantum teaching, profesi keguruan.

    Terimakasih.

    BalasHapus